17 Cara Menghindari Dan Mengusir Hewan Buas Dari Rumah – Mengatasi Dan Mengantisipasi Serangan Hewan Liar Di Sekitar Lingkungan Tempat Tinggal

Alam itu luar biasa. Setiap komponennya saling berhubungan satu sama lain. Semua memiliki tempat masing-masing dimana ia bisa hidup dan berkembang namun tidak pernah melewati batasan yang telah di tentukan alam. Laut tidak pernah melampaui garis pantai kecuali terjadi tsunami. Vegetasi daratan tidak pernah hidup di lautan. Terumbu karang tidak pernah di temukan di pegunungan. Pohon tidak pernah hidup di lautan. Sekalipun demikian ada beberapa makhluk yang hidup transisi diantara kedua dunia walau bersifat sementara misalnya salah satu jenis kepiting laut, penyu yang bertelur di pantai, buaya yang berjemur di tepi sungai dan lain sebagainya. Makhluk hidup yang bisa melewati batasan itu sampai jauh kedalam adalah manusia. Kekuatan pikiran/ kecerdasan/ intelektual yang melampaui batas kadang berlebihan (lebay) dan sangat egois sehingga mengganggu keseimbangan alami. Selengkapnya, Hal yang mendasari alam yang seimbang

Semuanya dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama

Sesungguhnya segala sesuatu yang ada di alam dapat dimanfaatkan untuk kebaikan kehidupan. Keberadaan makhluk yang buas dapat dimanfaatkan menekan dan mengendalikan kehidupan di bawahnya (berperan penting dalam rantai makanan) misalnya serangga dan binatang pengerat (misalnya tikus). Dimana semuanya ini bermanfaat dari segi pertanian. Namun, kadang kita kebablasan dalam mengeksploitasi lingkungan sehingga terjadilah degradasi. Salah satu akibat dari kerusakan lingkungan adalah “serangan hewan buas ke areal pemukiman penduduk”. Oleh karena itu dibutuhkan kearifan lokal agar binatang yang hidupnya di hutan tidak memasuki perumahan masyarakat.

Bila semua hewan liar disekitar lingkungan rumah anda dimusnahkan/ dieliminasi/ diburu habis-habisan maka keadaan ini akan beresiko berkuasanya binatang pengerat dan serangga. Keadaan ini dapat benar-benar membawa kerugian bagi kehidupan anda terutama jika ada anggota keluarga/ kerabat/ tetangga yang berprofesi sebagai petani. Serangga akan menjadi hama pertanian nomor satu setelah para pemangsa tiada. Lagi hot, Seputar keunikan dalam dunia hewan

Indra penciuman binatang lebih tajam mendorongnya masuk rumah

Sadarilah bahwa setiap makhluk diciptakan unik. Salah satu kelebiahan mereka adalah indra penciuman yang tajam. Saking tajamnya, itu bisa mendeteksi sesuatu sampai puluhan bahkan ratusan meter dari tempatnya berada. Mereka tidak pernah menargetkan manusia melainkan mereka mungkin tertarik ketika mencium suatu zat yang sangat menyengat dari dalam rumah hingga menyita perhatian untuk mendatanginya. Zat ini disebut atraktan. Salah satun jenis atraktan disekitar kita adalah parfum.

Pengalaman yang buruk menggunakan pewangi

Dahulu, saya pernah menggunakan parfum yang wanginya sangat elegant dan tahan lama. Sayang semua ini berubah ketika pakaian dengan wewangian itu bercampur dengan keringat di tubuh. Setelah digantung semalaman dimana keringat tersebut mengering ternyata baunya bertransformasi. Yang tercium di hidung saya tidak bisa pastikan karena hanya menyimpulkannya sendiri. Bau itu seperti bulu ayam kampung yang saya pelihara di kandang belakang. Dari sini cukup mengerti bahwa berbagai-bagai parfum yang kita gunakan dapat menjadi atraktan yang menarik perhatian hewan buas di luar sana sehingga ia mendatangi pekarangan bahkan masuk ke dalam rumah juga.

Bau badan mengandung feromon sebagai peringatan bagi binatang

Sadarilah bahwa dimana ada manusia, dari sana tercium bau yang unik yang sekaligus memperingatkan para hewan buas untuk tidak mendekat. Ketahuliah dengan jelas bahwa mereka makhluk hidup yang takut dengan manusia dimana hal ini mereka tandai dengan bau badan kita. Ini dapat diartikan karena setiap makhluk hidup memiliki feromon yang dipancarkan dari bawah kulit. Feromon inilah yang menjadi penanda bagi makhluk hidup lain untuk memberinya informasi seputar siapa mangsanya, siapa temannya, siapa musuhnya dan siapa yang ditakuti dan dihindari. Oleh karena itu cintai bau badanmu.

