Cara Menghasilkan Produk Yang Ramah Lingkungan – Merancang Industri Hijau Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Menghasilkan Produk Yang Ramah Lingkungan - Merancang Perusahaan Hijau

Revolusi industri telah terjadi semenjak akhir abad ke-18. Pergeseran dari penggunaan tenaga hewan dan manusia, digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis teknologi di bidang manufaktur, pertambangan dan transportasi sehingga memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Perkembangan ini diawali dari Inggris lalu menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia (wikipedia.org).

Selama masa itu sampai sekarang kesempatan kerja dibidang industri lebih menjanjikan dan populer dibandingkan dengan pekerjaan konvensional lainnya seperti perternakan dan pertanian. Ini disebabkan oleh karena  ketergantungan manusia terhadap produk industri. Saya memberi istilah sebagai industrialisasi kebutuhan. Ledakan jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan terhadap produk barang tertentu. Oleh karena itu untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keuntungan secara ekonomi maka diperlukanlah mesin untuk memproduksinya secara masal.

Barang yang diproduksi oleh perusahaan mulai dari kebutuhan primer, sekunder terlebih lagi kebutuhan tersier. Mulai dari produk makanan, minuman, pakaian, perabot rumah tangga, perlengkapan dapur, barang mewah (perhiasan), komunikasi, peralatan belajar (sekolah), alat kantor, produk kesehatan, transportasi, pertambangan dan alat-alat industri itu sendiri. Semua kebutuhan ini melibatkan perusahaan besar dan kecil dengan daya serap tenaga kerja yang luas.

Satu hal yang terabaikan dibalik semua kemajuan yang terjadi adalah lingkungan. Sampah Industri memenuhi lingkungan, baik udara, tanah dan air. Tumbuhan hijau mati mengering, hewan di hutan dimusnahkan/ dipunahkan, biota air hilang dan ikan mati. Pencemaran oleh limbah industri merusak komponen kehidupan di bumi. Kerusakan diperparah oleh pembukaan lahan pertanian yang baru, meningkatnya jumlah penduduk dan ketidakpedulian koorporasi/ pemerintah terhadap keadaan yang sedang berlangsung.

Pabrik, kendaraan bermotor dan alat elektronik lainnya melepaskan panas/kalor ke udara. Tumbuhan/klorofil yang seharusnya menyerap panas tersebut di tebang secara masal. Energi matahari menumpuk di udara sehingga terjadilah “pemanasan global (globalwarming). Keadaan ini merangsang timbulnya perubahan iklim yang ekstrim, banjir, tanah longsor, turunnya permukaan tanah, air pasang yang mencapai perkotaan bahkan bencana alam.

Pengusaha seolah tidak peduli dan pemerintahpun mengabaikannya. Kerusakan alam dimanfaatkan oleh perusahaan licik untuk menjual/ mengkomersialisasikan kenyamanan yang dulunya diperoleh dari alam. Udara menjadi panas, kipas angin laku keras. Saat suhu udara di rumah bagaikan di gudang maka AC laris manis. Bahkan oksigenpun dijual kepada publik. Bukankah ini bagian dari konspirasi ekonomi terbesar? ( Mudah-mudahan kami salah, ini karena terlalu banyak menonton film 😀 ) Selengkapnya, Konspirasi industri menekan lingkungan demi ekonomi

Membuat cerobong asap yang ramah lingkungan

 

Cara membuat cerobong asap yang ramah lingkungan

Perusahaan harus memiliki hati nurani dengan mau peduli terhadap lingkungan hidup disekitarnya. Asap yang dibuang ke udara harus dimurnikan terlebih dahulu. Ini dilakukan dengan cara memperpanjang cerobong asap dan membuatnya seperti leher angsa dimana bagian dasarnya diisi dengan air garam yang selalu bergerak/ berputar untuk memurnikan udara yang lewat. Larutan NaCl tersebut harus selalu diganti seiring dengan perubahan keasaman (pH) dan kekeruhan yang terjadi. Dinding cerobong juga dibuat dari bahan yang memiliki afinitas tinggi terhadap polutan.

Membuat sistem pendingin yang ramah lingkungan

Bumi ini bisa mendinginkan diri sendiri sehingga efek gas rumah kaca tidak merusak bagian-bagiannya. Komponen pendingin alami adalah (a) udara, (b) air, (c) tanah dan yang paling efektif adalah (d) tanaman hijau. Penggunaan setiap bagian-bagian ini sangat menentukan masa depan dunia yang lebih asri dan lebih sehat. Penggunaan bahan-bahan kimia tertentu untuk mendinginkan pabrik sebaiknya dibatasi untuk hal-hal yang penting dan mendesak saja.

