16 Cara Menciptakan Kebahagiaan, Kedamaian dan Kepuasan Sendiri Tanpa Harta, Perhiasan, Fasilitas dan Kemewahan – Rasakan Hatimu Dalam Kebenaran

Cara menciptakan kebahagiaan, kedamain dan kepuasan sendiri tanpa harta, perhiasan, fasilitas dan kemewahan – Rasakan hatimu dalam kebenaran

Setiap orang berhak bahagia, damai dan puas senantiasa dalam kesehariaannya. Baik dewasa maupun anak, kecil dan besar, rendah atau tinggi berhak untuk semua keteduhan hati itu. Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin di miliki untuk selamanya dari ketiga perkara di atas. Semuanya dapat kita rasakan satu persatu maupun secara bersamaan. Ini hanya masalah rasa saja dimana rasa itu sudah ada tertanam dalam diri masing-masing sejak lahir ke dunia ini. Jadi tinggal diekspresikan saja toh…. ?

Bahagia adalah masalah hati

Sadarilah bahwa bahagia tidaknya anda tergantung dari dalam hati anda. Ini adalah sebuah rasa yang seutuhnya dikendalikan oleh diri sendiri. Semua yang berada di luar diri kita hanyalah rangsangan dari lingkungan. Sedangkan yang merasakan rangsangan itu adalah pikiran sendiri. Singkatnya, “pikiranmu 100% di bawah kendalimu sedangkan yang lain-lainnya itu hanya mencoba mempengaruhi pola pikir anda“.

Masalah yang kemudian muncul adalah ketika anda terbiasa melakukan sesuatu yang sifatnya WAW…. Saat anda membiasakan diri hanya menikmati hal-hal yang besar niscaya pola pikir andapun akan terus menginginkannya lagi dan lagi. Oleh karena itu, dalam hidup ini mulailah segala sesuatu dari hal-hal yang kecil. Sebab sesuatu yang sifatnya sederhana akan membiasakan hati anda untuk selalu bersyukur dalam segala sesuatu yang terjadi. Singkatnya jika yang kecil saja sudah dapat membuatmu merasa cukup maka senyuman, ramah tamah, sepiring nasi, segelas air sajapun bisa mendatangkan kebahagiaan.

Materi tidak selalu membahagiakan, mendamaikan dan memuaskan diri ini

Sadarilah bahwa bahagia, damai dan kepuasan sudah siap sedia untuk digunakan. Selama ini pola yang kita lakukan salah. Kebiasaan dimana “baru bahagia jika melihat dan memiliki harta, perhiasan, fasilitas, nama baik, prestasi, jabatan dan kemewahan saja“. Padahal semua ini sangat fana dan bersifat sementara. Betapa rapuhnya kehidupan kita apabila hal-hal yang ada di luar diri ini yang mampu membuat kita merasakan 3 kebaikan hati di atas padahal tidak selamanya ada harta, perhiasan, fasilitas, kemewahan, jabatan, kuasa, nama baik dan berbagai-bagai materi dan posisi penting lainnya. Sadarilah bahwa ada titik dimana materi itu membosankan dan tidak dapat lagi membuat anda berbahagia, berdamai dan puas dalam hidup ini. Raih dan perolehlah materi dengan cara-cara yang benar agar hidup ini lebih tentram dan hati lebih lega dalam setiap pencapaian. Baca juga, Tips mengatasi kebosanan

Rasakan nikmatnya kebenaran dalam hatimu selalu untuk selamanya

Manusia butuh kebenaran agar hatinya puas oleh itu. Hati yang telah terpuaskan oleh kebenaran otomatis akan mengalami kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan sejati. Dimana rasa ini tidak akan pernah pergi dari dalam hidupnya selama seseorang melakukan hal yang benar. Jadi bertekunlah dalam hal-hal yang benar teman karena itulah yang menjadi kekuatan dan penghiburan kita di dunia yang fana (sementara) ini. Saat hati teduh niscaya kita bisa berkreasi dan berkolaborasi dalam setiap pekerjaan dan bidang masing-masing. Semua yang di dunia ini akan hilang sedangkan kebenaran selalu ada untuk diekspresikan hari lepas hari. Ingatlah bahwa bukan apa yang ada di luar diri ini melainkan apa yang mengisi hatimu itulah yang membahagiakan, mendamaikan dan memuaskanmu selamanya. Selengkapnya, Nilai yang benar adalah kebutuhan hati

Cara menciptakan kebahagiaan, damai dan kepuasan sendiri

Sekarang, pertanyaannya adalah “Apakah pikiran kita sudah siap melakukannya?”. Apabila pikiran kita masih kacau oleh karena dosa dan rasa bersalah niscaya ketentraman ini tidak mungkin diraih. Jadi untuk mengelola hati butuh kebenaran. Sebab hanya di dalam kebenaran sajalah kita dikuatkan dan dihiburkan dalam menjalani hari lepas hari. Berikut ini cara Yang dibutuhkan untuk menciptakan dan mendapatkan kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan sendiri. Ini butuh proses panjang yang berhubungan dengan tingkat kedewasaan setiap individu.

