Koruptor Tidak Berperikemanusiaan – Bahaya Dosa Korupsi Mengerikan – Koruptor Segeralah Bertobat Karena Materi Tidak Akan Pernah Memuaskan Hati

Dosa-koruptor-mengerikan-stop-korupsi-by-Suprapus-on-Dribbble.com_

Korupsi adalah pencuri ulung yang meninggalkan sisa. Koruptor tidak mencuri semuanya melainkan mereka mengantongi bagian terbaiknya sedangkan sisanya di salurkan kepada masyarakat. Ini adalah orang rakus. Mereka sudah diberi bagian terbaik dalam tugas dan profesinya tapi masih kurang juga. Mengambil jatah rakyat dengan semena-mena, cantik tanpa ketahuan oleh orang lain. Sibuk memperkaya diri dengan mengambil bagian orang banyak. Mereka tamak dan tidak bisa berhenti dari kerakusan itu, seperti “ketergantungan”.

Mental koruptor

Mental korup di bangun dari kecil. Kebiasaan berbohong menjadi salah satu pola pendukung perilaku ini kelak. Orang yang mau serba cepat memiliki kesabaran yang tipis hingga menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya. Mereka yang berpikiran sempit untuk meraup keuntungan, memanfaatkan kesempatan padahal orang lain di dalam kesempitan adalah koruptor. Seseorang yang membangun tameng dalam hidupnya untuk menyembunyikan pelanggarannya (kepribadian manipulatif) adalah pencuri ulung. Terlebih lagi setiap yang menginjak orang lain untuk meraih kenyamanan adalah penjahat korupsi sekaligus kriminal. Baca juga, Kepribadian orang yang suka korup di Indonesia

Dasarnya mengapa seseorang korupsi

Akan tetapi semua itu bukan penyebab, “mengapa seseorang menjadi koruptor?”. Ini masalah kepuasan hati. Banyak dari mereka sudah kaya raya, aset menumpuk, tabungan miliaran namun masih saja melakukan praktek korup yang merugiakan khalayak luas.  Masalahnya bukanlah kebiasaan buruk yang menjadi penyebab utama mengapa seseorang mencuri uang rakyat melainkan “hati yang hampa”. Selama hati masih terasa kosong, tidak ada kepuasan, tidak ada kebahagiaan, tidak ada kenyamanan, semua yang kelihatan WAH tidak dapat memenuhi kebutuhan hati.

Uang kebutuhan indra

Banyak manusia salah kaprah berpikir bahwa kebahagiaan, damai, dan kepuasan berasal dari luar diri ini lalu masuk ke dalam. Padahal apa yang diluar tidak dapat membahagiakan sama sekali. Melainkan yang menjadi kunci kehidupan adalah “KETEDUHAN HATI”. Pikiran yang teduh enak untuk di tempati dan nyaman untuk dimiliki. Apapun yang masuk kedalam sana pasti berbahagia, damai dan puas sekalipun itu kecil dimata orang lain. Inilah yang saya sebut dengan kebenaran adalah kebutuhan hati.

Diagam kebutuhan indra dan hati manusia

Materi tidak bisa menyentuh pikiran

Apabila selama ini bahagianya kita tergantung dari pujian orang lain, pakaian yang digunakan, perhiasan yang dikenakan, penghargaan orang lain, penghormatan dari orang lain, rumah yang dimiliki, fasilitas yang ada dan masih banyak lagi materi lainnya. Sadarilah bahwa ini jelas tidak memuaskan hati. “Mengapa demikian?”. Logikanya adalah materi tidak bisa masuk kedalam otak kita. Jika makanan bisa masuk ke dalam perut walau ujung-ujungnya di buang juga. Tetapi yang lain-lainnya itu tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah mungkin menyentuh otak anda. Jika materi asing (yang mewah dan waw itu) menyentuh otak anda pasti mati. 😀 wkwkwkkk 😀

Kebahagiaan, damai dan kepuasan terpancar dari dalam hati

Apa yang di transfer indra (mata, telinga, lidah, kulit dan hidung) hanyalah rasa sedangkan rasa itu berasal dari dalam pikiran sendiri. Kebenaranlah yang membuat kita mati rasa terhadap materi. Pandangan terhadap materi menjadi sama saja, besar ataupun kecil. Sebaliknya kita bisa mengelola rasa bahagia, damai dan puas itu sendiri. Kita bisa merasakan hal-hal baik ini kapanpun kita inginkan asalkan kebanaran bersarang dalam hatimu. “Uang tanpa kebenaran seperti medapat telur angsa yang kelihatan bagus namun busuk dan menjijikkan bagian dalamnya”. Oleh karena itu marilah mulai dari sekarang berpikir, berbuat dan bertindak yang benar ketika mencari materi.

