+15 Cara menghilangkan rasa kecewa – Mengatasi kekecewaan agar tetap menjadi orang yang positif

Cara menghilangkan rasa kecewa - Akhiri kekecewaan dengan segara

Kecewa itu manusiawi. Apabila anda tidak pernah kecewa berarti selama ini tidak pernah berhubungan dengan orang lain, tidak punya sahabat dan tidak punya siapa-siapa. Benarkah demikian? Yap. Sebab dimana ada pergaulan, sosialisasi, pertemanan, persahabatan bahkan dengan orang tua sendiripun kita pernah merasa kecewa. Jadi, intinya adalah apabila anda memutuskan untuk berbaur dengan lingkungan maka siap-siaplah mengalami kekecewaan teman.

Sesuatu yang tidak mungkin dihindari

Rasa kecewa tidak dapat dihindari. Ini sama saja dengan menghindari kehidupan. Sebab dimana ada kehidupan yang fana maka disitulah ada kekecewaan, dimana ada ketidak sempurnaan maka disanalah kita merasakannya. Tidak mungkin menghilangkan rasa ini selamanya, bahkan sekaya apapun anda, sehebat apapun anda, seberkuasa apapun anda, serapi apapun rencana anda, ia tetap akan menghampiri jika saatnya sudah tiba. Oleh karena itu persiapkan diri untuk dikecewakan karena dimana ada keinginan maka disitulah kita berpotensi untuk dikecewakan.

Siapa saja yang telah mengecewakan anda?

Kami sendiri mengakui bahwa semua orang pernah membuat saya kecewa. Tua-muda, kecil-besar, semuanya pernah membuat hati ini merasakan sesuatu yang tidak enak untuk dikenangkan. Mulai dari orang tua sendiri, saudara, kaum keluarga, tetangga, sahabat, teman bahkan orang yang tidak saya kenalpun telah mengecewakan diri ini. Dari kejadian ini, tidak lantas saya membenci mereka melainkan mengambil posisi untuk mengoreksi diri sendiri lalu mulai mengubah apa-apa saja yang mungkin tidak disenangi oleh orang lain itu. Sekalipun demikian saya tetap memegang standar kehidupan (Kitab Suci) yang saya yakini sebagai pembanding untuk semua perubahan yang dilakukan.

Satu-satunya yang tidak pernah mengecewakan : Tuhan

Saya tidak tahu bagaimana orang lain memiliki pandangan tentang ke-Tuhan-an. Tapi Tuhan yang saya yakini adalah pribadi yang sangat mengerti diri ini. Dia suka menguji umat-Nya seperti emas dalam dapur peleburan agar mereka menjadi lebih baik dari hari ke hari. Di dalam Tuhan saya hanya punya satu harapan “Ada masa depan yang lebih baik buat semua orang yang percaya kepada-Nya“. Saya tidak pernah menuntut Dia yang mulia dan dahsyat itu untuk melakukan ini-itu. Melainkan saya percaya janji-Nya indah pada waktunya.

Semakin sering semakin baik atau buruk?

Seberapa sering anda kecewa? Ada yang mengatakan bahwa “mereka yang sering dikecewakan lalu bertahan dan bangkit lagi lebih siap menghadapi kekecewaan berikutnya”. Yang lain mengatakan, “mereka yang selalu merasakan kekecewaan akan menjadi orang yang anti sosial, menggila bahkan cenderung ingin bunuh diri”. Jadi, yang mana yang anda percayai teman? Sebelum mengambil keputusan alangkah baiknya jika anda mengetahui dengan jelas apa manfaat dari rasa sakit ini. Selanjutnya, Manfaat kekecewaan untuk kehidupan yang lebih baik

Penuhi hati dan hidupmu dengan kebenaran agar rasa kecewa itu berlalu

Saat kecewanya bareng-bareng, rasa sakitnya seperti di bagi-bagi sehingga tidak begitu “menendang ulu hati”. Kekecewaan kelompok akan dirasakan bersama sehingga tidak menjadi masalah besar secara pribadi. Jadi, dari sini dapat kita lihat bahwa saat kita memperjuangkan kepentingan bersama maka sakitnya dikecewakan tidak menjadi masalah besar. Akan tetapi saat kita mengusahakan kepentingan pribadi maka rasa sakitnya akan seluruhnya menghujam kehidupanmu.

