Kuman Baik 9 Cara memelihara flora normal di dalam & di luar tubuh manusia – Bersahabat dengan bakteri

Mari-berternak-kuman-Cara-memelihara-flora-normal

Di dalam dunia ini ada dua aliran kehidupan, yakin kebaikan dan kejahatan. Demikian jugalah dengan kuman. Tidak semua bakteri adalah jahat dan tidak semua mikroorganisme adalah baik. Ada beberapa yang baik dan adapula beberapa yang jahat. Sebenarnya kehidupan ini sangat lengkap. Semua tergantung diri masing-masing. Memilih berteman dengan bakteri baik atau lebih dekat kehidupannya dengan bakteri jahat. Mari berteman dengan kuman untuk membuat hidup lebih sehat.

Mengamati aktivitas kuman

Apakah anda mampu melihat bakteri? Ya…. Saya juga demikian. Secara kasat mata, kita tidak mampu melihat jasad renik yang ukurannya sangat mikroskopik. Sekalipun demikian, kita hanya mampu memperhatikan dengan seksama efek kerja makhluk hidup jenis ini. Kami sendiri dapat mengamati aktivitas ini dalam keadaan makanan membusuk atau ada sesuatu yang berubah bentuk menjadi lebih buruk/ jelek dari keadaannya semula. Kemampuan mata terbatas, ini adalah kelemahan yang umum dan dialami oleh semua orang.

Bakteri merusak semuanya termasuk tubuh manusia

Kebanyakan aktivitas kuman yang diamati sifatnya merusak. Jika makanan dan benda-benda yang kita gunakan sehari-hari saja dapat membusuk oleh pengaruh mikroorganisme maka bukan mustahil makhluk hidup yang satu ini melakukannya dalam tubuh kita. Sadarilah bahwa bagian-bagian tubuh ini dapat membusuk juga seandainya daya tahan tubuh kita tidak mampu menyesuaikan diri. Suhu tubuh yang memanas adalah awalnya. Rasa sakit hanyalah sebuah proses yang pada akhirnya membuat bagian-bagian tertentu meluruh, membusuk bahkan menjadi zombi (kanker).

Kita bertahan karena daya tahan tubuh kuat

Adaptasi respon imun terhadap bakteri, jamur dan virus bersifat segera dan lambat.  Apabila tubuh kita lebih kuat maka serangan pertama berhasil sehingga sifatnya segera. Akan tetapi terkadang beberapa serangan sel darah putih gagal lalu mulailah imunitas adaptif dimana serangan berikutnya  sangat diperhitungkan dengan matang selama berhari. Serangan adaptif ini sifatnya lambat dan dapat bertahan sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan menahun.

Apabila kedua sistem ini mumpuni maka semua bakteri jahat akan di basmi. Akan tetapi ketika sistem imun terlalu lemah maka tubuh menunjukkan tanda dan gejala sakit. Bila keburukan ini terus berlangsung maka bagian-bagian sel akan lisis, jaringan rusak, organ mengalami malfungsi dan pada akhirnya kita menemui ajal. Beberapa kuman aktivitasnya sangat lambat akan tetapi beberapa juga sangat cepat. Semuanya tergantung dari pertahanan tubuh dimana yang menjadi pejuangnya adalah sistem imun.

Daya tahan tubuh juga butuh pengalaman

Bukan hanya kehidupan kita yang terlihat oleh mata yang butuh pengalaman melainkan bagian terkecil dalam tubuhpun (sel) membutuhkan jam terbang yang tinggi sebelumnya. Seorang bayi memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan ayahnya. Ini terjadi karena sang ayah sebelumnya telah terpapar ribuan, jutaan bahkan miliaran kali dengan kuman yang sama sebelumnya. Sel saja mampu belajar dari pengalaman, terlebih lagi manusia secara keseluruhan.

