20 Fakta unik tentang hewan sebagai pembelajaran bagi manusia – Binatang buas di hutan kanibal – Jangan memburu hewan karnivora tidak akan pernah menjadi banyak

Fakta unik tentang hewan sebagai pembelajaran bagi manusia - Binatang buas di hutan kanibal – Jangan memburu hewan karnivora tidak akan pernah menjadi banyak

Kehidupan alam liar itu keras. Bagi hewan yang vegetarian (pemakan rumput) hal ini memang tidak begitu terlihat jelas. Karena saat dia kelaparan, sumuanya sudah tersedia di alam (tumbuhan). Kekejaman antar hewan dilingkungan alami selalu terjadi namun kadang tidak terlihat/ tidak dapat diamati oleh mata karena kejadiannya dihutan belantara yang mungkin tidak pernah tersentuh oleh tangan manusia. Jika hewan karnivora kejam terhadap binatang yang lain. Maka hewan herbivora kejam terhadap tumbuhan. Hewan karnivora lebih agresif karena alam membentuk mereka demikian. Pola kebiasaan dalam berburu membuat otot dan kerangka lebih kuat dan cepat agar dapat menangkap mangsanya dengan tepat. Hewan herbivora lebih lambat dengan otot dan kerangka lebih berat karena mereka menyesuaikan diri dengan kebutuhannya, bukan untuk berlari dan menerkam melainkan untuk mengunyah dengan kuat.

Belajar dari kehidupan di alam liar

Binatang omnivora tentu saja memiliki kekuatan dari jenis karnivora dan herbivora. Makanan adalah segalanya bagi mereka. Puncak tertinggi hawa nafsunya adalah makan. Pikiran dan kehidupan mereka dikendalikan seutuhnya oleh itu. Ada banyak pelajaran yang kita peroleh dari alam khususnya hewan di sekitar, yakni cara bertahan hidup, cara memanfaatkan lingkungan, cara menjaga alam dan tidak sedikit juga cara-cara yang buruk kita peroleh. Marilah menjadi selektif, ambil yang positif dan buang yang negatifnya.

Fakta unik seputar hewan buas untuk dijadikan sebagai pembelajaran

Sedikit beberapa akan saya kasih tahu fakta unik yang mungkin belum diketehui tentang makhluk hidup yang berkeriapan di sekitar anda. Berikut sifat-sifat hewan yang unik sebagai pembelajaran bagi manusia :

  1. Kemampuan binatang diasah oleh lingkungan.

    Kekuatan, kecepatan dan kecerdasan hewan di tentukan oleh rivalnya sekaligus mangsanya. Semakin hebat mangsanya maka hewan tersebut pasti lebih hebat pula.
    Hikmah yang kita peroleh : Seharusnya manusia juga lebih positif memandang masalah karena tantangan kehidupan adalah sahabat perjuangan untuk menjadi sukses.

  2. Meletakkan mereka dalam kandang akan melemahkannya.

    Mengkandangkan hewan sama saja dengan mengurangi kekuatan, kecepatan dan kecerdasannya. Mereka menghafal kebiasaan yang selalu dilakukan. Apabila kebiasaan itu tidak lagi dilakukan maka akan dilupakan begitu saja. Butuh waktu lama dengan mulai dari nol lagi untuk memunculkan kebiasaan yang sempat terlupakan.
    Pembelajaran yang di dapat : Hidup bersosial membuat manusia lebih dewasa.

  3. Tidak menggunakan otak.

    Binatang tidak berpikir, mempertimbangkan atau menganalisis. Mereka hanya mampu menghafal pola-pola yang terbiasa dan selalu dialami sehari-hari, terutama untuk mencari makan. Kebiasaan itu mungkin terjadi secara kebetulan namun dipertahankan/ dihafal dan diulang-ulang dari hari ke hari karena bermanfaat untuk menemukan mangsa.
    Manusia harus lebih baik dari ini dengan berpikir dulu sebelum bertindak.

  4. Kandang membuat mereka sakit mental.

    Pada awalnya Pengkandangan hewan akan membuatnya gelisah dan stres namun akan terbiasa (setelah 5 hari) seiring berjalannya waktu. Mereka yang dikandangkan lebih rapuh (cenderung akan menjadi korban) daripada mereka yang hidup liar di alam bebas.
    Jangan memenjarakan anak (terlalu mengikat) di rumah karena ini akan menjadikan mereka lemah dan manja.

  5. Tidak tamak.

    Selapar-laparnya hewan mereka tidak rakus karena hanya mengambil apa yang muat untuk isi perut saat itu saja.
    Seharusnya manusia lebih cerdas mengendalikan hawa nafsunya agar tidak rakus terhadap makanan.

