Dermatitis Oleh Jamur & 15 Faktor Yang Menyebabkannya

.Penyakit kulit oleh jamur dan Faktor yang menyebabkannya

Manusia tidak sendiri di bumi ini. Sekalipun saat ini anda merasa hanya seorang diri sajamembaca tulisan ini sebenarnya itu relatif. Mungkin di keyboard, meja dan kursi yang anda gunakan terdapat mikroorganisme kecil yang bisa saja membahayakan hidup anda sewaktu-waktu. Apakah anda sudah siap dengan serangan dari makhluk-makhluk kecil itu? Salah satu dari mereka adalah jamur, yang hidup menempel di tubuh anda tanpa disadari. Berikut akan kami paparkan beberapa penyakit kulit yang beresiko menginfeksi anda dan orang-orang yang anda kenal.

Sekilas tentang kulit manusia

Kulit adalah lapisan terluar permukaan tubuh manusia yang melindungi organ dibawahnya dan menjadi barier pertama dari serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Terdiri dari 70% air, 25% protein, dan kurang dari 5% lemak. Sebelumnya kita akan membahas bagian-bagian organ ini yang tebagi dua yaitu, epidermis, dermis dan subkuitis. Tiga bagian ini saling mendukung untuk memaksimalkan pertahanan tubuh dari kuman penyakit.

  • Epidermis terdiri atas lima lapisan yaitu stratum korneum, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale (stratum germinativum). Fungsi epidermis sebagai proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel langerhans).
  • Dermis terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan papiler dan lapisan retikuler yang merupakan lapisan tebal terdiri dari jaringan ikat padat. Fungsi dermis berfungsi sebagai struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi. Subkutis merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak, berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi.
  • Subkutis merupakan jaringan ikat longgar yang sebagian besar tersusun oleh lapisan lemak. Lemak dalam subkutis berperan sebagai penyekat panas dan penahan guncangan bagi tubuh.

Baca juga, Cara menghilangkan jerawat dari wajah anda

Manfaat kulit

Memiliki 2 jenis yang berbeda, yakni kulit yang melapisi dengan tebal (terdiri dari telapak tangan, kaki, dan jemari) dan yang melapisi dengan tipis (kulit dibagian lainnya termasuk pada permukaan organ di dalam tubuh). Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah

  1. Membuat anda dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan,
  2. Merupakan barier infeksi,
  3. Mengendalikan suhu tubuh (termoregulasi),
  4. Sensasi yang memberi rasa di organ indra tepatnya dikulit.
  5. Eskresi cairan keringat dan sisa hasil metabolisme tubuh.
  6. Berperan melindungi dari kehilangan cairan, trauma mekanik, ultraviolet.
  7. Mengatur keseimbangan cairan elektrolit.

Dermatitis pada manusia.

Penyakit ini sangat berhubungan dengan kondisi lingkungan di luar tubuh anda. Semakin buruk keadaannya maka semakin tinggi pula resiko penyakit. Jika semakin sering kontak dengan lingkungan di luar rumah maka semakin beresiko mengidap penyakit dermatitis. Di atas semuanya itu, mustahil seluruh hidup ini dapat dilokalisir (dipisahkan) dari lingkungan. Sebab banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang diperoleh dari sana.

Satu-satunya hal terpenting yang dapat kita lakukan adalah berusaha menyesuaikan diri dengan kerasnya lingkungan. Salah satu hal yang dapat diamati sehingga menjelaskan betapa kuatnya “materi penghancur” diluar sana adalah lewat penyakit kulit, baik yang didengar dari orang lain, dilihat langsung maupun yang dialami sendiri. Kita tidak bisa seutuhnya mengendalikan lingkungan melainkan yang dapat dilakukan adalah mencoba bertahan dengan meningkatkan sistem imunitas sendiri.

Penyakit kulit lebih sering menyerang anak, sebanyak 6 – 24% dari total kasus yang dilaporkan. Ini terjadi karena sistem imunnya belum berkembang sempurna. Sikap yang lebay dan over protective sampai menerapkan gaya hidup yang terlalu bersih bahkan tidak mengijinkan anak untuk bermain dengan teman-temannya (takut kotor) adalah tindakan yang salah. Keputusan ini justru membuat anggota keluarga sangat rentan dengan penyakit karena daya tahan tubunya terlambat menyesuaikan diri. Keadaan ini akan membuat sistem imun tidak berkembang dan cenderung sangat rentan terhadap bakteri, jamur dan virus yang menyebabkan penyakit.