Menguji sistem imun sendiri

Jangan takut dengan kuman. Kami bahkan kerap kali menguji diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan yang mulai basi. Beberapa orang mungkin sangat jorok dengan makanan semalam yang pada paginya mulai tercium bau yang tidak sedap. Mungkin soal rasa sama (masih belum terasa asam) tapi baunya tidak sedap. Nasi semalam juga saat dimakan di pagi hari pasti baunya agak sedikit tidak sedap dan dasarnya agak lembab tapi rasanya masih sama kok (tidak masam) bahkan menurut kami menjadi lebih lembut dan enak di mulut saat disantap. Apakah anda berani!

Kami juga memiliki kebiasaan makan diluar di berbagai tempat. Tidak langganan disitu-situ saja melainkan berputar keliling kota. Teorinya adalah ingin menyicipi kuman khas disana sehingga daya tahan tubuh menjadi lebih berpengalaman. Tapi bukan juga berarti lho kalau diri ini mengabaikan aspek kebersihan. Bersih itu penting akan tetapi terlalu bersih (sampai steril) juga tidak membuat daya tahan tubuh menjadi dewasa. Kuman seperti tantangan yang secara perlahan tapi pasti meng-upgrade sistem imun manusia.

Mengapa kita cepat lelah saat sakit

Sadar atau tidak mikroorganisme yang tidak dapat dikendalikan adalah ancaman kesehatan. Pengaruh kekuatan kuman muncul ketika timbul tanda dan gejala timbulnya suatu penyakit. Seperti adanya area yang tiba-tiba membengkak, panas, memerah dan masih banyak lagi (silahan bertanya kepada dokter anda). Walau demikian terkadang kita sakit bukan karena kalah dari kuman melainkan karena seluruh kekuatan (energi) disalurkan ke sistem imun untuk melawan kuman akibatnya tubuh terlalu lelah untuk beranjak dari tempat tidur. Selain itu, beberapa mikroorganisme menghambat pembentukan energi bahkan juga mampu menghambat penyerapan makanan sehingga kita benar-benar kelelahan.

Efek triple penggunaan obat

Bila daya tahan tubuh lemah maka kemampuan kuman untuk bereplikasi meningkat terus seiring dengan membusuknya/ rusaknya bagian-bagian tertentu dalam sel & jaringan. Keputusan untuk memberikan obat farmasi (kimia) selalu menimbulkan efek ganda (a) membunuh kuman jahat dan (b) mikroorganisme yang baik bahkan beberapa obat keras (c) melisiskan sel dan menghambat metabolisme. Contoh yang paling sering kita ketahui adalah pengobatan kemoterapi untuk penderita kanker. Efek ganda bahkan triple inilah yang membuat kami berpikir dua kali sebelum meminum obat-obatan.

Manfaat flora normal

Mengertikah anda bahwa di dalam dan di luar tubuh terdapat kuman baik yang disebut dengan flora normal? Manfaat kuman ini antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Menjadi barier pertama bagi tubuh untuk melawan infeksi.
  2. Membantu memfermentasi/ membusukkan bahan organik yang tergolong sebagai sampah.
  3. Menghasilkan vitamin & mineral/ zat anorganik yang perannya sangat penting bagi kehidupan.

Terlalu bersih mengancam keberadaan flora normal

Isu kesehatan, jangan dilebih-lebihkan. Ini kami anjurkan kepada setiap orang yang bergerak di bidang kesehatan. Sebab saat sebuah penyakit terlalu bombastis maka orang yang mendengar cenderung ketakutan. Sehingga beberapa orang yang mungkin masih belum memahami betul arti kesehatan akan mengambil tindakan yang terlalu hati-hati yang cenderung berlebihan sehingga membutanya rugi sendiri. Pada akhirnya yang diuntungkan dibalik trend yang lebay tersebut adalah kami yang bekerja di bidang kesehatan. Kalau ini terus terjadi, kita seperti “memerah susu di atas penderitaan orang lain”. Pada akhirnya kita akan menangis darah….

Saat menerapkan gaya hidup bersih yang sangat ketat seperti bersihnya laboratorium dan kamar operasi niscaya daya tahan tubuh kita tidak pernah dewasa. Sebab semakin banyak jenis kuman yang terpapar dengan sistem imun maka semakin variatif pola pertahanan tubuh yang dikembangkan lewat paparan tersebut. Sel darah putih seolah memiliki otak yang memperlakukan kuman sesuai dengan kelemahannya. Ini adalah mekanisme belajar yang luar biasa.