Memurnikan limbah sebelum dibuang ke TPS/ TPA

Industri seolah tidak bisa dilepaskan dari bahan kimia. Pemanfaatan bahan-bahan anorganik untuk memperlancar proses produksi barang tertentu adalah praktek yang lazim. Bahan kimi yang sudah selesai digunakan akan menjadi limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Tingkat keasaman/ alkalinitas yang tinggi membawa daya rusak yang tinggi terhadap kehidupan di darat maupun di perairan. Oleh karena itu perlu memanfaatkan garam untuk menetralisirnya sehingga menimbulkan efek pencemaran yang minim bahkan nol sama sekali. Baca juga, Cara menetralisir limbah industri

Menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

Barang hasil produksi tidak baik jika dapat bertahan lebih lama di alam. Salah satu produk yang dikenal sangat sulit mengalami degradasi oleh lingkungan adalah plastik. Alangkah lebih baik jika barang yang diproduksi oleh industri mengandung unsur-unsur kehidupan. Sehingga apabila ia terbuang di lingkungan yang lembab akan mengalami pembusukan (degradasi) oleh mikroorganisme. Salah satu komponen kehidupan sekaligus sebagai bio-aktivator terbaik adalah garam. Apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan mengandung garam dalam kadar tertentu niscaya barang jenis ini akan dihancrukan dengan mudahnya oleh lingkungan.

Agar proses pembusukan suatu barang tidak terlalu cepat. Alangkah lebih baik jika prodak yang dihasilakan dilapisi oleh zat kitin/ melamin atau jenis pelapis lainnya. Agar dalam keadaan kering produk tersebut tetap awet tahan lama. Namun ketika berada di suhu yang lembab dan basah, zat pelapis tersebut akan luntur/ terdegradasi terlebih dahulu. Pada akhirnya barang tersbut mengalami proses pembusukan sendiri karena dibantu oleh bio aktivator (NaCl) yang meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja mikroorganisme di lingkungan tersebut.

Waktu yang diperlukan lingkungan untuk membusukkan sampah

Perhatikan waktu yang dibutuhkan lingkungan untuk mendegradasi barang tertentu. Apabila salah satu produk di atas mengandung garam dalam kadar tertentu niscaya waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkannya lebih cepat.

“Reuse” – Memanfaatkan ulang sisa hasil produksi yang telah sampai ditangan konsumen.

Produk tertentu memiliki wadah untuk membuatnya tetap awet dan tahan lama. Jika wadah ini sampai di tangan konsumen, mereka lebih cenderung membuangnya (karena mungkin terlalu banyak). Bila perusahaan merelakan sedikit recehan uang kompensasi agar konsumen mau mengumpulkan wadah produknya. Alhasil, tidak ada sampah yang menumpuk untuk dibuang melainkan pelanggan membawa kembali sisa wadah tersebut ke kios/ supermarket tertentu untuk ditukarkan dengan rupiah. Hal ini juga akan menghembat biaya produksi untuk menghasilkan wadah yang baru.

Akhirnya semuanya ini akan berkontribusi positif terhadap lingkungan dan juga turut membuat proses produksi lebih efektif dan efisien. Industri yang cerdas pasti pro lingkungan akan tetapi perusahaan yang licik berkonspirasi untuk merusak lingkungan sehingga barang-barang yang diproduksinya makin laris terjual habis.

Salam Indonesia lestari!

Iklan

2 comments

  1. […] Setiap orang harus lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan termasuk para ilmuan dan pengusaha. Ini sudah mulai terlihat pada berbagai produk yang dihasilkan oleh industri, diantaranya industri penerangan (lampu). Beberapa produk yang beredar dipasaran saat ini sangat mendukung penghijauan. Hal ini terbukti dari banyaknya prodak yang berloga “energi star, save energi” dan lain sebagainya. Cara memproduksi barang ramah lingkungan […]

    Suka

  2. […] Sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak mudah untuk melakukan hal ini. Walau demikian, yakinlah dimana ada niat disitu ada jalan!. Apabila manajemen perusahaannya memang peduli dengan lingkungan hidup pasti dapat terwujud pula. Akan tetapi lain halnya jika perusahaan menginginkan kerusakan lingkungan agar produknya makin laris manis. Selengkapnya, Cara memproduksi barang yang ramah lingkungan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s