+17 Cara Menghilangkan Rasa Takut – Faktor Penyebab & Bahaya Fobia – Mengatasi kekuatiran, kecemasan dan fobia

Cara mengatasi rasa takut - fobia terhadap hantu, setan, alien, ketinggian

Rasa takut adalah perasaan yang munculnya tidak terkendali dan tidak dapat diatasi/ diredam oleh orang tersebut. Setiap orang mungkin memiliki ketakutan sendiri-sendiri. Inilah yang menandakan bahwa tubuh manusia kita terlalu fana. Satu-satunya pihak yang tidak memiliki rasa takut adalah Tuhan sendiri. Selama nafas masih berhembus dan selagi bumi masih berputar maka selama itulah anda beresiko mengalami keadaan ini. Apabila anda terus saja membiarkannya niscaya hal ini beresiko membuat hati menjadi lemah.

Hari-hari anda bisa jadi lebih buruk, jalannya waktu terasa lebih lambat, kesedihan semakin mendalam, seolah-olah hati ini berat untuk melakukan aktivitas karena sepertinya tidak ada harapan. Menganggap diri sendiri kurang, tangan yang kurang panjang, kaki yang kurang tinggi, potensi yang kurang memadai dan sumber daya yang minim. Atau malah, menganggap diri sendiri terlalu lemah, menganggapnya terlalu ceroboh, berpikir bahwa semuanya akan berakhir secara tragis.

Rasa takut berasal dari pikiran. Kemampuan untuk mengelola pola pikir sendiri adalah awal untuk mengendalikannya. Senjata paling ampuh dijaman sekarang ini bukan yang mampu melukai daging melainkan senjata yang mampu merasuki dan merusak otak anda.. Ketika ditakuti oleh situasi maka berusahalah untuk menghadapinya sendiri apa adanya. Sebab sikap pengecut yang suka melarikan diri bahkan lari terbirit-birit saat ada masalah adalah pilihan yang jelek.

Masing-masing dari anda pasti memiliki ketakutan sendiri. Milikilah ketakutan yang benar dan jangan mau takluk kepada kejahatan. Alangkah baiknya jika itu ditanggapi dengan cara yang santai sebab segala sesuatu yang berlebihan cenderung memberikan efek samping merugikan yang besar. Disini kami akan membahas bagaimana caranya mengelola rasa takut agar tidak sampai dimanfaatkan orang untuk mendatangkan kerugian kepada diri sendiri dan orang disekitar anda.

Faktor yang menyebabkan anda ketakutan/ mengalami fobia

Fobia adalah ketakutan berlebihan yang muncul karena alasan tertentu. Banyak hal yang mendorong seseorang merasa ketakutan yang amat. Berikut macam-macam rasa takut dan fobia berdasarkan faktor penyebabnya.

  1. Rasa takut yang datangnya dari Atas.

    Setiap umat manusia memiliki rasa takut yang tinggi terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa diantaranya merespon dengan kesetiaan, kepatuhan dan untuk menaklukan diri (mempasrahkan diri) dihadapan-Nya. Beberapa lagi menanggapinya dengan penuh kecemasan dan dukacita yang mendalam. Bahkan ada juga manusia yang tidak peduli karena tidak memiliki keyakinan kepada kekuatan yang melebihi kemampuan manusia biasa.

  2. Rasa takut yang berasal dari dosa-dosa sendiri.

    Setiap orang yang yakin dengan pasti bahwa “Tuhan itu ada”, alhasil hal ini akan turut membuatnya segan untuk melakukan dosa. Dan memang Pendeta kami telah mengatakan bahwa “satu-satunya hal terbesar yang membuat manusia gemetaran dalam ketakutan adalah karena ia telah berdosa”. Dosa adalah akar dari semua rasa takut yang membuat manusia begitu rapuh oleh tekanan kehidupan. Artinya, didesak sedikit sudah kehilangan segalanya karena ia telah meninggalkan Sang Pelindung Yang Agung itu.