Penyakit infeksi dermatitis merupakan penyakit yang umumnya terjadi secara berulang-ulang terhadap seseorang dalam bentuk peradangan  kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama,  likenifikasi) dan keluhan gatal. Prevalensi dari semua bentuk dermatitis adalah 4,66%, termasuk dermatitis atopik 0,69%, ekzema numular 0,17%, dan dermatitis seboroik 2,32% yang menyerang 2% hingga 5% dari jumlah penduduk.

Pada umumnya infeksi dibagian kulit tidak menimbulkan gejala yang serius sampai menyebabkan kematian. Hanya saja berhubung karena keberadaannya dapat diamati langsung & jelas oleh lingkungan (termasuk orang lain). Pada bagian ini, kami akan membahas beberapa penyakit kulit yang sering mejadi bahan pembicaraan hangat diantara masyarakat Indonesia yaitu jerawat, panu, kadas dan kurap. Berikut selengkapnya.

Infeksi jamur

Jamur termasuk tumbuhan dari filum talofita yang tidak memiliki akar, batang, dan daun. Sifatnya tidak bisa menyerap makanan dari tanah karena tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa membuat/ mengolah/ mencerna makanannya sendiri oleh karena itu hidup sebagai parasit atau saprofit pada organisme lain.

Tergolong ke dalam kelompok fungi, jamur bisa terdiri dari satu sel yang besarnya beberapa mikrometer atau dapat juga membentuk tubuh buah yang besarnya mencapai satu meter. Sel-selnya tersusun berderet satu per satu dan membentuk hifa atau benang-benang (filamen). Alat perkembangbiakannya berupa spora. Tidak dapat hidup soliter melainkan menjadi parasit pada inangnya karena tidak memiliki hijau daun. Ia menjadi salah satu konsumen dan sangat bergantung pada media yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan persenyawaan kimia lainnya. Semua itu didapatkan dengan cara menyerap unsur yang dibutuhkan dari lingkungan melalui sistem hifa.

Dermatofita merupakan golongan jamur yang lebih suka mencerna jaringan yang mengandung zat tanduk (keratin). Dermatofitosis sering disebut tinea, ringworm, kurap, teigne, atau Herpes sirsinata. Dermatofita terbagi dalam tiga genus trichophyton (T), mycrosporum (M), dan epidermophyton (E). Dari semua spesies yang ada, yang sudah dikenal sebanyak 23 spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada menusia dan binatang. Terdiri dari 15 spesies Trikofiton, 7 spesies Mikrosporon, dan satu spesies Epidermofiton.

Infeksi jamur pada permukaan tubuh kerap dialami oleh masyarakat yang tinggal di negara beriklim tropis. Indonesia memiliki iklim tropis yang menyebabkan suhu udara yang panas dan lembab sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan organisme seperti jamur dan parasit. Oleh karena itu, setiap dari kita harus lebih memperhatikan daya tahan tubuh masing-masing agar kulit tidak jamuran. Malu dilihat orang tau….

Jamur dapat tumbuh pada daerah kulit yang lembab misalnya ketiak, selangkangan, sela jemari kaki, lipatan kulit yang lembab, di bawah lipatan payudara, atau di lipatan bokong. Bagian-bagian kulit tersebut selain lembab juga kadang kurang diperhatikan sehingga tidak kering setelah mandi.

Jenis infeksi

Pada dasarnya infeksi yang disebabkan oleh fungi menunjukkan kerusakan yang hampir sama. Infeksi yang disebabkan oleh fungi dibedakan atas beberapa golongan. Setiap spesies dermatofita mempunyai afinitas terhadap inang tertentu, yaitu:

  • Dermatofita zoofilik. Terutama menginfeksi binatang, dan kadang-kadang menyerang manusia, misalnya Microsporon canis dan Trichophyton verrucosum.
  • Dermatofita geofilik. Merupakan jamur yang hidup di tanah dan dapat menimbulkan radang pada manusia misalnya Microsporon gypseum.
  • Dermatofita antrofilik. Menginfeksi manusia dengan memilih manusia sebagai hospes tetapnya.

Golongan dermatofitosis diklasifikasi berdasarkan pada bagian tubuh yang terinfeksi.

