10 Manfaat STANDAR KEHIDUPAN Sama Dengan Prinsip/Falsafah/Pedoman Hidup

Manfaat standar kehidupan sebagai prinsip yang dipegang teguhStandar kehidupan adalah kumpulan aturan yang berisi landasan hidup (pedoman) tentang bagaimana cara pandangan seseorang  atas kehidupan yang dijalaninya. Baik bagi anda untuk menganut nilai-nilai kebenaran dalam segala situasi & kondisi. Saat sudut pandang yang digunakan salah niscaya arah jalan yang awalnya lurus dan bagi orang lain juga kelihatannya jujur, pada akhirnya menyimpang. Hal ini berhubungan dengan prinsip yang dijadikan sebagai acuan untuk bersikap, baik ataupun buruk. Standar kehidupan sama halnya dengan pedoman dalam bersikap kepada orang lain maupun terhadap diri sendiri.

Keyakinan yang kuat adalah ciri khas orang yang sudah memiliki standar hidup sebagai awal dari kekuatan hati. Dimanapun & kemanapun hidup ini semacam ditarik oleh arus dunia. Mereka yang tetap berpegang teguh secara terus menerus (konsisten) pada apa yang sudah di yakini adalah orang-orang yang tidak mudah terombang-ambingkan. Biasanya pedoman hidup ini berupa kepercayaan yang berisi nilai-nilai agama yang dibangun sejak kanak-kanak sehingga menjadi sumber kekuatan spiritual yang tidak akan pernah mati.

Prinsip hidup adalah tolak ukur dalam berkata-kata dan bertindak saat mengambil keputusan atau menyikapi sesuatu. Ketahuilah ketika memiliki standar dalam hati, anda tidak mudah disetir oleh arus dunia yang tidak jelas. Berpegang teguh pada prinsip yang telah di jadikan sebagai standar kehidupan adalah awal untuk meraih hidup yang lebih baik. Saat menghadapi masalah sulit sekalipun anda tidak mudah diubah & dipelintir (didoktrin) oleh orang lain dengan kepentingan sempit melainkan mampu mempertahankan prinsip lalu mengatur diri sendiri.

Manusia yang sangat duniawi memiliki standar kehidupan cukup tinggi. Mereka pada umumnya lebih menekankan dirinya pada sesuatu yang dapat dinilai dari segi uang. Segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan uang merupakan standar bagi mereka. Jika ada sesuatu diluar materi niscaya akan disepelekan olehnya. Pengabaian akan kebenaran menjadi hal yang lumrah. Mereka dihiburkan oleh materi sehingga membuat mata hatinya buta lalu menghalalkan segala cara untuk memperoleh itu termasuk dengan cara-cara yang keji (misalnya korupsi). Sekalipun hidup dalam kemewahan pada kenyataannya mereka akan kehilangan kepercayaan diri, penuh dengan kekuatiran dan hati yang syarat dengan kebimbangan.

Tanpa standar kehidupan, hari-hari menjadi liar, tidak ada aturan dan tidak menghiraukan siapapun. Hidup ini tidak ada ubahnya seperti binatang diluar sana. Bahkan lebih lagi oleh karena sikap kepedean (kepercayaan diri tinggi), arogansi dan keserakahan yang terlalu rakus. Sikap seperti ini membuat situasi terkesan kalem, adem dan tenang. Akan tetapi gejolak kecil saja sudah mendatangkan kekacauan, gangguan kecil saja sudah mendatangkan keributan besar yang menggemparkan. Kedamaian yang ada hanyalah bagian dari akumulasi kepalsuan yang dipaksakan oleh pihak-pihak tertentu

Menjadi lebih manusiawi, itulah yang diusahakan oleh setiap orang di dunia ini. Dijaman sebelumnya, kita telah menyaksikan berbagai macam aksi kebinatangan yang mendorong banyak orang dalam kekerasan yang tidak ada habisnya. Ini adalah keadaan yang sangat melelahkan dan menyebabkan pemborosan dari segi mental, tenaga dan materi juga. Lebih baik bagi kita untuk mengarahkan sumber daya yang ada untuk pembangunan infrastruktur hijau dan membangun sumber daya manusia pada bidang keahlian yang sesuai dengan bakat masing-masing.