  3. Ketakutan yang datangnya dari lingkungan alam sekitar.

    Ini bisa saja berkaitan tentang firasat buruk akan adanya serangan hewan yang mematikan atau bencana alam yang menghabiskan ratusan bahkan ribuan nyawa. Pemanfaatan alam untuk tujuan sempit dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dapat beresiko menimbulkan gangguan keseimbangan alam.

  4. Rasa takut yang asalnya dari sesama.

    Bisa saja anda sedang diuji oleh teman sebaya untuk membuat bulu kudu merinding ketakutan. Cerita mistis yang sering di umbar oleh orang lain dapat membuat tidur anda tidak tenang.

  5. Ketakutan yang asalnya dari diri sendiri.

    Ketakutan yang berlebihan (fobia) ini disebabkan oleh kelemahan diri sendiri. Ada banyak jenis fobia disekitar anda salah satu diantaranya adalah “fobia dengan ketinggian”. Kelemahan yang biasanya diderita selama bertahun-tahun lamanya bahkan seumur hidup.

  6. Takut menghadapi masa depan.

    Beberapa orang tidak memiliki harapan sebab iat tidak memiliki pegangan hidup yang dapat diandalkan. Ada rasa khawatir di dalam hati, siapakah yang akan menolangnya menghadapi berbagai persoalan yang akan terjadi kelak. Orang yang tidak yakin dengan diri sendiri mustahil bisa berjalan dalam damai. Mereka akan tersandung bahkan oleh sesuatu yang sangat sepele sekalipun.

  7. Ketakutan karena pengalaman buruk.

    Beberapa orang memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Keadaan tersebut tidak bisa berterima dalam hati sehingga ada niat untuk tidak mau/ enggan mengalaminya lagi. Oleh karena itu andapun berusaha menjauhi hal-hal yang ada hubungannya dengan masa lalu yang kelam itu. Keadaan ini juga dapat membuat seseorang menjerit berteriak ketakutan karena fobia dengan sesuatu.

  8. Rasa takut yang ditimbulkan oleh televisi/ sinetron/ film dan media lainnya.

    Beberapa acara televisi mungkin tidak cocok untuk anda saksikan terlebih yang bercerita tentang kisah-kisah mistis yang tidak ada ujung dan pangkalnya.

  9. Ketakutan karena dorongan dari media sosial – internet.

    Di internet ada konten yang positif dan ada pula konten yang negatif. Jadi pandai-pandailah memilah mana yang baik untuk perkembangan dan masa depan anda. Tidak mudah menjadi orang selektif, terlebih ketika godaannya tinggi dan mudah untuk dilakukan. Semuanya tergantung dari pilihan masing-masing orang.

Dampak Buruk dari rasa takut

Setiap aksi yang berlebihan cenderung memiliki dampak negatif bagi kehidupan. Oleh sebab itu penting bagi anda untuk mengetahui apa-apa saja akibat dari ketakutan yang anda rasakan selama ini. Berikut selengkapnya.

Kesehatan fisik

  1. Keringat dingin.
  2. Otot menjadi tegang.
  3. Gemetaran/ gugup/ tremor.
  4. Jantung berdebar (kardiak aritmia)
  5. Tersandung – Terjatuh.

    Kesehatan mental

  6. Khawatir.
  7. Gelisah.
  8. Sedih – menangis.
  9. Marah.

    Kesehatan sosial

  10. Berlari terbirit-birit meninggalkan TKP.
  11. Menjauh dan bersembunyi dari teman tertentu.
  12. Mendekat lalu menyerang/ menjadi anarkis terhadap orang tertentu.