  • Tinea kapitis. Jika menginfeksi kulit kepala, rambut, alis, dan bulu mata. Merupakan penyebab kerontokan rambut yang sering dijumpai pada anak. Gejala yang ditunjukkan berupa bercak bundar berwarna merah dan bersisik. Membuat rambut menjadi rapuh dan patah di dekat permukaan kulit kepala.
  • Tinea korporis. Jika menggerogoti badan dan anggota badan. infeksi jamur pada bagian muka, leher, batang tubuh dan ekstremitas (pada bagian yang terinfeksi tampak lesi berbentuk cincin atau lingkaran yang khas). Wujud klinisnya berupa bercak seperti cincin bersisik halus yang berwarna putih hingga kecokelatan dengan bagian tengahnya yang bersih.
  • Tinea kruris. Jamur yang khusus menyerang lipat paha, daerah bawah perut, dan sekitar anus (bokong). Gejala yang timbul berupa bercak berbentuk bulat atau lonjong dan berbatas tegas. Warnanya kemerahan, bersisik, dan berbintil-bintil. Daerah tengahnya biasanya lebih bersih. Kadang-kadang timbul lecet akibat garukan kuku.
  • Tinea barbae. Menginfeksi daerah dagu, jenggot dan jambang.
  • Tinea manum. Menginfeksi tangan dan telapak tangan
  • Tinea pedis yang menginfeksi sela-sela kaki dan telapak kaki. Disebut juga kutu air dimana timbul bercak putih pada kulit dengan batas tegas, bersisik halus.
  • Tinea unguinum menginfeksi kuku. Jamur ini tumbuh pada kuku kaki dan tangan yang menyebabkan kerusakan pada bagian tersebut.

Bagaimana cara jamur menginfeksi kulit manusia?

Keberadaan jamur yang menyerang permukaan kulit, tidak kasat mata. Mereka hadir dimana-mana dan menunggu sistem imun anda lemah sampai kemampuan merusaknya dapat diamati sendiri. Berikut ini cara masuknya jamur hingga menyebabkan penyakit di permukaan kulit.

  • Lewat luka kecil atau abrasi pada kulit, misalnya golongan dermatofitosis, kromoblastomikosis.
  • Melalui saluran pernafasan dengan mengisap elemen-elemen jamur, seperti pada histoplasmosis
  • Dengan kontak langsung yang tidak memerlukan luka terbuka atau abrasi kulit, seperti golongan dermatofitosis.

Media penularannya secara langsung adalah dari tanah, berpindah dari kulit yang jamuran ke kulit yang sehat lewat persinggungan kulit, lewat spora, lewat udara, dan lewat hubungan seks atau pada bagian lain dalam tubuh sendiri.

Sedangkan penularan secara tidak langsung dapat melalui tanaman, kayu yang dihinggapi jamur, barang-barang atau pakaian, debu atau air yang terkontaminasi spora jamur.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi jamur pada kulit.

Faktor intern

  1. Daya tahan tubuh belum dewasa. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa kejadian jamuran lebih sering menyerang anak daripada orang dewasa.
  2. Sistem imun terlalu lemah karena penyakit. Penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS, dan diabetes. Keadaan ini membuat seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan terhadap penyakit termasuk infeksi jamur.
  3. Malnutrisi. Keadaan ini turut mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bertahan dari serangan penyakit. Asupan nutrisi yang tidak mencukupi membuat seseorang rentan berpenyakit.
  4. Faktor virulensi dari dermatofita (dimana virulensi bergantung pada afinitas jamur, apakah Antrofilik, Zoofilik, atau Geofilik) yaitu kemampuan spesies jamur menghasilkan keratinasi dan mencerna keratin di kulit.
  5. Faktor trauma (dimana kulit yang utuh tanpa lesi-lesi kecil, lebih susah untuk terserang jamur). Permukaan kulit yang telah rusak biasanya memudahkan bagi kuman untuk tumbuh dan berkembang.

    Faktor ekstern

  6. Pakaian ketat dan yang tidak menyerap keringat. Keringat yang berlebihan setelah berolahraga dapat memicu penyakit ini. Menggunakan pakaian yang lembab membuat suasana dipermukaan kulit sangat cocok untuk ditumbuhi jamur.
  7. Kegemukan menyebabkan friksi atau trauma minor (gesekan pada paha orang gemuk).  Gesekan ini biasanya menyebabkan kulit terbuka sehingga memudahkan hadirnya berbagai macam penyakit.
  8. Keseimbangan flora normal tubuh terganggu (antara lain karena pemakaian antibiotik atau obat-obatan hormonal dalam jangka panjang),
  9. Kehamilan dan menstruasi (kedua kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sehingga rentan terhadap jamur).
  10. Faktor suhu dan kelembaban yang sangat berpengaruh terhadap infeksi jamur. Kondisi lembab dan panas dari lingkungan akan mempermudah pertumbuhannya dipermukaan kulit.
  11. Kurangnya kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan memegang peranan yang penting pada infeksi jamur.
  12. Menunda untuk memotong kuku dan merapikan rambut. Bagian bawah kuku adalah tempat yang cukup bagi mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Jika keadaan ini terus dibiarkan maka dapat menimbulkan jamur kuku dan penyakit lainnya.
  13. Umur dan jenis kelamin, dimana kejadian infeksi jamur di sela-sela jari banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria, hal ini berhubungan dengan pekerjaan.
  14. Status perkawinan. Mereka yang sudah menikah jika salah satunya terinfeksi jamur kulit maka akan sangat mudah untuk menular kepada yang lain. Resiko yang lebih tinggi terjadi pada orang yang lebih senang gonta-ganti pasangan seksual dengan jajan di luar rumah.
  15. Bahan kimia. Beberapa bahan kimia yang penggunaannya dekat dengan kehidupan manusia dapat juga memicu hal ini. Contohnya adalah detergen, asam, basa, oli, semen.

