Hidup Ini Seperti Bola Karet – Dimana Ada Aksi Disitu ada Reaksi – Kebaikan yang murni, konsisten, tanpa pamrih, bukan tipu-tipu

Hidup Ini Seperti Bola Karet – Dimana Ada Aksi Disitu ada Reaksi

Kami menyadari bahwa setiap kejadian disekitar selalu berhubungan dengan rasa dalam hati. Pikiran terus menimbang-nimbang dengan seksama mana yang baik dan yang buruk, apa yang berkenan dan yang tidak pantas. Kenyataannya adalah tidak selamanya rasa sakit itu jahat, demikian juga tidak selamanya rasa senang itu baik. Melainkan perpaduan keduanyalah yang membuat hidup lebih indah. Logikanya adalah jika hidup ini terasa enak-enak saja, pasti bosan rasanya. Akan tetapi ketika keduanya berpadu menjadi satu dalam perbedaan niscaya akan menjadi indah seperti pelangi.

Dimana ada aksi maka disitu ada reaksi

Ketika sebuah aksi dilakukan pastilah ada reaksi dari orang lain untuk mengimbanginya. Beberapa orang bahkan membalas secara berlebihan (lebay). Ketika aksi yang dilakukan baik niscaya ini akan membuat orang lain bereaksi baik pula. Saat kita beraksi dalam kekerasan niscaya orang lainpun akan berlomba-lomba untuk bereaksi keras bahkan lebih dari itu. Rumasan aksi-reaksi ini sangat nyata, jelas dan berpengaruh besar ketika menjadi publik figur/ trend setter yang populer di masyarakat. Inilah yang mendorong beberapa perusahaan terkemuka memanfaatkan popularitas orang lain untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas.

Hal-hal recehan yang dilakukan dengan tulus dapat kembali dalam kapasitas besar

Sadarkah anda bahwa ketika diri ini melepaskan kepahitan kepada orang lain maka suatu saat kita akan menerima balasannya? Tahukah bahwa membuat banyak orang bahagia suatu saat akan mendatangkan durian runtuh (beruntung). Pernahkah anda merasakan ketika sabar menghadapi sikap orang lain maka akan lebih banyak orang yang menjadi sahabat kita? Inilah hidup kawan. Dalam segala perlakuan ada balasannya. Oleh karena itu biasakanlah melakukan hal yang baik. Dimulai dari sesuatu yang mungkin sederhana dan dianggap kecil oleh orang lain seperti ramah tamah, kata “maaf”, berkata “tolong” dan katakan “terimakasih”. Tahukah anda bahwa terkadang hal-hal kecil yang dilakukan dengan tekun akan memicu arus balik yang tidak biasa-biasa saja? Kerjakanlah segala sesuatu dari yang sederhana dengan penuh kegigihan.

Ini hanya untuk memotivasi, jangan menjadi tidak tulus/ ikhlas dalam bertindak

Aturannya adalah apa yang ditabur maka itu yang dituai. Bola karet yang kita lemparkan akan kembali juga, baik itu segara maupun masih lama. Tapi janganlah terlalu mengharapkannya. Ini hanyalah prinsip yang logis untuk menambah semangat agar berawas-awas dalam bertindak. Jika melakukan sesuatu lalu mengharapkan balasannya artinya diri ini tidak tulus menjalankannya. Ingatlah bahwa ketidaktulusan beresiko menyakiti hati ini dan membuat kebaikan menjadi sia-sia. Lakukanlah segala sesuatu tanpa pamrih, seperti kata pepatah, “Ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak melihatnya”.

