Gejolak Sosial · Kepribadian · Kesetaraan Manusia · Negara

9 Cara Mengurangi Akibat Kekuasaan dan Keputusan Kita – Pengaruh yang terlalu besar membuat hidup terancam dan syarat dengan dosa manipulatif

Cara mengurangi dampak buruk dari sikap dan keputusan yang kita ambil

Hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Kita menghitung hari yang dilalui seolah tahun-tahun belakangan ini begitu cepat berlalu. Hidup ini melelahkan lalu tanpa sadar kita menemui ajal dengan tiba-tiba. Sudahkah anda siap? Selalu perhatikan setiap pikiran, perkataan dan perbuatan sehari-hari. Tidak masalah jika masih bermain-main dengan situasi dan segala sesuatu yang ada di bumi ini namun ingatlah untuk kembali kepada-Nya hari lepas hari.

Dampak positif dan dampak negatif dari sikap kita

Harus dipahami bahwa setiap sikap yang kita ekspresikan kepada sesama akan menimbulkan dua bunyi yang berbeda dalam hati masing-masing orang. Ada yang merasakan kebaikan dan ada pula yang merasakan keburukan. Dampak dari tindak tanduk kita tidak dapat dihitung dengan jelas secara matematis sebab dalamnya hati manusia siapa yang tahu. Belum lagi soal bias pengertian dan kepentingan satu sama lain.

Harus sesuai standar

Tidak ada manusia yang benar-benar netral. Melainkan kita bergerak sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan sebelumnya. Di dalam semuanya itu, diri sendiri harus menjamin semua yang terjadi telah sesuai dengan standar operasional prosedur sehingga bebas dari dosa. Semakin baik posisi di dalam sebuah organisasi semakin besar pula pengaruh dari sikap dan keputusan yang kita ambil disana. Padahal kita sangat menyadari perbedaan kepentingan sangat kentara diantara sesama manusia.  Ini membuat keputusan yang kita ambil bisa saja berdampak baik dan bisa juga berdampak buruk bagi kehidupan orang lain. Apabila segala sesuatu yang keluar dari diri sudah sesuai dengan standar (beberapa standar) niscaya akurasi dan presisinya tidak diragukan lagi. Artinya, memiliki dampak buruk yang minim.

Pengaruh kekuasaan yang terlalu besar membuat hidup terancam dan mendatangkan dosa

Walaupun hidup ini tidak sempurna, bukan berarti kita membiarkan ketidaksempurnaan itu merusak kehidupan sendiri apalagi sampai merusak kehidupan orang lain. Terlebih ketika kita menjadi orang yang cukup berpengaruh bagi banyak orang karena kekuasaan yang dipercakan masyarakat. Keputusan yang tidak adil akan mendorong kekacauan kecil bahkan ancaman besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kita harus meminimalisir kesalahan, menjauhi kepentingan pribadi dan menghilangkan sikap manipulatif  disetiap tindak tanduk yang ditempuh.

Ingatlah semakin besar jumlah orang yang terpengaruh karena ekspresi kita maka maka semakin banyak pula dosa (kuantitas) jika itu salah (sesuai dengan jumlah orangnya). Ini jugalah yang membuat kita merasa takut sendiri, kemana-mana hati tidak tenang. Oleh karena itu jangan egois dalam bertindak sebab sikap kita beresiko merusak hubungan sosial dengan sesama. Kita harus”cuci tangan” (membebaskan diri) dari rasa bersalah dengan cara menjalankan semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku. Lagi, alangkah baiknya jika kita menyerahkan keterpilihan seseorang bukan berdasarkan pertimbangan sepihak melainkan menggunakan tangannya sendiri untuk menentukan hidupnya beruntung menang atau kalah.

Jaman sekarang banyak orang berpotensi dan memiliki kemampuan yang sama hanya mereka tidak mendapat kesempatan. Keberuntunganlah yang akan menuntun mereka pada kesempatan itu. Lagipula jaman sekarang skill itu bisa diajarkan/ ditularkan/ di-trening. Baca juga, Dosa korupsi mengerikan

Cara mengurangi dampak buruk dari keputusan kita

Kekuasaan yang dimiliki hendaknya jangan sampai merusak kehidupan di dunia ini sekaligus kelak di akhirat kita selamat. Oleh karena itu jangan menggila karena uang dan kekuasaan di dunia ini sebab bisa jadi itulah yang akan menahanmu untuk tidak masuk Sorga kelak. Kita perlu mengambil tindakan yang bersifat objektif lalu membiarkan orang lain memilih sendiri keberuntungannya. Baca juga, Kedaulatan yang sempurnaBerikut ini cara yang harus diterapkan agar sikap yang kita tempuh tidak membawa keburukan bagi orang lain.

