7 Alasan Mengapa Tidak Boleh Marah, Amarah berbahaya – Hanya peraturan yang berhak marah, menghukum dan membalas setimpal dengan kejahatan setiap orang

Alasan Mengapa Tidak Boleh Marah, Amarah berbahaya - Hanya peraturan yang berhak marah, menghukum dan membalas setimpal dengan kejahatan setiap orang

Tidak etis rasanya kalau kita lebih senang marah ketika mengungkapkan sesuatu. Isi hati harus disampaikan dengan baik bukan dengan emosional. Sebab komunikasi adalah kunci kedekatan dengan orang lain dalam sebuah hubungan yang harmonis. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat menggantikan peran komunikasi dalam kehidupan ini. Aktivitas ini mutlak sebab manusia pada hakekatnya tidak pernah sendiri. Komunikasi yang baik juga merupakan aktivitas sosial yang mempererat kerjasama, kesatuan dan persatuan dalam sebuah organisasi. Baca juga, Komunikasi itu lebih indah

Kita butuh orang lain

Seorang bayi tidak mampu lahir sendiri di dunia ini tanpa ibu. Setiap kejadian yang berlangsung indah selalu melibatkan orang lain. Saat suasana menjadi sepi bukan berarti itu indah melainkan lebih kepada suasana tenang dan damai. Kita perlu kekuatan dan ide orang lain untuk membuat dunia ini lebih baik. Jangan lupa bahwa sehebat apapun potensi yang dimiliki tidak akan jadi sesuatu jika tidak ada bantuan dari orang lain. Semua teknologi yang kita gunakan juga adalah hasil kerja keras dari sekelompok orang. Jadi, hidup kita tidak pernah lepas dari keberadaan sesama.

Kemarahan yang berlebihan tidak pantas

Terkadang kita menanggapi orang lain dengan komunikasi yang emosional. Suara tinggi yang dibubuhi tekanan meluap tatkala seseorang melakukan sesuatu yang salah menurut pemahaman ini. Ini bukan masalah besar teman, kami juga pernah melakukannya bahkan mungkin sebagian besar dari kita telah menekuninya. Itu masa lalu kawan. Marilah saat ini kita menciptakan pemahaman yang benar-benar baru untuk kebaikan bersama. Amarah yang meluap-luap sebenarnya tidak pantas bagi setiap orang yang sudah dewasa dan berpendidikan baik karena sifat ini lebih kearah kebinatangan. Baca juga, Cara menahan amarah yang berlebihan

Daripada bermanfaat justru lebih banyak merugikan

Ketahuilah bahwa marah itu lebih banyak ruginya sedangkan manfaatnya kadang tidak ada sama sekali (tujuannya tidak tercapai). Kami tidak melihat sisi positif dari ledakan emosional saat menanggapi situasi genting. Beberapa bahkan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Ada lagi yang melakukannya setelah/ sesudah semua hal buruk itu terjadi. Padahal kita tahu bersama bahwa kejadian yang sudah lewat/ telah berlalu tidak dapat diulang kembali. Untuk apa memarahi MASA LALU, lebih baik mengarahkan mereka untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dilain waktu.

Baiklah, mari kita ulas sejenak apa saja kerugian akibat melampiaskan amarah kepada lawan bicara anda.

  1. Untuk diri sendiri : Tekanan darah naik lalu terjadi pemberosan energi (lewat sikap yang agresif) dan materi (akibat kerusakan yang timbul).
  2. Bagi orang lain : Berpotensi menyakiti orang lain, baik lewat kata-kata maupun dengan tindakan nyata.
  3. Terhadap lingkungan sekitar : Beresiko merusak lingkungan dan lain sebagainya. Berikutnya, Lebih baik marah atau sabar

Kami mulai menilai diri saat rasa marah dalam hati dilampiaskan lewat sikap yang membuat orang lain tidak senang mengalaminya. Diawal-awal, jelas sekali bahwa dampaknya fantastis akan tetapi lama kelamaan orang lain terbiasa lalu melampiaskan kejengkelannya dengan diam dan cuek. Pada akhirnya, melampiaskan amarah yang berkobar-kobar (tidak terkendali) akan terasa hampa karena mereka yang bersalah bukan bertobat akan tetapi semakin menjadi-jadi. Disinilah kami baru memahami bahwa apa yang dipandang baik oleh diri sendiri belum tentu membuat orang lain merasa bersalah justru kesalahan itu dapat kembali tertuju kepada kita karena amarah yang tidak terkendali.