Macam-macam penyakit jamuran pada kulit

a. Panu

PANU ( PITYRIASIS VERSICOLOR ) : menimbulkan bercak putih, merah atau hitam. Penyakit yang dapat di derita oleh siapa saja di seluruh daerah Indonesia. Salah satu jenis infeksi jamur pada kulit yang dapat ditemukan di seluruh bagian permukaan tubuh termasuk leher dan lengan. Biasanya menyerang ketiak, lipatan paha, lengan, tungkai atas, muka dan kulit kepala yang berambut.

b. Kadas

KADAS/KURAP (TINEA CORPORIS) adalah suatu infeksi jamur pada kulit yang ditemukan pada kulit kepala, kuku, lipatan lengan, lipatan paha atau kaki. Gejala dan tanda penyakit ini yakni Lesi berbentuk bulat dengan pinggir meninggi dan bersisik dimana bagian tengah agak cekung dan sering bebas dari peradangan. Bagian ini menimbulkan gatal yang sangat, terutama saat berkeringat

Peradangan kulit yang terjadi biasanya timbul akibat garukan. Sering timbul di bagian-bagian tubuh tertentu, antara lain pada kepala yang di tandai dengan lesi berupa bercak-bercak kebotakan yang kadang peradangannya terlihat jelas tapi dalam beberapa kondisi kadang juga tidak meradang. Terdapat pula pada bagian kuku yang ditandai dengan penebalan kuku/jaringan dibawah kuku, lama-lama kuku akan rusak dan lepas.

Jenis-jenis kadas pada manusia

Infeksi kulit jenis ini disebabkan oleh jamur, dan menurut tempatnya ada beberapa jenis penyebab kurap :

  • Tinea capitis. Menyebabkan kadas di kepala.
  • Tinea corporis. Sering ditemukan di permukaan tubuh.
  • Tinea crusis. Biasanya terjadi di lipatan paha.
  • Tinea pedis. Jamur kurap yang menginfeksi kaki atau disebut juga kutu air.

Bisa ditularkan melalui kontak langsung yang berlangsung terus menerus (butuh waktu lama).

c. Kutu air

Gejala yang timbul seperti munculnya bercak putih pada kulit dengan batas tegas, bersisik halus. Menimbulkan kesan gatal terutama saat anda mengeluarkan keringat. Disebabkan oleh infeksi jamur Tinea versicolor

Infeksi kulit pada sela jari kaki dan telapak kaki yang disebabkan oleh jamur atau yang lebih dikenal sebagai Tinea pedis atau ringworm of the foot. Tinea pedis disebabkan oleh Trichophyton rubrum yang menunjukkan kelainan menahun. Penyakit ini sering menginfeksi orang dewasa yang bekerja ditempat basah seperti tukang cuci, petani atau orang yang setiap hari harus memakai sepatu tertutup. Ditambah lagi oleh kelembaban karena keringat, pecahnya kulit karena mekanis, dan paparan terhadap jamur merupakan faktor risiko yang memicu hal tersebut. Dapat dikatakan bahwa kondisi lingkungan yang lembab dan panas di sela-sela jari kaki karena pemakaian sepatu dan kaus kaki akan merangsang pertumbuhan jamur.

d. Ketombe (Pitiriasis Sika).

Merupakan jamuran pada kulit kepala dengan ciri khas putih, bersisik yang berada di antara pangkal pada sela-sela rambut.

e. Infeksi Kandida (kandidosis)

Dapat terjadi pada lipatan kulit, sela jari, sela paha, ketiak, bagian bawah payudara, mulut (sariawan) dan genetalia (vagina dan penis).

Demikian saja teman. Waspada dengan mikroorganisme yang tak kasat mata dengan menjaga daya tahan tubuh anda.

Baca juga, Cara Mengobati panu, kadas/ kurap, kutu air, ketombe dan kandida pada kulit

Salam sehat alami!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s