Pusat Kehidupan Adalah Pikiran – Semuanya berasal dari dalam hati lalu diekspresikan lewat tindakan dan perkataan

Pusat kehidupan adalah pikiran yang akan menjadi perkataan dan perbuatan

Pusat komando kehidupan terletak dalam pikiran. Awal dari semua sikap dan tingkah laku sehari-hari berasal dari dalam pikiran. Tidak ada satupun ekpresi yang meluap diluar instruksinya. Seluruh tubuh dikoordinasikan, dikendalikan dan diarahkan untuk mengatakan dan melakukan sesuatu. Pekerjaan ini tidak hanya 2, 3 langkah saja melainkan berhubungan dengan ribuan bahkan jutaan perintah ke seluruh tubuh. Jika disambung menjadi satu, sistem syaraf pusat adalah keunikan terpanjang (50.000 Km) setelah pembuluh darah manusia (150.000 Km) sedangkan yang terpanjang adalah DNA.

Cakupan informasi yang mampu diserap oleh pikiran

Jangan menyangka bahwa informasi yang dapat diolah oleh pikiran hanya berasal dari buku dan berbagai macam jenis media yang ada melainkan mencakup banyak hal. Segala sesuatu yang ada, yang sedang terjadi dan yang sudah terjadi sebelumnya adalah cakupan informasi. Luasnya informasi yang terpangpam dihadapan kita membutuhkan kemampuan berpikir yang kritis dan selektif untuk memilah-milahnya. Ambillah dan serap apa yang diperlukan saja atau yang menyangkut bidang/ keahlian masing-masing sedangkan hal-hal yang dirasa tidak penting, alangkah baiknya jika diabaikan.

Indra manusia ada lima dan kelima-limanya memberikan informasi yang berbeda kepada otak. Sedangkan pikiran tidak menyerap semuanya melainkan kemampuan otak menyerap informasi tergantunga dari tingkat kecerdasan, kesadaran dan pengalaman yang anda miliki. Mata dapat menerima sesuatu dengan membaca, menyaksikan sesuatu, menonton kejadian yang sedang berlangsung. Telinga dapat mendengar setiap suara yang terucap baik oleh manusia, hewan, mesin dan alam sekitar (benda mati). Hidung bisa membaui segala sesuatu, baik itu makanan, minuman, benda padat, benda cair, setengah padat/ gel dan lain-lain. Kulit dapat merasakan sentuhan yang halus, lembut dan keras juga permukaan yang dingin, hangat dan panas. Lidah dapat mengecap rasa yang berbentuk padat, cairan dan setengah cair (pasta) dan masih banyak lagi, silahkan temukan sendiri.

Faktor yang menyebabkan perbedaan kemampuan berpikir

Kemampuan pikiran manusia berbeda-beda antara orang per orang. Keadaan ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni:

  1. Kesehatan otak secara fisik.
  2. Jam terbang berpikir. Banyak orang yang tidak mengetahui hal ini, bahwa pikiran jika semakin sering digunakan maka akan semakin tajam (cerdas). Mereka memilih untuk tidak banyak berpikir karena tidak mau ambil pusing dengan semua yang terjadi malah memilih untuk mengosongkan pikiran lalu menikmati hidup sebanyak-banyaknya.
  3. Informasi yang masuk, berupa pengalaman dan pengetahuan. Jika anda memberikan hati ini dengan makanan yang tepat niscaya hidup menjadi lebih baik. Simak juga, Makanan otak agar semakin cerdas
  4. Cara berpikir. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda saat diperhadapkan dengan sesuatu. Perbedaan inilah yang menentukan sudut pandang/ cara pandang seseorang terhadap masalah yang terjadi.
  5. Kemampuan untuk berkonsentrasi. Ini adalah salah satu kunci dari pikiran yang produktif. Apabila bercabang-cabang karena berbagai masalah kebencian, amarah, dendam dan hawa nafsu niscaya fokus bisa hilang sebelum menyelesaikan suatu pekerjaan. Selengkapnya, Cara meningkatkan latihan konsentrasi dan fokus
  6. Pengalaman pribadi lepas pribadi mencitrakan, mengalami langsung dan menganalisis sesuatu.
  7. Tingkat kecerdasan atau disebut juga IQ.