Tidak pernah puas sehingga korupsi terus-menerus

Koruptor memuaskan dirinya dengan materi namun tidak kunjung puas juga. Oleh karena itulah mereka terus melakukan aksi korup lagi dan lagi. Sebenarnya mereka mencari sesuatu dari praktek korupsi yang dilakukan, sayang tidak kunjung menemukannya. Bahkan sampai matipun kita tidak dapat menemukan materi yang benar-benar membuat hati teduh. Harus mulai mengubah prinsip bahwa kebahagiaan, kepuasan dan damai (3 rasa terbaik) berasal dari dalam hati dan terpancar ke luar.

Koruptor tidak berperikemanusiaan

Apabila hati dipenuhi oleh kebenaran niscaya apapun yang kita lakukan akan membuat bahagia, puas dan damai. Sekalipun orang lain memandangnya rendah dengan hinaan dan bully. Setelah merasakan semuanya ini, kejahatan korupsi dapat dihindari sebab apa yang kita butuhkan (3 rasa terbaik) sudah terpenuhi semuanya. Mereka yang tidak punya apa-apa (miskin harta) akan dipandang wajar ketika mencuri. Tetapi setiap orang yang hidupnya berkecukupan lalu melakukan korupsi tidak berperikemanusiaan.

 Korupsi pada tingkat negarawan (PNS, pejabat, pemimpin) adalah kejahatan yang paling memalukan. Kebutuhan hidup sudah terpenuhi namun masih merampok uang rakyat. Gaji, tunjangan dan fasilitas sudah dijatahin negara tapi masih mau memotong jatah rakyat juga. Padahal bagian yang diterima rakyat secara perorangan lebih kecil dibandingkan gajinya tapi masih diambil persenannya. Inilah yang disebut dengan “Korupsi adalah perbuatan yang paling tidak manusiawi.

Mengapa hasil korupsi begitu besar nilainya?”. Karena mereka mengumpulkannya dan mengkoleksinya bukan dari satu orang saja melainkan dari seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 Juta jiwa. Bayangkan jika apa yang menjadi hak rakyat dipotong sebesar Rp. 5.000,- dikalikan dengan 200 juta jiwa. Bukankah nilainya sangat fantastis “miliaran”. Jadi korupsi itu bukan mengambil seluruhnya melainkan mengambil sebagian hak orang banyak untuk dimasukkan kantong sendiri. Baca juga, Orang bergaji tinggi akan masuk neraka duluan.

Kuantitas dosa korupsi mengerikan

Jadi, koruptor setingkat nasional telah merugikan 200 juta jiwa lebih rakyat Indonesia. Itu artinya mereka berdosa kepada 200 juta orang lebih. Untuk pendekatan yang lain :

  1. Saat kita mencuri uang ibu dirumah maka yang dirugikan adalah Ibu sendiri alias hanya satu orang.
  2. Akan tetapi saat kita mencuri kepada seorang bendahara yang membawa uang ke kantor untuk membayar gaji karyawan maka kita bersalah kepada seluruh karyawan tersebut. Artinya dosa kita bukan hanya kepada satu orang melainkan dosa tersebut kepada seluruh karyawan di kantor yang dimaksud.
  3. Demikian juga saat seorang pejabat daerah yang mengkorupsikan suatu dana di daerahnya. Maka dia berdosa kepada seluruh rakyat di daerah tersebut. Artinya, kalau jumlah rakyat disana 200 ribu orang maka ia telah berdosa kepada semua orang itu.

Dosa dapat dinilai dari dua sisi, yakni secara kualitas dan secara kuantitas. Kesalahan kita diperhitungkan bukan dari besarnya dosa itu melainkan juga dipertimbangan dari berapa orang yang dirugikan atas pelanggaran itu. Ini menunjukkan bahwa pelanggaran korupsi adalah dosa yang paling besar karena telah merugikan seluruh warga masyarakat yang berjumlah yang tidak sedikit. Jadi bagaimanakah anda dapat memohon ampun kepada ratusan ribu, jutaan bahkan ratusan juta orang? Bukankah ini yang akan menggelisahkan anda seumur hidup. Simak juga, Kebiasaan di masyarakat yang mendorong timbulnya perilaku korupsi.