Jenis-jenis fobia

Ablutophobia – T. mencuci atau mandi.
Acarophobia – T. pada rasa gatal atau serangga yang menyebabkan gatal.
Acerophobia – T. akan rasa asam.
Achluophobia – T. akan gelap/kegelapan.
Acousticophobia – T. akan suara.
Acrophobia – T. akan ketinggian.
Aerophobia – T. meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia – T. akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia – T. akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia – T. akan kegilaan.
Agliophobia – T. akan rasa sakit.
Agoraphobia – T. pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang, tempat umum seperti pasar. T. untuk meninggalkan tempat yang aman.
Agraphobia – T. akan pelecehan seksual.
Agrizoophobia – T. aklan binatang liar.
Agyrophobia – T. pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia – T. pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia – T. pada kucing.

Bacillophobia – Pobia pada mikroba.
Bacteriophobia – Pobia pada bacteria.
Ballistophobia – Pobia pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia – Pobia pada Bolsheviks.
Barophobia – Pobia pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia – Pobia untuk berjalan atau jatuh.
Bathmophobia – Pobia akan tangga atau tempat sempit.
Bathophobia – Pobia kedalaman.

Chionophobia – Pobia pada salju.
Chiraptophobia – Pobia disentuh.
Chirophobia – Pobia pada tangan.
Cholerophobia – Pobia marah atau takut pada kolera.
Chorophobia – Pobia menari.
Chrometophobia or Chrematophobia – Pobia pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia – Pobia pada warna.
Chronophobia – Pobia pada waktu.
Chronomentrophobia – Pobia pada jam.

dan lain lain.

Segelintir pengalaman kami dalam menghadapi rasa takut dan fobia

Bulu kudu merinding saat anda mendengar cerita orang tua zaman dahulu yang berbau mistis dan sangat menakutkan. Ditambah lagi ketika hal tersebut di endorse oleh media setempat, makin terpatrilah kisah seram itu dalam otak sendiri. Entah itu tentang kuntilanak, gederuwo, nenek sihir, pocong, kuntilanak, tuyul dan lain sebagainya. Makhluk menyeramkan ini dibawa dalam mimpi dan khayalan sendiri. Dahulu kamipun agak setengah percaya dengan hal ini namun seiring berjalannya waktu maka semuanya semakin jelas dan terang benderang. Paling takutnya itu muncul ketika melihat tontonan yang berbau horor.

Beberapa ketakutan lain yang tidak kalah menarik untuk kami ceritakan adalah tentang hewan-hewan yang berubah menjadi buas di alam liar. Kisah ini di endorse oleh beberapa stasiun televisi yang menunjukkan betapa liarnya kehidupan dalam hutan. Satu yang kami ingat adalah tentang bagaimana seekor binatang bisa berubah ganas karena telah mengalami evolusi oleh pengaruh limbah radioaktif. Terus ada lagi kisah saat binatang buas yang jumlahnya meningkat tajam lalu menyerang pemukiman. Pada akhirnya kami menyadari bahwa semua cerita evolusi hanyalah tahayul yang termasuk dalam kisah fiksi. Binatang buas dialam juga tidak pernah menargetkan manusia sebagai mangsanya.

Adalagi kisah yang tidak kalah menyeramkan menurut kami adalah serangan alien ke bumi. Keadaan ini sempat ngetem dalam otak selama berhari-hari. Menimbulkan kekuatiran dan ketakutan. Akan adanya hal-hal yang lebih buruk terjadi jika makhluk  asing menyerang bumi. Akhirnya, kami yakin sekali bahwa mustahil dapat berpergian lebih jauh ke luar angkasa sebab banyak batuan terbang diluar sana. Seiring berjalannya waktu ingatan tentang hal-hal yang menjijikkan itupun berangsur-angsur terkikis sampai habis tanpa menyisakan bekas sama sekali.

Kami juga mengalami sedikit masalah dengan ketinggian. Mungkin karena tidak pernah berada di tempat yang tinggi sehingga saat diposisi tersebut tangan dan kaki gemetaran lalu dunia seakan terbalik hingga membuat tubuh ini terjungkal dan jatuh ke bawah. Keadaan ini awalnya cukup merepotkan namun setelah melakukan beberapa terapi simulasi dalam pikiran sendiri maka semuanya menjadi lebih lega rasanya. Keadaannyapun sekarang sudah agak berbeda.

