10 Manfaat Dan Kerugian Adanya Hukum – Peraturan Memanusiawikan Orang – Ayo sadar hukum untuk kehidupan yang lebih baik

Manfaat dan kekurangan hukum - Peraturan memanusiawikan

Kebebasan harus dibatasi. Tanpa batasan yang jelas kehidupan yang bebas tidak ada ubahnya dengan di hutan. Dimana yang berlaku adalah hukum rimba, “Yang kuat memakan yang lemah ; yang pintar akan memperbudak yang bodoh ; yang kaya bebas melakukan apa saja sedangkan yang miskin dibatas-batasi pergerakannya”. Praktek manipulasi akan terjadi dimana-mana yang nantinya hanya akan menguntungkan orang tertentu saja. Oleh karena itulah negara ada untuk menjamin kehidupan setiap orang didalamnya sehingga tidak ada lagi kepura-puraan yang merugikan yang lainnya. Baca juga, Kepribadian manipulatif

Pengertian hukum

Hukum adalah peraturan yang mendekati kebenaran dan sifatnya mengikat (memaksa) yang dibuat oleh manusia dalam interaksi sosial untuk mensejahterakan semua pihak. Disusun berdasarkan kesepakatan bersama dimana ada sanksi bagi yang melanggar dan penghargaan kepada setiap yang mematuhinya. Sekalipun demikian, kebanyakan peraturan yang ada hanya mengandung sanksi yang jelas namun tidak mencantumkan penghargaan yang diberikan. Sebab dampak baiknya adalah penghargaan itu sendiri dimana manfaatnya sudah dirasakan bersama.

Perbedaan hukum dan peraturan

Menurut KBBI, hukum adalah peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah. Sedangkan peraturan adalah tataan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yg dibuat untuk mengatur. Jadi perbedaannya terletak pada lembaga yang membuatnya. Hukum secara resmi dibuat oleh pemerintah, sangat mengikat dan bersifat nasionalis sedangkan aturan dapat dibuat oleh siapapun baik oleh organisasi maupun secara personal (dalam keluarga sendiri) dan mengikat kelompok tertentu saja. Aturan yang dibuat biasanya tidak pernah keluar dari nilai-nilai hukum dari pemerintah.

Tidak ada kehidupan sosial maka tidak ada aturan

Mari melirik hutan yang jauh kedalam. Apakah hewan yang ada didalamnya dapat melakukan komunikasi? Ternyata bahwa interaksi yang dilakukan hanya antara spesies sendiri (intern) sedangkan untuk spesies yang berbeda yang terjadi adalah saling serang, melawan dan bertahan. Seandainya semua binatang memiliki bahasa yang sama dan saling dimengerti satu sama lain mungkin saja mereka dapat membuat aturannya sendiri. Komunikasi dalam interaksi sosial mendorong terbentuknya sebuah aturan. Ketika setiap orang dalam pergaulan saling mengerti, saling peduli, saling percaya dan saling memikirkan yang terbaik untuk masa depannya niscaya mereka akan menyusun aturan untuk mengatur kehidupan bersama.

Apabila anda berada di rumah sendiri, terserah mau melakukan apa. Ketika memiliki apartemen sendiri lakukanlah segala sesuatu yang dianggap baik oleh diri sendiri. Saat memiliki pulau pribadi, hukum tidak berlaku disana melainkan apa yang kita inginkan itulah yang dilakukan. Akan tetapi lain halnya ketika kita hidup berdampingan dengan orang lain. Butuh aturan yang konkrit untuk membuat setiap orang nyaman dalam hidupnya tanpa ada pihak tertentu yang dirugikan atau dikorbankan.

Tidak ada kesejahteraan maka tidak ada hukum

Mereka yang sudah sejahtera akan mengarahkan pikiran untuk membuat hidup yang lebih damai dengan sesama. Apabila masih belum makmur niscaya tidak ada pikiran untuk membuat aturan yang ada justru persaingan sengit untuk memperoleh kebutuhan pangan sehari-hari. Ini tidak ubahnya seperti di hutan rimba. Tidak ada komunikasi dan masing-masing bersaing untuk memenuhi kebutuhan perut. Sadarilah bahwa mereka yang belum makmur (dalam hal kebutuhan pokok) cenderung mengabaikan aturan yang ada. Mencari nafkah dengan cara-cara yang tidak halal. Hanya hati nurani dan kedekatannya kepada Sang Pencipta (kekuatan spiritual) yang dapat menahan orang-orang ini untuk tidak berbuat jahat.

Aturan ada dimana-mana

Jangan salah kaprah lalu menganggap bahwa peraturan hanya dibuat oleh negara dan berlaku bagi mereka yang bekerja untuk negara (PNS) melainkan peraturan ada dimana-mana. Setiap organisasi baik yang besar maupun kecil bahkan dirumahpun ada aturan yang dibuat oleh orang tua sendiri. Tujuannya adalah untuk membuat hidup lebih baik bukan menimbulkan kekacauan. Apabila sebuah aturan mulai menimbulkan gejolak nyata diantara mereka yang terlibat maka keadaan itu harus di dikoreksi agar ditemukan apa yang salah, aturannya atau orangnya.

