Mengapa menuduh Amerika dan Yahudi dibalik semua bencana konspirasi – Padahal orang Indonesia sendirilah yang membodohi dan menjajah saudaranya

Mengapa menuduh Amerika dan Yahudi di balik semua konspirasi

Apakah Amerika dan Yahudi adalah negara yang sangat berbahaya? Saya tidak yakin soal itu. Tidak mungkin dua negara ini menjadi sangat berkuasa, makmur dan berpengaruh kalau bukan Tuhan yang mengijinkannya. Selalu saja orang menghubung-hubungkan semua konspirasi yang terjadi dan menuduh mereka yang jauh disanalah pelakunya. Seolah mereka mengambil peran di dalam setiap aksi kejahatan yang terselubung untuk membodohi kita. Sekejam itukah mereka! Selengkapnya, Hati-hati dengan iluminati Lokal

Tidak ada negara yang maju karena hasil tipu-tipu

Dua negara adidaya ini seolah menjadi sasaran utama untuk membuang segala kejahatan kita mengatas namakan mereka. Ini mungkin terkait dengan kejadian di masa lalu namun sadarilah bahwa kedua negara ini sudah lama berubah. Sebab tanpa ada kepedulian tinggi antar sesama dan lingkungan hidup yang lestari mustahil suatu bangsa dapat berkembang sampai saat ini. Semua ini pangkalnya pada ke-Tuhanan yang berperikemanusiaan. Tanpa keyakinan spiritual manusia membabi buta (kebinatangan), serakah dan jauh dari rasa peduli terhadap sesama.

Penjajahan tidak mendatangkan manfaat yang berkepanjangan

Kolonialisme dan penjajahan oleh bangsa asing sudah lama berlalu. Penjajah tidak lagi betah hidup dari hasil jarahan. Mereka sudah bertobat dan menyadari kesalahannya. Semua sudah kembali kepada Penciptanya. Mereka sadar bahwa hidup dari hasil keringat orang lain lewat tipu muslihat tidak mendatangkan ketentraman dan kedamaian dalam hati. Mereka telah menemukan siapa dirinya yang lebih manusiawi dan tertuju kepada Tuhannya.

Menjajah orang lain adalah usaha yang sia-sia. Ini hanya menimbulkan rasa bersalah yang menimbulkan ketakutan yang tidak ada habisnya. Kita akan berjalan bahkan menjauh namun tidak menemukan kedamaian dalam hati. Pergi ke sana-sini menikmati hidup namun hati tidak kunjung berbahagia. Semua karena kehidupan ini, nafas ini adalah milik-Nya seorang. Tanpa kebenaran semuanya terasa kosong (hampa) bahkan materi dan kemewahan tidak dapat mengisi lubang di hati. Pikirmu makanan yang diperoleh dari hasil tipu-tipu akan membuat kenyang? Yang timbui malah tangan gemetaran dan kaki tidak kuat untuk berdiri tegak. Baca juga, Pilih mana, materi atau kebenaran?

Semua karena keserakahan

Mereka yang licik dan penuh konspirasi sebenarnya orang Indonesia sendiri. Keserakahan membuat mereka menindas saudara sendiri di tanahnya. Tidak mau berbagi dengan sesama medorong beberapa orang memperdaya orang yang lebih lemah darinya. “Orang bodoh diinjak oleh orang cerdas, yang kuat memakan yang lemah”. Inilah realitasnya. Namun mereka berkelit/ berkilah dengan menuduh Amerika dan Yahudi di balik semua bencana sosial dan kesehatan padahal secara diam-diam merencakan hal buruk kepada saudaranya sendiri. Baca juga, Ciri-ciri orang serakah

Kekacauan akibat keserakahan

Inilah yang menjadi polemik di negeri kita. Mempertahankan dan memajukan kemakmuran sendiri dengan cara menipu, menindas dan membodohi orang lain. Sebelum sifat serakah ini hilang dari pikiran niscaya tidak akan ada damai dan tidak akan ada kemajuan di Indonesia. Yang ada hanyalah sikap korup, kolusi dan nepotisme (KKN). Pada akhirnya bangsa ini akan menemukan keterpurukan oleh karena budaya korupsi mendatangkan kemalangan/ kerugian bagi semua kalangan. Bahkan koruptor sendiripun pasti merasakan kekacauan itu dimulai dari dalam keluarganya.