Belakangan ini, kami menjaga lalu menyeleksi beberapa tontonan agar hal-hal sampah tidak lagi megotori otak ini. “Lebih mudah men-delete semua memori komputer dibandingkan dengan menghapus memori otak tentang masa lalu”. Oleh karena itu jangan biarkan pikiranmu dikotori oleh hal-hal yang berbau pornografi dan adegan horor melainkan cucilah otakmu menggunakan Firman Tuhan dengan tetap fokus untuk memuliakan naman-Nya hari lepas hari.

Cara menghilangkan fobia dan rasa takut

Untuk mengatasi rasa ini menyangkut banyak aspek kehidupan. Jika anda mengerjakannya dengan tekun dan berusaha sebaik mungkin maka iapun akan segera lenyap dari dalam kehidupan anda. Adapun tips dari kami untuk mengendalikan dan mengantisipasi bahkan menghilangkan rasa takut berlebihan (fobia) dari hidup anda. Berikut selengkapnya.

Dasarnya adalah

  1. Fokus kehidupan : positif selalu.

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas
    Kemanakah hidup anda tertuju? Apa yang menjadi hasrat tertinggi dalam keseharianmu? Apa dasar dari segala tindakanmu? Ingatlah bahwa “seperti apa isi pikiranmu maka seperti itulah kehidupanmu! Artinya, apa yang anda pikirkan tidak jauh-jauh dari kenyataan yang terjadi. Oleh karena itu, berusahalah semaksimal mungkin untuk menjaga hati dengan cara senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian dalam segala kesempatan yang ada.

    Selain itu masih banyak disekitar kita hal positif yang bisa dijadikan fokus kehidupan misalnya belajar dan bekerja. Lakukanlah Aktivitas semacam ini untuk mengembangkan kemampuan/ potensi yang dimiliki sembari menyatakan kasih Allah kepada dunia ini (menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama).

    Secara spiritual

  2. Berserah kepada Tuhan.

    Sudahkan anda menyerahkan seluruh jiwa raga di dalam tangan pengasihannya hari ini? Berdoa kepada Tuhan tidak hanya 1, 2 kali dalam sehari melainkan terus menerus dilakukan oleh hati ini. Saat jiwa mendapat koneksi yang full time dari Yang Maha Kuasa niscaya dalam diampun anda bahagia dan hidup anda dapat mendatangkan kebaikan kepada orang lain.

  3. Pasrah pada kehendaknya.

    Harus tau diri jadi manusia sebab kita hanyalah makhluk yang tidak sempurna. Tidak dimungkinkan untuk mengendalikan segala sesuatu yang harus dan tidak harus terjadi. Alangkah lebih baik jika anda pasrahkan hidup hanya di dalam-Nya saja. Hindari mengedepankan keinginan.

    Usaha dan perjuangan kita dalam berbagai hal harus maksimal akan tetapi masalah bagaimana hasilnya biarlah Tuhan yang berkehendak. Ada baiknya semua itu diterima apa adanya sehingga tidak menimbulkan kekesalan dan pertentangan di dalam hati melainkan ada ketenangan dan kedamaian ketika semua hal kita pasrahkan kepada kehendak-Nya.

  4. Berjalan dalam kebenaran.

    Satu-satunya yang mengetahui dengan pasti apakah anda telah berjalan dalam kebenaran adalah diri sendiri. Apabila anda hati ini nyaman dengan hal yang sedang anda giatkan berarti itulah kebenaran. Akan tetapi, apabila setelah melakukan “sesuatu yang dianggap benar tetapi hati tidak nyaman malah terus gelisah saat melakukannya berarti hal tersebut bukanlah kebenaran yang sejati”.

    Apabila anda melakukan hal yang benar maka siapakah yang dapat menggugat/ menuntut anda karena sesuatu? Jika belum melakukan kesalahan, mengapa anda harus takut? Oleh karena itu jagalah setiap sikap : perkataan dan tingkah laku anda sehari-hari berada dalam jalur yang sebenarnya.