Membatasi kebebasan

Hukum adalah peraturan yang membatasi kebebasan manusia. Bebas berekspresi harus dibatasi sebab tidak semua sikap baik adanya, ada yang menyimpang, lurus dan ada pula yang kelihatan lurus namun tidak tulus adanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap dari kita pernah melakukan kesalahan sehingga merugikan orang lain. Untuk itulah ada yang namanya aturan yang akan meminimalisir hal tersebut. Tidak ada aturan yang sempurna melainkan hanya kebenaranlah yang sempurna. Padahal kebenaran yang kita yakini berbeda-beda satu sama lain menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Oleh karena itulah dibuat hukum sebagai peraturan yang mendekati kebenaran, bersifat universal dan mengikat setiap  orang di dalamnya.

Terlalu membatasi kebebasan, manusia tidak dapat berkembang

Peraturan yang baik tidak terlalu mengikat tapi juga tidak terlalu membebaskan. Harus terdapat ruang gerak yang digunakan oleh masyarakat untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Peraturan yang terlalu dalam (mengurus kehidupan pribadi), mengurus hal-hal kecil akan mempersempit pergerakan manusia sehingga membatasi ide, kreativitas dan kolaborasi dalam hidup bermasyarakat. Aturan yang sifatnya berlebihan dalam hidup bermasyarakat (bersosial) tidak perlu terlalu diekspose agar pihak-pihak yang terkait tidak manja melainkan didewasakan oleh situasi yang sulit.

Patut disadari bahwa disisi lain keunggulan peraturan dapat dimanfaatkan secara berlebihan untuk memanjakan seseorang. Mereka mungkin orang penting, berpengaruh dan memiliki modal besar (kapitalis). Ini sama sekali tidak akan mendamaikan mereka melainkan akan membuatnya ketergantungan sehingga terlalu sensitif pada hal-hal yang sederhana.

Sistem kemasyarakatan yang terlalu kaku oleh peraturan membuat mereka tidak bisa berkembang baik dari segi emosional maupun dalam hal bakat yang dimiliki. Perlu ada ruang gerak bebas bagi anak muda untuk menyalurkan potensi yang dimiliki. Agar jangan sampi mereka yang hobinya balap motor malah terjerumus dalam kejahatan dengan adanya geng motor dan pertandingan balap motor jalanan. Demikian juga dengan potensi yang lainnya.

Peraturan yang telah mempersatukan kita

Di bawah payung hukum, kita diikat dalam satu kesatuan yang hakiki yakni Indonesia. Inilah satu-satunya pemersatu di tengah keberagaman negeri. Menegakkan aturan yang adil, jujur (transparan), tegas dan berkesinambungan secara tidak langsung mempererat persatuan dan kesatuan dalam perbedaan yang tidak dapat ditepis (disangkal). Tanpa semuanya ini (undang-undang) akan terjadi perpecahan dipusat, didaerah sampai ke pelosok Indonesia. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengenalnya sedini mungkin.

Tidak pernah lepas dari aparat penegak hukum

Sebaik-baiknya sebuah aturan tidak ada artinya tanpa aparat penegak hukum yang berkualitas. Polri dan Kejaksaan menjadi juru kunci kesuksesan Indonesia dalam memberantas kejahatan. Aparat yang memiliki hati nurani, jujur, tegas dan adil berkelanjutan akan membuat negeri ini menjadi lebih baik. Kuantitas aparat juga harus memadai dengan jumlah penduduk. Ingatlah bahwa aturan ada untuk memanusiawikan setiap orang yang ada didalamnya. Jadi sikap aparat yang berkecipung disana juga perlu lebih manusiawi agar mereka tidak melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri. Tidak ada kekerasan kecuali tersangka mengedepankan perlawanan yang keras. Selanjutnya, Tips tampil berwibawa

Hukum menjadi berwibawa ketika para pembuatnya sendiri (pemerintah) mematuhi, mentaati dan menjalankannya sepenuh hati. Tanggapan aparat yang segera menindaklanjuti laporan dari masyarakat meningkatkan kepercayaan publik. Keputusan hakim yang adil akan mendekati kebenaran sejati (yang diyakini menurut agama masing-masing) menghilangkan keraguan dalam hati. Pengawasan publik oleh media masa (pers) meminimalisir kemungkinan terjadinya penyimpangan (kesalah pahaman) diantara para penegak hukum maupun diantara masyarakat dan aparat.