Perintah berdasarkan kesadaran

Dalam bersikap tidak semua yang kita lakukan disadari, terkadang ada hal-hal yang sepertinya terjadi secara otomatis.  Instruksi dari sistem syaraf pusat terdiri dari dua macam, yakni

  1. Perintah yang disadari. Dihasilkan dari proses berpikir secara sadar yang diperoleh dari observasi kelima panca indra (mata, telinga, lidah, kulit dan hidung) yang diolah (dianalisis – dipikirkan) menjadi sebuah tindakan atau kata-kata.
  2. Perintah diluar kesadaran. Ekspresi yang terjadi secara otomatis terdiri dari dua macam. (a) yang dibawa dari lahir, seperti jantung berdetak, paru-paru kembang-kempis, gerakan usus mencerna makanan dan (b) yang dibentuk lewat kebiasaan seperti senyuman, sapaan, salaman.

Perkataan dan perbuatan yang sudah dibiasakan menjadi insting

Naluri manusia berhubungan erat dengan kebiasaan sehari-hari. Terdapat sikap yang diekspresikan secara otomatis saat seseorang menghadapi sebuah situasi. Seperti gerak refleks yang tidak disadari misalnya saat menangkis tangan teman yang ingin menyakiti anda, menahan gerakan bola yang terbang ke wajah ini, melompat saat ada tikus/ kecoak yang lewat di lantai tepat di samping kaki, mengelak saat ada kendaraan yang hampir menyerempet motor kita, seorang ibu yang menyusui bayinya ketika sedang menangis dan lain sebagainya. Sikap yang telah dibiasakan tidak butuh pikir panjang (analisis) sebelum dilakukan melainkan terjadi bahkan sebelum kita menyadarinya. Oleh karena itu jaga kebiasaan anda pada jalur yang baik dan tepat guna.

Keseimbangan antara kecerdasan emosional dan intelektual juga spiritual

Terdapat dua kekuatan utama dalam pikiran yakni emosional dan intelektual (logika). Keduanya saling bersaing dan saling meyakinkan satu sama lain. Pertarungan keduanya bukan masalah siapa yang lebih unggul melainkan lebih kepada siapa yang harusnya dimunculkan disaat yang tepat. Harus ada penempatan yang pas agar kedua fungsi ini bekerja efektif. Misalnya

  1. Saat emosional lagi terbakar amarah maka intelektual mengatakan bahwa amarah yang membabi-buta merusak citra anda dihadapan orang lain dan mengganggu kesehatan sehingga marahpun mereda.
  2. Ketika kondisi emosional sedang sedih lalu logika datang mengatakan bahwa “tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya” sehingga sedihnya kita mereda.
  3. Saat intelektual mengatakan “biarkan saja dia pantas mengalami semua itu akibat dosa-dosanya” kemudian emosional bertutur “lihatlah kondisinya, kasihan sikawan itu. Bantulah dia….”.
  4. Logika bertutur “kamu harus membalas semua perlakuaannya yang dulu” lalu emosional berkata “sudahlah, sayang sekali hidup ini jika hanya dihabiskan untuk balas dendam”.
  5. Emosional mengatakan “orang ini sungguh keterlaluan, dia pantas diberi pelajaran” lalu pengetahuan spiritual anda berkata “belajar sabarlah, kan kasih itu sabar….“.
  6. Intelektual anda berkata “Ayo cari untung dari kejadian ini selagi masih sempat” kemudian spiritual anda mengatakan “Hindari memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, ingatlah : kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri)”.
  7. Emosional berkata “orang ini jahatnya minta ampun, kita balaskan saja perbuatannya“. Kemudian spiritual berkata “Hindari saling menghakimi teman, ingatlah bahwa penghakiman itu haknya Allah“. Simak juga, Keseimbangan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelktual

Wujud dari proses berpikir

Semua yang dipikirkan berasal dari hal-hal yang kita alami sehari-hari. Baik berupa pengalaman langsung maupun berupa pengalaman lewat media yang sudah ada. Seperti media bacaan, buku, radio, televisi, internet, dan lain sebagainya. Semua informasi ini diolah dan dimanajemen oleh pikiran sendiri. Ketika kita selalu terpapar dengan sesuatu (intensitas yang lebih sering) niscaya kejadiaan itulah yang mampu mempengaruhi kerja pikiran yang kemudian diekspresikan lewat sikap sehari-hari. Berikut tiga sikap yang sering diekspresikan seseorang.

