Demokrasi yang sempurna – Cara menegakkan kebenaran di tengah perbedaan suku, agama, ras dan kelompok

Demokrasi yang sempurna - Cara menegakkan kebenaran di tengah perbedaan suku, agama, ras dan kelompok

Kebenaran adalah falsafah hidup yang membawa dunia yang majemuk kepada perdamaian sejati. Mungkin dari kita tidak menyadari betapa tingginya bias kebenaran diantara masing-masing. Bahkan dalam keluargapun kadang terasa denyut yang berbeda terlebih lagi dalam bermasyarakat dan berorganisasi. Dibalik semua keinginan untuk menjadi benar, kita harus menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, penuh salah dan cela.

Dalam semua bias yang timbul, alangkah lebih baik jika kita pasrah kepada keputusan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini pulalah yang tertuang dalam Pancasila point pertama : “Ketuhanan Yang Maha Esa“. Dari ayat ini patut kita pertanyakan, “Dimanakah keterlibatan Tuhan di dalam proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia?

Berharap yang lebih ditengah ketidaksempurnaan

Semua berjuang, berpikir dan bekerja keras untuk mencapai hidup yang lebih baik hari lepas hari. Bertujuan untuk terus maju lalu menggapai cita-cita yang telah kita ikrarkan dari awal. Naas, nasib tidak selalu baik sebab apapun indikator yang kita gunakan sebagai tolak ukur (standar kehidupan) tidaklah sempurna. Selalu saja terdapat celah dimana-mana sehingga harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

Kebersamaan adalah awal dari kesempurnaan

Manusia bersusah payah di dunia ini namun tidak ada satupun di dapatinya sempurna. Apa yang kita usahakan tidak selalu mendatangkan kebaikan bagi diri ini dan juga bagi orang lain. Kadang ditengah keyakinan ada keraguan yang sempat membawa kita dalam kebimbangan. Kita tidak mampu mengendalikan segala sesuatu namun di dalam kebersamaan kita menjadi lebih baik. Disana ada saling melengkapi dan saling mengisi satu sama lain sehingga hidup menjadi lebih lengkap dari sebelumnya.

Manipulasi membuat demokrasi prematur

Gotong royong (kebersamaan) sangatlah rumit dijaman sekarang. Banyak dari kita yang menjadi individualis karena perbedaan kepentingan dan dorongan dari pemanfaatan teknologi yang salah (misalnya internet). Situasi ini ditunjukkan dalam masyarakat masa kini yang berpetak-petak seolah ada batasan satu sama lain. Demokrasi adalah salah satu solusi jitu yang mempersatukan perbedaan itu. Walau demikian proses ini juga tergolong lemah karena manipulasi manusia yang menghalalkan segala cara untuk meraih dukungan terbanyak. Baca juga, Ciri-ciri dan cara mengenali kepribadian manipulatif

Tindakan manipulatif bertentangan dengan kebenaran

Manipulasi adalah rival utama dari kebenaran. Semakin tinggi kita memperjuangkan kebenaran maka semakin tinggi pula aksi-aksi manipulatif yang bergerak untuk melawan diri ini. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Sikap ini adalah sisi gelap dari kecerdasan/ intelektual manusia. Mereka yang cerdas lebih licik dari orang-orang bodoh. Kelicikan inilah yang mendorong manusia untuk menekan dan memerah mereka yang lebih lemah dan bodoh darinya.

Intelektual beresiko buruk

Kekayaan ilmu pengetahuan membuat kita ragu sekaligus takut dengan masa depan. Padahal, kepercayaan kepada Tuhan dapat menepis semuanya itu. Licik itu sangat manusiawi padahal dalamnya hati siapa yang tahu. Tidak ada seorangpun yang bisa menjamin dirinya bebas dari jiwa penipu. Saya sendiri mengaku tidak dapat menjamin dimasa depan tetap menjadi orang yang jujur. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian teman. Oleh karena itu kita butuh kekuatan Tuhan yang menguji hati setiap manusia. Baik itu niat/ tujuan yang sesungguhnya, kasih, kejujuran dan ketulusan/ keikhlasan yang pada akhirnya memberikan nilai kualitas yang lebih manusiawi.

Keberuntungan sebagai jaminan demokrasi bersih

Sekali lagi saya tegaskan bahwa demokrasi dapat dimanipulasi oleh uang. Artinya, kebenaran telah tersisih oleh gerakan demokrasi yang syarat dengan tipu muslihat. Banyak orang tidak menyadari aksi manipulatif yang sedang terjadi secara masif di sekitarnya. Oleh karena itu kita perlu menegakkan kebenaran diujung semua tindakan kita. Ini ditempuh dengan adu keberuntungan antar pihak-pihak yang sedang bertanding.  Karena tidak ada seorangpun penjahat yang hidupnya beruntung terus. Mereka naik untuk kemudian terjun bebas.

Adu keberuntungan diakhir setiap demokrasi mendorong seseorang untuk tampil lebih jujur dan tulus hati mulai dari awal proses itu berlangsung. Sebab Tidak ada orang jahat yang terus menerus beruntung melainkan sikap yang benar akan membuat seseorang lebih beruntung dalam menjalani kehidupan.

Mereka yang licik tidak tahan lama

Keberuntungan adalah wujud nyata dari kebenaran yang tulus dan konsisten. Pengalaman saya sendiri dalam hidup ini bahwa semua orang benar pasti hidupnya beruntung. Memang harus disadari juga bahwa mereka yang manipulatif dapat meraih keberuntungan lewat tipu muslihat yang ia lakukan. Namun, percayalah, itu tidak akan bertahan terlalu lama. Mereka ditinggikan untuk dijatuhkan agar mendatangkan pelajaran berharga bagi semua orang yang melihatnya.

