17 Cara Menahan Emosi Yang Berlebihan – Menghilangkan Amarah Dengan Cepat Dan Cerdas – Level Pengendalian Kemarahan

Cara menahan emosi - Mengendalikan dan mengatasi amarah dengan cepat

Hidup ini dipenuhi liku-liku. Mereka yang kurang intelek (IQ rendah) akan dikendalikan oleh arus yang berlika-likut itu. Akan tetapi orang bijak akan menimbang-nimbang dalam hati sebelum melakukan sesuatu agar hatinya tetap lurus (jujur tulus) saat menghadapi dunia ini. Kita diperhadapkan dalam situasi yang berbeda-beda hari demi hari. Tidak ada yang terus menerus enak, kadang asam, asin dan pahit rasanya. Apabila kita bisa belajar dari kejadian yang telah berlalu niscaya ada pelajaran berharga yang dapat kita petik dibalik semuanya itu.

Gejolak sosial mendamaikan hati

Dalam gejolak sosial yang kita hadapi banyak tantangan yang harus dilalui agar kita mampu menemukan kedamaian dalam hati sendiri. Situasi diluar tidak dapat dikendalikan oleh karena itu hati yang damai sangat baik untuk menjalani hidup bersosial di masyarakat. Dalam segala sesuatu selalu mengusahakan yang terbaik, itulah manusia. Namun, kita hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna dan terkadang telodor/ khilaf sehingga melakukan kesalahan fatal yang mempermalukan diri sendiri lewat emosi yang membara. Sadarilah teman bawa kemarahan yang terlalu diekspresikan (lebay) tidak mendatangkan kebaikan bagi diri ini dan juga bagi orang lain. Selengkapnya, Cara membuat hati tentram dan teduh penuh ketenangan

Kemarahan yang mengerikan

Marah itu manusiawi. Inilah kenyataannya teman. Tapi masakan kita seperti hewan yang menggunakan otot dan taringnya saat marah? Harus lebih manusiawi. Menggunakan bibir, lidah, tangan dan kaki secara berlebihan dapat melukai hati lawan bahkan orang yang tidak ada hubungannyapun turut sinis melihat anda. Kemarahan seperti ini sudah menggila hingga tidak dapat mengendalikan diri sendiri. Biasakan diri menghadapi situasi sulit agar kelak jika itu terjadi anda tidak terkejut setengah mati lalu melampiaskan keburukan kepada semua yang ada.

Bukan memaksa melainkan menyadarkannya dan menyentuh hati nuraninya agar segaera berubah.

Kita tidak berhak marah kepada sesama hanya disebabkan oleh kesalahan yang sepele. Ada baiknya kemarahan itu mulai dilampiaskan dengan cara yang santun jika kesalahan yang dilakukannya terjadi secara berulang-ulang. Itupun dengan sudut pandang yang lebih manusiawi untuk menyentuh hati nurani seseorang sehingga benar-benar tahu diri/ sadar diri. Ingat untuk tidak memaksa dengan melampiaskan kata-kata yang penuh emosi yang meledak-ledak. Satu-satunya yang dapat memaksa manusia adalah hukum yang berlaku di masyarakat.

Bila hendak melakukan perubahan, mulailah dari diri sendiri sebagai role model yang baik. Lalu biarkanlah yang lain melihat betapa baiknya perubahan itu lewat contoh yang anda berikan. Sehingga tanpa dipaksapun orang lain akan menyadari bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu sangatlah penting. Satu-satunya kata-kata yang dapat kita ungkapkan antar sesama manusia hanyalah untuk saling mengingatkan saja. Selebihnya biarkan dia pada kesalahannya agar kepahitan/ rasa sakit akibat dosa dapat dicicipi langsung oleh orang tersebut.  Sehingga kedepannya iapun tidak mau melakukan hal yang sama.

Cara mengatasi dan mengendalikan emosi yang berlebihan

Berikut ini beberapa cara praktis, cepat dan cerdas untuk mengatasi bahkan mencegah agar keinginan untuk marah meluap keluar saat mengalami gesekan sosial tidak sampai melukai hati banyak orang.

  1. Miliki komitmen yang kuat untuk tidak mau lagi emosian yang tidak jelas.

    Diri sendiri dengan penuh kesadaran harus mengambil komitmen bulat bahwa amarah yang berlebihan itu adalah tidak baik. Cobalah kilas balik lagi, apa tujuan anda melakukannya? Terus bahas lagi bagaimana agar tujuan tersebut tercapai?

