Kesehatan · Sehat Alami

Kuman Predator Menyebabkan Penyakit – Bakteri, jamur & virus memiliki predator yang patogen menyerang sel tubuh manusia

 kuman predator menyebabkan penyakit yang berbahaya

Rantai makanan terjadi dimana-mana. Tidak hanya di daratan, melainkan juga dilautan bahkan dalam dunia mikroorganisme. Tidak sedikit makhluk hidup yang lebih menyukai makanan yang tidak bergerak (statis), beberapa yang lainnya lebih menyukai sesuatu yang bergerak/ melawan. Ini adalah hukum alam yang menjaga bumi ini selalu dalam keadaan seimbang. Hanya manusia saja yang tidak masuk dalam rantai makanan alami. Akan tetapi lebih memilih untuk mempersiapkan sendiri apa yang dibutuhkan, yaitu melalui pertanian dan peternakan.

Makhluk hidup dalam rantai makanan

Di dalam jaring-jaring makanan selalu diawali oleh (a) makhluk hidup yang mampu mengubah zat-zat kimiawi/ anorganik menjadi sesuatu yang lebih kompleks (protein, lemak dan karbohidrat) dan diakhiri oleh (b) makhluk hidup yang mampu mengurai bahan-bahan organik (zat yang lebih kompleks) menjadi sesuatu yang sangat sederhana yang disebut sebagai zat anorganik/ unsur hara/ kimiawi. Peran pertama di dominasi oleh klorofil sedangkan peran yang terakhir di dikuasai oleh mikroorganisme pembusuk.

Segala sesuatu terhubung, kehidupan mikroorganisme tidak jauh beda dengan binatang

Dalam kehidupan makhluk-makhluk yang lebih kecil juga demikian mereka terlibat dalam rantai makanan yang berputar dimana ada yang dimakan dan memakan satu sama lain. Kami sendiri belum melihat aktivitas ini secara langsung dengan kasat mata. Bahkan dalam teori-teori yang disampaikan oleh guru dan dosen dibangku kuliah tidak dikatakan demikian. Tapi kami mencoba menghubung-hubungkan beberapa fakta di depan mata yang dapat terlihat jelas. Sebab segala sesuatu dalam dunia ini sifatnya berputar-putar sehingga membentuk sebuah sistem yang seimbang. Jika tidak ada aksi memakan dan dimakan dalam kehidupan mikroorganisme niscaya bakteri, jamur & virus yang lebih kuat, patogen dan  predator akan berkuasa di atas bumi ini.

Skemanya seperti ini, kuman pembusuk > dimakan oleh > kuman predator I > dimakan oleh > mikroorganisme predator II > di lahap oleh kuman III dan seterusnya dimana masing-masing tahapan ukurannya jaul lebih besar yang kemudian akan diakhiri dengan kematian predator yang akan kembali diubah oleh kuman pembusuk menjadi mineral. Keadaan ini sama persis dengan kehidupan binatang di alam liar dimana semuanya berada dalam posisi yang seimbang satu sama lain.

Semua kuman baik kalau makanannya tercukupi

Sebenarnya tidak ada kuman yang jahat dan kuman yang baik. Semua mikroorganisme adalah sama, ketika mereka sudah kenyang pasti ada waktu untuk beristirahan dan berdiam diri. Akan tetapi jika bakteri, jamur & virus predator ini tidak dapat jatah, lebih tepatnya belum dikasih makan niscaya mereka akan menyerang apapun yang dapat di serang termasuk tubuh inangnya yakni sel-sel tubuh manusia. Singkatnya predator yang lapar akan menyerang sel epitel, sel darah, sel otot bahkan sampai kepada sel-sel organ lainnya. Hal ini terjadi seiring dengan tidak adanya kuman pembusuk di dalam tubuh manusia.

Ketika predator kekurangan dan tidak punya pilihan selain menjadi patogen jahat

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, bila makanan tidak ada maka ada kecenderungan predator menjadi liar, agresif dan menyerang segala sesuatu termasuk sel-sel tingkat tinggi. Singkatnya, sipredator ini tidak jinak lagi, kehilangan akal sehat dan malah menjadi sangat patogen terhadap makhluk hidup tingkat tinggi termasuk manusia. Ini disebut naluri kebinatangan, “jika diluar pagar tidak ada makanan niscaya pagar pembataspun (daya tahan tubuh manusia) akan ditembus untuk mencari & memperoleh makanan itu” sehingga manusia mengalami sakit keras yang bukan kepayang. Oleh karena itu adalah baik bagi kita untuk memberi ruang terhadap kuman pembusuk dalam tubuh ini dengan cara tidak menjadi orang yang terlalu bersih dan terlalu higienis. Sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa “Segala sesuatu yang berlebihan pengaruhnya dapat berubah menjadi sebaliknya, yakni membuat sakit-sakitan”.

Merawat flora normal dengan mengkonsumsi garam

Perlu juga bagi kita untuk memelihara mikroorganisme yang disebut-sebut sebagai flora normal dengan cara mengkonsumsi garam sesuai kebutuhan. Bahan ini dikenal sebagai bio-aktivator yang dapat memperkaya jumlah dan aktivitas mikroorganisme pembusuk di dalam maupun di luar tubuh. Sehingga, kita berharap kuman predator menjadi jinak dan kehilangan patogenitasnya sebab makanannya sudah terpenuhi. Apa saja bakteri, jamur dan virus patogen itu? Diantaranya adalah Escherecia Coli, Staphilococcus, difteri, virus infulenza dan lain sebagainya.

Salam flora normal

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s