10 Cara Menangkap Ikan Dengan Bantuan Cahaya

Cara menangkap ikan dengan bantuan cahaya

Pengetahuan itu terhubung satu sama lain di alam semesta. Pekerjaan kita adalah memilah-milahnya lalu meletakkannya pada posisi yang tepat sehingga dihasilkan sebuah ilmu pengetahuan untuk membuat kehidupan ini menjadi lebih baik. Semua bisa melakukannya, bebaskan pikiran anda dari hawa nafsu dan segala kejahatan maka secara otomatis pikiran yang telah diberikan Tuhan kepada kita akan menghubung-hubungkan sesuatu sehingga dihasilkanlah sebuah ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi. Selengkapnya, Tips dan trik meningkatkan konsentrasi dan fokus

Laron di darat, ikan di laut

Malam-malam berlalu tanpa ada sesuatu yang mengganggu. Hanya malam kemarin, antara pukul 07.00 – 08.00 WIB rumah dikerumuni oleh laron (wali – nias) yang berputar-putar di atas lampu. Semua lampu dalam rumah terpaksa kami matikan terkecuali yang letaknya di teras agar laron tersebut menarik diri keluar rumah dan menghilang. Kejadian ini mengingatkan kami tentang beberapa hal lalu muncul pertanyaan? Apakah semua hewan menunjukkan ketertarikan yang positif terhadap cahaya?. Jika “ya” maka hal ini dapat dimanfaatkan untuk menangkap hewan tertentu juga menangkap ikan dilautan yang luas.

Mata di bawah air

Semua hewan menggunakan mata secara efektif dalam aktivitas hidupnya, seperti memijah, mencari makan, dan menghindari serangan ikan besar atau binatang pemangsa lainnya. Perbandingan antara penglihatan manusia dengan binatang ini melalui cahaya biru-hijau yang dapat diterima yakni ; manusia 30% dan ikan 75%, sehingga dapat dikatakan tingkat sensitifitas mata hewan ini 100 kali lipat (horizontal) dari sensitifitas mata manusia sehingga jangkauan matanya dapat mencapai 100 meter (terutama yang hidup di laut lepas yang luas). Hasil pengamatan dengan echosounder dapat diketahui bahwa suatu lampu yang oleh mata manusia hanya mampu diinderakan oleh manusia sampai kedalaman 15 m, namun hewan air ternyata mampu melihat sampai kedalaman 28 m (vertikal).

Respon hewan terhadap cahaya

Pada umumnya, respon ikan terhadap sumber cahaya dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Kebiasaan ini sering dimanfaatkan oleh para nelayan untuk tangkapan yang lebih banyak. Berikut selengkapnya.

  1. Bersifat diurnal (Aktif di pagi hingga sore hari) dimana mengalami phototaxis positif (mendekati datangnya arah sumber cahaya)
  2. Bersifat nocturnal (Aktif di malam hari) dimana mengalami phototaxis negatif (menjauhi datangnya arah sumber cahaya).

Menggunakan cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan dilakukan dengan memanfaatkan sifat fisik dari cahaya buatan itu sendiri. Beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas ini.

  1. Masuknya cahaya ke dalam air, sangat erat hubungannya dengan panjang gelombang yang dipancarkan oleh cahaya tersebut. Semakin besar panjang gelombangnya maka semakin kecil daya tembusnya kedalam perairan.
  2. Faktor lain yang juga menentukan masuknya cahaya ke dalam air adalah absorbsi (penyerapan) cahaya oleh partikel-partikel air,
  3. Kecerahan air laut,
  4. Pemantulan cahaya oleh permukaan laut,
  5. Musim dan
  6. Lintang geografis.

Sebab ketertarikan ikan terhadap terang

Sama seperti laron, mengapa ikan tertarik di bawah cahaya? Berikut alasannya.

  1. Aktivitas primer dimana mereka tertarik oleh cahaya lalu berkumpul. Ini tentu berhubungan langsung dengan peristiwa fototaksis, seperti pada jenis-jenis sardinella,kembung dan layang.
  2. Aktivitas sekunder, yaitu karena ada cahaya maka plankton, ikan kecil dan lain-lain sebagainya berkumpul, lalu hewan yang dimaksud (predator) datang berkumpul dengan tujuan mencari makan (feeding). Beberapa jenis yang termasuk dalam kategori ini seperti tenggiri, selar dan lain-lain.

