Jangan Terlalu Sederhana – Jalankan Uang di Tangan Anda

Jangan-terlalu-sederhana

Trend hidup sederhana sangat santer dibicarakan di zaman sekarang. Tidak hanya orang dewasa melainkan orang muda, remaja dan anak-anakpun menyukainya. Mungkin karena presiden kita adalah Bapak Jokowi yang adalah orang sederhana pertama yang kita kenal bersama. Semua orang menyukai kesederhanaanya termasuk kami sendiri. Sosoknya sangat menarik untuk diperbincangkan terutama gebrakannya di berbagai bidang demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Uang tidak baik disimpan terus

Kondisi masyarakat sekarang sudah sangat kondusif, orang yang sakit jarang, biaya kesehatan lebih murah (karena alami) dan semua orang menganut prinsip gaya hidup sederhana. Sudah jarang kita lihat orang-orang yang suka berfoya-foya. Lalu dikemanakan semua uang yang kita miliki? Apakah itu disimpan terus menerus di bank? Tidak bijak rasanya jika semua sumber daya yang kita miliki hanya menguntungkan kasir di bank saja melainkan harus ada sebagian dari penghasilan ini untuk dibelanjakan sembari menikmati hidup.

Sederhana itu tidak boros

Gaya hidup sederhana sangat melegakan hati sendiri dan orang lain yang melihatnyapun tidak ilfil karena ekspresi yang terlalu berlebihan. Jika sikap ini diresapi dalam kehidupan sehari-hari maka akan muncul sebuah kesimpulan bahwa sederhana itu sama artinya dengan perilaku yang tidak boros. Memboroskan sumber daya (uang) yang dimiliki juga tidak baik sebab foya-foya adalah tanda keserakahan.

Antara sederhana dan kikir

Harap hati-hati dalam memaknai sikap ini, sebab boros tidak sama artinya dengan pelit. Orang yang kikir tidak mau merelakan uangnya sepeserpun bahkan untuk hal-hal yang baik. Sedangkan orang yang hemat adalah mereka yang cerdas memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk sesuatu yang lebih  bernilai/ bermanfaat. Hidup sederhana adalah baik tapi pelit kepada orang lain sama artinya dengan menahan diri untuk menjadi saluran berkat bagi yang lainnya.

Membeli adalah cara kita untuk menjadi berkat

Hidup sederhana itu tidak dilihat dari jumlah uang yang digunakannya per bulan. Sebab hukum ekonominya adalah semakin besar pendapatan maka semakin besar pula pengeluaran. Apabila seseorang dengan penghasilan tinggi tidak membelanjakan uangnya niscaya perputaran ekonomi di masyarakat menjadi lebih sedikit. Menjalankan uang yang kita miliki juga sama artinya dengan usaha mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Angka yang bagus untuk menjalankan uang yakni pada kisaran 40 % dari penghasilan. Lihat juga, Dampak buruk menimbun harta seperti laut mati

Utamakan UKM

Saat kita membeli ditempat-tempat yang wah, seperti mall dan tempat perbelanjaan mewah lainnya sama artinya dengan ”menambah air di tengah samudra”. Ini adalah salah satu faktor pemicu mengapa orang kaya semakin bertambah kaya. Lebih bijak rasanya bila uang yang kita miliki dibelanjakan kepada UKM (usaha kecil dan menengah). Mereka lebih butuh uang ini ketimbang semua pengusaha bermodal besar. Sebab kalau dipikir-pikir, pengusaha kecilkan memperoleh barangnya dari pengusaha besar. Jadi, jika kita membeli kepada pengusaha kecil otomatis dan secara tidak langsung pengusaha besar diuntungkan.

Ketika kreativitas di perdagangkan

Kedepan ini yang sangat berpotensi untuk dikembangkan adalah kreativitas. Memperjual-belikan kreativitas adalah memulai usaha sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki. Itulah yang dilakukan oleh wirausahawan kreatif disekitar kita. Bagaimana caranya agar mereka yang memiliki uang mau membeli sesuatu yang notabene merupakan hasil kreativitas sendiri. Jadi proses menjual dan membeli adalah salah satu cara efektif untuk memutar perekonomian. Sebab hidup sederhana bukan berarti tidak membeli sama sekali melainkan lebih bermakna ke arah memanfaatkan segala sesuatu dengan cara yang tidak berlebihan.

Dari kita, untuk kita dan oleh kita – tidak ada orang lain

Mana mungkin kita harapkan orang yang jauh dari luar sana datang mendekat untuk membeli di daerah kita? Sebab di daerah mereka juga ada UKM yang harus dikembangkan. Jika bukan kita yang membeli, siapa lagi yang dapat diharapkan? Itulah maksudanya sebuah ungkapan yang mengatakan “dari kita, untuk kita dan oleh kita”. Oleh karena itu sikap sederhana jangan terlalu lebay ke bawah (kalau ke atas boros sedangkan ke bawah artinya pelit). Melainkan hendaklah kita menggunakan uang yang dimiliki untuk memberkati orang lain.

Salam hidup sederhana.

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s