Ada baiknya jikalau anda melandaskan segala kebaikan hati atas dasar menyatakan kasih Allah kepada dunia dengan demikian anda menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Kebaikan sejati harus murni

Kebaikan yang diperkatakan adalah awal dari hal-hal baik itu sendiri. Perkataan yang ramah akan mengsugesti anda untuk melakukan hal-hal baik lainnya (yang mungkin lebih besar). Lakukanlah dalam kejujuran. Untuk apa menjadi bermanfaat dari hasil tipu-menipu? Sebab biar bagaimanapun juga hasil penipuan itu lebih banyak masuk kantong pribadi. Amal itu hanya sebagian kecil saja (mungkin 10%). Lebih baik bertindak apa adanya saja kawan. Bisa saja berbohong untuk mendapatkan sumber daya lebih namun siap-siaplah kelak andapun akan dibohongi, cepat atau lambat. Kebaikan yang kita lakukan harus murni sebab jika tidak semuanya akan kembali dengan sia-sia (terbalaskan dengan hampa). Selanjutnya, Level kebaikan hati manusia

Lakukan terus menerus

Mulailah dari hal-hal yang mampu anda lakukan dengan konsisten. Sikap yang konsisten mengundang yang lainnya juga setia kepada diri ini. Balasan yang pas bagi orang plin-plan adalah kurang dipercayai oleh khalayak luas. Tidak perlu memulai sesuatu yang jelas-jelas tidak dapat ditekuni terus menerus sampai akhir (selesai). Daripada putus ditengah jalan lebih baik disudahi dari awal. Alangkah bagusnya jika kita tidak berubah kearah yang sebaliknya sebab hal ini akan menimbulkan reaksi yang sama dari orang lain, yakini dari kawan menjadi lawan.

Jahatnya diri ini sepenuhnya akan kembali

Hidup ini seperti bola karet. Melenting kearah sebaliknya darimana ia berasal. Semuanya berputar-putar, silih berganti. Kejahatan kitapun demikian. Kalau bukan orang yang kita jahatin yang membalas maka orang lain yang akan melakukannya. Bahkan mungkin keturunan kita kelak yang merasakannya. Wujud perbuatan yang kita lakukan kadang berbeda dari balasan yang diperoleh. Tapi itu setimpal dengan apa yang kita sudah lakukan sebelumnya. Betapapun kita berusaha menghindarinya, pasti akan tertimpa juga. Kadang ini berlangsung tanpa disadari. Akan tetapi setelah memikirkannya berulang kali barulah diri ini mengerti bahwa semua itu karena sikap dimasa lalu.

Cerdaslah dalam bersikap, ambil yang baik buang yang jahat

Berhati-hatilah dalam hidup ini. Jangan karena menganggap semua seperti bola karet maka kejahatanpun kita balas dengan kejahatan. Bukan begitu juga…. Ini sama artinya dengan terlibat dalam lingkaran kebencian yang tidak pernah putus-putusnya. Alangkah baiknya jika kita membalas musuh yang agresif dengan pengendalian diri yang baik, memaafkan dalam hati lalu mengabaikannya. Sebab hal-hal ini adalah awal dari kebaikan itu sendiri. Kemudian nilai sikap mereka, apakah sudah bertobat dan memperbaiki kesalahan? Atau masih belum ada tanda-tanda penyesalan dan kerap kali melakukan perilaku yang aneh-aneh, mengganggu dan membuat mata telinga tidak senang melihatnya. Bagi musuh yang sudah tenang dan pasif lebih baik mulailah kebaikan lewat ramah tamah (senyuman – selanjutnya terserah anda) namun bagi mereka yang masih aktif menunjukkan tanda-tanda perlawanan lebih baik diabaikan untuk sementara waktu. Baca juga, Cara menghadapi dan mengatasi musuh

Berani tampil beda (dalam arti yang baik – tidak lebay)

Jadilah bijak teman. Membalas kebaikan dengan kebaikan namun membalas kejahatan dengan kebaikan. Ketika dunia ini seperti bola karet memperlakukan yang jahat, janganlah turut dalam kebiasaan itu. Jadilah berbeda maka anda akan mencolok seperti lampu yang diletakkan di atas plafon untuk menerangi semua orang. Didalam semuanya itu, rendah hatilah dimanapun anda ditempatkan.

Salam perubahan positif

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s