+15 Cara Menghilangkan Racun (Detoksifikasi), Baik dari hasil metabolisme (alergi), makanan, minuman, udara, bisa dan bahan kimia berbahaya

cara-menghilangkan-racun-dari-dalam-tubuh-manusia

Racun adalah zat atau senyawa yang dapat mempengaruhi pH permukaan dan cairan tubuh menjadi lebih basa atau lebih asam dari keadaan normal. Senyawa yang bersifat merusak sel tubuh manusia dengan melisiskannya dari luar secara fisik & kimiawi. Daya rusak serta kecepatan senyawa toxin terhadap sel dan jaringan tubuh tergantung dari konsentrasi yang dimiliki.

Tubuh manusia memiliki toleransi tinggi yang berbeda-beda terhadap racun. Artinya daya tahannya terhadap paparan toxin tidak selalu sama. Jika masih bisa ditoleransi maka tidak akan terjadi kerusakan apapun. Akan tetapi, keadaan ini dapat memburuk karena paparan dalam jumlah kecil terjadi terus menerus. Secara berangsur-angsur toksin akan terakumulasi (terkumpul) pada pada satu titik. Keracunan seperti ini biasanya tidak disadari karena kurang tanggap terhadap apa yang dirasakan (kurang peka terhadap indra sendiri). Hingga pada suatu titik dampaknya benar-benar kentara/ nyata.

Fungsi netralisasi terhadap racun terletak dalam darah yang mengalir secara intravaskuler dan ekstravaskuler (cairan limfe). Secara keseluruhan, organ yang berperan penting untuk mengantisipasi kehadiran bahan organik maupun anorganik yang berbahaya adalah cairan darah, Hati dan ginjal. Darah dengan larutan NaCl-nya, hati dengan sel parenkimal dan non parenkimal, lalu ginjal dengan filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi.

Pembagian racun menurut asalnya

Semua hal yang awalnya tidak diproduksi oleh tubuh manusia adalah toksin. Makanan, minuman, udara, air, sinar matahari dan masih banyak lagi akan menjadi sangat berbahaya jika tubuh dalam kondisi lemah atau jumlah paparan yang terlalu berlebihan.

Toxin bisa berasal dari mana saja. Baik dari luar maupun dari dalam tubuh manusia itu sendiri. Berikut ini beberapa jenis racun menurut sumbernya :

  1. Hasil metabolisme mikroorganisme di dalam maupun di luar tubuh manusia. Semua kuman mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme yang tidak baik bagi tubuh. Jika tubuh tidak bisa menetralisirnya niscaya akan terjadi keracunan seperti pada botulisme (Penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum).
  2. Hasil metabolisme sendiri. Metabolisme tubuh manusia menghasilkan senyawa sisa berupa amonia, urea dan asam urat yang akan meracuni tubuh sendiri bila berada dalam konsentrasi tertentu karena tidak segera dikeluarkan.
  3. Makanan. Mengkonsumsi sesuatu yang tidak higienis dan sudah kadaluarsa biasanya mengandung toxin yang berbahaya. Asupan yang berlebihan juga turut menyebabkan penyakit, misalnya dibetes karena toxin gula, kepala pusing karena racun kolesterol dan lain sebagainya.
  4. Minuman. Minuman yang tidak layak karena proses pembuatannya yang tidak terjamin, kadaluarsa atau minuman yang diracuni dapat membahayakan bagi orang yang mengkonsumsinya.
  5. Tumbuhan. Beberapa tumbuhan mengeluarkan racun sebagai perlindungan terhadap pemangsa. Jika anda kontak dengan daun atau batangnya maka akan timbul reaksi alergi dan kelainan lainnya.
    Pada dasarnya, apabila bagian tubuh tanaman berbentuk cair lalu masuk ke dalam darah niscaya akan menjadi sangat beracun.
  6. Hewan. Tidak jarang jika terdapat binatang pemangsa yang memiliki bisa untuk melumpuhkan mangsanya dan membela diri.
    Bukan hanya bisa hewan yang berefek negatif terhadap tubuh melainkan setiap tetesan darah/ cairan tubuh mereka juga merupakan antigen bagi manusia.
  7. Udara. Polusi udara juga merupakan salah satu toxin yang berbahaya bagi manusia jika tidak di netralkan oleh tubuh.
  8. Radiasi. Radiasi sinar rontgen dan sinar X yang terdapat di laboratorium dapat pula merusak sel tubuh bahkan menyebabkan kanker.