  5. Pegang erat standar kehidupan anda.

    Kitab Suci adalah standar kehidupan yang sudah terbukti manjur semenjak ribuan tahun lalu. Janganlah buku yang sangat bermanfaat ini hanya jadi pajangan di atas meja atau di dalam lemari saja. Melainkan bacalah itu setiap hari dan lakukanlah apa yang baik yang tertulis di dalamnya. Jangan biarkan Kitab Suci anda tetap baru (seperti masih baru dibeli dari toko) karena tidak pernah digunakan sebelumnya.

  6. Ikutilah perkumpulan orang-orang beriman.

    Di dalam paguyuban atau organisasi keagamaan anda tidak saja dilatih untuk lebih dekat kepada Yang Maha Kuasa. Melainkan banyak pula aktivitas positif yang dapat anda temukan di dalamnya. Selain itu sebagai sesama orang percaya anda dapat saling share/ berbagi pengalaman (masalah) satu sama lain. Sehingga mereka boleh kasih masukan untuk persoalan yang anda alami.

    Secara mental

  7. Percaya diri.

    Yakin dengan diri sendiri itu tidak sama dengan sombong melainkan lebih kepada pikiran yang bebas dari keraguan. Jika anda percaya pada Yang Maha Kuasa maka anda akan berjalan dalam kehendak-Nya. Saat berada dalam kehendak-Nya berarti hidup ini dijamin oleh-Nya sehingga dalam segala sesuatu tidak ada lagi keraguan termasuk saat menyambut masa depan. Pelindung kita adalah Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Hebat yang menyertai umat-Nya dalam kebenaran yang sejati. Bahkan dalam diampun kita tetap berbahagia.

  8. Luruskan pikiran untuk lebih positif.

    Bila terus berpikir bahwa hidup anda terancam maka anggapan/ pendapat seperti itulah yang menakutimu. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam membuat suatu pernyataan sebab “kata-kata bisa saja menjadi kenyataan”. Jangan biarkan anggapan miring yang belum tentu kebenarannya meracuni pikiran anda. Sadarilah bahwa hantu tidak ada, binatang buas tidak pernah menyerang manusia, alien adalah kisah fiksi belaka. Jangan biarkan kisah-kisah mitos yang tidak jelas ini merusak hidup anda dengan cara meracuni pikiran sendiri.

  9. Berusaha sebaik mungkin – apapun hasilnya terima apa adanya.

    Anda boleh memiliki harapan dan cita-cita dimasa depan. Menargetkan sesuatu untuk diraih dihari esok adalah tidak salah. Ini bisa dimanfaatkan sebagai motivasi untuk menambah semangat anda.

    Berhati-hatilah dengan cita-cita anda. Jangan sampai ini menjadi hawa nafsu yang sangat diinginkan. Sikap yang terlalu menginginkan sesuatu adalah tidak baik buat kehidupan ini. Memaksakan kehendak adalah awal dari kekusutan moral dan kehidupan sosial anda dalam masyarakat.

    Anda harus tahu betul bahwa sebagai manusia biasa yang tidak memiliki “kemampuan super” untuk mengendalikan kehidupannya terlebih ketika hal tersebut berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

    Oleh karena itu, alangkah lebih bijaklah orang yang melakukan segala sesuatu sesuai dengan kemampuannya (sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki). Sedangkan untuk hasilnya lebih baik pasrahkan kepada rencana Tuhan saja. Kehendak-Nya kekal sampai selama-lamanya sedangkan kehendak manusia begitu fana.

  10. Lakukanlah hal-hal yang positif.

    Saat pikiran sudah baik maka yang selanjutnya dibaikkan adalah perkataan dan perbuatan sehari-hari. Banyak pekerjaan positif yang dapat anda lakukan. Mulai dari belajar, menyelesaikan PR, membersihkan kamar, rumah dan pekerangan, anda juga dapat membantu pekerjaan orang tua dirumah.

