17 Cara menjadi orang berwibawa – Menghargai dan mematuhi peraturan adalah awal wibawa seorang PNS, Pejabat dan Pemimpin

Cara menjadi orang berwibawa - Menghargai dan mematuhi peraturan adalah awal wibawa seorang PNS, Pejabat dan Pemimpin

Wibawa adalah (1) pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik, (2) kekuasaan (KBBI Luring). Merupakan kharisma seseorang dalam bersikap. Harap dipahami bahwa butuh proses panjang (waktu yang lama) untuk menjadi seseorang yang berwibawa bagi orang lain.

Hidup kita tidak lepas dari aturan. Peraturan hidup yang paling mendasar telah lama kita peroleh dari apa yang kita percayai sebagai iman dimana dunia ini mengenalnya dalam bentuk agama. Secara tidak langsung ajaran agama membentuk nilai-nilai yang dianut oleh seluruh masyarakat. Nilai inilah yang kemudian menjadi norma kesopanan, kesusilaan dan hukum yang mengawal kehidupan bermasyarakat sehingga lahirlah MASYARAKAT YANG BERBUDAYA. Inilah yang pertama-tama membawa kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Dari norma-norma yang telah ada, para pendiri negara telah menetapkan sesuatu yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bertanah air yang disebut Pancasila yang kemudian dijabarkan dalam bentuk undang-undang.

Peraturan menjunjung tinggi kepentingan umum

Semua undang-undang menjadi hukum yang berlaku di seantero negeri kita Indonesia. Tidak mudah memang menjalankan hokum karena berbasis pada kepentingan bersama seluruh rakyat. Ini berarti bahwa kepentingan umum diletakkan di atas kepentingan pribadi. Inilah yang banyak membebani para pelaku kejahatan karena mereka lebih mementingkan kepentingannya daerahnya, kepentingan kepentingan sukunya, kepentingan saudaranya, kepentingan keluarganya, kepentingan KANTONGNYA.

Peraturan mengikat semua orang

Peraturan yang berlaku membuat segala-sesuatu berjalan dengan baik dan mendukung kehidupan bermasyarakat. Mulai dari kalangan tani, wiraswasta, pengusaha, pegawai negeri, pejabat negara sampai para pemimpin di negeri ini telah mengatur hak dan kewajiban masing-masing dengan jelas. Menjunjung tinggi aturan yang berlaku sama artinya dengan menghormati negara ini. Sebab negara ini dibentuk, dibangun dan dibesarkan dalam aturan bukan dalam kehendak pribadi atau segolongan orang saja.

Aturan yang mempersatukan kita

Peraturanlah yang membuat kita dari Sabang sampai Merauke bersatu dan berada dalam satu naungan negara Indonesia. Apabila tidak ada aturannya, setiap Provinsi bahkan setiap pulau bebas membentuk negara sekehendaknya sendiri. Kita mengesampingkan segala perbedaan baik suku, agama, ras, golongan (SARA) tertentu. Dengan menjunjung tinggi aturan yang berlaku berarti bahwa kita mengaku “Bertanah air satu”, “Berbahasa satu”, “Berbendera satu” yang dirangkum dalam satu nama besar INDONESIA.

Indonesia maju berkat peran semua kalangan

Para petani, wiraswasta, pengusaha, pekerja seni (artis) dan media berjuang dengan keringat sendiri untuk meraih suatu sisi yang disebut dengan KREATIFITAS sehingga hasil usahanya dihargai dengan rupiah oleh orang lain. Inilah para pejuang ekonomi masa depan Indonesia. Merekalah yang sesungguhnya memajukan negara ini dengan menambah devisa sehingga Indonesia menjadi lebih baik dari hari ke hari. Akan tetapi harap juga untuk berhati-hati sebab eksploitasi lingkungan/ pemanfaatan alam yang berlebihan (disebut juga keserakahan) akan menghancurkan Indonesia “secara perlahan-lahan tapi pasti”. Selengkapnya, Cara mengatasi sifat serakah

PNS, pejabat, pemimpin diangkat oleh aturan yang disebut undang-undang

Tidak berjuang dengan keringat mati-matian (layaknya para pengusaha) para pegawai negeri sipil, pejabat dan pemimpin dinegeri ini diangkat, ditetapkan dan disahkan oleh peraturan perundangan yang berlaku. Usaha kerasnya hanya diawal-awal saja setelah itu tinggal menjalankan dimana segala sesuatu sudah disediakan oleh negara. Apabila para pejabat dan pemimpin negara melaksanakan fungsi dan peran masing-masing artinya mereka menghargai negara ini, Indonesia. Dengan menjalankan peraturan artinya mereka telah menghargai perundang-undangan yang telah sebelumnya memberi mereka jabatan dan posisi yang dominan.