Dalam hidup sehari-hari penuhi pikiran, perkataan dan perbuatan anda dengan kebenaran. Ini adalah sebuah nikmat yang tidak pernah berakhir karena kapanpun kita inginkan dapat diekspresikan. Kecewanya diri ini akan segera berlalu karena ditimpa oleh kebenaran demi kebenaran yang kita tekuni. Saat melakukan hal-hal yang benar maka hidup kita dihiburkan dan dikuatkan oleh apa yang kita yakini. Sampai kita menemukan titik balik ketika kebenaran menjadi pelipur lara setelah dikecewakan oleh pihak lain.

Kebenaran sejati adalah tindakan yang difokuskan untuk kemuliaan nama Tuhan dan menunjukkan kasih kepada sesama. Hidup memuliakan nama Tuhan berarti mengikuti semua ajaran-Nya sembari memuji dan memuliakan nama-Nya. Baik menggunakan lidah sendiri dan/atau alat musik dan bisa juga dengan memuji memuliakan Tuhan di dalam hati sembari melakukan pekerjaan ringan. Untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain maka perlu menyatakan kasih kepada siapapun. Lewat kebaikan yang kita lakukan maka hidup ini menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain.

Nikmatnya kebenaran mengikis kekecewaanmu

Sebenarnya teman ini hanya masalah rasa dalam hati doang, tidak lebih. Apabila hati anda bergiat untuk dan di dalam kebenaran niscaya rasa kecewa bisa ditepis. Perjuangan hati demi nilai yang benar menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita. Suatu saat anda akan mengerti, setelah berulang kali disakiti, ada sebuah kesadaran dan komitmen bahwa rasa itu sebenarnya sama, yakni sama-sama semuanya ada dalam tubuh kita dan dalam pikiran ini. Sedangkan yang berbeda hanyalah pencitraan rangsang di daerah indra. Apabila anda sudah konsisten mengejar kebenaran, memperkatakannya sehari-hari, melakukannya setiap detik niscaya anda akan menganggap bahwa semua rasa kecewa itu tidak penting dibanding nilai yang benar yang sedang anda giatkan hari demi hari.

Cara-mengatasi-rasa-kecewa-kekecewaan-membuatmu-lebih-sabar-kuat-dan-dewasa

Cara mengatasi rasa kecewa

Ini adalah rasa yang tidak bisa kita tolak saat itu menghampiri diri ini. Yang dapat kita lakukan adalah menekan rasa ini sejak dari awal kehidupan. Jadi begini kisah meminimalisir kekecewaan yang mungkin akan kita alami kelak.

  1. Kendalikan hawa nafsu – mimimalisir keinginan.

    Manusia penuh dengan keinginan. Sadarilah bahwa semakin besar hawa nafsu maka semakin tinggi pula resiko mengalami kekecewaan kelak. Apalagi bagi mereka yang muda-muda yang masih belum menemukan tempat berlabuh bakalan mengabdikan diri kepada siapa (belum menemukan pekerjaan). Keinginan kita jangan terlalu banyak fokuslah pada satu harapan saja. Bahkan ketika kita menolkan keinginan dan terus bergiat dalam kebaikan niscaya hati ini menjadi lebih damai dan tenang hari lepas hari.

  2. Hiduplah mengalir seperti air – Jangan memaksakan kehendak – Jangan memaksakan keinginan anda.

    Dalam menjalani hidup dan berbaur dari orang yang satu kepada orang yang lain. Mengajari kita untuk tidak memaksakan kehendak kita kepada pihak yang lainnya. Pemaksaan keinginan akan membebani hidup kita bahkan cenderung mengacaukan pikiran sendiri tatkala itu tidak disetujui/ tidak diijinkan dengan orang lain.