  11. Sebisa mungkin hindari kebiasaan menonton film bergenre “horror”.

    Acara televisi seperti ini sama sekali tidak mendidik. Alangkah lebih baik bagi anda untuk membuka chanel edukasi, kreativitas, olahraga atau berita nasional yang lebih mendidik. Ingatlah bahwa “matamu adalah pintu hatimu. Jadi, isi pikiran ini sangat dipengaruhi oleh apa yang dilihat oleh mata”. Satu lagi yang sama dengan hal ini yakni, “telingamu adalah jendela hatimu. Alhasil, apapun yang didengar oleh telingamu sangat mempengaruhi pikiranmu”.

  12. Alihkan konsentrasi saat hal-hal yang negatif mulai muncul dalam benak anda.

    Pikiran adalah organ paling bebas dan tidak dapat dikontrol oleh siapapun kecuali oleh pemiliknya sendiri. Oleh karena itu, saat anda memikirkan hal-hal yang negatif dan menakutkan lebih baik mengalihkan konsentrasi pada hal-hal lainnya yang lebih bermanfaat misalnya pada Kitab Suci, ilmu pengetahuan, pelajaran dan lain sebagainya.

  13. Terbiasa melakukan.

    Terkadang ketakutan muncul karena baru pertama melakukan sesuatu. Peristiwa seperti ini adalah sesuatu yang lumrah, ntar juga lama-lama jadi terbiasa. Hal-hal yang baru memang dapat membuat diri ini terkejut sehingga badan jadi kaku, konsentrasi dan koordinasi anggota tubuh hilang. Keadaan ini bisa saja membuat anda hilang keseimbangan lalu tiba-tiba terjatuh. Oleh karean itu saat baru pertama melakukan sesuatu kerjakanlah secara perlahan-lahan sehingga jika terjadi kesalahan masih dapat diantisipasi/ diminimalisir.

  14. Jauhi sikap yang berlebihan/ lebay.

    Reaksi yang lebay tidak baik untuk perkembangan kehidupan anda. Oleh sebab itu jangan biarkan hati ini menanggapi segala sesuatu secara berlebihan. Bersikap biasa saja dalam segala sesuatu yang menghampiri anda. Ini memang tidak mudah terlebih ketika anda masih sebagai seorang anak kecil yang indranya sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan kecil. Akan tetapi bila anda belajar terus untuk tidak memperlihatkan tingkah laku yang aneh itu melainkan bersikap biasa-biasa saja. Niscaya suatu saat rasa takut itu akan hilang sendiri dari dalam kehidupan anda.

  15. Bersikap santai/ rileks dalam segala sesuatu.

    Apapun yang sedang dihadapi, jangan terlalu dipikirkan/ terlalu terbeban olehnya. Melainkan silahkanlah bebaskan pikiran dari semua persoalan yang tengah terjadi lalu fokuslah memuliakan Tuhan dalam hati anda. Rasakan otot dan sendi sendiri, jika terlalu tegang maka rilekskanlah itu. Tekanan secara terus-menerus pada otot dapat membuat tubuh terkesan kaku, gemetaran dan keringatpun mulai keluar.

    Jangan mengalahkan/ melawan/ lari dari ketakutan itu melainkan hadapi apa adanya.

  16. Mengatasi fobia terhadap sesuatu dilingkungan sekitar anda.

    Apabila ketakutan itu berhubungan dengan benda-benda disekitar anda maka janganlah semakin menjauhkan benda-benda tersebut dari pandangan anda. Bila perlu dekatkanlah itu disekitar anda.

    Bisa juga dengan melakukan terapi pola pikir yakni memikirkan hal itu terus menerus sambil memegang, merangkul atau menggendongnya.

    Misalnya orang yang fobia terhadap air lebih baik berimajinasi dalam pikirannya sendiri lalu berenang dalam kolam terus menerus. Rasakan ketakutannya dan cermati rasa sakitnya toh tidak terjadi apa-apa kepada anda.