  1. Berkata-kata.
  2. Bertindak dan
  3. Diam

Hal-hal yang lebih senang ngetam dalam otak

Terdapat dua informasi yang selalu bertahan berlama-lama dalam pikiran yakni :

  1. Informasi yang sering dinikmati dan,
  2. Sesuatu yang unik (tidak pernah disaksikan sebelumnya), misalnya hal-hal porno dan sesuatu yang mistis, horor, sadis.

a. Apa yang selalu disaksikan

Apakah hal-hal yang sering anda masukkan dalam hati? Bisakah kita memastikan semuanya itu baik adanya? Sepengetahuan kami kita mampu untuk melakukannya tapi apa kita punya niat yang tulus dan tegas? Selama belum ada komitmen (kebulatan tekat untuk memilih sesuatu) dalam hati maka ini merupakan sesuatu yang sulit sebab manusia cenderung lebih senang melihat hal-hal yang wah, glamour, lebay dan menarik perhatian banyak orang (populer) yang disiarkan lewat televisi. Kitab Suci dan buku ilmu pengetahuan diabaikan sebab kurang populer malah mata dan telinga terus diarahkan (nonstop) ke kotak ajaib. Sadarilah bahwa menonton televisi terus menerus justru akan membuat anda memiliki kebiasaan buruk. Oleh karena itu, tontonlah acara televisi yang positif dan membangun pengetahuan serta berpegang teguh pada standar kehidupan (Kitab Suci) dengan menjadikannya sebagai bahan seleksi/ standar untuk menentukan apakah informasi tersebut layak atau tidak.

b. Sesuatu menjadi unik karena belum pernah

Harus berhati-hati dengan informasi yang unik ini, terutama ketika itu berhubungan dengan sikap amoral (diluar batas kewajaran) sebab sekalipun ia hanya sesekali dinikmati (mungkin dalam selebaran, radio, gambar dan vidio) namun sangat lama bertahan dalam pikiran. Bahkan hal-hal seperti ini dapat dibawa dalam mimpi. Kuatnya pengaruh kejadian ini karena belum pernah dilihat sebelumnya. Oleh sebab itu, kita harus lebih banyak menikmati sesuatu yang positif agar yang negatif itu ditimpa dan ditekan terus menerus hingga terlupakan sama sekali. Salah satunya adalah Kitab Suci, bagi yang masih duduk dibangku pelajaran maka isilah otak anda dengan ilmu pengetahuan maka pengetahuan yang salah itu tertimpa dan tertekan lalu lama kelamaan dilupakan.

Ada yang mengatakan bahwa informasi yang unik itu sebaiknya di biasakan agar ia tidak berpengaruh lagi terhadap kehidupan. Akan tetapi menurut kami, justru ketika sesuatu dibiasakan maka pengaruhnya akan semakin besar. Awalnya mengubah pola pikir kemudian perkataan dan sikap sehingga pada akhirnya akan menciptakan kebiasaan yang sama sekali buruk. Oleh karena itu, kami menyarankan agar semuanya lebih intens memasukkan informasi yang baik untuk makanan hati ini. Sesuatu yang negatif kadang tidak dapat dicegah tapi bukan berarti dinikmati terus melainkan silahkan di-skipp, di-close, ubah arah mata memandang, menunduk kebawah, menoleh ke kanan atau ke kiri.

Mengapa otak memberi perintah yang salah?

Pikiran yang sehat adalah awal dari hidup yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Dunia ini adalah proses pembelajaran yang tidak pernah berakhir yang semuanya dicitrakan lewat kelima indra manusia. Pikiran yang bermasalah/ sakit disebabkan oleh.

  1. Kerusakan otak secara fisik (karena kecelakaan).
  2. Jam terbang berpikir yang masih belum memadai. Tidak berpikir sebelum bertindak
  3. Pengalaman. Jelaslah bahwa pengalaman di lapangan dalam kehidupan sehari-hari lebih berharga dari sekedar teori belaka. Apa yang telah kita alami langsung lebih berkesan dalam hati.
  4. Tingkat kesadaran dan kemampuan intelektual seseorang juga mempengaruhi proses berpikir sehingga menyampaikan informasi yang salah yang berujung pada perbuatan menyimpang.
  5. Masuknya informasi yang salah. Hati-hati saat memilih informasi, hindarilah informasi sampah.