Alasan mengapa seseorang menjadi sangat emosional menghadapi masalah

Marilah kita pelajari bersama apa alasan yang sering membuat hati kesal lalu mendorong bibir ini untuk meluapkan emosi berlebihan bahkan tangan dan kakipun ikut-ikutan juga menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Penjelasan selengkapnya seperti berikut ini.

  1. Menyatakan kesalahan orang lain. Dilakukan agar mereka menyadari kesalahannya dan merasa bersalah.
  2. Menuntut ganti rugi dari lawan. Aktivitas yang digeluti beberapa orang untuk meminimalisir kerugian yang dialami.
  3. Menakuti orang lain. Suatu cara untuk membuat seseorang bisa dikendalikan.
  4. Mempermalukan mereka. Usaha menciptakan sebuah efek jera.
  5. Menekan lawan secara mental. Melemahkan orang lain untuk tujuan tertentu.
  6. Secara sengaja menyudutkan/ memblow-up kesalahan seseorang kepada masyarakat luas. Meninggalkan rasa sakit yang dalam sehingga dilain waktu tidak mengulangi perbuatan yang sama.
  7. Bagian dari tipu muslihat untuk melemahkan dan memperdaya lawan. Beberapa orang menggunakan teknik ini untuk membuat yang lainnya merasa bersalah. Sehingga mereka lebih mudah untuk dimanfaatkan.

Mengapa tidak boleh marah?

Sudah jelas bahwa keadaan ini dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Sesuai penjelasan sebelumnya maka dapat kami ungkapkan alasan mengapa lebih baik bagi setiap orang untuk tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan saat mengutarakan maksud hatinya. Berikut ini bahaya amarah itu sendiri.

  1. Emosional yang berlebihan cenderung tidak terkendali.
  2. Dapat mengganggu kesehatan (penyakit tekanan darah tinggi dan jantung), menyebabkan pemborosan energi dan materi.
  3. Tujuan kita baik akan tetapi mungkin jahat menurut orang lain istilahnya membuat salah paham. Orang lain menjadi salah menanggapi kita.
  4. Orang dapat menilai dangkalnya kesabaran dalam hati.
  5. Tidak ada jaminan pelaku menjadi jera dan tidak melakukan perbuatan yang sama dikemudian hari.
  6. Mereka yang disekitar bersikap sepele (acuh tak acuh) dengan diri ini.
  7. Amarah seperti bumerang. Rasa bersalah akibat marah-marah akan kembali kepada diri ini padahal kita hendak mengungkapkan kesalahan orang lain.

Hukum adalah alat kemarahan yang sangat efektif

Dari penjelasan di atas. Tujuan amarah memang baik. Akan tetapi masalahnya adalah rasa emosional yang mendorong kemarahan dapat berada di luar kendali. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang tidak dapat dikendalikan akan berujung pada kebrutalan yang lebih dekat pada kebinatangan. Kita bepikir bahwa tujuannya baik akan tetapi bisa fatal akibatnya. Inilah yang harus dihindari oleh setiap orang. Bagaimana caranya agar diri ini tidak marah namun efek jeranya nyata. Oleh karena itulah ada yang namanya hukum dan penegak hukum, etika dan badan pengawas.

Daripada marah tidak karuan lebih baik serahkan semua masalah lewat jalur hukum kepada aparat yang berewenang. Jangan main hakim sendiri kawan semua ada aturannya. Ini adalah alat kemarahan yang sangat efektif karena dampak dan sanksinya jelas. Mereka yang sering melanggar juga bakalan kapok 100% sehingga tidak melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari.