Mengawasi pelaksanaan dan penegakan hukum di sekitar kita

Semua pihak wajib mengawasi pelaksanaan hukum yang adil berkelanjutan. Tidak hanya pemerintah dan anggota dewan (legislatif) melainkan media (pers) dan masyarakat turut ambil bagian dalam tugas pengawasan ini. Tiga lembaga di atas dapat menyatakan hasil kerjanya kepada publik sedangkan pengawasan oleh masyarakat bersikap pasif. Dalam hal ini, peran media diharapkan mewakili aspirasi masyarakat atau boleh juga diadakan forum terbuka secara berkala untuk menampung aspirasi tersebut.

Peran media dalam mengawasi pelaksanaan sebuah ketetapan sangat dibutuhkan agar lembaga-lembaga terkait tidak melakukan kongkalingkong sehingga merugikan negara. Sebenarnya semua orang adalah wartawan dengan adanya media sosial maka apapun yang mengganggu dapat dituliskan disana. Sayang sekali, terkadang media masa (pers) sudah ditunggangi oleh kepentingan politik atau kepentingan kapitalis sempit sehingga membuatnya tidak netral, mengambang bahkan terkesan menyembunyikan fakta yang sebenarnya.

Manfaat peraturan

Saat semua pihak memasang mata untuk mengawasi perjalanan sebuah ketentuan, kita harapkan perilaku menyimpang (keluar dari jalur) dapat diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali. Berikut ini adalah manfaat pengetahuan yang luas tentang hukum untuk kehidupan bersama.

  1. Menuntun orang pada cita-cita kebangsaan untuk kehidupan yang lebih baik (berupa visi).
  2. Pedoman pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.
  3. Pedoman pelaksanaan pemerintahan dalam rangka mensejahterakan semua pihak.
  4. Selain Kitab Suci, peraturan yang ada juga menjadi standar kehidupan yang lebih bersifat nasionalis.
  5. Menciptakan, memelihara dan menjaga kenyamanan, keamanan dan ketertiban bersama.
  6. Menyatakan kesalahan orang. Dilakukan agar setiap orang berkelakuan buruk menyadari kesalahannya.
  7. Menuntut ganti rugi dan memberikan sanksi. Aktivitas yang digeluti beberapa orang untuk meminimalisir kerugian yang dialami.
  8. Mengendalikan manusia. Lebih lengkapnya adalah mengendalikan perilaku menyimpang.
  9. Mempermalukan orang yang bersalah. Usaha menciptakan sebuah efek jera.
  10. Menekan pelaku kejahatan secara mental. Melemahkan hati manusia agar tidak sampai melakukan tindakan diluar batas kewajaran.
  11. Secara sengaja menyudutkan/ memblow-up kesalahan seseorang kepada masyarakat luas. Meninggalkan rasa sakit yang dalam sehingga dilain waktu tidak mengulangi perbuatan yang sama.
  12. Menjadi alat kemarahan. Bagi mereka yang tidak bisa lebih sabar karena sangat dirugikan (secara materi maupun emosional) oleh orang lain daripada marah-marah tidak karuan lebih baik serahkan masalah kepada aparat yang berweang untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Selanjutnya, Daripada main hakim sendiri lebih baik serahkan semua masalah lewat jalur hukum

Kerugian memiliki aturan

Dibalik kelebihan manfaat tersebut di atas, terdapat beberapa kelemahan yang mengiringi kekuatan hukum. Ini juga dapat menjadi alat manipulasi yang berujung pada konspirasi untuk melemahkan manusia. Berikut ini dampak buruk akibat diberlakukannya sebuah peraturan yang tidak bertanggungjawab.

  1. Terlalu mengikat sehingga membatasi pergerakan manusia. Biasanya mereka yang hidupnya kurang bebas tidak akan menghasilkan ide, inovasi dan kreativitas.
  2. Melegalkan perbuatan yang salah. Ini adalah salah satu bentuk konspirasi untuk mengkaburkan dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dari masyarakat luas.
  3. Terlalu mengurus hal-hal kecil. Kejadian kecil/ gangguan kecil tidak sepatutnya ditindak lanjuti oleh aparat. Perlu diketahui bahwa gejolak sosial dibutuhkan manusia untuk mendewasakan.
  4. Seseorang menjadi manja apabila terlalu mengeksploitasi peraturan. Jangan terburu-buru, tidak sepatutnya hal-hal kecil  di selesaikan lewat jalur hukum. Ada baiknya sebelum menempuh jalan kesini lebih baik selesaikan masalah secara kekeluargaan.

Kita dimanusiawikan oleh peraturan. Tanpa itu cita-cita bersama untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera tidak akan terwujud.

Salam damai!

Iklan

One comment

  1. […] hal-hal yang sifatnya terlalu berlebihan untuk menjaga kebebasan berekspresi. Sadarilah bahwa peraturan yang terlalu banyak justru beresiko membuat buah hati anda tidak mampu mengekpresikan diri dan menjadi diri sendiri. Sebaliknya, tanpa […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s