  1. Bergerak berdasarkan kebenaran.

    Harus menjunjung tinggi nilai-nilai benar yang dianut sebagai standar kehidupan. Sekalipun demikian, kita harus menyadari adanya perbedaan kebenaran berdasarkan keyakinan masing-masing.

  2. Menempuh keadilan.

    Melakukan kaidah-kaidah yang menjunjung tinggi kesamaan antar seluruh umat manusia. Sayang, siapa yang bisa mengukur keadilan hati?

  3. Mendahulukan kejujuran dan transparansi.

    Bersikap transparan adalah awal dari hidup yang lebih baik yang membawa kita pada kemajuan yang sesungguhnya. Sayang tidak ada orang yang benar-benar transparan 100%.

  4. Mengedepankan hukum.

    Berdasarkan hukum dan norma yang berlaku dimasyarakat. Negara menganut regulasi tersendiri yang berpegang pada kaidah/ syarat yang berlaku secara nasional.

  5. Mengutamakan kesetaraan berdasarkan kelahiran dan wilayah bermukim selama ini.

    Dilakukan untuk mencapai tujuan berkembang bersama tanpa ada wilayah yang tertinggal. Ini sebagai wujud dari kemajuan bersama.

  6. Menjunjung tinggi pencarian insan yang berpotensi, memiliki bakat dan pasion dibidangnya masing-masing.

    Berdasarkan kemampuan intelektual yang dimiliki. Persyaratan dari segi pengetahuan yang memadai baik yang diperoleh secara formal maupun informal.

  7. Memperhatikan suara rakyat melalui proses yang demokratis (forum aspirasi).

    Perwujudan dari kepopuleran dan pengaruh seseorang di dalam masyarakat yang beragam. Ini dicapai lewat tindakan nyata yang membawa angin segar, baik kecil maupun besar.

  8. Pada akhirnya mengambil keputusan berdasarkan keberuntungan melalui proses penarikan undian/ lotre. 

    Ini adalah bagian dari kebenaran. Setiap orang yang percaya pada Tuhan pasti yakin bahwa hidup orang benar selalu beruntung. Mereka yang sudah teruji secara regulasi/ hukum yang berlaku, ditambah dengan intelektual dan bakat yang mumpuni, dilanjutkan dengan dukungan masyarakat yang unggul dari segi angka. Akan beradu keberuntungan untuk membuktikan seberapa benar dan sebarapa tulus hidup mereka selama ini.

    Dari hal ini juga sikap dan keputusan kita tidak lagi berpengaruh banyak melainkan tangannya sendirilah yang membuat ia menang atau kalah. Inilah yang menjamin semua proses berjalan dengan semestinya. Orang-orang akan menghindari kecurangan, politik uang (sogok-menyogok) dan berbagai-bagai aksi yang membawa keuntungan pribadi apalagi yang merugikan masyarakat luas agar diujung mereka benar-benar beruntung.

  9. Menciptakan sistem yang berputar.

    Tidak ada satu keputusan yang hanya menguntungkan orang/ pihak itu-itu saja. Semua harus dapat giliran (jika dimungkinkan). Tindakan ini menjadi salah satu cara menghindari kita dari sifat serakah. Sistem yang berputar juga meminimalisir terjadinya kongkalingkong jahat (KKN) yang merugikan orang banyak.

Bila kita hanya berpikir tentang materi dan uang niscaya kita akan tersesat lalu menjadi manipulatif. Lihatlah kedalam diri lebih dalam lalu temukan bahwa hanya dengan melakukan kebenaran saja hari-hari dapat dilalui dengan rasa puas dalam hati yang tenang dan penuh kelegaan. Di dalam kebenaran kita dikuatkan dan dihiburkan hari lepas hari.

Dunia ini memang tidak sesederhana teori. Yang penting kita sudah berusaha memberikan yang terbaik. Ayo berjuang dalam kebersamaan!

Iklan

4 tanggapan untuk “9 Cara Mengurangi Akibat Kekuasaan dan Keputusan Kita – Pengaruh yang terlalu besar membuat hidup terancam dan syarat dengan dosa manipulatif

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s