PNS, pejabat, pemimpin negeri disahkan oleh aturan bukan manusia super

Padahal kalau dipikir-pikir, para pegawai negeri, pejabat negara sama seperti rakyat biasa, sama-sama makan nasi, sama-sama minum air, sama-sama bernapas, sama-sama kalua ke toilet itu berbau dan sama-sama bisa mati juga. Mereka ini bukan manusia super duper hebat seperti yang dicerikan oleh film-film box office MARVEL. Lalu apa kelebihan mereka dari kita? Pada dasarnya tidak ada melainkan hanya PERATURAN-lah yang telah mengangkat dan memberi mereka kewenangan untuk melakukan semuanya itu. Jadi jika seorang pejabat tidak menjalankan kewenangannya berdasarkan aturan yang berlaku berarti ia secara sengaja menghilangkan wibawa peraturan itu yang otomatis menghilangkan wibawa negara juga.

Diumpamakan seperti orang tua yang melanggar kata-katanya sendiri

Ini saya umpamakan seperti orang tua yang memberlakukan aturan yang ketat kepada anak-anaknya. Tetapi pada suatu saat yang tidak terduga dia (ortu) sendiri telah melanggar aturan yang di buatnya sebelumnya. Inilah yang membuat banyak orang tua kehilangan wibawa dimata anak-anaknya. Sehingga ketika ortunya berbicara anak tidak lagi memperhatikannya apalagi menurutinya sebab katanya dalam hati “Ayah sendiri jahat, mengapa saya tidak? Harusnya saya juga diijinkan menirunya!”.

Tidak mematuhi aturan sama dengan mengangkangi Indonesia (NKRI)

Jadi, apabila seorang pejabat negara (termasuk pemimpin) menjalankan fungsinya diluar aturan yang berlaku berarti ia telah mengangkangi negara ini dengan mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan seluruh khalayak ramai. Sikap ini sama saja dengan menurunkan bahkan menghilangkan wibawa Negara Kesatuan Republik Indonesia dimata masyarakat. Secara otomatis situasi seperti ini juga membuat dia kehilangan wibawa diantara bawahannya dan juga diantara masyarakat luas sehingga tidak ada lagi penghargaan dan rasa segan bagi warga untuk bertindak yang aneh-aneh dan melanggar aturan dalam bermasyarakat.

Menjalankan tugas dan fungsinya untuk kepentingan kelompok hanya dihargai oleh segolongan orang

Mereka yang menjalankan peraturan sekehendak hatinya saja hanya akan dihargai oleh kelompok/ golongan tertentu yang merasa diuntungkan. Seperti seorang pemimpin perusahaan dihargai dan berwibawa hanya dilingkungan kerja (dikantor) saja. Demikian juga dengan pejabat yang menjalankan tugas dan fungsinya diluar aturan menurut kepentingan kelompok tertetentu niscaya yang menghargainya hanya segelintir orang saja. Sedangkan masyarakat luas menganggapnya “sampah” karena tidak bisa memberi manfaat yang berdampak luas. Sadarilah prinsip seperti ini hanya akan menimbulkan rasa bersalah yang membuat para pejabat kehilangan wibawanya bahkan tidak bisa bergerak bebas karena berada dalam kekuatiran, ketakutan dan tertekan oleh kesalahannya sendiri. Sadari juga bahwa kita manusia tidak sama seperti hewan lainnya melainkan nafas kebenaran mengalir dalam setiap jengkal tubuh ini. Baca juga, Manusia dalam nafas kebenaran

Wibawa tidak lahir dari penampilan

Berjalannya sebuah aturan itu mulai dari atas ke bawah. Apabila atasannya patuh maka seluruh bawahannya juga akan lebih patuh lagi. Namun apabila atasanya semena-mena maka bawahannya lebih “sadis” dari itu. Ini sesuai dengan pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Mereka yang menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebenarnya secara tidak langsung telah membuat peraturan itu berwibawa sehingga dipatuhi oleh seluruh bawahan bahkan seluruh masyarakat luas. Jadi, wibawa lahir dari konsistensi dalam menjalankan aturan bukan dari penampilan, stelan (fashion/ pakaian), gaya bicara, gaya berjalan atau gaya hidup lainnya.

Cara menjadi orang yang berwibawa

Wibawa itu bukan nomor satu teman. Ingat dengan konsep kita sebelumnya? Bahwa yang berada di urutan tertinggi dalam kehidupan ini adalah kebenaran dimana menjadi seseorang yang selalu memuliakan nama Tuhan dan bermanfaat bagi sesama.. Ayo jangan fokus lagi pada apa yang disebut sebagai wibawa melainkan mari fokuskan diri hal-hal yang benar. Sebab di dalam kebenaran banyak berkat yang mengikutinya. Jika anda tekun melakukannya pasti akan memperoleh berkah itu salah satunya mungkin terdapat wibawa (tergantung peruntungan setiap orang).

Pada dasarnya wibawa dibentuk dari kecerdasan intelektual yang mumpuni (kemampuan berpikir logis) yang diiringi dengan kemampuan emosional (hati) yang memadai. Tanpa kecerdasan intelektual maka emosional anda akan membabi buta (nyata – kebinatangan) dan merugikan banyak orang secara nyata. Akan tetapi tanpa hati nurani maka kecerdasan intelektual anda hanya mendatangkan kerugian secara halus kepada sesama (manipulatif). Oleh karena itu, anda harus menyeimbangkan kedua hal ini sehingga pola pikir anda benar-benar menghasilkan sikap yang elegan namun tetap tulus dalam segala sesuatu.