Sistem peringatan dini terhadap racun yang belum masuk ke dalam tubuh.

Harap dipahami bahwa tubuh memiliki sistem peringatan dini terhadap racun. Tidak ada jenisnya yang datang tiba-tiba tanpa disadari lalu membuat seseorang meninggal dunia. Manusia telah dikaruniai dengan enam indra namun bila indra keenamnya tidak tanggap, tidak sadar dan tidak peduli niscaya toxic itupun dibiarkan masuk terus menerus sehingga konsentrasinya bertambah-tambah. Baru disadari belakangan setelah akibatnya nyata, entah itu dalam organ pencernaan, kulit maupun otak.

Anda harus merasakan bibir, rongga mulut dan lidah sendiri. Jika ada keanehan di daerah tersebut maka apapun yang sedang anda konsumsi, baik itu minuman atau makanan. Maka segeralah buang itu jauh dari kehidupan anda. Permukaan kulit di bagian bibir mengandung lebih banyak urat syaraf dibandingkan dengan kulit yang lain. Demikian halnya juga dengan lidah dan rongga mulut. Organ-organ inilah yang menjadi alat deteksi dini terhadap makanan & minuman yang beracun. Agar sesuatu yang merusak tidak masuk ke dalam perut atau setidaknya jumlah yang masuk dalam tubuh lebih kecil.

Sistem peringatan dini terhadap racun yang sudah masuk ke dalam tubuh

Masing-masing bagian tubuh manusia terhubung satu sama lain. Artinya, apa yang dirasakan dibagian ini maka dirasakan juga dibagian sana, sakit yang dirasakan di organ ini turut mempengaruhi organ yang disana juga. Sambung menyambung dalam sistem ini meningkatkan kehati-hatian dan kesigapan ketika menghadapi unsur/ senyawa yang beracun.

Beberapa gejala yang diekspresikan oleh tubuh saat terpapar dengan zat-zat yang berbahaya diantaranya :

  1. Pembengkakan, kemerahan, rasa sakit dan gatal : reaksi alergi.
  2. Pusing. Sakit kepala tiba-tiba.
  3. Penglihatan kabur – mata berkunang-kunang.
  4. Ngantuk. Ingin tidur dan terlelap.
  5. Mual dan muntah. Reaksi organ pencernaan yang menolak makanan/ minuman yang dikonsumsi.
  6. Sakit perut. Reaksi organ pencernaan saat usus mengandung sejumlah racun yang tidak dapat ditoleransi.
  7. Pingsan. Tidak sadarkan diri.
  8. Dehidrasi – kehausan.

Mekanisme tubuh bertahan dari pengaruh racun

Tubuh manusia selalu melakukan proses detoksifikasi. Ini berlangsung setiap saat sebab toxin bisa datang dari mana saja seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya. Sistem pertama yang menghadapi pengaruh racun setelah menembus kulit lalu masuk ke dalam pembulur darah adalah sistem elektrolit tubuh. Komponen ini terdiri dari ion-ion yang siap mengikat berbagai pengotor.

Mekanismenya adalah ion tertentu berikatan dengan racun tertentu yang terdapat dalam tubuh (khususnya aliran darah) sehingga toksisitas racun hilang (menjadi netral). Kemudian toksin ini diangkut ke organ hati agar didetoksifikasi lalu di over ke ginjal untuk dibuang melalui cairan urine yang dikeluarkan.

Cara mengantisipasi, menyembuhkan dan menghilangkan racun dari dalam tubuh.

Anda harus selalu mewaspadai bahaya keracunan yang dapat menyerang secara tiba-tiba. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara detoksifikasi racun dari dalam tubuh manusia.