Bau badan/ feromon berbeda dengan bau ketek/ bau tengik

Harus diketahui bahwa manusia tidak dapat membaui feromon sebab hidung kita tidak terlalu peka terhadap semua jenis bau. Beberapa makhluk hidup hanya dapat mengenali feromon dari spesiesnya namun beberapa yang lain diberikan karunia untuk mengenali dan membedakannya antar spesies. Zat ini dieksresikan tubuh dengan kadar yang sangat rendah bahkan manusia tidak dapat membauinya dengan jelas. Bau ketek atau bau badan yang menyengat dihasilkan oleh bakteri di atas kulit yang telah memfermentasi zat organik yang berasal dari keringat sehingga timbullah bau menyengat/ bau ketek. Sebenarnya timmbulanya bau badan yang tidak sedap dapat dihambat oleh antibodi yang diekskresikan bersamaan dengan keringat. Oleh karena itu daya tahan tubuh yang baik akan menghambat fermentasi keringat sehingga mencegah bau ketek/ menyengat.

Destruksi lingkungan alami mamaksa binatang mencari makan di pemukiman

Kerusakan lingkungan hayati adalah kematian bagi makhluk hidup herbivora. Jika pemakan tumbuhan dan omnivora tidak ada maka ini adalah ancaman bagi hewan karnivora. Alam yang tidak lagi menyediakan makanan mendorong mahkluk ini memasuki pemukiman warga untuk mencari buruan. Peristiwa ini dapat menimbulkan keresahan warga masyarakat bahkan menyebabkan kerugian hilangnya ayam, bebek dan binatang peliharaan warga lainnya.

Hewan karnivora bermanfaat bagi manusia terutama di bidang pertanian. Kehadiran mereka dapat mengendalikan kehidupan serangga, binatang pengerat (tikus) dan mamalia lainnya yang menjadi hama bagi tanaman. Beberapa petani bahkan menjadikan mereka sebagai penjaga ladangnya. Apa saja makhluk pemakan daging yang mungkin ada disekitar kita, yakni ular, biawak, buaya, musang, serigala, harimau.

Cara menghindari dan mengatasi serangan hewan buas di lingkungan rumah

Simaklah tujuan penciptaan manusia yang terambil dari Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas bagaimana caranya untuk mengantisipasi dan mencegah serangan binatang buas dari kehidupan selamanya. Berikut selengkapnya.

  1. Setia dan Taat Kepada TUHAN yang Benar.

    Pada dasarnya manusia ditakdirkan untuk berkuasa atas ciptaan yang lainnya (bukan atas sesama manusia melainkan atas binatang di udara, lautan dan daratan). Mereka yang dapat memaknai hidupnya dan dekat dengan Tuhan di segala waktu akan menghidupi tujuan ini (lihat ayat di atas):

    Silahkan baca Kitab Suci yang anda miliki maka disana telah tertuang bagaimana Tuhan menghalau binatang buas dari kehidupan umat-Nya. Saat mereka hidup sesuai dengan perintah & larangan-Nya niscaya bencana akan menjauh salah satunya adalah serangan hewan liar. Oleh karena itu, jaga perilaku dan perkataan anda, pastikan semuanya itu layak untuk menyatakan kebesaran, keagungan dan kekudusan-Nya.

  2. Perhatikan kebutuhan garam harian anda.

    Garam adalah mineral ajaib untuk membuat anda tetap sehat luar dalam. Selain bermanfaat untuk mengatasi dan menghindari berbagai macam penyakit, senyawa ini juga bermanfaat membuat keringat anda terasa asin. Keringat yang asin inilah yang berguna untuk menghambat bau badan dan juga sekaligus menjauhkan anda dari berbagai-bagai jenis binatang, termasuk serangga. Untuk diketahui bahwa hewan darat tidak menyukai rasa asin artinya keasinan ini dapat mengusir serangga dan hewan lain dari kehidupan anda.

  3. Jangan merusak ekosistem hayati.

    Sadarilah teman bahwa kekuatan hutan rimba besar namun alam telah membendungnya dengan baik. Alam mengontrol kekuatan itu dengan menyediakan sumber makanan bagi semua makhluk hidup yang ada di dalamnya. Setiap wilayah di negeri ini harus memiliki hutan konservasi sebagai cagar alam untuk melindungi fauna dan flora yang terdapat di dalamnya.

