Tipe Manusia Saat Mencari Pasangan dan Alasannya – 10 Pertanyaan untuk calon pasangan hidup anda

Tipe pasangan hidup

Mencari pasangan hidup adalah menemukan seseorang yang telah dewasa dan memiliki kecocokan dengan diri sendiri untuk membangun bahtera rumah tangga. Ini adalah ajang pencarian yang tidak pernah berhenti setelah lama melajang di masa muda. Tidak ada seorangpun yang tidak begitu deg-degan melewati masa ini.

Tidak mudah untuk membentuk keluarga baru. Kata orang 5 tahun pertama adalah masa penyesuaian yang sifatnya keras dan sulit dimana masing-masing dipaksa untuk mengerti satu sama lain. Jika waktu ini dilalui tanpa kebencian dan dendam diantara keduanya niscaya hubungan yang terjalin bakalan semakin dekat-erat-melengket. Tapi jika kelima tahun pertama ini menyisakan luka yang mendalam diantara keduanya niscaya akibat fatal kedepannya adalah perceraian.

Jangan berpikir bahwa orang yang memiliki prinsip hidup yang berbeda bakalan menjadi pasangan serasi. Misalnya saja, sikawan ini ingin hidupnya wah dan memiliki banyak uang sedangkan yang satunya hanya ingin hidup bahagia apa adanya dengan keluarga. Perhatikanlah kedepannya bahwa kedua orang ini tidak akan bisa menyatu. Sekalipun bisa maka itu adalah sebuah keterpaksaan.

Beberapa orang yang memiliki minat yang berbeda juga mustahil untuk saling berbagi cinta. Misalnya yang seorang berminat untuk treveling sedangkan yang lain lebih suka duduk di rumah dan membaca buku. Sebab, justru dalam minat yang samalah, masing-masing bisa berbagi cerita dan berbagi kasih. Jika keduanya berbeda, bagaimana cara ketemunya?

Pertanyaan untuk calon pasangan hidup anda

Satu yang harus kita pahami adalah tidak ada manusia yang memiliki minat yang sama persis. Yang ada adalah mereka yang memiliki visi yang sama dan ketertarikan dalam hal-hal yang hampir sama. Setidaknya inilah yang harus anda cari tahu saat mencoba mencari pasangan hidup.

  1. Tujuan hidup. Harus tahu sikawan ini tujuan hidupnya apa dan apakah  hal itu cocok dengan anda.
  2. Harapannya di masa depan tentang “keluarga yang ideal“. Masing-masing orang memiliki cita-cita yang berbeda. Tanyakanlah apa cita-citanya terhadap keluarga yang akan dibentuk.
  3. Pandangannya terhadap masalah. Apakah ia menganggapnya sebagai pengganggu, penghambat, tantangan atau katalisator kehidupan.
  4. Bagaimana dengan uang? Setinggi apa minatnya terhadap uang? Seberapa serius mencari uang? Berapa besarang “angka uang” yang dapat membuatnya senang?
  5. Bagaimana cara membuatnya bahagia? Apa tindakan yang perlu dilakukan untuk membuat hatimu senang?
  6. Apa pendapatnya bila ada “keluarga lain yang lebih kaya dan lebih berada dari kehidupan mereka kelak“? Seberapa semangat ia untuk meraih hal yang sama?
  7. Menurutnya lebih baik mana, “tinggal di rumah orang tua atau tinggal dirumah sendiri atau setidaknya ngekos dirumah kontrakan?“.
  8. Dalam sebuah pilihan lebih penting mana, “kepentingan keluarga atau kepentingan mertua“?
  9. Bagaimana menurutnya, saat ia bertemu dengan orang lain yang lebih baik dari anda?
  10. Tanyakan juga, menurutnya siapa yang harus dipatuhi kelak “kamu atau aku”?

Alasan mengapa seseorang hendak mencari pasangan hidup?