    Berikutnya, Daftar informasi yang tidak bermutu untuk perkembangan otak

  6. Kebiasaan buruk yang dilakukan sehari hari dapat merusak pikiran sendiri. Terbiasa melakukan hal-hal yang tidak berfaedah, tidak sopan, berkata-kata kotor, bertindak anarkis dan lain-lain dapat mengganggu kinerja otak sendiri.
  7. Seseorang yang dipenuhi dengan pikiran kotor. Yaitu hawa nafsu, sakit hati (iri hati), dendam, amarah dan kebencian akan mengalami kesulitan saat berpikir.
  8. Pola pikir yang salah (kerdil – tidak dewasa)

Penyakit yang timbul karena kerusakan otak secara fisik seperti amnesia dan kegilaan terkadang sifatnya ireversibel (tidak dapat kembali). Sebab banyak yang menyatakan bahwa regenerasi syaraf sulit terjadi terutama ketika terjadinya di dalam pusat syaraf (otak).

Saat menghadapi masalah, pikiran melakukan pertimbangan yang ketat. Timbang menimbang ini dihasilkan lewat proses membanding & menghubungkan antara satu dengan yang lainnya. Seperti berikut ini.

  1. Perbandingan antara fakta yang didapatkan dengan kebiasaan hidup selama ini.
  2. Pertimbangan antara kenyataan dan kejadian yang dulu pernah dialami.
  3. Menimbang kejadian yang sedang berlangsung dengan informasi yang sebelumnya pernah dicitrakan lewat media, baik lisan (radio & televisi) maupun tulisan (buku).
  4. Mempertimbangkan dan menghubung-hubungkan kenyataan yang terjadi dengan standar kehidupan (Kitab Suci).

Kunci kehidupan

Sebagus-bagusnya chip komputer lebih maju lagi pikiran manusia. Otak adalah komputer paling canggih di dunia ini. Kunci kehidupan terletak pada informasi yang sering dikonsumsi. Semakin banyak kebaikan yang dimasukkan dalam pikiran maka semakin baik pula perkataan dan perbuatan kita. Akan lain halnya, bila memasukkan lebih banyak yang jelek-jelek dalam kepala ini maka tanpa disadari semuanya itu menimbulkan ekspresi  yang tidak menyenangkan bahkan merugikan diri sendiri dan orang lain juga.

Menjaga kehidupan sama artinya dengan menjaga indra untuk tidak mencitrakan sesuatu yang buruk. Sikap yang baik atau jahat semuanya berasal dari dalam kepala ini. Seleksi setiap informasi yang masuk, milikilah kebiasaan membaca yang baik, milikilah standar kehidupan dan berpikirlah sebelum bertindak. Alhasil kehidupan kitapun akan menjadi lebih baik lagi.

Ada satu fokus berpikir yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain meningkatkan kesadaran juga melatih kecerdasan anda yaitu:

  • Senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian akan kemuliaan nama-Nya.
  • Selain itu andapun dapat berfokus pada ilmu pengetahuan yang dipelajari selama ini atau
  • Pada bakat/ potensi/ pekerjaan yang sedang ditekuni.

Dari antara ketiga hal di atas yang terbaik dan yang paling sering kita lakukan adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Jikalau pikiran selalu terhubung dengan Sang Khalik maka hati ini dibebaskan dari segala hawa nafsu yang sesat (seks bebas, pornografi dan lain-lain), kebinatangan (kebencian, dendam, amarah, kekerasan) dan kejahatan lainnya termasuk dibabaskan dari hasutan/ provokasi yang salah dari sesama manusia/ media. Artinya, dengan senantiasa memfokuskan pikiran kepada Tuhan maka pikiran anda akan dibersihkan dari berbagai virus-virus di atas.

Salam bijak.

Iklan

3 comments

  1. […] Pusat kehidupan kita adalah pikiran. Kualitas kehidupan, kemampuan bekerja, kemajuan tutur kata, kesantunan sikap semuanya itu dikendalikan olehnya. Pikiran adalah awal dari segala sesuatu yang diekspresikan. Penting banget untuk mendorong, melatih dan mengasah pikiran agar dalam keseharian kita menghasilkan sikap dan tutur kata yang berkualitas jitu. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s