  4. Milikilah hewan peliharaan yang liar.

    Memelihara kucing atau anjing itu baik. Tidak ada salahnya jika mengadopsi salah satu dari kedua peliharaan ini sebagai teman penjaga rumah anda dari hal-hal yang tidak di inginkan. Penciuman mereka yang tajam akan menuntunnya untuk menemukan binatang lain disekitar rumah. Mereka bisa membancu membersihkan rumah dari serangga pengganggu dan bisa juga melawan atau setidaknya memberi peringatan dengan suaranya bahwa ada hewan liar yang bebahaya di sekitar rumah anda. Baca juga, Tips merawat anjing dan kucing agar tetap liar.

  5. Beternak hewan tertentu sebagai pengalih perhatian.

    Baik juga bagi kita untuk memelihara ternak di belakang pekarangan rumah, misalnya ayam, bebek, burung, angsa dan lain sebagainya. Agar pilihan pertama bagi binatang buas yang datang untuk memburu peliharaan ini. Ini juga membuat kita mengetahui bahwa ada makhluk hidup lain yang mengawasi lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu dapat meningkatkan kewaspadaan bahkan bila perlu menyisir lokasi sekitar rumah untuk memusnahkan makhluk hidup yang telah membunuh peliharaan tersebut.

  6. Sekitar rumah tidak begitu gelap.

    Pastikan lingkungan sekitar rumah tidak terlalu rimbun dalam artian sinar matahari masih dapat masuk. Pohon di sekitar rumah itu memang baik namun harus rutin di pangkas agar sekeliling tempat tinggal anda tidak terlalu gelap dan cahaya masih bisa masuk.

  7. Milikilah tempat tinggal yang bersih dan tertata rapi.

    Pastikan tempat penyimpanan barang di rumah dibersihkan secara rutin, paling tidak sekali seminggu atau sekali sebulan. Sudut-sudut rumah yang jarang dibersihkan dan jarang dikunjungi manusia adalah tempat yang nyaman bagi makhluk hidup yang buas.

  8. Hati-hati menggunakan parfum.

    bisa saja wewangian yang kita gunakan menjadi atraktan yang menarik binatang liar mendatangi/ mengunjungi tempat tinggal anda. Gunakan parfum dihari-hari penting saja bukan setiap hari.

  9. Awas memakai wewangian.

    Apabila anda masuk hutan atau hendak camping/ berkemah dan menginap di pinggiran hutan hindari memakai parfum. Mungkin saja wewangian yang kita gunakan menjadi suatu atraktan yang menarik perhatian hewan liar disana termasuk yang buas juga.

  10. Santai saja dan jangan panik.

    Tidak perlu ketakutan dan berteriak histeris. Dapat dipastikan bahwa semua binatang takut ketika berpapasan dengan manusia. Jangan sampai yang terjadi sebaliknya “anda yang gemetaran“. Sikap mereka saat melihat kita yakni lari dan/atau berdiam diri. Jika anda ragu-ragu untuk menanganinya sendiri silahkan panggil orang lain yang lebih dewasa yang akan membantu mengatasi masalah ini.

  11. Tinggalkan kesan yang baik pada binatang liar.

    Ingatlah bahwa tindakan yang mereka lakukan berasal dari ingatan masa lalu yang sehari-hari dialami. Tidak perlu menyakiti mereka dengan meninggalkan luka sebab jika mereka sembuh dari luka tersebut maka di kemudian hari mereka  lebih agresif melawan untuk mempertahankan diri.

  12. Sudah masuk dalam rumah tanpa sepengetahuan kita.

    Bagaimana jika hewan liar tersebut telah masuk ke dalam rumah tanpa sepengetahuan. Jika yang masuk itu berukuran kecil, alangkah lebih baik bila diusir saja teman. Tinggalkan kesan yang baik dan ajari makhluk hidup tersebut untuk tidak lagi memasuki rumah dengan membiarkannya pergi. Gunakan kayu panjang yang kuat/ galah/ gagang sapu untuk mengarahkan dia ke pintu keluar.

  13. Telah masuk dalam kamar tanpa diketahui.

    Bagaimana bila hewan liar yang memasuki rumah kita berukuran besar/ dewasa. Alangkah lebih baik memang bila diusir saja. Gunakan kayu panjang yang kuat/ galah/ gagang sapu untuk mengarahkan dia ke pintu keluar.