Ada beberapa alasan mengapa manusia ingin mencari pasangan hidup. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Merasa sudah dewasa untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Mungkinkah itu tentang masalah seksual atau lainnya.
  2. Memenuhi tuntutan keluarga. Jika anak sudah berumur matang (25 tahun ke atas) rata-rata anggota keluarga yang lain pasti menyarankan anda untuk menikah atau setidaknya bertanya “Mengapa tidak mencari pasangan hidup?”.
  3. Memenuhi tuntutan teman-teman dan lingkungan sekitar. Mereka lebih terpesona dengan trend yang sedang hangat di masyarakat sehingga melanjutkan hubungan dekatnya dalam gerbang pernikahan.
  4. Panggilan hati karena sudah menemukan yang cocok. Saat seseorang sudah menemukan calon pasangan hidup yang dirasa cocok maka ia cenderung untuk melanjutkannya pada tingkat yang lebih serius.

Tipe manusia saat mencari pasangan hidupnya

Setiap orang memiliki teknik yang berbeda saat mencari pasangan hidupnya. Ada yang menemukannya secara kebetulan dan ada pula yang mempertimbangkannya secara baik dan matang. Semua ini dilakukan untuk menemukan satu titik ideal yang pas untuknya sendiri.

Tipe manusia pencari cinta ini kami bedakan berdasarkan aktif tidaknya dia dalam menentukan masa depannya. Pada dasarnya manusia memiliki orientasi sendiri-sendiri sehingga anda bisa menanggapi dan menyikapinya dengan jelas.

Dari yang kami pelajari beberapa orang memiliki kecenderungan yang berbeda saat mencarinya. Pada dasarnya ada yang aktif dan ada pula yang pasif, berikut penjelasan selengkapnya.

Aktif – Menjadi pengikut

Biasanya orang-orang seperti ini adalah lebih rendah hati dibandingkan dengan orang yang ia incar. Memposisikan dirinya sebagai pelayan dan siap untuk melakukan segala sesuatu yang terbaik dan lebih suka memulainya duluan. Mereka adalah orang yang sangat akrab – friendsip – dan tidak mementingkan diri ssendiri dalam menentukan hidupnya.  Ada kemungkinan mereka menemukan jodohnya lebih dahulu.

Pasif – Mencari pengikut

Biasanya orang yang seperti ini adalah mereka yang sombong dan agak sedikit cuek. Memposisikan dirinya lebih tinggi dari yang lainnya dan menuntut untuk diikuti. Mereka sulit untuk mengalah dan cenderung tidak suka memulai duluan. Orang seperti ini biasanya menemukan jodohnya belakangan.

Analisis dari kedua tipe orang ini.

  1. Jika diumpamakan maka kedua tipe di atas bagaikan magnet yang berbeda kutub, ada yang negatif dan ada yang positif.
  2. Aktif Vs Pasif. Kedua pasangan hidup bisa bertemu antara tipe satu dan tipe dua. Jadi, yang satu mencari dan yang lain menunggu untuk ditemukan. Kedua kutub ini sangat bisa dipersatukan karena yang satu mengikuti sedangkan yang lain jadi pengikut.
  3. Jika tipe yang aktif bertemu dengan yang aktif niscaya jika ada kecocokan mereka akan menjadi satu dalam bahtera rumah tangga. Biasanya mereka orang yang memiliki kecocokan dalam banyak hal sehingga saling mengenal satu sama lain hingga akhirnya dipertemukan dalam bahtera rumah tangga.
  4. Pasif X Pasif. Jika keduanya sama-sama pasif niscaya tidak akan pernah bertemu. Sebab keduanya sama-sama ingin diikuti dan tidak ada yang saling mau mengalah.
  5. Menyatukan tipe yang pasif dengan yang pasif sama saja dengan mengambil resiko tinggi. Satu-satunya yang akan terjadi kelak adalah saling bersaing dan mengungguli satu sama lain sehingga ada ketidak tentraman dalam keluarga. Tidak ada yang saling mengerti dan masing-masing ingin diikuti kehendaknya sehingga tidak menemukan titik temu dan mungkin berakhir dengan perceraian.

Jadi apa tipemu kawan dan apa tipe pasanganmu? Apakah menjadi pengikut atau mencari pengikut? Seperti yang kami katakan sebelumnya, jika keduanya sama-sama ingin diikuti niscaya tidak ada titik temu.

Ayo nantikan pengikutmu atau mengikuti pasangan hidupmu. Kami sendiri memilih untuk menemukan pengikut dan tidak ingin mengikuti siapapun.

Salam luar biasa !

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s