Salah satu saja sudah gak enak hati ini apalagi kepada banyak orang

Apabila kita ketahuan bersalah terhadap satu orang saja hati tidak tentram. Apalagi yang namanya kesalahan dengan ratusan ribu, jutaan bahkan ratusan juta orang pasti sangat menghancurkan keteduhan hati ini. Tidurpun nyesak, duduk kuatir, berjalan ketakutan bahkan saat berdiam diripun tidak ada ketentraman. Anda seperti berada dalam lorong kegelisahan yang tidak pernah berakhir. Bagaimana anda bisa menebus dosa terhadap jutaan orang?

Amal kepada ratusan orang 🙂 dosa kepada ratusan juta orang 😦 😦 😦 😦 😦

Beberapa koruptor menganggap bahwa saat mereka beramal/ sedekah kepada janda, anak yatim dan piatu maka dosa mereka sudah diampuni. Padahal mereka berbuat baik kepada beberapa orang saja sedangkan kesalahan mereka terhadap ratusan ribu bahkan jutaan orang rakyat Indonesia yang tidak tahu apa-apa. Korupsi adalah pelanggaran yang paling mengerikan karena telah merugikan lebih banyak manusia. Dampaknya yang bersifat sistematis dapat memperlambat perekonomian, pembangunan tidak merata bahkan memiskinkan negara ini.

Korupsi berpengaruh luas salahnya juga mengerikan

Semakin tinggi jabatan saat korupsi semakin besar kuantitas (jumlah) dosa yang anda lakukan. Bagaimana anda akan membayar semuanya itu? Sebab negara ini didirikan dalam kebersamaan. Seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke bersatu di bawah naungan Pancasila.  Pelanggaran kode etik aparatur negara  membuat mereka tidak hanya berdosa terhadap negara melainkan berdosa terhadap seluruh rakyat Indonesia dari yang tua sampai muda, yang kecil dan besar, yang kaya dan miskin dan lain sebagainya.

Apakah anda masih mau korupsi? Ingatlah bahwa dosa masal yang begitu besar ini tidak dapat dimaafkan bahkan tidak dapat diampuni karena anda berdosa bukan kepada satu, dua orang saja melainkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, bagaimana mungkin anda tidak gemetaran dan ketakutan bertemu dengan masyarakat luas karena dosa-dosa anda berjejeran ketika menatap mata mereka. Ingatlah bahwa setiap dosa besar ataupun kecil akan menimbulkan rasa bersalah yang menyebabkan kegelisahan diseluruh lini kehidupan bahkan tidurpun tidak tentram karena hati hampa dan gelisah terus. Jika anda bertemu dengan seorang teman yang mengaku bahwa hatinya terus menerus tidak tentram dan gundah gulana terus : Itu artinya dia atau kaum keluarganya atau orang terdekatnya koruptor.

Stop korupsi, salam bahagia!

Iklan

5 comments

  1. […] Jaman sekarang banyak orang berpotensi dan memiliki kemampuan yang sama hanya mereka tidak mendapat kesempatan. Keberuntunganlah yang akan menuntun mereka pada kesempatan itu. Lagipula jaman sekarang skill itu bisa diajarkan/ ditularkan/ di-trening. Baca juga, Dosa korupsi mengerikan […]

    Suka

  2. […] Terus, mereka adalah bisnisman (pebisnis) yang baik namun tidak suka dipersulit. Birokrasi yang sengaja dibuat rumit dalam artian untuk membuat investor gerah lalu seolah-olah mengarahkan mereka untuk memberikan uang suap (uang sogok) agar usahanya lebih lancar. Artinya, para pemegang kekuasaan secara tidak langsung (dengan korupsi) melegalkan dan menggunakan bangsa asing sebagai alat untuk menjajah negeri sendiri. Banyak preman yang menjadi petinggi di negeri ini, suka menarik uang setoran (korupsi) untuk memperkaya diri sendiri. Mereka tidak mau memperkaya bangsa Indonesia, hanya kantongnya yang ia tahu. Baca juga, Dosa korupsi adalah dosa besar tuh…. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s