    Harus dipahami bahwa manusia tidak berkuasa atas apapun dalam hidup ini. Sekalipun kita dipercayakan kekuasaan oleh orang lain namun bukan berarti semuanya harus dalam kendalimu. Ada begitu banyak hal yang harus dimengerti dan ditoleransi dalam hidup ini sehingga sikap (lisan dan tindakan) yang salah tidak membuat anda cepat naik pitam. Sebab manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Satu-satunya yang dapat memaksa manusia adalah hukum.

  2. Hindari sikap hati yang angkuh.

    Tinggi hati adalah awal bencana dalam hidup anda. Jikalau ia terus-menerus terakumulasi dari waktu ke waktu, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun maka suatu saat angkuhnya hatimu akan meledak dan merusak segala sesuatu yang didekat, yang jauh bahkan diri sendiripun. Oleh karena itu tekan, hancurkan dan eliminasi kesombongan itu dengan cara mengatakan : “Ini kami hanyalah sampah, orang tak berguna yang penuh dengan hal-hal yang jahat. Kami pantas disebut sampah, sesuatu yang diabaikan oleh manusia. Hinakan kami dibawah kakimu lewat semua kejadian ini ya, Tuhan. Amin“.

  3. Menerima apa adanya.

    Terima semua kejadian yang terjadi sebagaimana adanya itu. Katakan dalam hati dengan penuh keyakinan “Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan”.

  4. Bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.

    Dalam rasa syukur kita menemukan damai dihati. Inilah yang membuat dada terasa lapang. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta “Terimakasih Tuhan sampai sekarang masih bisa bernapas lega sekalipun tengah berada dalam persoalan”.

  5. Bersabarlah lalu memaafkan dengan tulus.

    Mengerti bahwa tidak ada manusia yang sempurna membuat dada terasa lebih lapang. Apalagi ketika anda juga memahami bahwa hidup ini penuh ujian dan manusia saling menguji satu-sama lain niscaya jadi lebih dimampukan untuk bersabar. Selanjutnya, Tips & trik jitu meminta maaf kepada seseorang.

    Maafkanlah mereka yang bersalah kepada anda, mohonkan berkat (berdoalah) agar mereka diberi pencerahan. Ini adalah kebaikan hati yang pertama-tama saat menghadapi musuh. Katakan dalam hati, “maafkan mereka Tuhan, orang-orang ini tidak mengerti kesalahan/ dosanya“.

  6. Abaikan situasi dan lupakan lalu alihkan konsentrasi pada hal-hal yang positif.

    Saat hati sedang dibakar oleh panasnya emosi alangkah baiknya jika anda mengingat-ngingat Firman-Nya. Membahas isi Kitab Suci sesaat sebelum amarah meluap akan menekan emosi anda sampai batas terendah. Beberapa orang hanya cukup berdiam diri lalu memusatkan perhatian pada sesuatu (yang baik) saat menghadapi konflik yang membara.

    Saat dibangku sekolah anda diajari untuk menghafal maka saat seperti ini anda dianjurkan untuk melupkan hal-hal yang kurang menyenangkan itu. Ini adalah awal yang baik untuk menenangkan pikiran. Mengingat-ingat keburukan di masa lalu akan menuntun kita kepada kepahitan yang tidak pernah berakhir.

    Pusatkanlah pikiranmu kepada Tuhan di dalam segala waktu. Seolah-olah Dia berada didekatmu, mendengarkanmu. Bercakap-cakaplah dengan-Nya dalam doa, firman dan pujian bagi kemuliaan nama-Nya. Anda dapat melakukan hal ini kapanpun dan dimanapun ada kesempatan lengang/ luang/ senggang dan bisa juga saat melakukan pekerjaan ringan lainnya.

  7. Jangan melawan dalam hati ikuti saja situasinya, jadilah seperti air yang mengalir.

    Perlawanan dan kekerasan dimulai dari dalam pikiran. Jika hati ini melawan niscaya organ kita bergerak otomatis untuk melawan pula. Bibir, lidah, tangan dan kaki turut bekerja sama untuk mewujudkan apa yang ada dalam hati.