  14. Kelihatan di sekitar rumah berulang kali.

    Bagaimana pula jika kunjungan karnivora tersebut terjadi berulang kali. Jika dia kembali lagi ke dalam rumah maka dengan terpaksa anda harus menghabisinya/ membunuhnya. Masuknya binatang liar berulang kali ke dalam rumah dapat merupakan sebuah indikator bahwa hutan alami di lingkungan anda tidak lagi asri/ telah mengalami kerusakan parah sehingga tidak ada lagi hewan lain yang dapat dimangsa olehnya disana. Gunakan kayu atau bambu panjang atau parang atau pedang untuk melukai lalu membunuhnya (jangan tanggung-tanggung harus sampai mati).

  15. Binatang buas takut dengan cahaya.

    Ini mungkin disebabkan oleh karena beberapa dari hewan ini hidup soliter (menyendiri) dalam tanah, lubang pohon, gua atau di bawah pohon rimbun lainnya. Mereka cenderung menjauh saat disorot dengan cahaya (misalnya dengan senter/ lampu sorot). Oleh karena itu, biarkan lampu di teras/ halaman belakang rumah tetap menyala saat malam.

    Saat anda di dekati oleh hewan yang menyerampan di malam hari mungkin sorotan cahaya senter dapat membantu mengusirnya.

    Obor dan api juga sering digunakan orang untuk mengusir secara paksa beberapa dari serangga penyengat (lebah, tawon), ular, harimau/ macan, singa dan yang lainnya. Selain karena pengaruh cahaya, ketakutan mereka juga ditimbulkan oleh karena panas yang membakar dari api tersebut.

  16. Takut dengan air.

    Khusus untuk binatang darat yang jarang bahkan tidak pernah bersentuhan dengan air dapat menakutinya sampai lari terbirit-birit. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh karena mereka yang tidak pernah mandi. Anda dapat menyiramnya dengan air sehingga itu membuatnya ambil langkah seribu untuk melarikan diri.

  17. Takut dengan asam dan garam.

    Apa saja buah-buahan penghasil asam disekitar lingkungan anda? Sebenarnya ada banyaknya, silahkan coba sendiri. Salah satunya adalah jeruk nipis. Dengan memanfaatkan air perasan jeruk nipis anda dapat mengusir hewan seperti ular, serangga dan binatang melata. Selain baunya yang mengganggu penciuman mereka juga dapat merasakan perih akibat iritasi yang ditimbulkannya.

    Demikian halnya juga dengan garam. Soal yang satu ini ada dua pilihan yaitu menaburkan butiran garam secara langsung atau bisa juga dengan melarutkannya dalam air terlebih dahulu baru dilemparkan kepada hewan buas yang mendekat.

Sekali lagi, saya tegaskan bahwa sebenarnya semua hewan buas di luar sana takut atau setidaknya segan untuk menyerang manusia. Lebih bagus tinggalkan kesan yang baik dengan mereka sehingga diwaktu yang akan datang mereka tidak terlalu agresif saat berhadapan dengan manusia karena menganggap kita bukan musuh bebuyutannya.

Salam lestarikan lingkungan!

Iklan

3 comments

  1. […] Alangkah baiknya jika hewan buas tidak diburu karena mereka adalah pengendali hewan yang dibawahnya seperti mamalia, serangga, burung dan juga hewan air lainnya. Yang mena hewan-hewan ini biasanya pemakan tumbuhan (herbivora) dan omnivora yang menjadi hama bagi tanaman pertanian. Kita bisa hidup berdampingan dan saling mendukung dengan mereka. Cobalah bersikap biasa saja jika lewat disekitar mereka atau saat binatang ini berjalan di sekitar kita. Lalu bagaimana ketika mereka masuk ke dalam rumah? Sebenarnya ini menunjukkan bahwa ada aroma menarik yang mereka cium dari dalam rumah hingga mendorongnya untuk masuk. Apa itu? Akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Baca juga, Tips mengantisipasi serangan hewan buas sejenis ular dan yang lainnya […]

    Suka

  2. […] Beberapa parfum yang saya temukan bahkan dapat menarik perhatian binatang tertentu. Sebab pewangi seperti atraktan yang dapat menarik penciuman binatang disekitar anda. Setiap hewan telah menandai mangsanya dengan jenis atraktan  terntentu. Semerbak yang digunakan mungkin sebagai salah satu atraktan yang biasanya dikenalinya sebagai mangsa sehingga ia mendekat dan melukai anda secara tiba-tiba. Baca juga, Cara menghadapi serangan binatang liar, buas dan ganas […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s