Saat diperhadapkan dengan situasi yang dilematis, apa yang harus kita pilih. Saat seperti inilah kita butuh standar kehidupan untuk menentukan kemana seharusnya pilihan terbaik yang dituju. Misalnya ketika anda diberi pilihan, lebih penting materi atau kebenaran, lebih baik kaya dengan korupsi atau hidup sederhana karena kejujuran, lebih pantas membalaskan dendam kesumat atau memaafkan segala kesalahan demi kedamaian hati. Apabila kita menjalani hidup secara realistis maka darisanalah dimampukan untuk menerima kenyataan yang terjadi.

Manfaat standar kehidupan

Mengapa manusia harus memiliki standar kehidupan? Alasannya adalah agar setiap orang lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu agar tidak asal-asalan melainkan “ia harus sadar bahwa semua yang keluar dari dalam dirinya suatu saat akan dipertanggungjawabkan”. Menjadi orang yang memiliki prinsip adalah sebuah keharusan sebab hal inilah yang menuntun hidup kedalam tujuan yang sejati, yaitu Surga Yang Kekal. Berikut ini beberapa manfaat memiliki pegangan hidup.

  1. Membentuk kepercayaan seseorang.

    Keyakinan adalah sebuah kekuatan saat menjalani hidup. Apabila seseorang tidak yakin dengan dirinya menandakan bahwa ada kekuatiran yang berpotensi membuatnya ragu-ragu dalam segala sesuatu. Keragu-raguan inilah yang membuat orang tersebut menjadi sangat rapuh bahkan oleh tekanan kecil sekalipun.

  2. Memberi harapan untuk masa depan yang lebih baik.

    Di dalam Firman-Nya biasanya ada reward & punishment. Kedua hal ini ada yang diperoleh dalam dunia ini dan ada pula yang baru diperoleh di kehidupan berikutnya. Setiap orang yang percaya akan adanya Sang Perancang Yang Maha Ajaib biasanya selalu meyakini bahwa “ada masa depan yang lebih baik”.

  3. Jangan salah kaprah, jika standar kehidupan membuat hati damai.

    Firman adalah standar yang secara langsung dan terus menerus membuat hidup anda terhubung dengan Sang Pencipta Segala Masa. Hati yang terpaut kepada-Nya adalah bagian dari hati yang damai.

  4. Menuntun anda untuk setia, konsisten dan terus berusaha mewujudkannya.

    Pedoman hidup membentuk hati untuk berketetapan pada satu titik yang terus menerus dikerjakan. Ini semacam api penyemangat yang tidak pernah padam. Ingat-ingatlah hal tersebut disetiap hembusan nafas dan langkah kaki anda agar selalu setia kepada-Nya.

  5. Membawa kita pada kepuasan sejati.

    Mengerjakan apa yang diyakini dengan penuh cinta membuat hati lebih puas dalam segala sesuatu. Baik saat menghadapi kesulitan, persoalan, hambatan dan tantangan kehidupan. Bukan hanya puas saat hidup ini baik adanya melainkan ketika semuanya menjadi burukpun tetap ada kepuasan yang mendalam.

  6. Mengarahkan tindakan dan perkataan yang dilakukan.

    Sikap yang diekspresikan oleh setiap orang asalnya dari dalam hati. Jika hati sudah terstandarisasi maka sudah otomatis tindakan dan perkataanpun terstandarisasi. Terkecuali bila anda melupakannya!

  7. Tidak mudah dipengaruhi orang lain.

    Jika seseorang sudah memiliki prinsip hidup yang diyakini secara terus menerus niscaya suara orang lain yang hendak mempengaruhi dan mengintimidasinyapun akan diabaikan. Mereka akan lebih memilih untuk berpegang pada keyakinannya.

  8. Tidak mudah dipengaruhi oleh sikon.

    Ada waktu dalam hidup ini dimana situasi tidak seperti yang anda harapkan. Kondisi yang sedang berlangsung cenderung memancing bahkan menarik anda pada hal-hal yang negatif, merusak dan merugikan semua orang termasuk diri sendiri.