    Buka pikiran lalu jadilah pendengar yang baik. Aggukan kepala sesekali sebagai tanda bahwa anda sedang memperhatikan segala sesuatu yang sedang dihadapi.

  8. Bawa santai saja kawan.

    Apabila anda sudah benar-benar dewasa maka hati dan pikiran lebih fleksibel saat menanggapi segala sesuatu. Anggap itu sebagai bunga-bunga kehidupan yang kadang berbau harum dan mungkin berbau menyengat. Ambil pelajaran berharga dari setiap pengalaman yang baik maupun buruk. Itulah yang membuat kita lebih bijak dalam menanggapi segala sesuatu. Jika sudah terbiasa menghadapi situasi sulit maka segala sesuatu dibawa senyum saja…. Senyum yang tulus bukan mengejek yang lainnya dapat meredakan suasana yang sedang klimaks/ geram.

  9. Lanjutkan pekerjaan anda (bergerak mengalihkan konsentrasi).

    Bekerja membutuhkan konsentrasi tinggi. Saat kita manyibukkan diri dengan pekerjaan seperti biasanya niscaya rasa marah itu akan segera berlalu.

  10. Keluar sebentar cari udara segar.

    Meninggalkan situasi dan orang-orang yang mengundang/ memancing emosi negatif. Keluarlah lalu pergi mencari udara segar. Tarik napas dalam-dalam lalu buang keluar. Ini juga mampu membuat pikiran anda lebih jernih sehingga dapat mengambil tindakan cerdas untuk mengatasinya.

  11. Berolahraga (bergerak mengalihkan konsentrasi).

    Gerakan dalam olahraga membuat konsentrasi semuanya tertuju kesana sehingga marahpun turut dilupakan.

  12. Menulis (menengkan diri mengalihkan konsentrasi).

    Proses menulis membutuhkan konsentrasi tinggi. Tidak perlu rumit. Saya biasanya menulis puisi pendek yang menceritakan keadaan yang sedang berlangsung. Tulisan panjang juga tidak masalah, asalkan anda mampu.

  13. Mendengarkan musik (Diam mengalihkan konsentrasi).

    Mendengar musik yang syahdu juga dapat membantu anda mengalihkan konsentrasi untuk tidak jadi marah.

  14. Kerjakan hobi yang lainnya.

    Setiap orang memiliki hobi sendiri yang berbeda satu-sama lain. Tekuni itu kawan untuk meredam dan menahan emosi dalam hati. Kegemaran ini banyak macamnya tergantung dari kebiasaan anda selama ini.

  15. Melakukan hal yang menyenangkan.

    Ini dilakukan oleh kebanyakan orang muda. Mereka mengerjakan sesuatu yang membuat hati lebih senang saat menekuninya. Apakah ini berhubungan dengan
    menonton televisi,
    menggunakan gadget,
    sosial media,
    game,
    makan,
    belanja,
    jalan-jalan dan lain sebagainya.

    Catatan penting: pastikan saat anda melakukan hal ini, hati sudah dibersihkan dari rasa kesal dan dendam. Jika kebencian masih mencokol di dalam hatimu lalu langsung menikmati hal-hal duniawi niscaya kebiasaan semacam ini justru akan membuatmu candu dengan dunia dan segala isinya. Pada akhirnya bukan pikiranmu lagi sebagai pengendali atas hidupmu melainkan harta, kekuasaan, pujian dan ketenaran. Bahkan dunia ini bisa mengendalikanmu lalu menyeretmu kedalam permainannya yang aneh-jahat dan licik.

    Ada baiknya jika anda menikmati materi bersama keluarga, sahabat, saudara/ handaitolan, teman dekat dan lain sebagainya.

  16. Luapkan saja emosi anda, teman.

    Dalam hidup ini kita belum tau diri (mengenal diri sendiri) apabila belum merasakan apa akibatnya. Oleh karena itu sesekali (kalau memang perlu dan ingin) rasakan sendiri akibat dari marah-marah sehingga kedepannya jadi lebih hati-hati dalam bersikap. Inilah namanya “praktek langsung dan uji diri sendiri kalau tidak percaya!“.