Tanpa flora normal kita lemah

Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari melainkan dari hal-hal kecil misalnya saja flora normal, kita dapat berkolaborasi untuk membuat tubuh lebih sehat. Penting bagi kita untuk memelihara kuman baik ini sebab ketidakhadirannya memaksa diri ini untuk menggantikannya dengan hal-hal yang lain. Seperti, butuh lebih banyak sel darah putih yang berjaga, butuh lebih banyak obat farmasi untuk membunuh sijahat dan butuh lebih banyak produk-produk kesehatan lainnya untuk membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit.

Cara memelihara dan menjaga flora normal tetap ada dan aktif senantiasa di dalam dan di luar tubuh

Adapun cara-cara yang kami anjurkan untuk memelihara flora normal dalam tubuh ini yakni.

  1. Makanlah secukupnya. Asupan makanan yang cukup adalah energi bagi semua komponen dalam tubuh. Makan secara berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan sebab dapat memicu penyakit metabolisme. Misalnya, penyakit gula darah, kolesterol, asam urat, darah tinggi, jantung, impoten hingga kematian.
  2. Tidak lupa untuk mengkonsumsi buah dan sayur sesuai kebutuhan. Salah satu buah yang sangat sederhana, murah dan mudah di dapat adalah jeruk nipis dan varian jeruk lainnya. Selengkapnya, Manfaat jeruk nipis
  3. Sertakan herbal ajaib (bawang putih, bawang merah dan jahe) dalam setiap masakan anda. Selanjutnya, Manfaat herbal ajaib dahsyat
  4. Jangan lupa konsumsi garam yang cukup setiap hari. Jika dirasa masih kurang mengkonsumsi garam (misalnya karena tidak makan di luar, tidak mengkonsumsi ikan asin dan lain sebagainya) silahkan konsumsi larutan garam isotonis (tambahkan garam (3 gram dalam 250 cc air panas) sampai airnya terasa agak manis (ada manis-manisnya), jangan terlalu banyak nanti rasanya menjadi asin). Berikutnya, Manfaat garam bagi kehidupan manusia
  5. Rajin minum air (lebih kurang 2 liter per hari) terlebih ketika rasa haus itu muncul.
  6. Jadi orang jangan terlalu bersih (sampai steril). Ingatlah bahwa praktek bebas kuman (steril) hanya dibutuhkan di instalasi kesehatan (rumah sakit) dan laboratorium industri.
  7. Minimalisir penggunaan desinfeksi kimia sebab bahan-bahan ini sifatnya general (membunuh semua kuman baik maupun jahat). Jika masih mungkin silahkan gunakan bahan alami untuk mensterilkan permukaan. seperti garam dan jeruk nipis
  8. Mau lebih ektrim : Jangan terlalu jorok, sampai makanan lama sedikit, bau sedikit atau lembab dikit aja sudah tidak mau dimakan. Ini adalah salah satu cara untuk membantu tubuh beradaptasi saat jumlah kuman (kuantitas) lebih banyak. Misalnya dengan cara, di pagi hari mengkonsumsi makanan kemarin malam. NB. Ini dilakukan hanya untuk makanan buatan sendiri.
  9. Bagi yang belum punya nyali gak usah dicoba : Biasakan diri mencicipi makanan di berbagai tempat sebab setiap tempat memiliki kuman yang berbeda.

Garam adalah pembatas antara kuman baik dan kuman jahat

Garam adalah komponen yang sangat penting dari proses ini. Ada indikasi bahwa kuman jahat tidak dapat bertahan saat cairan tubuh menjadi salin (mengandung garam). Sadar atau tidak, salinitas adalah pembatas antara flora normal dengan sijahat. Saat salinitas di bawah 3,5 % flora normal tumbuh subur. Akan tetapi saat salinitas carian tubuh berada di bawah 0.9% bakteri jahat cenderung berkembang pesat. Oleh karena itu, dapat kita katakan bahwa asupan garam yang pas membuat kita bersahabat dengan bakteri.

Salam, flora normal itu sehat!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s