  1. Pertama-tama yang diperbaiki adalah pola pikir.

    Mindset harus disetel dengan benar. Ingatlah bahwa hati butuh kebenaran. Organ indra manusia butuh materi. Sedangkan rasa itu (1 bahagia, 2 damai dan 3 puas) berasal dari dalam lalu terpancar keluar bukan sebaliknya (dari luar ke dalam). Jadi kalau hati kita sudah dipuaskan oleh kebenaran maka sekecil apapun materi yang dapat diperoleh dari jerih lelah sehari-hari niscaya selalu bisa merasakan tiga kebaikan diatas yang diawali dengan merasa cukup dalam kesyukuran (rasa bersyukur). Ingatlah selalu bahwa kalau anda berada diposisi yang benar “apa yang mesti di takutkan dan di khawatirkan“.

  2. Fokus kepada Yang Maha Mulia.

    Jangan biarkan pikiran anda kosong dalam jangka waktu yang lama. Sebab pikiran yang kosong adalah kesempatan untuk dirasuki oleh (a) hawa nafsu sendiri dan (b) hasutan jahat oleh orang lain. Oleh karena itu buatlah pikiran anda senantiasa terisi oleh sesuatu yang positif. Misalnya dengan senantiasa bernyanyi memuji dan memuliakan Tuhan, berpikir tentang Tuhan dan Firman-Nya dan bisa juga memikirkan ilmu pengetahuan.

  3. Menjadi dewasa.

    Saat usia terus bertambah maka hubungan antara sel otak sudah mulai berkurang sebab kita memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting. Reduksi yang terjadi di otak turut mempengaruh rasa di indra. Manisnya gula-gula tak semanis dulu. Pahitnya obat tak sepahit dahulu ketika masih kecil. Perihnya luka di hati tak sesakit ketika masih muda dahulu. Senangnya sebuah moment (misalnya ulang tahun) tak seperti dulu sewaktu masih kecil. seterunya, Mereka yang telah dewasa kehilangan rasa

    Ketika kita dewasa maka umur sudah mulai menua (hampir kepala tiga). Mulai saat itu akan terjadi reduksi rasa dimana kemampuan indra mencitrakan rangsang terus berkurang bahkan menghilang sama sekali (setelah menjadi tua – jompo). Sadarilah bahwa nikmatnya gemerlapan dunia ini suatu saat akan menjadi hampa. Hanya nikmat kebenaranlah yang tidak pernah habis.

  4. Memperbaiki sikap : perbuatan dan perkataan menjadi lebih baik hari lepas hari.

    Bila hati sudah diisi dengan kebenaran (Kebenaran terbaik asalnya dari “Kitab Suci” sekaligus sebagai standar kehidupan) maka bersikaplah sesuai dengan nilai yang benar itu. Seharusnya apa yang dianggap benar selalu mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang melakukannya. Hindari menyimpang ke kiri atau ke kanan.

  5. Berpikiran positif.

    Isilah otak ini dengan hal-hal yang baik. Jangan lebih suka mencitrakan (dengan indra) dan menikmati berbagai informasi yang tidak jelas/ negatif/ tidak baik/ buruk. Seperti pornografi, cerita hantu, mitos kuno dan hal-hal yang negatif lainnya. Lihatlah segala sesuatu yang menghampiri anda dari sudut pandang yang positif sehingga dapat menuai manfaat atau paling tidak ada hikmah yang di dapat dari kejadian itu.

    Berpikiran positif itu sebenarnya mudah sekali, yaitu jangan memikirkan keburukan orang lain, hindari bersusah hati terhadap kelemahan sendiri, tidak fokus dengan masa lalu yang susah/ senang dan lain sebagainya. Bersihkanlah pikiran anda dari semua hal-hal yang tidak baik ini lalu mulailah berharap kepada Yang Maha Kuasa bahwa “akan ada masa depan yang lebih baik“.

  6. Menolkan keinginan.

    Ini adalah kunci untuk memfokuskan pikiran pada satu tujuan hidup. Apa bila ada banyak keinginan dalam hati (disebut juga hawa nafsu) terlebih jika keinginan itu tidak kunjung terpenuhi niscaya berat rasanya hati ini. Mau ngapa-ngapain terasa berat banget karena beban pikiran yang berlebihan. Miliki harapan sekaligus tujuan hidup satu saja yakni “Di masa depan pasti ada hidup yang lebih baik”.

