Gejolak Sosial · Kristen Sejati

Anda Bebas Jadi Apapun Tapi Ingat Jangan Melewati Batas Standar Kehidupan

kITA-bebas-jadi-apapun-tapi-jangan-kelewat-batas-standar-kehidupan

Ini demokrasi bung…. Kita bebas jadi apa saja menurut keinginan hati masing-masing. Seperti itulah kalimat yang sering saya dengarkan setelah menonton beberapa film luar hasil bajakan yang beredar luas di Internet. Demokrasi tidak pernah salah namun kebebasanlah yang selalu bias dimanfaatkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Setiap kita bisa menghirup udara dengan bebas, bergerak dengan bebas, bicara dengan bebas lalu berpikir bebas, sesuka hati. Apapun kebebasan kita, jangan sampai mengganggu atau merugikan kehidupan orang lain.

Kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain

Kita ada di dalam dunia ini tapi tidak sendirian. Hidup bersama dengan orang lain, berbaur dan bersosialisasi tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita sehari-hari. Kebersamaan inilah yang mengharuskan kita untuk tidak kelewat batas dalam bertindak. Itu artinya hidup kita bukan untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang lain. Utamanya adalah keluarga, saudara dan orang-orang disekitar. Kebebasan kita dibatasi oleh kepentingan orang lain.

Kita menerima kembali dengan lunas semua yang telah dilakukan

Seberapa penting dirimu kawan hingga dapat mengabaikan orang lain? Bertindak sesuka hati bahkan semena-mena seolah hanya kamulah yang terpenting di dunia ini. Tidak bolahlah begitu teman. Sehebat apapun kita bukan berarti punya hak istimewa untuk berlaku tidak senonoh dengan melampiaskan hawa nafsu jahat kepada yang lainnya. Sebab dalam dunia yang fana ini ada satu hukum yang diyakini oleh banyak orang yakni “hukum tabur tuai”. Apa yang anda lakukan kepada orang lain maka itu jugalah yang dilakukan orang terhadap anda. “Semakin besar ujian kehidupan yang anda alami maka semakin besar pula berkat yang akan anda terima”.

Mementingkan diri sendiri sejalan dengan kebiasaan melanggar aturan

Kita bebas dimanapun berada bisa melakukan apa saja. “orang yang merasakan akibatnya tubuhku kok!”, “yang habis hartaku kok!”, “yang rugi aku kok”, “yang malu aku kok!”, dan masih banyak lagi sikap yang mengekspresikan ke-egoisan yang sangat rapuh. Sadarilah bahwa keegoisan dan kebiasaan melanggar aturan adalah sahabat sejoli yang membuat hidup tidak tenang dan dibenci oleh banyak orang. Pada akhirnya kebebasan tanpa aturan akan membawa kehancuran yang bersifat sistemik.

We’are not alone

Kita tidak sendirian. Jika anda hebat maka anda akan menggiring suara-suara yang awalnya berusaha menekan menjadi kekuatan yang mengubahkan dunia. Tapi karena anda terlalu percaya diri padahal pengetahuan dan pengendalian diri masih dangkal niscaya suara-suara yang dahulu mendukung anda akan berbalik menyudutkan pula. Inilah yang disebut dengan “sikap orang lain berubah seiring perubahan yang kita ekspresikan sebelumnya”.

Hati-hati! Banyak informasi yang bias di sekitar anda

Dunia ini berisi beragam orang, bermacam motif, beraneka maksud hati. Disekitar kita ada-ada saja yang tidak sejajar isi hatinya dengan apa yang diekspresikan (munafik dan tidak tulus). Mereka tampil bak seorang saudara yang siap melayani dan memberi solusi dihadapan anda. Padahal apa yang mereka lakukan adalah syarat dengan tipu muslihat yang menjebak. Saat seperti ini, anda akan dikondisikan dan dianulir agar berada dibawah pengaruh tertentu yang tidak selalu baik. Anda dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal negatif sesuai keinginan mereka. Dan bodohnya lagi, anda tidak menyadarinya. Setelah semuanya berlalu dan menyisakan luka yang dalam, anda baru menyadari ketelodoran itu. Oleh sebab itu hati-hati menyerap informasi, bandingkan semuanya dengan standar kehidupan anda (Kitab Suci).

Ada saat genting, dimana kita tidak bisa mempercayai siapapun

Kita bebas menjadi apa saja. Suatu saat anda akan mengerti, ada waktunya nanti kita tidak perlu lagi mendengarkan orang lain. Sebab kebanyakan mereka menyudutkan diri ini dan menginginkan kejatuhan kita. Saat seperti ini adalah saat yang paling menyakitkan hati. Ketika semua orang menolak padahal apa yang kita lakukan benar, bagaimana perasaanmu? Bukankah hati anda akan hancur berkeping-keping oleh semuanya ini? Oleh karena itu, ingatlah “ada waktunya dimana kita tidak lagi mendengarkan orang lain melainkan mendengarkan suara Tuhan”.

Suara manusia tidak akurat dan tidak konsisten

Kita harus memiliki prinsip hidup. Orang lain, kata-kata mereka dan tindakan mereka kekita tidak dapat dijadikan standar yang sifatnya konsisten. Sebab mereka juga hanya manusia biasa yang memiliki kepentingan sendiri-sendiri yang mungkin saja mengganggu bahkan merugikan masyarakat luas. Itulah mengapa suara orang lain tidak dapat dijadikan standar. Terlebih ketika mereka telah ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan sempit yang tidak menjunjung rasa kebersamaan dan nilai-nilai kebenaran.

Milikilah standar kehidupan lalu berpegang pada-Nya

Sekali lagi saya tegaskan, ada waktunya dimana kita tidak dapat mempercayai orang lain. Melainkan kita harus berpegang pada standar kehidupan yang paling konsisten dan paling dahsyat, dipercayai oleh miliaran orang di luar sana selama berabad-abad. Inilah yang disebut dengan “Kitab Suci yang menjadi standar kehidupan kita”. Kesimpulannya semua orang bebas jadi apa saja yang ia inginkan asalkan tidak melewati batas-batas Kitab Suci yang anda percayai.

Salam demokrasi!

Iklan

Satu tanggapan untuk “Anda Bebas Jadi Apapun Tapi Ingat Jangan Melewati Batas Standar Kehidupan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s