  9. Mampu mengendalikan diri seutuhnya.

    Pedoman hidup membawa seseorang pada pengertian akan suatu hal. Sebab, biasanya di dalam standar kehidupan ada pertimbangan-pertimbangan yang logis mengapa anda harus melakukan ini dan itu. Dengan demikian ada alasan yang kuat dalam setiap tindak-tanduk anda. Hal-hal seperti inilah yang mengajari anda untuk mengendalikan diri untuk menjauhi sikap yang berlandaskan pada sesuatu yang tidak penting/ salah.

  10. Menuntun manusia untuk hidup dalam masyarakat yang damai.

    Apabila tidak ada damai dalam hidup ini maka situasinya tidak ada ubahnya dengan kehidupan di hutan belantara. Semua standar kehidupan pada akhirnya mendatangkan perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk. Tapi bukan juga dalam artian tidak ada gejolak sama sekali. Yang seperti ini juga tidak baik untuk perkembangan mental dan kepribadian seseorang. Gejolak sosial tetap ada akan tetapi terkontrol dan terkendali. Dalam artian tidak sampai bunuh-bunuhan sehingga menimbulkan korban jiwa.

Dampak buruk standar kehidupan

Baiklah setiap dari kita untuk mengoreksi sendiri apakah falsafah hidup yang dianut selama ini sudah benar. Kebenaran yang kami maksudkan disini adalah kesesuaian antara kenyataan (fakta) dan teori (tulisan). Jika standar kehidupan yang dimiliki masih mengambang dalam artian tidak ada kepastian. Niscaya hidup andapun akan dipenuhi dengan keraguan yang mengundang rasa penasaran.

Tanpa prinsip, sikap tidak tentu arahnya. Keputusan yang diambil juga kadang tidak beralasan. Keadaan ini membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain. Tekanan dari lingkungan sekitar dapat mendesaknya untuk keluar dari jalur yang sebenarnya. Lama kelamaan hal ini akan menggiringnya untuk melakukan tindakan menyimpang yang jauh diluar batas norma yang berlaku di masyarakat.

Satu orang yang menyimpang dapat menimbulkan kegaduhan kecil yang menyedot perhatian lebih banyak orang. Jika ada orang lain yang terpengaruh akan aksi ini niscaya kekacauannya semakin besar. Mereka yang tidak sabar menerima segala sesuatu apa adanya tersulut emosi hingga akhirnya timbullah gelombang kekacaun yang besar dimana-mana. Rasa damai tidak ada lagi dan persatuan hanya menjadi mimpi belaka. Perpecahan yang meluas akan berdampak besar terhadap di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara, kami mengenal dua prinsip hidup yang tertulis, yaitu Kitab suci yang bersifat khusus dan Kitab Perundang=Undangan yang berlaku diseluruh Indonesia. Hendaknya setiap dari kita mempelajarinya baik-baik agar terciptalah masyarakat yang harmonis, sejahtera, makmur dan sentosa.

Salam pengertian

Iklan

4 comments

  1. […] berikan langsung oleh Yang Maha Kuasa untuk mendamaikan dan mensejahterakan kehidupan umat manusia. Kitab suci inilah yang dijadikan sebagai nilai standar untuk norma-norma yang lainnya. Apabila ada norma yang berlaku dalam masyarakat yang tidak sesuai […]

    Suka

  2. […] Sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun berlangganan di media sosial masakan tidak ada satupun perubahan? Masa iya kita yang dahulu pesimistis semakin pesimis sekaran. Bahkan parahnya lagi masakan kita yang dulunya baik kepada semua orang menjadi sangat sensitif setelah bersosial media. Jangan salah kaprah dan menyalahkan internet karena telah mengubah kehidupan kita menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan sejak dari awal. Ini tidak ada hubungannya melainkan kita sendirilah yang secara sadar maupun tidak sadar telah memilih untuk hidup di jalan yang salah. Itu adalah pilihan hati sobat jangan menjadi orang yang mudah dipengaruhi. Harus punya standar hidup sebagai pegangan yang kokoh. Baca juga, Kitab Suci sebagai standar kehidupan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s