  7. Selalu perkatakan tujuan hidup dalam hati lalu usahakan yang terbaik dalam segala yang dilakukan.

    Tujuan hidup itu diawali dengan “Untuk siapa kamu hidup?”, “Mengapa kamu ada di dunia ini?”. “Kearah mana hidupmu tertuju?”. Ingatlah bahwa pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada anda adalah sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri untuk lebih kreatif, inovatif dan kolaboratif dalam menjalani hidup. Ingatlah agar tidak fokus dengan berkat, muzizat dan kelimpahan yang akan anda alami di masa depan melainkan hiduplah realistis dan lakukan hal yang benar.

  8. Lupakan masa lalu.

    Kita bisa belajar dari masa lalu (sesekali melihatnya) untuk dijadikan pengalaman. Tapi usahakan untuk tidak fokus kebelakang (pada peristiwa yang sudah terjadi) melainkan hidup realistis melakukan yang terbaik hari ini. Melupakan kejadian yang lalu juga merupakan awal untuk mengendalikan hawa nafsu yang syarat dengan kebinatangan.

  9. Hidup memberi manfaat.

    Saat kehadiran kita bermanfaat bagi orang lain disanalah kita lebih betah berlama-lama. Saat kita tulus membantu pekerjaan orang tua maka saat itulah kita betah di rumah. Ingatlah bahwa sebelum bermanfaat bagi orang lain alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita mampu mengabdikan diri agar bermanfaat bagi ayah & bunda di rumah.

  10. Hidup itu mengalir seperti air.

    Biarkan semuanya mengalir tanpa ada kesan “dipaksakan” melainkan lebih kepada sikap “apa adanya”. Jikalau memang anda pantas pastilah akan memilikinya. Berusahalah semaksimal mungkin, jangan dengan menghalalkan segala cara. Karena pemaksaan adalah awal pengacau kehidupan kita.

  11. Siap diuji oleh situasi dan orang lain.

    Sadarilah teman bahwa manusia saling menguji satu-sama lain. Tujuannya adalah untuk membuat anda benar-benar bersih luar dalam. Sikap yang tulus, tidak membenci, tidak dendam, tidak suka marah-marah, tidak munafik dan sikap buruk lainnya adalah penyakit hati yang sudah ada melekat di dalam dagingmu. Oleh karena itu, sifat-sifat seperti ini harus dimurnikan/ disucikan/ dibersihkan dari dalam hati lewat ujian kehidupan. Jika anda mampu memandang semua masalah yang terjadi sebagai sebuah upaya pembentukan oleh Tuhan niscaya hati lebih menerima segala yang terjadi apa adanya.

    Ujian kehidupan adalah gula-gula yang siap mencerdaskan bahkan membuat anda menjadi bijak. Oleh karena itu hadapi seja teman.
    Layaknya seorang atlet lari yang terus berlari untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Ia akan menghadapi berbagai rintangan dan hadangan di depannya. Juga ada berbagai macam godaan yang siap melemahkannya akan tetapi semuanya itu tidak membuatnya lemah melainkan TETAP FOKUS UNTUK MENCAPAI GARIS FINIS. Maka demikianlah anda saat ini sedang berlari untuk menyelesaikan apa yang telah anda mulai. Sekalipun ada berbagai ujian kehidupan di depan mata, lewati dan hadapilah semuanya itu dengan lapang dada. Bila perlu jangan menyisakan kebencian terhadap mereka yang terlibat melainkan tersenyumlah dan katakan pada dirimu bahwa “itu sudah seharusnya terjadi untuk membuatku lebih kuat, cerdas dan bijak, terimakasih Tuhan dan mohon pada-Mu kuatanlah hamba-Mu ini“.

  12. Jangan membenci penderitaan/ masalah.

    Hadapilah masalahmu senyatanya. Pergumulan hidup adalah pintu kedewasaan. Penderitaan adalah awal kesuksesan (Berdasarkan kisah Yesus). Selesaikan masalah sampai tuntas dan jangan pernah lari darinya (menjadi pengecut). Masalah adalah sahabat perjuangan untuk mengubah anda menjadi lebih baik. Apabila tekanan dan kesesakan membuat sikap anda berada diluar batas standar kehidupan (Kitab Suci) itu artinya hidup anda berada di jalan yang salah. Putuskan untuk berubah mulai dari sekarang.