  6. Tidak ada kekuatiran.

    Sepertinya mereka tidak pernah khawatir karena tidak menimbun secara berlebihan. Bahkan semut saja hanya menimbun diwaktu-waktu tertentu (tidak setiap hari) dan sebatas apa yang muat dalam sarangnya. Hewan aja tidak serakah.
    Mengapakah manusia tidak mampu mengendalikan diri dari keserakahannya yang semakin merusak bumi. Baca juga, Keserakahan merusak bumi

  7. Serangga adalah hewan paling terorganisir.

    Mereka sangat banyak tapi tidak ada yang kelaparan, tidak ada yang ditindas dan tidak ada yang kekurangan. Karena mereka bekerja keras dan menabung untuk kepentingan bersama.
    Ini mengajari kita bahwa serangga bisa berorganisasi dengan langgeng mengapa manusia tidak mampu lebih baik.

  8. Tidak suka di kandang.

    Binatang lebih suka dan lebih waras ketika hidup di alam liar yang penuh tantangan sekalipun resikonya adalah kematian.
    Hidup kita dibentuk oleh persoalan yang kita hadapi sehari-hari. Oleh karena itu jangan ilfil dan jengkel saat ada orang yang membully, mengejek, merendahkan dan menginjak. Aggap itu pelajaran untuk hidup yang lebih baik.

  9. Karnivora lebih buas daripada herbivora.

    Karena mereka memang dilatih seperti itu oleh lingkungan.
    Pelajaran berharga yang dapat kita petik : Pekerja lapangan lebih berpengalaman daripada orang yang bekerja di belakang meja.

  10. Herbivora dapat menjadi hama.

    Hewan pemakan tumbuhan dapat meledak jumlahnya karena keberadaan tanaman yang tidak terbatas di alam.
    Selama tanah masih dapat menumbuhkan tanaman maka berapapun jumlah manusia pasti bisa tercukupi kebutuhan makan dan minumnya.

  11. Karnivora terbatas jumlahnya.

    Binatang pemakan daging tidak pernah meledak jumlahnya karena ketersediaan daging terbatas di alam.
    Daging bukanlah makanan pokok karena bisa habis dengan cepat tapi sesekali bolehlah untuk kebutuhan gizi dan menikmati hidup.

  12. Yang buas menjadi kanibal.

    Karnivora tidak pernah meledak jumlahnya karena mereka akan menjadi kanibal saat berebut makanan, wilayah dan saat masa kelaparan (makanan tidak ada).Jangan ketakutan karena melihat telur ular, biawak, buaya, musang, serigala, harimau dan makhluk buas lainnya terlalu banyak di alam. Mereka pasti akan saling memakan dan dimakan (kanibal) lalu yang tersisa hanyalah satu, dua ekor saja.

  13. Lebih senang adu otot dan taring saat berjumpa.

    Apabila sesama binatang buas, baik dalam satu spesies maupun dengan spesies lain bertemu. Yang terjadi adalah peperangan untuk memperebutkan siapa yang lebih kuat otot dan giginya. Kebanyakan hewan buas sangat egois dan bersifat individualisme. Dapat kita pahami bahwa tidak ada serangan hewan buas yang terorganisir dan dilakukan bersama-sama. Kalau mereka menyerang manusia pasti secara personal (untuk bertahan hidup) bukan bareng-bareng.
    Sesuatu yang dapat kita terapkan : Apa yang harus kita takutkan? Jikalau ada dari kita yang begitu bertemu orang lain langsung naik pitam berarti itu adalah watak kebinatangan.

  14. Nomaden.

    Hewan hidup berpindah-pindah untuk mencari makanan dan menghindari manusia. Terkecuali ada tempat yang kaya makanan (lingkungan yang lestari) dan belum pernah tersentuh oleh tangan manusia.
    Sesuatu yang dapat di tiru : Boleh juga dipertimbangkan untuk Merantau itu bagus untuk perkembangan kehidupan

  15. Takut manusia.

    Semua binatang takut sama manusia kecuali mereka terdesak dan memilih untuk bertahan.
    Ilmu bertahan itu hebat, sabar dan diam penuh iman menunggu kehendak Tuhan di nyatakan.

  16. Sangat menghafal bau badan kita.

    Hewan tidak begitu takut karena manusia besar badannya toh banyak hewan buas yang menyerang spesies yang lebih besar darinya. Mereka segan karena aroma tubuh kita. Penciuman binatang lebih peka dari indra manusia (hidung). Bahkan dapat dikatakan bahwa organ penciumannya lebih tajam daripada indra penglihatan. Hewan melihat dan mengenali mangsa dengan hidungnya.
    Jangan benci dengan bau badanmu itu bermanfaat teman.

  17. Hewan tidak pernah memburu manusia.

    Jangan ketakutan saat bertemu mereka. Tidak ada hewan yang benar-benar buas yang menjadi agen pembunuh masal (seperti di film-film). Manusialah yang serakah dan menginjak semua binatang sampai punah. Saat mereka menyerang kita pasti untuk mempertahankan diri (membela diri).
    Belajarlah untuk tidak membenci orang lain agar hati lebih tentram dan damai.