    Mereka yang biasanya fobia dengan binatang tertentu (misalnya ulat atau ular) maka untuk mengatasinya ia dapat berimajinasi sedang berada di taman yang penuh ulat dan ular. Dimana semuanya itu ia pegang (sentuh) bahkan dijadikannya sebagai teman bermain.

  17. Bila anda ketakutan karena kejadian di masa lalu.

    Teruslah mengingat kejadian buruk itu. Jangan pernah mengabaikannya. Jika ia datang dalam pikiran anda maka nikmatilah kehadirannya. Jangan menolak/ mereset/ mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang lain melainkan rasakan betapa sakitnya kejadian itu lalu terima apa adanya. Ini akan mengajari anda untuk lebih terbiasa sehingga tidak lagi merasa sakit saat hal-hal buruk itu datang tanpa disadari.

  18. Biarkan ia datang mendekati anda.

    Apapun wujud hantu/ alien atau yang lainnya yang selalu menakut-nakuti di dalam pikiran/ khayalan/ mimpi anda (terutama saa dalam gelap & pada malam hari) maka biarkanlah ia datang mendekat. Katakan kepadanya, “ini aku mendekatkan teman”. Jika anda terus-menerus bersembunyi darinya niscaya ketakutan itu semakin besar saja. Oleh karena itu hadapi saja teman bahkan bila perlu “pegang tangannya dan rangkullah dia”.

  19. Lakukan simulasi dalam pikiran sendiri.

    Simulasi disini bertujuan untuk memberi anda kepercayaan diri bahwa tidak terjadi sesuatu yang buruk saat anda melakukan sesuatu yang dianggap menakutkan itu. Jika anda fobia ketinggian maka dalam keadaan normal pikirkanlah/ bayangkanlah/ berimajinasilah seakan anda berada di suatu tempat yang menjulang tinggi. Lalu terjunlah ke bawah sehingga anda merasakan sendiri apa akibat dari hal yang selama ini anda takutkan itu. Toh tidak akan terjadi apa-apa sebab semuanya itu berlangsung dalam pikiran sendiri.

Demikian saja teman, kami harap tidak ada lagi orang yang takut buang air kecil ke toilet sehingga harus ditemani oleh  orang lain. Juga tidak ada lagi yang ketakutan ke dapur atau halaman belakang rumah di malam hari sebab tidak ada apa-apa disana. Demikian juga saat anda tidur sendirian di kamar tidak lagi gemeran karena terlalu takut siapa tau ada makhluk halus yang tidur disamping anda.

Salam santai!

Iklan

6 comments

  1. […] Setiap orang tua yang baik tidak berusaha untuk menakut-nakuti anak-anaknya agar patuh kepadanya melainkan berusaha mengalihkan kepatuhan itu dari dirinya kepada peraturan. Kebanyakan orang menganggap dirinya adalah “aturan yang berjalan” sehingga apapun yang dikehendaki dan dikatakannya harus senantiasa diikuti oleh orang lain termasuk oleh darah dagingnya sendiri. Sifat semacam inilah yang membuat seseorang cenderung memaksakan kehendak sehingga dikit-dikit udah ceng dan langsung marah-marah dengan sesamanya. Padahal ini sama seja menganggap diri kita sebagai “pusat dari segala sesuatu” alias “raja bin ajaib” (untuk masyarakat primitif)” alias “meninggikan dan menganggap diri sebagai tuhan”. Simak juga, Tips & trik mengatasi rasa takut berlebihan. […]

    Suka

  2. […] Orang yang sedang ketakutan akan mengalami kesulitan untuk tertidur. Sebab untuk memulai proses tidur dibutuhkan sikap santai dan rileks sedangkan orang yang ketakutan akan merasa gelisah dan tidak tenang hatinya. Misalnya saja, saat anda takut lalu membayang-bayangkan hantu/ makhluk gaib lainnya maka akan terasa sulit sekali untuk terlelap. Keadaan ini akan membuat anda terjaga semalaman. Simak juga, Tips mengatasi ketakutan. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s