  13. Nikmati setiap rasa yang menghampiri anda.

    Suka, duka, tawa, sedih, senang, tangis, dihina, dibully, diejek, direndahkan, dipermalukan, dipermainkan oleh orang lain. Nikmati semua itu, resapi dan rasakan betapa perihnya. Sadarilah bahwa itu hanyalah rasa yang diserap melalui indra. Dimana rasa itu ada di dalam diri anda. Jadi jangan biarkan “suasana kotor di luar” masuk kedalam pikiran ini. Terima saja itu tapi jangan biarkan dia menyatu lalu mengalahkanmu. Katakan dalam hati “Saya pantas menerimanya, kuatkan hatiku Tuhan“.

  14. Sabar adalah kunci untuk menguatkan hati.

    Kuatkan hati adalah sabar (diam, terutama mulut) dan menunggu kehendak Tuhan dinyatakan. Ingat untuk selalu bersabar dalam penderitaan. Jangan biarkan keyakinan (iman) anda goyah oleh gelombang kecil/ masalah kecil bahkan sekalipun masalah itu besar. Karena iman adalah kekuatan utama untuk menyelesaikan persoalan hidup. Kuatkanlah imanmu untuk tetap bertahan di tengah kerasnya hidup. Kuatkan hati bahwasanya semua masalah pasti ada hikmahnya dan “badai pasti berlalu“. “Sebab habis gelap terbitlah terang“.

  15. Hindari sikap over acting/ berlebihan/ lebay Alias bersikap biasa saja.

    Sikap seperti ini seharusnya di jauhi. Apabila sesuatu yang baik menyapa anda ingatlah bahwa diri ini pernah juga merasakan kepahitan agar kesenangan yang pertontonkan tidak lebay. Apabila sesuatu yang buruk menimpa anda sadarilah bahwa dahulu juga pernah merasakan kebaikan agar kesedihan yang di ekspresikan tidak terlalu berlebihan. Rasa gembira dan kesedihan terkadang tidak bisa kita bendung sehingga membuat orang lain jengkel dan mungkin juga iri hati karena sikap itu. Jadi netralkanlah rasa di hati dengan mengingat sesuatu yang berseberangan rasa dengan itu.

  16. Harus mengalami “tekanan rasa” >=> “kehilangan rasa” >=> pada akhirnya anda menyadari betul >=> “persamaan rasa”.

    Yang terakhir ini sangat tergantung dari tingkat kedewasaan setiap orang. Saat pikiran sudah terbiasa dengan kehilangan, kepahitan, penderitaan, kekecewaan, kesenangan, kemujuran, suka dan duka maka rasa ini mulai terbiasa dengan semuanya itu lalu menganggapnya sama saja. Baik suka maupun duka, baik susah maupun senang, baik tawa maupun tangis : rasanya sama saja. Sebab pikiran anda tetap konstan sedangkan yang berbeda-beda itu hanyalah rangsangan yang ditimbulkannya.

    Satu yang harus kita ingat adalah sikap terbiasa. Jika anda sudah sering mengalaminya maka akan muncul rasa bosan/ jenuh sehingga anda dapat mengambil hikmah dari semuanya itu bahwa hidup ini begitu-begitu saja.

    Tidak ada perbedaan yang signifikan lewat semuanya itu karena kita bisa menciptakan dan menghadirkannya sendiri dari dalam pikiran ini. Itulah rasa yang sesaat saja. Yang lebih penting dari sekedar rasa adalah hikmah/ manfaat yang kita peroleh dan kebenaran yang kita lakukan. Pada titik inilah kita dapat mencapai kehidupan yang lebih santai, tenang dan bersikap biasa saja menanggapi segala sesuatu.

  17. Nikmati hidup apa adanya.

    Apa yang anda miliki saat ini maka nikmatilah itu teman. Bukan berarti kita tidak membutuhkan materi dan semua yang ada di dalam dunia ini. Akan tetapi hendaknya kita menikmati itu sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Nikmatilah materi saat hati sedang lega dan tidak banyak kesusahan didalamnya. Bila perlu lakukanlah dengan orang-orang terdekat, misalnya keluarga dan sahabat.

Kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan sudah ada di dalam diri ini. Kita tinggal melipat gandakannya agar selalu dirasakan hari lepas hari dengan melakukan hal yag benar. Tanpa kebenaran tidak ada kesabaran, kejujuran, keadilan, kasih/ cinta, damai dan kebahagiaan bersama. Mari mulai melakukan yang benar dalam setiap tindakan dan perkataan yang diucapkan. Jadilah perahu yang mampu berlayar terus, Jangan biarkan air asin yang kotor itu masuk kedalam pikiran ini agar hati tetap jernih dalam segala kondisi.

Salam kebahagiaan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s