  17. Setelah semuanya berlalu jangan lupa menjalin hubungan baik kembali.

    Situasi dan kondisi yang tidak stabil mendorong terciptanya jarak yang jauh sehingga memisahkan orang-orang yang bertikai. Jika suasana sudah agak tenang dan santai silahkan kembali menjalin silahturahmi kepada siapa yang membuat anda emosi. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk kembali mendekatkan satu-sama lain. Mulailah dengan kebaikan yang paling sederhana yaitu, mendoakan mereka lalu dilanjutkan dengan senyuman dan ramah tamah hingga berwujud menjadi nyata (kasih yang nyata sesuai dengan sumber daya dan potensi masing-masing). Baca juga, Cara berbuat baik kepada musuh.

  18. Lupakan masa lalu yang buruk dan sambutlah setiap pagi dengan pikiran yang baru.

    Baik bagi anda untuk melupakan buruknya hari semalam dan jeleknya masa lalu. Mengingat-ngingat waktu yang telah lama ditinggalkan tidak ada faedahnya. Sebab mati-matianpun kita memikirkan masa lalu tetap saja tidak mampu mengubahnya walau hanya setitik saja. Oleh karena itu, sebaiknya lupakan masa lalu dan sekalipun bayangan hari-hari buruk itu mengganggumu tepislah dengan cara senantiasa menyegarkan pikiran yang tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan pujian.

    Bila pikiran ini senantiasa tertuju kepada Tuhan maka kehidupan kita akan selalu terhubungan dengan kebenaran. Maka kebenaran itulah yang terus-menerus membersihkan pikiranmu hari lepas hari termasuk dari segala keburukan di masa lalu. Sambutlah setiap hari dengan pikiran yang baru yang telah melupakan masa lalu. Seolah-olah anda dilahirkan kembali ke dunia ini dengan pikiran baru yang selalu barnyanyi memuji Tuhan.

  19. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Berbahagialah dengan apa yang anda lakukan dan lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

Level pengendalian amarah, Anda di level mana?

Tidak mudah untuk mengendalikan rasa marah. Butuh pengertian tentang diri sendiri dan juga pengalaman yang cukup agar dapat melakukannya secara terampil tanpa menyakiti siapapun.

  1. Bagi yang belum terbiasa menghadapi situasi pelik (16) mereka akan cenderung meluapkan kemarahan sendiri. Ini tidak masalah teman. Biar anda sendiri tahu rasanya, apa dampak buruk dari kemarahan anda.
  2. Bagi yang masih kecil dan masih muda (11 – 15) sudah pasti mereka lebih suka melakukan pelarian dengan melakukan hal yang membuat hatinya senang walau sesaat saja untuk melupakan rasa marah di hati.
  3. Orang dewasa biasanya cukup dengan (9 – 10) keluar sesaat (dari situasi sulit) lalu menghela napas untuk menjernihkan pikiran. Mereka juga sering menyibukkan diri dengan aktivitas sehari-hari untuk membuang amarah dari dalam pikiran sendiri.
  4. Orang cerdas lagi bijak (1 – 8) pasti berdiam diri saja sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa marah dengan memikirkan hal-hal yang positif.

Teruslah belajar dari pengalaman

Hidup adalah pengalaman, situasi-situasi kecil – besar, panas – dingin, yang dialami mengajari kita untuk mengenal diri sendiri dan mengenal akibat dari semua perbuatan yang dilakukan. Di saat seperti inilah mulai sadar bahwa meluapkan emosi yang berapi-api adalah salah satu bentuk ancaman yang memaksa orang lain untuk mengikuti kehendak kita. Ia kalau kehendak itu benar, bagaimana kalau salah?  Lebih baik marahlah dengan santun agar hati para pendengarpun lebih terbuka lalu menerima apa yang anda utarakan.

Salam Indonesia hebat!

Iklan

6 comments

  1. […] Terkadang kita menanggapi orang lain dengan komunikasi yang emosional. Suara tinggi yang dibubuhi tekanan meluap tatkala seseorang melakukan sesuatu yang salah menurut pemahaman ini. Ini bukan masalah besar teman, kami juga pernah melakukannya bahkan mungkin sebagian besar dari kita telah menekuninya. Itu masa lalu kawan. Marilah saat ini kita menciptakan pemahaman yang benar-benar baru untuk kebaikan bersama. Amarah yang meluap-luap sebenarnya tidak pantas bagi setiap orang yang sudah dewasa dan berpendidikan baik karena sifat ini lebih kearah kebinatangan. Baca juga, Cara menahan amarah yang berlebihan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s