10 Cara Mencegah Turunnya Permukaan Tanah – Mengatasi naiknya permukaan laut

Cara Mencegah Turunnya Permukaan Tanah – Mengatasi naiknya permukaan laut

Isu lingkungan sangat menarik untuk dibahas.  Ini adalah masalah kita bersama. Bumi adalah tempat kita hidup-berpijak, tumbuh, berkembang dan berkarya. Dasar-dasarnya yang kokoh dan tidak goyah membuat hidup terasa aman. Seolah idak ada yang dapat menggoyahkan kita di tempat yang nyaman dan tentram ini. Akan tetapi sesungguhnya banyak yang tidak kita sadari. Beberapa dari sikap yang kita ambil telah menciderai fungsi lingkungan. Alam terabaikan saat manusia bergelimangan harta. Kita egois lalu menyingkirkan sang penjaga (The guardian) dari bumi ini. Akibatnya bencana alam dimana-mana. Selengkapnya, Ciptaan paling tangguh sepanjang masa – The guardian

Bukan permukaan laut yang naik

Turunnya permukaan tanah adalah isu yang sangat hangat berhembus terutama di kota-kota besar. Akibat dari keadaan ini permukaan air laut menjadi lebih tinggi hingga mudah sekali terjadi pasang dan menggenagi daerah pesisir. Awalnya ada yang berpikir bahwa ini terjadi karena pemanasan global (global warming) akan tetapi pendapat itu salah. Sebab bumi selalu mencapai titik keseimbangannya. Lagi pula laut selalu mengalami pasang surutnya yang di sebabkan oleh gaya tarik permukaan bulan. Untuk diketahui bersama bahwa bencana alam adalah salah usaha alam semesta untuk menciptakan keseimbangan ekosistem. Baca juga, Teori keseimbangan alam

Sebab musabab turunnya permukaan tanah

Menurunnya permukaan tanah adalah awal dari bencana banjir dan naiknya air pasang ke daratan. Mengapa ini dapat terjadi? Berikut menurut pemahaman kami.

  1. Tidak adanya pondasi kota yang kokoh. Sebuah kota dengan segala kemegahannya sangat menekan tanah di atasnya. Untuk memperkecil tekanan maka dibutuhkan luas penampang yang cukup untuk menahan berat seluruh bangunan di atasnya. Sebab semakin kecil luas pondasinya maka semakin tinggi tekanan tersebut sehingga permukaan tanah lambat laun akan menurun. Akan tetapi jika luas penampang pondasinya lebih lebar niscaya tekanannyapun berkurang sehingga turunnya permukaan tanah dapat diminimalisir.
  2. Menebang pohon sembarangan. Perkembangan sebuah kota terlalu pesat. Menebang pohon besar adalah fatal karena sudah berakar kuat sehingga menyisakan akar di dalamnya ketika ditebang. Sadar atau tidak, cepat atau lambat, sisa akar ini akan membusuk juga sehingga meninggalkan ruang kosong di dalamnya. Saat terjadi tekanan yang kuat dari atas niscaya ruang-ruang kosong ini rapuh, jatuh dan terisi kembali oleh tanah sehingga membuat permukaan tanah di atasnya semakin turun kebawah.
  3. Gedung-gedung yang terlalu tinggi menjulang ke langit. Sadar atau tidak gedung pencakar langit sangatlah berat bobotnya sehingga sadar atau tidak, cepat atau lambat tanah di bawahnya akan tertekan kuat, memadat dan semakin turun permukaannya dalam hitungan tahun.
  4. Tanah yang dibiarkan kosong dan gundul akan mengalami erosi sehingga permukaannya menurun tanpa disadari.
  5. Sadar atau tidak banjir adalah penyebab utama dan terbesar dari erosi tanah sehingga turunnya permukaan semakin cepat.
  6. Pantai yang dibiarkan tanpa pohon transisi seperti bakau dan kelapa akan mempercepat proses abrasi oleh air laut.
  7. Pengambilan dan penyedotan air tanah yang berlebihan.
  8. Kurangnya lahan yang digunakan sebagai areal serapan sehingga yang didorong oleh alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perumahan..

Cara menghindari dan mengatasi turunnya permukaan tanah

Seperti yang kami sampaikan dalam tulisan sebelumnya bahwa pohon adalah sang penjaga (the guardian) bumi dari kekuatan yang menghancurkan. Turunnya permukaan tanah juga merupakan akibat mengabaikan sang guardian. Oleh karena itu marilah menanam pohon. Lagipula gedung-gedung pencakar langit yang besar menekan tanah ribuan bahkan jutaan ton ke bawah. Situasi ini sangat berpengaruh terhadap turunnya permukaan tanah. Berikut ini saran kami untuk mencegah turunnya permukaan tanah.

  1. Sebuah kota besar harus dibangun dasarnya sebagai pondasi. Sehingga rumah-rumah dan gedung yang didirikan tidak berdiri di atas tanah melainkan di atas pondasi yang telah di buat sebelumnya. Biasanya pondasi ini juga bersifat dwi fungsi yakni sebagai penopang berat bangunan di atasnya sekaligus sebagai sistem pengairan. Ini jelas butuh perencanaan dan biaya yang besar.
  2. Pondasi gedung pencakar langit sebaiknya mencapai lapisan batuan bumi.
  3. Pembangunan pondasi gedung-gedung tinggi sebaiknya dilakukan sambung menyambung satu sama lain sehingga turut memperluas permukaan dan memperkecil tekanan di atas tanah.
  4. Sistem sodetan (pengairan di bawah tanah) adalah solusi utama untuk mencegah terjadinya banjir.
  5. Menghindari pengambilan air tanah secara berlebihan oleh masyarakat maupun oleh perusahaan swasta. Lebih baik menggunakan air permukaan (air sungai) yang sudah diproses menjadi layak konsumsi.
  6. Tanah kosong jangan dibiarkan gundul. Setidaknya tanamlah rumput hijau di atasnya untuk mencegah erosi oleh dirus air hujan.
  7. Hindari membangun gedung-gedung tinggi di tepi pantai.
  8. Menambah luas areal serapan (publik space/ ruang publik – hutan kota) hingga memenuhi syarat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bila perlu lebih juga tidak apa-apa.
  9. Tanamlah pohon transisi di daerah pantai untuk mencegah terjadinya abrasi. Diantaranya adalah pohon bakau dan kelapa.
  10. Untuk mencegah pasir pantai jatuh ke dalam palung di tengah lautan maka semailah bibit-bibit terumbu karang disepanjang pesisir pantai. Karang laut juga bermanfaat untuk memperkuat pinggir pantai hingga tidak mudah terkena abrasi.

Semua butuh perencenaan yang matang dan biaya yang besar

Mendirikan gedung besar di atas tanah sangat rapuh terkecuali mendirikannya di atas batu. Sebab tanah masih beresiko untuk memadat sehingga permukaaannya lambat laun menurun. Kecepatan pemadatannya/ penurunannya sangat tergantung dari berat gedung di atasnya.

Membangun tanggul raksasa adalah pekerjaan yang tidak ada habisnya. Mengapah demikian? Karena struktur pasir sangat rapuh, mudah terbawa arus dan tidak padat. Situasi ini membuat permukaan tanggul lebih cepat turun dan miring.  Sehingga tanggul yang dibangun hanya mampu bertahan beberapa tahun saja.

Tidak mudah membangun kota yang modern dan berskala besar. Butuh perencanaan dan pembiayaan yang luar biasa.

Salam hijau!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s