Manusia Ditekan Menemukan Ide, Inovasi, Kreasi Dan Kolaborasi Atau Malah Melarikan Diri, Terpuruk Akhirnya Tersingkir

 

Manusia-ditekan-menemukan-ide-inovasi-kreasi-dan-kolaborasi

Sadarkah anda bahwa laut selalu bergejolak? Taukah anda bahwa permukaan air yang lebar selalu tidak tenang, bergelombang? Semakin dalam sebuah perairan semakin tenang gelombangnya. Semakin landai sebuah perairan maka semakin bergelombang pinggirannya. Riak air di pinggir pantai mengguncangkan dasar-dasarnya sedangkan riak air ditengah lautan hanya menggemetarkan sesaat permukaannya.

Belajar dari alam – kehidupan biota laut

Bila diamati lebih detail keanekaragaman spesies ikan dan terumbu karang di daerah pantai yang landai dan tenang lebih banyak daripada di tengah lautan yang dalam. Di pantai itu, kita dapat menikmati warna-warni pemandangan bawah laut nan memukau, memanjakan mata. Lain halnya dengan pinggiran pantai yang berhadapan dengan samudra yang luas, gelombangnya yang besar pecah oleh terumbu karang yang semakin tajam, kosong dan kuat/ keras. Spesies ikan yang hadir disana juga lebih sedikit.

 Kondisi masyarakat yang memungkinkan lahirnya insan kreatif

Masyarakat yang berbudaya menuntun kepada ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi

Artinya, suasana kehidupan masyarakat yang tenang dan sedikit bergejolak akan menghasilkan kebudayaan yang luar biasa. Suasana kehidupan masyarakat yang keras, sangat bergejolak, dan penuh dengan konflik membuat masyarakat kaku, kolot, primitif dan miskin. Sadarilah bahwa budaya suatu masyarakat berhubungan erat dengan kondisi lingkungan yang bersahabat dalam hidup damai. Inilah yang akan menelurkan generasi dengan ide, inovatif, kreatif dan kolaboratif.

Budaya yang dimaksud disini lebih menekankan kepada kebiasaan yang berhubungan dengan sikap (perkataan dan perilaku). Bukan budaya sombong yang diturunkan dari zaman kerajaan di masa lalu seperti biaya jujuran yang mahal pada pesta pernikahan. Pahamilah bahwa kehidupan yang berkonsentrasi pada strata sosial (kelas sosial) lebih mudah mendatangkan konflik (perang) akibat berebut kekuasaan. Hidup yang setara justru membuat suasana lebih tenang dan kondusif. Lebih baik tekankan kehidupan pada kebenaran dan menjadi berguna bagi semua orang (terutama keluarga).

Seperti kelapa, ditekan dan diperas agar santannya keluar

Mungkin anda seorang ibu rumah tangga yang sering memarut kelapa untuk diambil sari-sarinya. Bisa dibayangkan betapa menyakitkan proses itu dimulai dari pemetikan, pengupasan, pembelahan, pemarutan hingga akhirnya  ditekan dan diperas untuk mengeluarkan santannya. Demikianlah juga manusia harus melalui proses yang menyakitkan agar ia menghasilkan ide, inovasi, kreativitas dan kolaborasi. Baca juga, Rasa sakit membuat kita bijak atau menjadi pendendam

Masalah yang pas melatih otak lebih cerdas

Sikon (situasi dan kondisi) yang sangat tenang dengan peraturan yang sangat ketat bahkan cenderung kaku akan menghambat hadirnya insan kreatif. Ide kreativitas diperoleh dari hasil memecahkan masalah. Persoalan mengajari kita lebih waspada, tanggap dan kuat (sabar) menjalani hidup. Menemukan solusi saat menghadapi persoalan membuat otak lebih cerdas dalam mengambil keputusan. Kecerdasan demi kecerdasan yang terkumpul setelah melewati tantangan mendorong terciptanya ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi pada bidang masing-masing. Ini butuh waktu yang tidak singkat melalui proses belajar bertahun-tahun.

Begitulah manusia. Bila hidupnya terlalu nyaman (terlalu santai) mereka cenderung mengalami kekosongan (blank) lalu menjadi egois, serakah dan anti sosial. Akan tetapi setiap orang yang selalu diperhadapkan dengan masalah akan tertantang, berkembang dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Semua orang membutuhkan tantangan dalam porsi yang pas, sesuai dengan bidang masing-masing. Hidup kita pantas bergejolak, terima semua apa adanya.

Mengkaji buruk kehidupan agar lebih siap

Tidak perlu melarikan diri dari tekanan yang sudah didepan mata. Bila masih dapat diprediksi jauh sebelumnya, silahkan hindari sebisa mungkin. Akan tetapi, jika sudah terlanjur basah, berenang saja sekalian 😀 Adakah diantara kita yang menginginkan hidupnya terus menerus tertekan? Tentu tidak! Masalah yang datang kadang tidak terduga. Hal-hal yang mendadak seperti inilah yang membuat kita keteteran. Apabila sudah dapat diprediksi, hati sudah siap menerima segala kemungkinan. Oleh karena itu, kaji buruk segala sesuatu dalam hidup ini. Pemikiran ini membuat hati lebih siap menerima kenyataan, entah itu baik atau buruk. Selain itu, persiapan rencana B lebih matang dan tingkat kewaspadaan lebih tinggi.