    Kalau kita paksa >> artinya kita mengharuskannya >> itu artinya kita menuntut >> sehingga apabila tidak terwujud >> kecewanya besar >> itu artinya bakal terjadi gesekan sosial yang beresiko menimbulkan pertengkaran alias konflik >> paling tidak perdebatan/ perang mulut yang sengit.

  3. Sadari kemampuan anda – sadari potensi anda.

    Boleh saja kita menginginkan ini dan itu namun di atas semuanya itu ingatlah dengan cakupan kemampuan anda. Mimpi itu tidak salah selama kita mau hidup dalam realitas dan menerima kenyataan yang terjadi. Temukan dan galilah potensi anda sebaik mungkin. Kembangkan itu dan milikilah harapan yang tidak jauh-jauh dari bakat yang dimiliki saat ini.

  4. Miliki minat yang standar – jangan lebay.

    Minat yang tinggi menandakan bahwa anda “sangat berharap” untuk itu. Harapan yang terlalu tinggi dapat membuat posisi anda sangat rapuh. Ekspektasi kita yang terlalu berlebihan terhadap sesuatu membuat diri ini terlalu/ sangat kecewa ketika itu tidak terwujud/ terpenuhi kelak. Apabila minat berada di posisi standar namun mengatur perjuangan anda pada level yang maksimal maka hasilnya positif atau negatif, tidak akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam melainkan tekanannya lebih ringan sehingga mudah untuk dilupakan. Biarlah rasa itu seperti angin lalu.

  5. Hindari sikap sombong.

    Kesombongan adalah sebuah tanda bahwa kita masih belum mampu mengendalikan diri terutama disaat genting. Hati masih mudah sekali merasa lebih hebat dari orang lain. Bibir masih suka merendahkan dan menyakiti yang lainnya. Sikap yang menganggap segala sesuatu adalah mudah adanya, sehingga muncullah sikap yang tidak serius menanggapi sesama.

    Sikap sombong juga cenderung membuatmu memiliki sikap perfeksionis yang tidak mau menerima kesahan sendiri apalgi kesalahan orang lain apa adanya. Sehingga kekhilafan kecil saja sudah ditanggapi dengan serius dan menghabiskan energi yang begitu banyak untuk menyelesaikannya. Orang yang sombong cenderung lebih mudah kecewa daripada mereka yang rendah hati.

    Salah satu cara menghilangkan kesombongan adalah dengan senantiasa menyangkal diri lalu menghancurkan keangkuhan itu lewat komitmen yang diperkatakan di dalam hati.  Kemampuan ini erat keitannya dengan kesanggupan melihat segala pencapaian hidup dari sudut pandang bersama dalam keberuntungan. Saat rasa sombong itu mencuat maka segera saja tekan, himpit dan injak dia sehingga rasa ini tidak sampai diekspresikan ke luar lalu menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan sesama manusia.

  6. Pahamilah bahwa kekecewaan adalah gula-gula kehidupan.

    Ini sangat diperlukan untuk membuat anda lebih sabar, kuat dan dewasa hari demi hari. Jalani saja kawan. Tetap berpikiran positif terhadap semua yang telah terjadi. Jangan biarkan hari-harimu menjadi buruk karena hati sedang gundah gulana. Melainkan pandanglah semuanya sebagai pelajaran hidup yang pantas dijadikan sebagai pengalaman untuk hidup yang lebih baik.

  7. Saat anda merasa kecewa jangan lari dari rasa itu.

    Pelarian kita dengan mencari kesenangan duniawi sana-sini, misalnya makan-makan, belanja, minum arak, jalan-jalan dan lain sebagainya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus anda lakukan adalah
    * terima semuanya apa adanya, katakan pada diri sendiri “Saya pantas menerimanya, kuatkan hatiku ya Tuhan“.
    * menyelami diri sendiri (menyendiri) dan membawa persoalan anda kepada Yang Maha Kuasa.