Mencegah keracunan

  1. Tetap waspadakan ke enam indra anda sebelum mengkonsumsi suatu makanan atau minuman. Tidak perlu mengkonsumsinya dengan terburu-buru dan rasakanlah bibir, mulut dan lidah sendiri. Hentikan aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam perut saat merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi.
  2. Rasakan organ pencernaan sendiri. Saat terjadi sesuatu yang aneh disana maka apapun yang anda makan & minum, silahkan disisihkan dahulu dari atas meja.
  3. Rasakan organ sendiri, yakni saat hidung mencium sesuatu yang tidak sedap dan menyengat lebih baik menjauh dari daerah tersebut segera.
  4. Jangan biarkan mata tak berguna. Saat melihat udara kotor dan berdebu lebih baik gunakan masker untuk lebih aman.
  5. Saat menemukan bagian-bagian tubuh yang abnormal. Lebih baik bagi anda untuk beristirahat sejenak di atas kursi, tikar atau tempat tidur.
  6. Baik bagi anda untuk senantiasa mengkonsumsi segala sesuatu dengan perlahan-lahan.

    Tidak terburu-buru memberi kesempatan bagi otak untuk merasakan segala yang dimakan sembari berpikir menimbang-nimbang situasi yang sedang dihadapi.
    Setiap jenis racun membutuhkan waktu tertentu sampai ia menimbulkan reaksi terhadap tubuh. Saat mengkonsumsi makanan dan minuman secara perlahan-lahan sama dengan memberi waktu bagi toksin tersebut (jika ada) untuk bereaksi. Sehingga otak menyadarinya dan segera menghentikan aktivitas yang sedang berlangsung. Semakin cepat anda menyadari bahwa makanan/ minuman tersebut beracun maka semakin rendah konsentrasi yang masuk. Ini akan meminimalisir efek samping yang timbul terhadap tubuh.

  7. Perhatikan tanggal kaduluarsa sebelum membeli sebuah produk. Ketelitian anda dibutuhkan saat berada di tempat belanja, perhatikan detailnya teman.
  8. Konsumsi segala sesuatu secara normal, cocok dan pas untuk kebutuhan harian. Asupan yang berlebihan akan menyerang balik tubuh anda lalu menimbulkan dampak buruk yang disebut dengan penyakit metabolisme.
  9. Baik bagi anda untuk menyediakan beberapa menit (30 menit) dalam seminggu untuk berolahraga dan membuat tubuh berkeringat. Keluarnya keringat menandakan bahwa metabolisme tubuh anda lancar.
  10. Berjemur di bawah terik matahari dapat menjadi salah satu solusi detoksifikasi dipermukaan kulit. Keringat yang keluar saat itu sekaligus untuk mengeluarkan sisa hasil metabolisme.

    Makanan & minuman yang menetralkan dan menghilangkan racun

  11. Minum air putih. Penuhi kebutuhan air harian anda, yakni sebanyak kira-kira 2 Liter per hari (8 – 10 gelas air) takaran orang dewasa.
  12. Mengkonsumsi vacum cleaner nabati. Makanan yang berserat adalah pembersih organ pencernaan dari berbagai residu zat-zat yang berbahaya. Contoh makanan ini misalnya ubi kayu, ubi jalar, talas, sagu dan lain sebagainya.
  13. Mengkonsumsi herbal ajaib. Merupakan tiga bahan alami tradisional yang memiliki antioksidan tinggi sebagai agen detoksifikasi yaitu jahe, bawang merah dan bawang putih.
  14. Perhatikan asupan buah dan sayur secukupnya. Konsumsilah sesuatu yang rasanya asam. Salah satu yang terbaik, murah dan mudah didapatkan adalah jeruk nipis untuk semua.

    Cara jitu mengikat racun untuk didetoksifikasi di dalam tubuh.

  15. Meminum larutan garam yang isotonik setiap hari.

    Baca juga, Cara membuat larutan garam isotonik

  16. Sodium klorida adalah senyawa yang mayoritas di dalam cairan tubuh manusia.
  17. Senyawa NaCl yang sudah terionisasi dalam darah dapat dengan mudah mengikat racun yang kebanyakan terdiri dari logam berat dan lemak jahat sehingga menjadi tidak berbahaya.
  18. Kemudian di bawa ke hati untuk di detoksifikasi dan akhirnya diover ke ginjal untuk dibuang bersama urin yang dikeluarkan.