Dalam keadaan tersebar ikan akan lebih mudah dimangsa predator dibandingkan saat berkelompok. Adanya pengaruh cahaya buatan pada malam hari akan menariknya ke daerah iluminasi (bercahaya), sehingga memungkinkan mereka membentuk schooling (formasi tertentu untuk pertahanan) dan lebih aman dan incãran predator. Jika tergolong fototaksis positif maka mereka memberikan respon dengan mendekati sumber cahaya, sedangkan yang bersifat fototaksis negatif akan bergerak menjauh.

Kami jadi ingat cerita dalam Alkitab saat rasul Petrus mendapatkan banyak ikan hingga seluruh perahunya dipenuhi dengan ikan. Ini artinya bahwa disekitar mereka ada sesuatu yang lebih terang dari matahari sehingga hewan-hewan tersebut mengerumuni mereka seketika itu juga.

Faktor yang menentukan keberhasilan penangkapan ikan dengan bantuan cahaya

Masalah yang dihadapi para nelayan dalam memanfaatkan cahaya untuk menangkap ikan adalah sebagai berikut:

  1. Kuat cahaya (light intensity.), warna cahaya (light colour), merambatnya cahaya ke dalam air laut, pengaturan cahaya, dan lain sebagainya.
  2. Kondisi air laut. Gelombang air laut, kekeruhan (turbidity), kecerahan (transparancy), arus, dll.
  3. Hubungan cahaya dengan air laut. refraction, penyerapan (absorption). penyebaran (scattering), pemantulan (extinction) dan lain-lain.
  4. Jenis cahaya yang disenangi ikan : berapa besar atau volume rangsangan (stimulus) yang harus diberikan sehingga mereka berkumpul dan tidak berusaha untuk melarikan diri dalam suatu jangka waktu tertentu. Tidaklah dikehendaki, sehubungan dengan berjalannya waktu, pengaruh rangsangan ini akan lenyap, karena  ikan menjadi terbiasa (accustomed). Hewan juga bisa belajar dari pengalaman lho….. tapi tidak secepat manusia tentunya, lebih banyak yang lemot 😀
  5. Kemampuan daya tarik (attracting intensity) dari cahaya yang dipergunakan haruslah sedemikian rupa sehingga dapat mengalahkan (meminimalisir/ mengeliminasi) pengaruh intimidasi dari keberadaan jaring, kapal, suara mesin dan lain-lain.
  6. Perbedaan spesies, besar, umur, suasana sekeliling (environment) akan berbeda pula cahaya (intensity, colour), waktu yang disenangi dan faktor suasana sekeliling (environmental condition factor) yang berubah-ubah (gelombang, arus, suhu, salinitas, sinar bulan) akan sangat mempengaruhi.
  7. Bersamaan dengan spesies yang menjadi tujuan penangkapan akan berkumpul juga jenis lain yang tak diinginkan (ikan kecil/ larvae), sedang kita menghendaki tangkapan yang selektif. Ini berhubungan erat dengan keberlanjutan sumber daya laut yang memadai dimasa depan.

Cahaya yang baik

Agar cahaya dalam kegiatan light fishing dapat memberikan daya guna yang maksimal, diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut:

  • Mampu mengumpulkan sebanyak-banyaknya sekalipun berada pada jarak yang jauh (horizontal maupun vertikal)
  • Berharap mereka berkumpul ke sekitar sumber cahaya, di mana mungkin akan tertangkap (catchable area).
  • Saat sedang berkumpul semoga mereka tetap senang (ada makanan) berada di sana pada suatu jangka waktu tertentu (minimum sampai saat alat tangkap mulai beroperasi atau diangkat).
  • Sekali ikan berkumpul disekitar sumber cahaya hendaklah kiranya jangan melarikan diri ataupun menyebarkan diri (escape, disperse)

Letak lampu yang direkomendasikan

Meletakkan lampu pada posisi yang tepat adalah kunci keberhasilah penangkapan jenis ini. Pada umumnya ada dua cara yaitu meletakkan lampu di atas permukaan air dan di bawah permukaan air. Berikut perbedaan keduanya.

a. Lampu yang dinyalakan di atas permukaan air :

