Puncak Kekristenan dan Pengenalan Akan Tuhan Adalah Ketenteraman & Keteduhan Hati – 7 Situasi yang mengacaukan hati

Puncak Kekristenan dan Pengenalan Akan Tuhan Adalah Ketentraman & Keteduhan Hati Situasi yang mengacaukan hati

Kristen sejati – Hidup ini penuh gejolak yang tidak pernah berakhir. Adakah anda merasakan berbagai kekacauan kecil maupun kekacauan besar selama ini. Kami sendiri merasakan hiruk-pikuk dunia ini, kebisingannya dan keributannya. Mau diprotes tidak mungkin, bagaimana lagi harusnya? Satu kebiasaan yang selalu kami lakukan adalah dinikmati saja. Suasana di luar jangan sampai mengotori hati ini sehingga keputusan yang diambil terkesan terburu-buru dan berlebihan. Lebih baik bagi kita untuk beradaptasi, berimprovisasi bahkan menyatu dengan situasi atau lebih baik diam tanpa suara ; keputusannya sangat situasional.

Tidak mungkin mengendalikan lingkungan

Tidak ada ketenangan di dunia ini. Dimana ada aktivitas, pergerakan, pekerjaan, pencarian maka disitulah ada keinginan atau yang disebut juga sebagai hawa nafsu. Keinginan itulah yang senantiasa membuat kita bergerak kian-kemari, melakukan ini-itu, berhadapan dengan masalah disana & disini. Belum lagi kejadian kecil yang menggelikan terus terjadi berulang-ulang dalam berbagai gangguan sosial. Semua keadaan ini mau tidak mau turut mempengaruhi suasana hati.

Saat kita melangkahkan kaki untuk beranjak kepada tujuan hidup yang diinginkan, Sudahkah menyerahkan diri dihadapan-Nya? Bila hati terus diarahkan ke dalam hal-hal duniawi maka demikian pulalah sikap kita, yakni seperti orang-orang dunia ini. Akan tetapi ketika hati diarahkan kepada Tuhan terus-menerus niscaya ada kelegaan dan kepuasan tersendiri.

Dalam semua kemelut yang berputar disekitar hendaknya tidak menggalaukan hati ini. Jika sikap manusia diluar sana berlebihan, mengapa hati menjadi jengkel? Bila orang lain berucap kasar, mengapa ada rasa ilfil? Saat manusia disekitar melakukan dosa, mengapa jadi sebal? Apabila yang lainnya kehilangan kendali, mengapa jadi sewot? Sewaktu kawan-kawan melakukan tindakan menyimpang, mengapa menjadi marah?

Jangan ikut campur urusan orang jika belum diminta

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki peran masing-masing yang tidak sama dengan yang lainnya. Kita menjalankan fungsi yang dipercayakan itu. Selama ada sesuatu yang salah terjadi dalam wewenang yang dimiliki maka perbaikilah itu. Apabila pelanggaran terjadi dalam wewenang orang lain, apa urusan kita? Mungkin kalau diingatkan sih boleh tapi kalau tidak mengenalnya, bagaimana caranya? Biarkan saja, dosa-dosanya akan ditanggungkan ke atas batu kepalanya pada hari penghakiman. Yang lebih penting adalah bertanggungjawab penuh atas apa yang di genggam. Jangan mau ambil pusing. Memikirkan tanggungjawab sendiri repot apalagi memikirkan pekerjaan orang lain, bukankah ini sama saja dengan menyakiti diri sendiri? Terkecuali bila ia mengundang anda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sudah saatnya menaruh kepercayaan kepada orang lain. Biarkan dia mengerjakan bagiannya dan kitapun mengerjakan apa yang menjadi kewenangan sendiri. Sebab kepercayaan yang kita berikan secara otomatis menuntut pertanggungjawaban orang tersebut. Jika memang ia melakukannya dengan baik di jalan yang benar maka ia pasti beruntung. AKan tetapi bila ia menyalahgunakan apapun itu niscaya ada rasa bersalah yang menimbulkan ketakutan, kekuatiran dan ketidaktentraman yang menghantui tiap detik yang ia lalui.

Situasi yang berpotensi mengacaukan hati

Berikut akan kita pelajari bersama apa-apa saja diluar sana yang beresiko mencemari hati ini.

  1. Pribadi pengganggu.

    Selanjutnya, Cara menanggapi orang yang suka mengganggu tidak jelas

  2. Orang yang berkata kasar/ kotor.
  3. Sikap seseorang yang tidak kooperatif.
  4. Kesalahan orang lain. Tidak tertib, melanggar aturan dan menyimpang.
  5. Perselisihan, perkelahian dan kekacauan di luar sana.
  6. Lingkungan yang tidak tertata rapih.
  7. Orang lain yang terlalu lebay (berlebihan).