Harap diperhatikan untuk tidak terburu-buru menyelesaikan semua masalah melalui jalur hukum. Lebih baik kedepankan dahulu penyelesaian secara kekeluargaan. Semuanya tergantung diri sendiri. Ingin lebih sabar dalam menghadapi situasi dan menganggapnya sebagai ujian kehidupan atau memilih jalan yang sudah pasti efektifitasnya? Intinya adalah amarah tidak berguna sama sekali dibandingkan dengan peraturan yang telah disepakati bersama.

Halnya sama juga antara orang tua dan anak. Perlu ada aturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama dimana sangksi yang diberikan jelas. Orang tua harus tegas dan adil terhadap anaknya sendiri. Pelanggaran terhadap kesepakatan akan diberi sanksi. Alangkah lebih baik jika sanksi yang diberikan oleh orang tua berupa sanksi sosial bukan yang bersifat fisik (kekerasan).

Hukum untuk memanusiawikan masyarakat

Peran Aparat Penegak Hukum sangat menentukan wibawa setiap aturan. Sangat diharapkan kejujuran (transparansi), keadilan dan ketegasan dari mereka. Sebagus apapun sebuah aturan, tidak akan jadi apa-apa bila aparaturnya tidak konsisten, bisa disuap (KKN) dan ditekan lewat proses politik. Mari menyadari bahwa hukumlah yang membuat kehidupan lebih teratur dan memanusiawikan setiap orang yang ada didalamnya. Tegakkan hukum karena kebebasan yang tidak terkendali cukup mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Alangkah lebih baik bila peraturan yang ada saat ini dibuat lebih jelas dan senantiasa diperbaharui menurut kondisi sosial dimasyarakat. Hanya saja, alangkah baiknya jika tidak mengurus hal-hal kecil (recehan) agar hidup ini tidak terlalu kaku dan kolot. Saat pergerakan kita terlalu terikat niscaya potensi yang sudah tertanan dalam diri masing-masing tidak dapat berkembang sehingga tidak bermanfaat bagi yang lainnya.

Santai aja bro…. Jika anda ingin diikuti maka bertuturlah bagus-bagus, jelas dan santun: “Bagaimana sebaiknya?“. Amarah hanya membuat situasi semakin runyam dan kata-kata andapun semakin tidak jelas dan bias. Untuk mengubah manusia, anda perlu dekat dihatinya. Bagaimana anda bisa dekat dihati jikalau sikap amburadul begitu? Satu-satunya yang dapat memarahi manusia dengan keras adalah hukum yang berlaku luas di masyarakat.

Jadi tidak perlu marah-marah gak karuan. Melainkan buatlah peraturan yang jelas dan tegas yang akan memarahi, menghukum dan membalas setiap manusia menurut kejahatannya….

Patuhi aturan maka aturan akan melindungi anda….!

Iklan

6 comments

  1. […] Menjadi alat kemarahan. Bagi mereka yang tidak bisa lebih sabar karena sangat dirugikan (secara materi maupun emosional) oleh orang lain daripada marah-marah tidak karuan lebih baik serahkan masalah kepada aparat yang berweang untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Selanjutnya, Daripada main hakim sendiri lebih baik serahkan semua masalah lewat jalur hukum […]

    Suka

  2. […] Bagaimana anda memarahi bawahan yang sering membangkang dan tidak displin? Ini adalah sesuatu yang sulit. Bukan mencari-cari kesalahannya melainkan ketika hal itu terjadi maka tegurlah dengan santun. Apabila terjadi lagi untuk kesekian kalinya alangkah baiknya jika anda menerapkan aturan dan saksi yang jelas. Tidak perlu marah-marah melainkan biarlah sanksi dari setiap aturan yang memarahinya. Kita berharap setelah diberikan sanksi yang jelas dan tegas maka karyawan tersebut akan kapok dan tidak mengulanginya lagi. Simak juga, Tidak perlu marah hanya aturan yang boleh marah […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s