  1. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk menarik ikan berkumpul.
  2. Kurang efisien dalam penggunaan cahaya, karena sebagian cahaya akan diserap oleh udara, terpantul oleh permukaan gelombang yang berubah-ubah dan diserap oleh air sebelum sampai kesuatu kedalaman yang dimaksud dimana swiming layer ikan tersebut berada.
  3. Diperlukan waktu yang lama supaya ikan dapat naik ke permukaan air dan dalam masa penerangan, ada kemungkinan akan berserak.
  4. Setelah berkumpul karena tertarik oleh sumber cahaya dan berada di permukaan, sulit untuk menjaganya tetap tenang, karena pantulan cahaya pada permukaan air yang terus bergerak.

b. Lampu yang dinyalakan di bawah permukaan air :

  1. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan ikan lebih sedikit.
  2. Cahaya yang digunakan lebih efisien, cahaya tidak ada yang memantul ataupun diserap oleh udara, dengan kata lain cahaya dapat dipergunakan hampir seluruhnya.
  3. Ikan-ikan yang bergerak menuju sumber cahaya dan berkumpul, lebih tenang dan tidak berserakan, sehingga kemungkinan ikan yang tertangkap lebih banyak.

Sumber :

Cara menangkap ikan diperairan yang luas dengan bantuan cahaya

  1. Malam yang tepat.

    Seperti pada laron tepat pada saat matahari terbenam, cahaya tersebut dinyalakan untuk menarik perhatian jenis ikan diurnal (yang aktif pada siang hari). Pemahamannya adalah agar hewan tersebut masih berpikiran bahwa hari siang benderang masih panjang.

    Beberapa nelayan juga melakukannya sesaat sebelum matahari terbit (subuh) dalam pemahaman bahwa banyak yang kelaparan sehingga mereka terpikat oleh kehadiran ikan kecil di sekitar cahaya yang kita buat (aktivitas sekunder).

  2. Iklim perairan.

    Harap memperhatikan cuaca, suasana gelombang dan kekeruhan/ kejernihan air laut. Ikan juga melakukan migrasi ketahui waktu-waktu tersebut berdasarkan pengalaman sendiri di lapangan.

    Perhatikan arus air laut, yang disebabkan oleh perubahan suhu yang menyebabkan aliran arus dari perairan dengan suhu tinggi ke perairan yang bersuhu rendah.
    Permukaan air bisa tenang namun arus di dalamnya kuat demikian juga permukaan air yang bergelombang belum tentu arus disana kuat. Cara menguji arus di perairan yang dalam dengan melempar mata pancing ke dalam.
    Jika mata pancingnya terus bergerak ke bawah maka arus tidak kuat di daerah tersebut.
    Akan tetapi jika tali pancing yang anda lemparkan selain bergerak ke bawah juga bergerak ke samping artinya lautan sedang berarus kuat.
    Bandingkan sendiri perolehan hasil tangkapan anda, apakah saat arus kuat, sedang, atau tidak ada sama sekali.

  3. Warna cahaya yang digunakan.

    Ada yang mengatakan bahwa cahaya biru, hijau, merah dan orange sangat baik dengan pemanfaatan berdasarkan waktu. Akan tetapi kami teringat dengan pelajaran fisika ketika masih SMA dahulu. Saat cahaya putih dibiaskan oleh prisma maka akan menghasilkan cahaya yang bermacam-macam yakini sinar pelangi. Jadi kesimpulan kami adalah bahwa cahaya putih (sinar lampu biasa) sudah mewakili semua warna sinar yang dibutuhkan untuk itu.

  4. Jenis lampu yang digunakan.

    Lampu LED menggunakan metode light emitting diode yaitu sirkuit semikonduktor ketika di aliri arus listrik. Berbeda dengan filamen yang harus di pijarkan atau biasanya dibakar dahulu untuk dapat menghasilkan cahaya (lampu pijar) dan berbeda pula dengan lampu konvesional yang akan menghasilkan panas saat lampu di nyalakan (lampu neon). Selain itu lampu jenis ini juga lebih hemat listrik. Sinar LED memancarkan cahaya dari aliran arus listrik dan tidak menghasilkan panas saat lampu di nyalakan. Ini adalah pekerjaan orang dibidang elektronik untuk membuat lampu yang tahan air.

  5. Cara meletakkan lampu.

    Seperti sudah diuraikan di atas, sumber cahaya yang diletakkan di dalam air lebih efektif dibandingkan dengan sumber cahaya yang diletakkan di atas permukaan lautan. Oleh sebab itu alangkah lebih baik jika menggunakan lampu yang diletakkan di atas papan atau bahan dari plastik sehingga lampu tersebut tidak tenggelam saat direndam dalam air. Kami akui memang bahwa tidak mudah membuat lampu LED di bawah perairan dalam artian tahan air. Disinilah peran teman-teman yang bekerja di bidang industri barang-barang elektronik.

