8 Mitos Yang Salah Tentang Garam, Tidak Berbahaya

mitos-yang-salah-tentang-garam-tidak-berbahaya

Garam adalah senyawa yang terdiri dari atom Na+ dan Cl- yang merupakan komponen elektrolit dan sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia (termasuk unsur makro). NaCl mempunyai karakteristik berupa bahan padat bewarna putih yang higroskopis (mudah menyerap air), memiliki bentuk kristal kubus putih yang transparan, tidak dapat terbakar seta titik lelehnya 801 derajat Celcius.

Manfaat garam menurut kebanyakan masyarakat

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa garam tidak penting bagi kesehatan bahkan harus diminimalisir (dikurangi) penggunaannya dalam makanan. Padahal ini adalah trend yang salah. Entah bagaimana caranya mitos yang nyeleneh ini dapat berkembang dengan pesat di tengah masyarakat. Bahkan saat saya masih kecilpun ibu di rumah mengurangi asupan garam harian.

Pengalaman pribadi menggunakannya

Kami masih ingat saat masa kecil dulu, begitu lemah (jarang beraktivitas/ bergerak di sekolah/ sukanya diam saja), sakit-sakitan dan kemampuan menghafal kurang (terbukti dari prestasi di sekolah tidak ada). Orang tua bekerja di bidang kesehatan, karena terpengaruh dengan bahaya garam maka penggunaan bahan ini di batasi pada makanan di rumah. Keadaan ini diperparah oleh kebiasaan kami yang enggan mengkonsumsi ikan teri. Dahulu malah lebih memilih makanan yang ditambahkan gula/ susu (jika ada) daripada mengkonsumsi ikan asin. Sekarang, kami baru sadar bahwa salah satu penyebab diri ini begitu lemah, suka sakit dan sulit menghafal karena tidak pernah mengkonsumsi ikan asin. Prestasi kami agak baikan setelah sampai di tanah rantau, Medan dimana penggunaan bahan ini sangat luas pada makanan ditambah lagi dengan berbagai jajanan yang ada.

Mitos yang salah seputar dampak negatif menggunakan garam

Untuk diketahui bersama bahwa manfaat garam mencakup seluruh kehidupan manusia. Bukan hanya di dalam makanan melainkan juga dalam hal pertanian, peternakan, perikanan bahkan industri besarpun turut menggunakannya. Selengkapnya, Manfaat larutan garam bagi kebersihan lingkungan

Berikut ini, mitos yang tidak benar tentang bahaya penggunaan garam yang beredar di masyarakat.

  1. Garam menahan air sehingga larutan darah mengental.

    Logikanya ketika air ditahan dalam tubuh artinya ekskresi urin dikurangi/ dibatasi (jarang kencing). Bukankah ini malah yang terjadi sebaliknya? Karena air dalam darah tidak berkurang sama sekali (tidak dibuang lewat urin).

  2. Ketika petugas medis mengatakan kepada pasien “batasi penggunaan garam!” tanpa memberikan berapa batas normal konsumsi

    Anjuran yang gantung seperti ini cenderung membuat pasien menganggap bahwa selama ini takaran yang ia gunakan berlebihan. Kata-kata seperti ini secara tidak langsung memerintahkan konsumen tersebut untuk mengurangi penggunaan garam dalam makanan sekalipun ada kemungkinan bahwa selama ini hal itu dimanfaatkan dalam takaran yang pas (normal).

  3. Kandungan garam dalam makanan sea food, fast food dan junk food sangat banyak sehingga mempengaruhi kesehatan.

    Ini adalah mitos paling lebay sebab dibandingkan dengan bahan ini masih ada disana zat yang lebih berbahaya lagi jika dikonsumsi terus menerus yakni gula, kolesterol dan MSG. Ternyata mereka sangat lihai berkonspirasi. Peneliti hanya menyorot garam dapur sebagai faktor tunggal sehingga menambah statement buruk terhadap bahan ini.

  4. Larutan garam mampu meningkatkan tekanan darah terlalu dilebih-lebihkan.

    Kandungan elektrolit dalam tubuh selalu dalam keadaan seimbang. Jika terjadi ketidakseimbangan, manusia tidak langsung sakit melainkan tubuh melakukan usaha-usaha preventif untuk menanganinya. saat ginjal mendeteksi kelebihan garam sekaligus mengisyaratkan dehidrasi sehingga ia (ginjal tadi) akan mengirimkan sinyal kekurangan air ke otak dimana otak menyampaikan rasa haus itu dengan mengeringnya bagian mulut dan tenggorokan. Oleh karena itu, apabila suatu waktu anda merasa haus jangan menahan diri untuk minum air atau setidaknya belilah air mineral dalam botol yang banyak di jual di pasaran.

  5. Garam menyebabkan hipertensi, serangan jantung dan stroke.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa jumlah konsumsi bahan ini lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah konsumsi karbohidrat dan kolesterol. Ada spekulasi bahwa silicik ini hanya menunggangi penyakit hipertensi, serangan jantung dan stroke sebagai bahan untuk membesar-besarkan bahaya mengkonsumsi garam padahal faktor penyebab utamanya adalah kelebihan asupan kolesterol dan karbohidrat.

  6. Asupan garam mampu menahan air dalam tubuh sehingga membuat tubuh jadi membal. Ini hanyalah mitos yang tidak berdasar.

    Tubuh kita baru menahan air (tidak buang air kecil) saat kelebihan garam tidak diiringi dengan meminum air dalam jumlah yang cukup. Pada dasarnya ketika tubuh kelebihan sodium maka ginjal memberi sinyal ke otak sehingga rasa haus muncul. Saat hal ini tiba, pastikan anda minum air yang cukup.

  7. Lagi katanya, kandungan garam yang berlebihan dapat menghambat penyerapan kalsium.

    Lagi-lagi ini hanyalah mitos biasa. Di dalam tubuh memang zat makanan saling berebut untuk diserap. Oleh karena itu, setiap komponen dalam organ pencernaan mempunyai fungsi penyerapan masing-masing. Biasanya vitamin & mineral yang larut dalam air (termasuk garam dan kalsium) sudah mulai diserap dalam lambung. Proses penyerapan ini terus berlangsung ke usus kecil hingga usus besar. Jika perut anda sehat dan tidak sedang mengalami penyakit seperti maag niscaya proses penyerapan sari-sari makanan berlangsung lebih sempurna.

  8. Garam menyebabkan pembuluh darah pecah dan otot jantung berkontraksi dengan cepat.

    Ini jelas salah besar. NaCL 0,9 % saja tidak mampu melisiskan eritrosit yang sederhana apalagi pembuluh darah yang lebih kompleks. Ayo pertimbangkan lebih dalam, konsentrasi garam 9 gram dalam 1 liter air murni tidak berbahaya bahkan untuk sel yang paling sederhana (eritrosit tanpa inti sel). Sedangkan jumlah air dalam tubuh mencapai 2/3 (60-70%). Jadi dapat dipahami bahwa sekalipun anda mengkonsumsi bahan ini lebih dari 9 gram (1 1/2 sendok teh) perhari pasti masih bisa diencerkan oleh tubuh sehingga elektrolit menemukan titik keseimbangannya.

Ketahuilah bahwa kebutuhan garam per hari menurut salah satu lembaga pendidikan terkenal di Indonesia adalah 1/2 sampai 1 1/2 sendok teh (9 gram) garam per hari untuk orang dewasa. Sudahkah kebutuhan harian anda terpenuhi? Referensi : Konspirasi Menghilangkan Garam

Salam sehat alami!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s