Tampil Kreatif Bersama-Sama Menunjukkan Bakat dan Potensi

Tampil Kreatif Bersama

Hidup dalam kebersamaan adalah sebuah keharusan. Tidak ada yang lebih baik selain sebuah rasa sosial yang saling membutuhkan dalam ikatan yang erat. Tanpa rasa sosial di dalam hati maka kita sudah sama seperti hewan-hewan di padang belantara yang punya moto, “Kalau loe gak ganggu gua, gua gak akan nyakitin loe, urus urusanmu sendiri“. Hidup di alam liar itu keras lain dengan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia (hewan peliharaan). Mereka lebih bersosial dan lebih ramah satu sama lain.

Memiliki potensi, jangan disia-siakan teman. Setiap orang mampu tampil kreatif dan menunjukkan bakatnya kepada publik. Itulah yang namanya kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh undang-undang. Maju sendiri lalu tampil di depan untuk memamerkan kemampuannya memang tidak salah. Hanya saja penampilan perseorangan seperti ini syarat dengan egoisme dan arogansi. Mungkin hal ini tidak begitu kelihatan di awal-awal. Tapi lama kelamaan hal ini akan mencuat ke permukaan bersamaan dengan kesombongan.

Harus kami akui bahwa pekerjaan yang dilakukan secara sepihak-seorang diri saja membentuk mental manusia dengan melihat segala sesuatu dari sudut pandang sendiri. Situasi ini menciptakan penilaian yang sangat subjektif dan syarat dengan kepentingan pribadi. Sudut pandang yang dalam saat menjalani hidup membuat hal-hal lainnyapun menyimpang. Rasa egois yang dijaga dan diekspresikan secara terus menerus mendarah daging sehingga sulit untuk diminimalisir apalagi dieliminasi.

Menemukan kreativitas tidak mudah untuk dilakukan. Mungkin anda dapat memulainya dari hal-hal yang terdekat dan dapat dijangkau terlebih dahulu. Bisa juga dengan mengikuti arahan dari orang terdekat (orang tua), guru di sekolah, guru les dan sahabat anda. Tidak jarang juga beberapa orang menemukan bakatnya dari hal-hal yang ia sukai/ gemari/ sering disebut dengan hobi.

Mengembangkan kreativitas sifatnya sendiri-sendiri. Masing-masing orang memiliki kebebasan untuk melakukan hal ini. Potensi yang sudah berkembang selain dapat mendatangkan manfaat untuk diri sendiri juga bermanfaat bagi orang lain. Disinilah seseorang membutuhkan lebih dari cukup informasi untuk mewujudkannya. Butuh waktu yang tidak sedikit bahkan bertahun-tahun untuk mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi sesuatu yang bernilai.

Semua orang memiliki bakat yang jika dibina baik-baik akan menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif. Dalam berbagai penampilan, alangkah lebih baik bila seniman yang tampil tidak mencirikan kesan seorang diri. Sebab tampil sendiri itu egois, sekalipun kesannya tidak demikian dimata orang lain. Suatu saat jika penampilan perorangan ini dipertahankan maka rasa ego yang tinggi itu akan mencuat juga.

Rasa ego yang tinggi dalam satu bidang biasanya akan mempengaruhi seluruh hidup anda. Sebab egois itu seperti kanker yang terus-menerus menyebar hingga membunuh kareakter kamanusiawiaan seseorang. Jika orang sudah tidak manusiawi maka bukan hanya dirinya yang rugi melainkan juga orang lain turut merasakan dampak buruk.

Baik bagi kita untuk tampil bersama dalam segala sesuatu. Di dalam kebersamaan ada rasa sosial yang tinggi sehingga yang satu tidak dapat berkata bahwa “Semua ini karena saya!”. Ada hubungan timbal balik yang membina prinsip kerja sama dalam melakukan segala sesuatu. Ini jugalah yang dapat menepis sikap arogan dan egois dari dalam diri setiap orang yang terlibat. Dari hal-hal seperti inilah orang belajar untuk berbaur dan bermasyarakat.

Jiwa sosial yang tinggi akan mendorong sesorang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Tapi bukan dalam artian terlalu sensitif sehingga mudah marah. Melainkan kehidupan bermasyarakat yang penuh kesabaran, pengertian dan mau peduli. Tampil bersama dalam berkreasi adalah permulaan yang dapat mengiringi setiap orang untuk membina rasa sabar, pengertian dan kepedulian terhadap orang lain.

Bukan melarang tapi alangkah baiknya jika seorang anak tidak tampil untuk populer didepan orang banyak. Mereka belum mengenal rasa sombong yang ada dalam hatinya. Sehingga hal ini akan membina seseorang untuk menjadi sombong mulai dari kecil. Padahal segala sesuatu yang dibina dari kecil akan sulit untuk diubah ketika anda besar. Mereka yang pantas dipopulerkan adalah yang mampu mengenali rasa ini. Manusia pada dasarnya sudah dapat mengenali diri sendiri pada umur 25 Tahun. Populer pada masa ini lebih rendah resikonya untuk menyombongkan diri.

Tidak ada kebaikan dalam rasa sombong. Hanya ada kepribadian yang mudah goyah, rapuh dan akhirnya merusak hubungan dengan orang lain. Dampak buruk kesombongan tidak akan berakhir sebelum orang tersebut menemukan titik terendah dalam hidupnya. Hati yang hancur adalah awal dari pembentukan dan yang membawa seseorang pada perubahan yang sejati.

Tampil kreatif bersama-sama adalah salah satu proses pembelajaran hidup yang mengajarkan nilai-nilai kerja sama. Dari hal-hal seperti ini jugalah setiap orang yang terlibat diajarkan untuk lebih sabar, memiliki pengertian dan peduli kepada sesama. Secara tidak langsung hal inilah yang membawa pada rasa kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Jika semuanya hidup bersama-sama niscaya rasa benci, dendam, kekeransan dan konflikpun turut terkikis bahkan menghilang sama sekali.

Salam hidup bersama!

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s