10 Sisi Gelap Dibalik Kekayaan Manusia – Terlalu kaya harus diawasi

Bahaya orang terlalu kaya dalam kehidupan berbangsa

Kita hidup di dunia yang majemuk. Ada beraneka ragam orang disekitar anda. Mereka berbeda sehingga harus mampu menyesuaikan diri dengan semuanya itu. Perbedaan adalah manusia sebab justru itulah yang mempersatukan Indonesia dalam sebuah sistem yang saling bersinergi memberi manfaat satu sama lain. Tanpa adanya kerja sama yang baik maka ada saja yang mengalami bias sampai berujung pada kekacauan nasional.

Salah satu perbedaan yang sangat kentara di zaman sekarang adalah perbedaan harta benda. Kami tidak ilfil dengan kekayaan seseorang, itu adalah bagian dari haknya atas hasil dari jerih lelahnya sendiri. Hanya kami melihat beberapa sisi gelap dari cara hidup orang yang terlalu kaya raya. Semakin banyak uang di bumi ini maka semakin cepat terjadi kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana alam dan akhir zaman.

Ada ancaman besar dibalik uang yang bertumpuk-tumpuk itu. Apabila keadaan ini tidak diantisipasi niscaya hal-hal buruk akan terjadi. Sebab, sehebat-hebatnya kekuasaan seorang pemimpin namun masih dibatasi oleh hak orang lain. Akan tetapi, uang mampu menembus segala halangan dan rintangan bahkan hak orang lainpun akan diinjak-injak dengan kekuasaan uang.

Selengkapnya, Dampak negatif kertas ajaib

Uang mampu memecah belah sebuah bangsa. Bahkan kami dapat mengatakan bahwa seseorang dengan sumber daya (jutaan dolar) yang tinggi dapat membuat, mendirikan dan membangun negaranya sendiri. Oleh karena itu, konglomerat yang sangat kaya adalah salah satu pihak yang harus diawasi oleh negara ini.

Katakan saja, siapa yang dapat membeli hal-hal yang seharusnya tidak bisa dibeli? Siapakah yang rajin memungut dan mengoleksi hewan-hewan langka yang seharusnya dilindungi (baik mati ataupun hidup). Katakanlah siapa yang berani melakukan perbuatan melanggar hukum tanpa harus mendekam dalam penjara. Sebutkan saja siapa yang meng-otaki berbagai pelanggaran dan pemberontakan di berbagai daerah.

Dengan uang yang banyak, anda dapat mendatangkan berbagai macam jenis senjata ke dalam negeri. Kekayaan yang melimpah ruah membuat anda mampu membeli berbagai macam bahan peledak. Dengan harta yang tidak habis tujuh turunan, anda mampu mendalangi berbagai aksi teror dimana-mana. Kekayaan yang tidak terbatas membuat anda bebas melakukan apa saja bahkan sekalipun itu melanggar hukum.

Dampak buruk terlalu kaya

Negara harus mengawasi aktivitas miliarder terkaya disekitar. Satu pertanyaan yang sangat sederhana dari kami adalah : “dikemanakan uang itu?“. Jangan-jangan merekalah yang menjadi penggerak berbagai aksi kejahatan dilingkungan anda. Berikut ini beberapa sisi gelap dari kekayaan.

  1. Tidak percaya Tuhan.

    Merupakan ciri utama dari sisi gelap kekayaan seseorang. Saat semuanya mampu ia raih dengan lembaran kertas yang dimiliki maka keberadaan Tuhan akan diabaikan. Coba perhatikan di luar negeri, ada begitu banyak orang kaya yang mengandalkan hartanya dalam segala sesuatu dengan menjadi atheis.

  2. Keangkuhan.

    Ini adalah ciri-ciri berikutnya dari orang kaya jahat. Memang harus kami akau bahwa tidak semua orang yang kaya raya jahat, beberapa diantaranya justru lebih suka bersosial dan beramal di masyarakat. Jika kesombongan sudah melebihi di atas kepala niscaya siapapun yang tidak disenangi dan bertentangan dengannya akan ditaklukkan dengan cara-cara licik dibelakang layar (dimana tidak ada seorangpun yang menyadarinya).

  3. Melakukan aksi kejahatan tanpa tersentuh hukum (kebal hukum).

    Apabila uang sudah melimpah ruah di tangan maka terjadilah aksi mencari sensasi. Entah itu karena hanya sebuah hasrat/ naluri seorang manusia atau memang disengaja untuk memiliki sesuatu. Oknum yang bisa disogok akan melegalkan aksi kejahatan yang dilakukan.

  4. Mengintimidasi orang lain untuk melakukan kejahatan.

    Biasanya orang kalau sudah kaya raya, otaknya cerdik sekali. Ia tidak mau/ ogah melakukan pekerjaan yang membuat tangannya kotor. Lebih memilih untuk mengompori orang lain sehingga aksi kejahatan terjadi tanpa diketahui oleh orang lain. Bahkan kalau-kalau itu dibongkar oleh Aparat Penegak Hukum niscaya namanya tidak akan terungkap.