    Cara menyembuhkan keracunan yang menimbulkan reaksi alergi.

  19. Konsumsi perasan jeruk nipis sebanyak 2 – 3 butir. Ini terkhusus bagi anda yang tidak memiliki penyakit lambung, maag, asam lambung berlebih dan tukak lambung. Konsumsilah 1 buah air perasannya setiap 30 menit.
  20. Bagi anda yang memiliki masalah perut dan penyakit pencernaan. Lebih baik mengkonsumsi larutan garam isotonis sebanyak 2 – 3 x 200 cc dimana jarak antar gelas selama 5-15 menit.

    Cara mengobati gigitan binatang buas yang berbisa.

  21. Senyawa toksin dari bisa pada bagian tubuh yang digigit harus dinetralisasi menggunakan larutan garam. Dengan teknik merendam bagian tubuh yang tergigit selama beberapa menit dengan larutan NaCl. Atau bisa juga menyiram larutan NaCL ke permukaan kulit yang terluka selama beberapa menit.
  22. Tidak lupa untuk mengkonsumsi larutan garam isotonik sehingga menetralkan senyawa racun yang sempat masuk ke dalam darah sebanyak 2 x 200 mL dengan jarak antara 30 menit.
  23. Keterangan : apabila binatang yang menyerang anda berukuran besar (mamalia/ reptil) maka perlu perendaman dan dikonsumsi langsung larutan isotonisnya. Namun apabila itu hanyalah gigitan hewan kecil (serangga) maka cukuplah direndam saja.

Garam adalah larutan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, jangan pernah lupakan senyawa ini sebab sangat luas manfaatnya. Kemampuannya sebagai larutan pencuci dan pembersih alami sangat mumpuni. Harap pula diketahui bahwa pasien hemodialisa yang dirujuk untuk mencuci darah memanfaatkan NaCl dalam proses pencucian tersebut untuk membersihkan darahnya yang kotor.

Salam sehat alami!

Iklan

13 comments

  1. […] Setelah memahami tulisan di atas, kita harus lebih waspada dalam memanfaatkan pewangi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak masalah jika anda menggunakan salah satu produk tersebut namun pastikan bahwa “anda tidak menggunakannya setiap hari”. Penggunaan sehari-hari beresiko menimbun lebih banyak bahan kimia dalam paru-paru, darah dan sistem saraf anda. Cara selamat, Melakukan detoksifikasi pada tubuh. […]

    Suka

  2. […] Disinilah peran garam sangat kentara. Tujuan kami bukan untuk menyederhanakan perintah Tuhan Yesus melainkan dengan pemanfaatan garam di semua aspek kesehatan niscaya Firman ini akan tercapai. Sebagai mineral ajaib, senyawa ini mampu melakukan detoksifikasi terhadap berbagai jenis racun baik yang berasal dari dalam tubuh sendiri maupun yang berasal dari lingkungan (misalnya saja bisa ular). Ketika kandungan garam dalam tubuh anda mencukupi niscaya keracunan apapun juga dapat diobati/ dinetralisir oleh sistem vaskuler (darah) dalam tubuh manusia. Pelajari lebih lanjut, Cara mendetoksifikasi tubuh manusia […]

    Suka

  3. […] Menghilangkan racun dari perairan ketika nabi Elisa menawarkan racun dari mata air. Jadi, yang pertama sekali mengetahui bahwa sodium klorida dapat melakukan detekosifikasi terhadap toksin bukan anda dan bukan juga kami melainkan nabi elisa dibawah tuntunan Roh Kudus. Selengkapnya, Cara menetralkan racun dalam tubuh […]

    Suka

  4. […] Kemudian ke semua ikatan toksin yang sudah diamankan ini akan digiring ke dalam darah untuk kemudian diangkut menuju ke hati. Ada begitu banyak sel-sel fagosit yang terdapat di dalam organ hati manusia. Salah satu diantaranya adalah sel kuffer. Sel-sel di dalam hati akan melakukan proses detoksifikasi sehingga ke semua racun itu akan dinetralkan. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s