Inilah yang namanya menekan diri sendiri. Harus tega melakukannya sebelum kita ditekan oleh orang lain bahkan oleh situasi. Dibalik semuanya itu, jangan pernah kehilangan harapan. Inilah yang membuat hati tetap semangat di tengah persoalan. Berharap hari esok pasti lebih baik adalah doa kepada Sang Pencipta sekaligus komitmen untuk melakukan yang terbaik, memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang dimiliki.

Menemukan solusi kreatif membuat kita lebih hidup

Masing-masing dari kita harus mengenal damai dihati. Ini berawal dari pengenalan akan diri sendiri. Siapa aku? Apa yang sebenarnya kubutuhkan? Apabila mampu menemukan itu niscaya sebesar apapun gelombang yang bergulung-gulung menghempaskan hidup ini alhasil kita mampu bertahan dan melewatinya dengan penuh ketentraman. Tidak dapat dipungkiri bahwa kejadian itu menyisakan kerugian yang mungkin tidak sedikit. Namun, menemukan solusi kreatif ditengah kemelut yang terjadi membawa sensasi dan kebahagiaan tersendiri.

Pengecut akan merasakan kehampaan

Lari dari tekanan kehidupan tidak menyelesaikan apa-apa melainkan hanya mengulur waktu saja. Apabila hal ini terus menerus dilakukan padahal masalah bisa saja datang diluar dugaan. Sifat pengecut membuat persoalan semakin menumpuk, menyebabkan stres bahkan depresi. Tidak sedikit orang menganggap bahwa materi dan kenikmatan dunia mampu menghiburkan dan menyelesaikannya. Padahal faedahnya sesaat saja. Tidak ada yang mampu menemukan jalan keluar selain diri sendiri. Oleh karena itu (1) percaya diri selalu (2) terima semuanya apa adanya, (3) serahkan kepada Yang Maha Kuasa, (4) usahakan kebenaran lalu (5) jadilah berguna bagi lebih banyak orang. Seterusnya, Tips menghilangkan stres

Pelarian kepada materi membuat hati ini cenderung materialistik. Saat kita menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu maka itulah awal dari penyimpangan sosial. Eksploitasi yang berlebihan terhadap uang membuatnya semakin hampa rasanya. Terus menerus mencari kenikmatan dunia menjerumuskan kita pada lubang dosa. Seks bebas, narkoba, minuman keras dan rokok mendatangkan nikmat jangka pendek yang membuat diri ini ketergantungan. Kita berpikir bahwa semuanya itu mampu menghibur hati yang sedang gundah gulana. Padahal penghiburan yang sejati hanya kita peroleh dari dan dengan melakukan kebenaran.

Bijaklah menikmati materi jangan sampai materi menelan kehidupan anda. Hidup hanya sementara, jangan biarkan uang membutakan mata hati ini. Nikmati dengan sewajarnya dan tidak berlebihan. Nikmati bersama orang-orang tercinta seperti keluarga. Cobalah untuk tidak fokus mengkoleksi materi melainkan koleksilah moment yang indah bersama mereka. Baca juga, Kebenaran adalah penghiburan sejati.

Pelarian itu berujung pada keterpurukan. Semakin lama semakin dalam bahkan hampir mengancam nyawa sendiri. Ketidakpedulian terhadap diri sendiri membuat kita tersisih melalui penyakit mematikan (HIV, Sifilis dan lain-lain). Mereka yang tidak sadar-sadar akan ditawan dan diseleksi secara sosial oleh hukum dan peraturan yang berlaku. Ketidak mampuan menemukan solusi terhadap tekanan kehidupan membuat kita lemah karena terlalu egois, penuh kebencian dan tidak mampu menerima kenyataan yang terjadi.

Kesimpulan

Bila di hutan sana berlaku seleksi alam, yang kuat memakan yang lemah namun di dunia sosial kemasyarakatan, kekuatan yang kelihatan tidak ada artinya lagi. Bukan orang lain yang menyisihkan kita dari dunia ini melainkan perkataan dan perbuatan sendirilah yang menjerat dan menjerumuskan diri ini. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bersikap, bisa saja hal tersebut menjadi bumerang yang akan melemahkan anda. Selesaikan masalahmu sebelum masalah menyelesaikanmu! Ada upah yang besar dibalik semua tekanan yang kita alami. Carilah itu dengan tekun niscaya anda akan menemukan ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi dalam bidang masing-masing.

Salam kreativitas!

Iklan

2 comments

  1. […] Memahami kesakitan yang diderita adalah awal dari mengenal diri sendiri. Menemukan solusi paling masuk akal (cerdas) dalam setiap masalah yang dihadapi butuh perjuangan & kerja keras. Kemampuan ini akan kita peroleh setelah dewasa. Persoalan demi persoalan melatih otak untuk mengambil keputusan terbaik. Mungkin diri ini juga pernah memilih solusi yang sesat/ salah sehingga menjadi pelajaran buat kedepannya. Saat kita merasakan langsung apa akibat dari pilihan yang dibuat maka itulah yang membuat diri ini lebih bijak. Lihat juga, Tekanan kehidupan menuntun pada ide, inovasi, kreativitas dan kolaborasi […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s