  5. Mensponsori event aneh yang merusak moral masyarakat.

    Pernahkan anda mendengar acara yang aneh-aneh di luar negeri? Misalnya saja seperti event “Foto telanjang masal”, “Pose foto tanpa bra” dan masih banyak lagi acara gokil yang pernah kami dengar di televisi. Yakinlah bahwa semua acara ini memiliki donatur orang yang kaya raya. Ia mungkin berpikir untuk menjadi donatur demi menghabiskan uangnya. Namun dibalik semuanya itu, terdapat efeks samping moralitas yang menyimpang.

  6. Memburu fauna yang dilindungi dengan alasan hobi.

    Entah bagaimana cara menjelaskan pemikiran orang yang satu ini. Baginya memelihara binatang langka adalah sebuah tantangan. Mungkin karena uangnya terlalu banyak kali jadi sebagian disisihkan membeli hewan-hewan ini. Beberapa juga kami temukan dalam rumahnya tanduk, gading, kulit dan bulu fauna yang dilindungi tersebut.

  7. Merusak lingkungan demi kemewahan.

    Kerusakan lingkungan didominasi oleh limbah industri dan pembangunan pemukiman mewah di berbagai daerah. Orang-orang ini biasanya tidak puas bila hanya sekedar mewah saja. Melainkan mereka juga ingin sesuatu yang waw…. & wah…. yakni membangun rumah di atas lahan ribuan meter bak lapangan bola. Bukan itu saja, mereka juga memiliki rumah dimana-mana bahkan sampai puluhan. Entah mereka sadar dengan yang dilakukan tapi menurut kami hal ini adalah pemborosan yang berada diluar batas.

    Coba perhatikan lingkungan di daerah perbukitan yang begitu mewah dimana akibatnya adalah pembalakan hutan di daerah pegunungan. Akhirnya masyarakat yang tinggal di daerah bawah dan dataran rendah mengalami banjir hampir setiap musim hujan.

  8. Menyebarkan konspirasi/ tipu muslihat untuk kepentingan pribadi.

    Saat anda memiliki banyak sumber daya maka banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Misalnya saja dapat menggerakkan seluruh media sosial yang ada untuk menciptakan semacam hastag populer yang mendukung kegiatan anda. Menyebarkan desas-desus yang tidak benar ditengah masyarakat dapat dilakukan dengan sangat cepat dengan bantuan media komunikasi yang memadai. Uang panas membuat anda yang berada diposisi belakang mampu melewati semua barisan dan berada diurutan pertama dalam antrian.

  9. Lebih cinta produk luar negeri dan menghabiskan uang (belanja- foya-foya) di luar negeri.

    Ini mungkin bukan rahasia umum lagi bahwa orang yang terlalu sangat kaya memandang sebelah mata hasil jerih lelah saudara sendiri. Entah itu karena kalah mereklah, kalah gaya, kalah pamor atau apapun itu. Banyak alasan yang mereka utarakan untuk menghina produk dalam negeri. Padahal mereka kaya karena orang Indonesia juga toh. Tapi lihat kesombongannya mengabaikan produk dalam negeri sendiri dengan memilih produk luar negeri.

    Entah apa hebatnya berkunjung ke luar negeri dan menghabiskan liburan disana. Mendingan di Indonesia lebih asri dan hijau lagi. Sesekali sih tidak apa-apa tapi kalau tiap liburan sukanya ke e*opa atau a*eri*a atau yang lainnya kan bisa rugi negara. Sebab uang negara (sekalipun milik pribadi) dibelanjakan di tanah orang.

  10. Mengorganisir gerakan pemberontakan terhadap pemerintah.

    Ini sepertinya menjadi trend yang populer saat ini. Orang-orang yang kurang cerdas dimobilisasi untuk melakukan sesuatu aksi perlawanan terhadap pemerintah yang sedang berkuasa. Semoga saja hal-hal yang negatif itu dijauhkan dari negara kita, Indonesia.

Saran, Pemerintah harus lebih waspada terhadap pihak-pihak yang memiliki banyak sumber daya disekitarnya daripada memperhatikan orang-orang yang sederhana seperti kami ini. Jelas sekali bahwa orang yang kaya raya yang jahat menimbulkan kerusakan yang besar bagi negara ini dibandingkan dengan masyarakat menengah ke bawah.

Negara harus mengawasi pergerakan orang dengan duit tebal, mengawasi penggunaan dana yang dimiliki bahkan mengawasi pertemuan yang ia lakukan dengan pihak lain. Sebab uang mereka mungkin saja dimanfaatkan untuk mendalangi aksi huru-hara di negeri. Daripada memperkaya diri, kami lebih memilih untuk memperkaya negara ini agar setiap orang di dalamnya mengecap kemakmuran dari ibu pertiwi.

Selanjutnya, Keadilan negara mebayar dengan jumlah yang sama semua profesi

Salam pembaharuan mindset!

Iklan

5 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s