Cara menegakkan kebenaran lewat proses demokrasi ditengah perbedaan suku, agama, ras dan golongan

Ada perpaduan yang indah antara demokrasi dan kebenaran. Dengan beradu keberuntungan, kita memberi kesempatan kepada Sang Pencipta untuk memilih langsung apa yang terbaik buat manusia. Kita harus menyadari ketidaksempurnaan dalam diri ini sehingga kita butuh kebenaran ditegakkan dalam proses akhir pesta demokrasi. Baca juga, Cara meminimalisir dampak negatif kekuasaan dan keputusan seorang pemimpin Berikut ini tahapan yang harus kita lakukan untuk mencapai demokrasi yang sempurna:

  1. Seleksi undang-undang.

    Berdasarkan hukum dan norma yang berlaku dimasyarakat. Negara menganut regulasi tersendiri yang berpegang pada kaidah/ syarat yang berlaku secara nasional.

  2. Seleksi berdasarkan tanah kelahiran dan wilayah bermukim selama ini.

    Dilakukan untuk mencapai tujuan berkembang bersama tanpa ada wilayah yang tertinggal.

  3. Seleksi potensi, bakat dan pasion dibidangnya masing-masing.

    Berdasarkan kemampuan intelektual yang dimiliki. Persyaratan dari segi pengetahuan yang memadai baik yang diperoleh secara formal maupun informal.

  4. Seleksi masyarakat melalui proses yang demokratis.

    Perwujudan dari kepopuleran dan pengaruh seseorang di dalam masyarakat yang beragam. Ini dicapai lewat tindakan nyata yang membawa angin segar, baik kecil maupun besar.

  5. Seleksi keberuntungan melalui proses penarikan undian/ lotre.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak dari kita yang memiliki potensi yang hampir bersamaan satu sama lain. Hanya saja mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Kita butuh keberuntungan untuk menentukan siapa orang yang benar-benar butuh dan mampu memasuki kesempatan itu.

    Ini adalah bagian dari kebenaran. Setiap orang yang percaya pada Tuhan pasti yakin bahwa hidup orang benar selalu beruntung. Mereka yang sudah teruji secara regulasi/ hukum yang berlaku, ditambah dengan intelektual dan bakat yang mumpuni, dilanjutkan dengan dukungan masyarakat yang unggul dari segi angka. Akan beradu keberuntungan untuk membuktikan seberapa benar dan sebarapa tulus hidup mereka selama ini.

    Mengapa adu keberuntungan menjadi yang terakhir? Ini artinya setiap orang harus menjaga hati dan menjaga sikapnya dalam proses sebelumnya. Apabila ini dibuat di awal maka tidak ada yang menjamin peserta bebas dari tipu muslihat.

  6. Menciptakan sistem yang berputar.

    Keadilan untuk semua orang adalah mutlak. Kedekatan hubungan dengan orang yang sama terus menerus beresiko menciptakan ruang bebas untuk melakukan korupsi dan aksi sogok-menyogok (KKN). Ini juga sebagai salah satu perwujudan dari keserakahan seorang manusia. Oleh karena itu kita butuh sistem yang terus berputar agar kesejahteraan tersalurkan kepada semua orang. Sehingga kemajuan itu tidak berpusat terhadap satu orang saja melainkan orang lain juga dapat mencicipi indahnya kemakmuran itu.

Setiap tahapan akan membuat peserta berkurang terus hingga pada seleksi akhir yang tertinggal minimal dua orang calon terbaik. Tahapan yang dilakukan dengan pemeriksaan ketat, transparan dan adil akan memberikan kader-kader terbaik untuk membangun masyarakat yang lebih maju. Para peserta tidak lagi melakukan tindakan manipulatif karena diujung jalan ada sensor yang menilai ketulusan hati dan kebenaran dari tindakan selama ini.

Beranikah anda adu keberuntungan

Semua seleksi di atas akan memunculkan orang-orang baru terbaik dikelasnya hingga pada akhirnya menjaring seseorang yang benar menurut kehendak Sang Pencipta. Ini adalah satu-satunya cara komunikasi nyata dengan-Nya yang bisa disaksikan oleh seluruh orang yang hadir disana. Jika proses “cabut lot” ini berjalan dengan transparan tanpa tipu muslihat niscaya Yang Maha Kuasa akan bertindak. Adakah anda meyakini keberadaan-Nya atau meragukannya seperti mereka yang suka mengumbar teori evolusi?

Cara menarik lotre yang baik

Pada proses pencabutan lotre harus dipilih kaidah yang menjamin tidak ada tindakan tersembunyi yang menguntungkan salah satu pihak. Misalnya adanya nomor ganda dimana kertas lotre telah ditukar oleh peserta sehingga timbullah kesalahan yang dapat dikaburkan. Ini harus di cegah sejak dini dengan melakukan teknik penarikan sumpit bersama. Dia yang memiliki ujung sumpit yang berbeda (merah) adalah yang beruntung, seperti yang tersirat pada gambar dibawah. Tidak lupa juga melibatkan para tokoh agama untuk berdoa demi terpilihnya kader yang membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Salam pesta rakyat!

Adu-keberuntungan-dengan-sumpit-yang-ujungnya-unik

 

Iklan

3 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s