Penting banget kebersamaan itu. Mari simak bersama dampak buruk keserakahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. Kesenjangan sosial yang nyata di masyarakat memicu aksi kejahatan, kriminalitas dan perbuatan menyimpang lainnya.
  2. Para pemegang kekuasaan mengangkat senjata untuk menenangkan kegaduhan yang terjadi.
  3. Pemberontakan dan terorisme akan muncul tanpa disadari.
  4. Perpecahan menjadi polemik yang berkepanjangan dan memakan korban jiwa.
  5. Praktek korup menjalar kemana-mana.
  6. Alam tidak lagi menumbuhkan apa-apa (tandus).
  7. Sumber daya alam, tanah, air dan udara yang sehat tergerus habis dan mahal harganya.
  8. Kelompok tertentu mencicipi kesejahteraan di luar batas kewajaran bahkan harga pakaian mereka dapat memakmurkan orang miskin selama setahun.
  9. Kemiskinan di sudut-sudut kota tidak terhitung.
  10. Sekelompok manusia serakah hanya mementingkan kehormatan dan pujian.
  11. Mengeksplor kekuatan otot dan menodongkan senjata untuk meraih semuanya itu.
  12. Kemajuan negara berjalan di tempat karena mereka tidak peduli dengan perekonomian yang terjun bebas.
  13. Daripada memperkaya negara, mereka lebih memilih untuk memperkaya diri sendiri dan menimbun segala sesuatu dengan luar biasa.
  14. Pada akhirnya negara seperti ini akan mengalami kehancuran karena bencana alam, perang saudara, kelaparan dan ancaman kesehatan.

Jangan menyalahkan Amerika dan Yahudi mereka tidak ada hubungannya

Entah mengapa kita lebih suka menuding Amerika dan Yahudi saat menemukan kebobrokan padahal yang mengerjai dan membodohi kita adalah orang kita sendiri (orang Indonesia sendiri). Tudingan yang tidak jelas sebagai pelarian untuk menyamarkan perilaku buruk mereka. Saatnya berpikir kritis, jangan mudah dihasut oleh isu yang tidak jelas pangkal dan ujungnya.

Campur tangan asing di negeri sendiri selalu ada namun tetap saja pilihannya ada di tangan kita. Kalau memiliki standar kehidupan, diobok-obokpun kita tidak akan pernah goyah. Namun jika tidak memiliki prinsip hidup, satu gambar landscape saja dapat mengarahkah hati ini pada hal-hal yang jahat/ negatif/ buruk. Inilah yang namanya teknologi informasi (internet dan media sosial). Semuanya tergantung pada diri sendiri.

Terus, mereka adalah bisnisman (pebisnis) yang baik namun tidak suka dipersulit. Birokrasi yang sengaja dibuat rumit dalam artian untuk membuat investor gerah lalu seolah-olah mengarahkan mereka untuk memberikan uang suap (uang sogok) agar usahanya lebih lancar. Artinya, para pemegang kekuasaan secara tidak langsung (dengan korupsi) melegalkan dan menggunakan bangsa asing sebagai alat untuk menjajah negeri sendiri. Banyak preman yang menjadi petinggi di negeri ini, suka menarik uang setoran (korupsi) untuk memperkaya diri sendiri. Mereka tidak mau memperkaya bangsa Indonesia, hanya kantongnya yang ia tahu. Baca juga, Dosa korupsi adalah dosa besar tuh….

Lagipula daripada kita sibuk menuduh-nuduh tidak jelas. Lebih baik mari berjuang untuk kebaikan bersama. Jangan menghabiskan waktu yang berharga untuk mencari-cari alasan mengapa ini terjadi dan mengapa itu terjadi. Melainkan marilah berpikir bagaimana caranya menemukan solusi terbaik.

Suatu bangsa tidak akan berubah sebelum mereka mengubah diri sendiri“.
Mari maju bersama!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s