  8. Maafkan semua orang yang terlibat.

    Niat memaafkan adalah sebuah awal yang baik untuk membuat hati lebih lega. Memendam dendam kepada orang lain membuat pikiran penuh sesak, otak ini menjadi mandek dan inspirasi (termasuk kreativitas) bisa hilang. Oleh karena itu ikhlaskan semua yang telah terjadi agar hati lebih tentram dan damai. Selanjutnya, Cara memaafkan orang lain

  9. Ketika timbul kebencian, ingatlah bahwa amarah tidak menyelesaikan masalah.

    Berhati-hatilah senantiasa. Saat kebencian menguasai maka kemarahan kita selalu bisa mencuat saat dikecewakan. Apabila anda tidak dapat menghilangkan (setidaknya meredam) kebencian dalam kemarahan niscaya itu akan berapi-api lalu membakar kehidupan orang lain bahkan diri sendiri.

    Tarik nafas sejenak, redam kebencian dalam hati lalu marahlah dengan santun, ungkapkan kekecewaan anda secara baik-baik. Jangan merusak citra sendiri dan mengahancurkan nama baik yang selama ini telah dibangun. Lebih baik diam daripada salah tingkah.

    Cara lainnya untuk meredam rasa benci dan keinginan untuk marah adalah dengan senantiasa menyegarkan pikiran sehingga selalu terhubung kepada Sang Pencipta dalam doa-doa yang penuh kerendahan hati dan ucapan syukur.

  10. Mengalihkan konsentrasi pikiran.

    Jika anda bisa bertahan dan berhasil mengabaikan rasa itu berarti sudah mampu mengendalikan pikiran sendiri. Saat kejadian tersebut terngiang kembali di otak : jangan digubris/ jangan dibahas lagi melainkan alihkan kepada sesuatu yang lebih positif. Seperti bernyanyi lagu rohani, membahas Kitab Suci atau memikirkan sesuatu yang bermanfaat lainnya.

    Senantiasa berfokus pada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian di segala waktu dalam kehidupan anda. Inilah penghiburan sejati yang pertama-tama. Tuhan adalah antivirus terbaik untuk pikiran agar hati dibebaskan dari rasa sakit, hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (kekerasan, amarah, dendam dan kebencian). Saat hati anda selalu tertuju kepada-Nya niscaya segala kekalutan hati akan disegarkan oleh-Nya di dalam kepasrahan doa anda.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  11. Jangan berlama-lama dalam rasa itu.

    Segera beranjak dari kekecewaan kemudian lakukan hal positif lainnya, sesuatu yang lebih baru. Tidak perlu meratapi rasa ini karena tidak ada gunanya dan tidak ada akhirnya juga. Isi hari-hari dengan melakukan sesuatu yang positif. Bersikap dan bertutur kata yang baik kepada orang-orang disekitar akan menyibukkan kita hingga rasa sakit itupun terlupakan.

  12. Belajar dari rasa kecewa lalu berubah menjadi lebih baik.

    Dalam keadaan ini anda harus mulai melakukan analisis sederhana, “mengapa anda bisa kecewa?”. Pertimbangkanlah baik-baik apakah yang dapat anda ambil hikmah dari semuanya itu. Tidak usah menggubris kesalahan orang lain akan tetapi cari tahu (konsentrasi pada) kesalahan sendiri lalu jadilah bijak untuk mengubah hal itu dihari-hari yang akan datang. Perubahan itu mutlak untuk hidup yang lebih baik.

  13. Menjadi bermanfaat bagi orang lain.

    Saat kehadiran kita berguna maka saat itulah waktu tidak terbuang sia-sia. Kesibukan yang kita jalani mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. Disaat seperti inilah kita mengerti bahwa mampu membuat orang lain tersenyum saja sudah membuat hati kita bahagia apalagi jika kita melakukan kebaikan yang lebih dari sekedar senyuman. Inilah yang membuat kita merasa puas sehingga rasa kecewa itupun berlalu begitu saja.