    Simak juga, Kebiasaan yang membuat pikiran kotor

Suasana hati memburuk tindakanpun menyimpang

Yang ingin kami sampaikan adalah, urus-urusanmu sendiri, perbaiki apa yang masih bisa dibetulkan. Saat sesuatu berada diluar diri dan diluar kemampuan sendiri maka alangkah lebih pantas untuk tetap diam. Saat kita mencampuri urusan orang lain alhasil secara tidak sengaja membuat suasana hati keruh. Kekeruhan ini dapat terus berlanjut dari waktu ke waktu bahkan pecah menjadi kebencian, amarah hingga menimbulkan dendam kesumat. Oleh karena itu jangan biarkan hatimu dicermari oleh berbagai-bagai perkara duniawi yang tidak jelas.

Ketenteraman hati berasal dari Tuhan

Ketentraman dan keteduhan hati asalnya dari dalam

Perhatikan firman berikut ini.

(Keluaran 33:13-14) Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

Sehebat-hebatnya seseorang, lebih baiklah baginya untuk mencari ketenangan dari dalam diri sendiri. Apabila mengharap terus dari luar berarti meminta sehingga terjadi ketergantungan. Padahal, tidak semua kawan baik sikapnya dan santun ekspresinya. Terus menerus bergantung dengan lingkungan berarti memberi kesempatan bagi orang lain untuk mempermain-mainkan anda.

Allah yang kami kenal adalah sumber damai sejahtera dan ketenteraman hati. Mengenal Tuhan sama dengan membiarkan-Nya bertahta dalam pikiran sendiri. Bila Dia berkuasa dalam hati maka kebahagiaan asalnya dari sana pula. Harusnya rasa bahagia terpancar dari dalam hati ke luar. Oleh karena itu, saat suasana diluar kacau balau lebih baik anda kembali ke dalam pikiran sendiri (fokus Tuhan), mencari rasa itu dengan masuk dalam hadirat-Nya, merendahkan diri, memuji, menyembah dan meninggikan Dia dalam doa juga firman yang terus menerus dikumandangkan oleh pikiran sendiri.

Inilah kebenarannya, saat anda menemukan ketenangan, kedamaian juga ketenteraman dalam doa, firman, puji-pujian dan penyembahan didalam-Nya berarti Tuhan ada dan bertahta di dalam hatimu. Namun bila tidak ada ketenteraman dan keteduhan dalam hati saat melakukan semua itu berarti Tuhan yang anda tuju selama ini belum menguasai hidupmu karena cara berpikir, berperilaku dan bertutur kata (bersikap) masih belum layak dihadapan-Nya.

Hatimu jernih sikapmu baik

Hakekat tertinggi dalam hidup seorang Kristen bukan saat diberkati, memperoleh muzizat dan kelimpahan melainkan saat ia bertemu dengan Tuhannya di dalam hati. Maksud kami disini bukan melihat Allah secara fisik (dalam mimpi) melainkan mampu menemukan ketentraman dari dalam hati sendiri. Dari sanalah kepuasan dan kebahagiaannya terpancar sehingga orang lainpun merasakannya juga. Berkat, muzizat dan kelimpahan terbatas tetapi hati yang tenang dan penuh damai dibawa seumur hidup.

Puncak Kekristenan dan pengenalan akan Tuhan adalah ketika hatimu tidak situasional dan bilapun situasinya jelek, kembalilah kedalam, gerakkan hatimu, rendahkan diri dalam pujian dan doa yang penuh harapan maka ketenangan dan keteduhan hatimu tetap terjaga. Sehingga sikap dan keputusan yang ditempuh tidak menyimpang melainkan tetap berkualitas baik. Karena segala sesuatu yang diekspresikan keluar berasal dari dalam hati.

Salam, Kristen jangan asal….

Iklan

2 comments

  1. […] Dalam gejolak sosial yang kita hadapi banyak tantangan yang harus dilalui agar kita mampu menemukan kedamaian dalam hati sendiri. Situasi diluar tidak dapat dikendalikan oleh karena itu hati yang damai sangat baik untuk menjalani hidup bersosial di masyarakat. Dalam segala sesuatu selalu mengusahakan yang terbaik, itulah manusia. Namun, kita hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna dan terkadang telodor/ khilaf sehingga melakukan kesalahan fatal yang mempermalukan diri sendiri lewat emosi yang membara. Sadarilah teman bawa kemarahan yang terlalu diekspresikan (lebay) tidak mendatangkan kebaikan bagi diri ini dan juga bagi orang lain. Selengkapnya, Cara membuat hati tentram dan teduh penuh ketenangan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s