  6. Malam hari pada saat bulan purnama atau tidak.

    Beberapa orang meyakini bahwa ada baiknya jika memancing ikan tidak dilakukan di malam yang bercahaya (saat bulan kelihatan di langit). Tetapi menurut kami hal ini memungkinkan untuk dilakukan dengan syarat lampu yang anda gunakan harus lebih terang dari cahaya bulan-bintang di malam itu (intensitasnya lebih kuat). Sebab beberapa ikan aktif mencari makan saat bulan purnama sehingga menghasilkan aktivitas sekunder (hadirnya predator).

  7. Posisi jaring.

    Bagaimana cara meletakkan jaring agar saat kita menariknya tidak disadari oleh ikan yang dimaksud? Pada umumnya mata ikan hanya dirancang untuk lebih fokus melihat ke arah samping, dan depan. Oleh sebab itu, sebelum menyalakan lampu LED jaring sebaiknya diletakkan di bawah dasar perairan (dasar laut) untuk kemudian ditarik ke atas untuk menjebak ikan yang sudah berkumpul. Atau anda juga dapat melemparkannya dari atas sesaat setelah semuanya berkumpul. Pilihlah metode terbaik (apakah dari atas atau bawah) yang paling banyak menjebak dan paling menguntungkan.

    Gunakan jaring yang tidak memantulkan cahaya sehingga aktivitasnya tidak ketahuan oleh hewan yang dimaksud.

    Jenis jaring yang digunakan ada banyak di pasaran. Untuk menemukan apa yang cocok silahkan tanyakan langsung kepada penjualnya atau searching google untuk informasi lebih lanjut.

  8. Waktu tunggu.

    Berapa menit atau berapa jamkah yang dibutuhkan sampai semua ikan terkumpul dan siap dipanen? Jika terlalu singkat, tidak semuanya masuk akan tetapi jika terlalu lama maka kebanyakan sudah pada kabur.

    Coba perhatikan kehadiran laron pada malam hari di tempat anda. Sampai berapa jam mereka hadir setelah matahari terbenam?

    Lalu sampai berapa menit mereka berputar-putar disekitar lampu hingga akhirnya semua pergi (jumlahnya berkurang dalam keadaan lampu tetap hidup)?

    Maka selama itulah waktu yang dibutuhkan. Sebab pada umumnya hewan memiliki kebiasaan yang sama hanya perbedaan tempat hidup saja.

  9. Pengalaman pribadi lebih berharga.

    Pada akhirnya keputusannya terletak di tangan nelayan yang bersangkutan sebab hidup adalah pengalaman. Apa yang kami lakukan bukan apa-apa dibandingkan pengalaman anda di lapangan. Ini hanya teori menghubung-hubungkan yang munkin tidak penting.

  10. Hindari bahayanya.

    Bila nelayan serakah maka hancurlah masa depan perairan di negeri ini. Jangan semuanya dipunguti/ diambil. Alangkah lebih baik jika ikan yang masih kecil kembali di buang ke lautan.

    Cara menangkap ikan seperti ini sangat general dan tidak spesifik. Beresiko merusak ekosistem hewani di bawah laut sehingga generasi berikutnya terancam tidak dapat menikmati ikan lagi. Oleh karena itu, harap diperhatikan untuk tidak menggunakan jaring dengan pola kecil sebab dapat menjebak benih ikan (larva) yang masih sangat muda sehingga jenis tertentu terancam punah. Tanggung jawab moral para nelayan sangat dibutuhkan untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak lingkungan. Baca juga, Cara mengatasi hawa nafsu tinggi yang serakah

Perhatikan setiap kejadian di tempat anda karena kehidupan ini terhubung satu sama lain. Ambil apa yang baik dan jadikan pelajaran yang berharga untuk kehidupan yang lebih baik. Hewan di darat hanya beda tipis saja dengan ikan di laut. Jika didaratan anda dapat menangkap beberapa binatang baik secara langsung maupun tidak maka andapun dapat melakukannya dilautan. Demikian saja tulisan kami berharap semua ini dapat mengispirasi kita.

Salam nelayan Indonesia.

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s