    Hidup yang bermanfaat adalah salah satu penghiburan sejati (kedua). Mulailah berbagai kasih dengan orang-orang terdekat di dalam keluarga, dengan saudara, sahabat, rekan kerja, teman bahkan bila perlu/ sanggup juga kepada masyarakat luas (yang tidak dikenal). Awalilah kebaikan anda atas dasar “untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia ini” yang dimulai dari hal-hal kecil, misalnya ramah-tamah (senyum, sapa, sentuh), menjadi pendengar yang baik dan lain sebagainya sesuai dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki.

  14. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

  15. Miliki harapan.

    Menjalani hari lepas hari, harus ada harapan dalam hati bahwa “ada masa depan yang lebih baik”. Harapan inilah yang membuat kita bersemangat menjalani hidup. Ingatlah bahwa ketika kita mengharap sesuatu yang baik maka pikiran, perkataan dan tindakan kita juga tidak jauh-jauh dari kebaikan bersama. Jika anda dikecewakan oleh situasi atau oleh seseorang katakanlah kepada diri sendiri bahwa “pasti ada masa depan yang lebih baik bagi setiap orang yang mengandalkan Tuhan”. Ini adalah komitemen sekaligus keputusan untuk meninggalkan rasa kecewa itu dan lebih semangat menjalani hari.

  16. Nikmatilah hidupmu kawan.

    Jangan kerja terus menerus. Luangkan waktu sedikit untuk menikmati jerih lelah anda selama ini. Pastikan kalau ingin menikmati hidup (menggunakan sebagian uang) bukan sebagai sebuah pelarian (dari masalah termasuk dari kekecewaan) melainkan ingin lebih dekat, bersantai dan bersenang-senang bersama demi kebahagiaan keluarga. Ingatlah untuk menikmati hidup apa adanya sebab hal seperti ini lebih melegakan.

Itu saja sudah cukup teman. Kenali diri dan kenali potensimu. Bergerak dan berusahalah disekitar itu. Tidak perlu meraba-raba sesuatu yang belum digenggam oleh tangan ini melainkan nikmatilah semua yang sudah dimiliki saat ini. Jangan biarkan amarah karena rasa kecewa mengotori harimu pandanglah kedepan lalu lihatlah bahwa masih ada hari esok yang lebih baik. Pantaskan dirimu untuk itu kawan!

Salam semangat baru!

Iklan

15 comments

  1. Terima kasih .. Artikel yang anda tulis sangat bermanfaat bagi saya .. Setelah membaca ini hati saya lebih tenang , saya merasa hidup saya belum mati masih ada kebahagian dan kehidupan yang lebih baik .. Saya sangat bahagia bisa membaca artikel anda.. Jujur saya membaca nya air mata saya terus menetes .. Anda menggambarkn bahwa sebenarnya hidup itu indah..

    Suka

    • Setuju. Ini juga termasuk menganggap bahwa segala sesuatu bisa kita kendalikan padahal diri ini hanyalah entitas terkecil yang tidak begitu besar pengaruhnya. Jadi tidak semua yang terjadi harus sesuai dengan keiginan hati ini. Salam…..

      Suka

  2. Terima kasih atas tulisannya. Sangat bermanfaat. Saya butuh menyimpan bahkan mungkin mencetak tulisan ini agar dapat selalu saya baca dan mengingatkan saya. Bukan hal yang mudah menerapkan hal-hal tersebut maka perlu dibaca berulang kali agar terserap kedalam jiwa. Terima kasih sekali lagi. Semoga anda selalu dilimpahi pahala dari orang orang yang membaca tulisan anda.

    Disukai oleh 1 orang

    • Sama-sama. Di atas semuanya itu sesuaikanlah dengan pengertian dan keyakinan anda sebab kita sama-sama manusia biasa yang bisa saja khilaf di sana dan di sini.
      Semoga hidup menjadi lebih baik dari hari ke hari.
      Salam….

      Suka

  3. We can’t believe how influential this post has been to we,
    it really grabbed us where it meant something. We have shared this on our Facebook and just wanted to leave a comment to thank you for the meaningful
    post.

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s