  18. Gemetaran.

    Sesama manusia saja kalau melihat sesuatu yang besar pasti pertama-tama merinding bulu kudu ini akan tetapi setelah terbiasa jadi tidak lagi. Binatang juga gemetaran saat bertemu manusia. Reaksi mereka kalau bukan lari pasti diam saja.
    Jadi, yang terjadi jangan sebaliknya, kita yang gemetaran ketika bertemu binatan buas. Bersikaplah santai dan biasa saja. Usakahan tetap santai dan biasa saja saat berpapasan dengan mereka.

  19. Kelemahannya.

    Hewan takut sama suara, air dan cahaya. Jika ingin mengusir mereka silahkan bersuara saja. Mereka tidak betah di bawah sinar matahari langsung dan api yang berkobar, pastikan sekeliling rumah tidak terlalu rimbun sehingga bisa ditembus oleh cahaya. Mereka tidak pernah mandi oleh karena itu takut dengan air, siram saja pasti pada berlarian.

  20. Mampu hidup berdampingan.

    Manusia dan hewan dapat bersimbiosis mutualisme dan saling menguntungkan dengan memanfaatkan perannya dalam rantai makanan untuk menekan kehidupan di bawahnya seperti serangga dan binatang pengerat. Asal saja manusia dapat meninggalakan kesan yang tidak menyakiti mereka secara berulang-ulang melainkan menganggap kehadiran mereka biasa saja. Sampai suatu saat binatang itu tidak menganggap kita sebagai ancaman dan juga tidak agresif menyerang manusia karena segan.

Sejahat-jahatnya binatang buas tidak menerkam manusia

 

Binatang itu kanibal saat berpapasan dengan sesamanya.

Jangan mudah percaya dengan media (film itu hanya fiksi) yang ada disekitar . Harus selektif dengan semua informasi yang di dapatkan. Mungkin kita telalu ketakutan ketika berhadapan dengan hewan buas seperti ular, biawak, buaya, komodo dan lain sebagainya. Jumlah hewan ini tidak akan pernah lebih banyak dari jumlah manusia karena mereka tidak tahu cara berorganisasi. Lain dengan serangga seperti semut dan lebah yang sangat terorganisir. Kebiasaan membunuh tanpa belas kasihan untuk mengisi perut membuat mereka tidak merasa kasihan juga untuk memakan sesama spesies sendiri ketika sedang bertemu, berebut mencari makan atau menghadapi masa kelaparan.

Pelestarian lingkungan turut menjaga ketentraman penduduk

Kita di negeri tropis yang subur. Selama alam masih terjaga kelestariannya maka selama itu pula hewan buas tidak keluar lalu memasuki rumah-rumah penduduk sehingga secara tidak sengaja menyerang manusia (bukan untuk memangsa kita melainkan mempertahankan diri). Ingatlah bahwa kerusakan lingkungan mempercepat terjadinya bencana termasuk serangan hewan buas. Jaga lingkungan anda tetap hijau maka binatang buas akan menjadi sahabat perjuangan untuk menjalani hidup di bumi ini. Simak juga, Pencemaran lingkungan mempercepat akhir zaman

Biasakan baik pada hewan karnivora kecuali pada hama yang merusak tanaman

Alangkah baiknya jika hewan buas tidak diburu karena mereka adalah pengendali hewan yang dibawahnya seperti mamalia, serangga, burung dan juga hewan air lainnya. Yang mena hewan-hewan ini biasanya pemakan tumbuhan (herbivora) dan omnivora yang menjadi hama bagi tanaman pertanian. Kita bisa hidup berdampingan dan saling mendukung dengan mereka. Cobalah bersikap biasa saja jika lewat disekitar mereka atau saat binatang ini berjalan di sekitar kita. Lalu bagaimana ketika mereka masuk ke dalam rumah? Sebenarnya ini menunjukkan bahwa ada aroma menarik yang mereka cium dari dalam rumah hingga mendorongnya untuk masuk. Apa itu? Akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Baca juga, Tips mengantisipasi serangan hewan buas sejenis ular dan yang lainnya

Mari bersikap baik terhadap binatang!

Iklan

One comment

  1. […] Bila semua hewan liar disekitar lingkungan rumah anda dimusnahkan/ dieliminasi/ diburu habis-habisan maka keadaan ini akan beresiko berkuasanya binatang pengerat dan serangga. Keadaan ini dapat benar-benar membawa kerugian bagi kehidupan anda terutama jika ada anggota keluarga/ kerabat/ tetangga yang berprofesi sebagai petani. Serangga akan menjadi hama pertanian nomor satu setelah para pemangsa tiada. Lagi hot, Seputar keunikan dalam dunia hewan […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s