Selengkapnya akan kami uraikan teknik untuk membuat anda lebih berwibawa dari sebelumnya.

  1. Jangan menginginkan wibawa melainkan fokuskan pikiran anda kepada Tuhan.

    Tujuan hidup kita yang menginginkan wibawa terlalu berlebihan akan membuat diri ini gagal fokus terhadap tugas, peran dan fungsi masing-masing. Namanya juga tujuan hidup, pasti fokusnya lebih kesana sehingga membuat perhatian kurang bahkan tidak ada sama-sekali pada hal-hal yang lebih important (penting).

    Daripada pikiran anda terus berkisah tentang “bagaimana caranya agar saya terlihat berwibawa dimata orang lain“, lebih baik fokuskan hatimu kepada Tuhan. Dalam waktu senggang/ waktu luang dan saat melakukan pekerjaan yang kecil/ sederhana maka berdoalah selalu, mengucapkan firman dan memuji-muji Tuhan di dalam hatimu. Memusatkan pikiran kepada Allah dapat menuntunmu agar pikiran bersih dari segala hawa nafsu yang sesat, bebas dari sifat-sifat kebinatangan (amarah, benci, dendam dan kekerasan) juga dari berbagai kejahatan lainnya. Sadarilah bahwa pikiran adalah pusat komando kehidupan anda, jika otakmu bersih niscaya sikap: perkataan dan perilakupun tidak jauh-jauh dari kebenaran.

  2. Mengusahakan kebenaran.

    Seperti yang kami sampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa nilai benar dalam hidup manusia yaitu dengan menjadi makhluk yang selalu memuliakan Penciptanya dan bisa bermanfaat bagi kehidupan orang lain (sesama). Ditengah semua gemerlapan duniawi itu tidak ada artinya. Seolah rasanya hampa dan sesaat saja. Justru semakin mengkonsumsi materi, penghargaan dan penghormatan dari sesama maka semakin candu keinginan akan hal itu. Sehingga timbullah hasrat yang sesat untuk memperolehnya dengan cara-cara yang salah sekalipun.

  3. Jadilah orang yang konsisten menjalankan segala sesuatu.

    Konsisten itu tidak berubah walau waktu terus bergerak maju. Perubahan prinsip yang terjadi harusnya mengikuti nilai yang benar. Melakukan sesuatu tanpa kenal lelah dan jenuh melainkan terus menggiatkannya karena itu sudah menjadi prinsip hidup. Miliki etos kerja yang memadai seperti, tekun, displin dan bekerja keras menyelesaikan tanggung jawab yang diemban. Tanpa mengabaikan nilai-nilai yang baik dan benar, misalnya keikhlasan, sopan-tantun, ramah-tamah,

  4. Harus tahan uji.

    Sadarkah anda bahwa manusia di dunia ini saling menguji satu sama lain? Dalam setiap ujian yang ditujukan kepada kita, tempuhlah dengan penuh kesabaran dan kedepankan penalaran logis dan hati nurani dalam menghadapi masalah.

    Manusia saling menguji, layaknya pelari yang berlari sekuat tenaga untuk mencapai garis finish. Sekalipun ada halangan dan rintangan didepannya semua itu dilangkahi dan dilewati. Demikian juga saat ada orang yang mencoba mengganggunya, diabaikan bahkan kadang ia membalasnya dengan senyuman yang anggun. Ia FOKUS MENYELESAIKAN PERTANDINGAN dan tidak mudah goyah oleh banyaknya godaan.

  5. Menjadi orang yang santai dan tetap tenang juga tidak terlalu emosional dalam menghadapi situasi apapun.

    Tetap santai dan tenang dalam bertindak. Demikian juga tempo kata-kata tidak terlalu cepat/ terburu-buru. Setiap orang memiliki kecepatan tertentu sehingga tetap luwes dalam bersikap. Temukan kecepatanmu kawan.

  6. Temukan moment yang tepat.

    Terkadang apa yang kita perbuat dan dikatakan tidak dapat diterima oleh orang lain padahal kita melakukan sesuatu yang benar. Semua orang butuh moment yang tepat untuk mengekspresikan diri. Jadilah bijak dan sabarlah menunggu moment tersebut.

    Tidak dapat dipungkiri juga bahwa beberapa orang bertindak di luar rencana lalu secara tidak disengaja menciptakan moment itu. Inilah yang disebut dengan keberuntungan.

    Ada waktunya untuk bicara, ada waktunya untuk bertindak, ada waktunya untuk tersenyum dan ada waktunya untuk tertawa. Juga ada waktunya untuk menangis dan merasa sedih. Bersikaplah sesuai dengan moment itu teman.

  7. Perlu pengorbanan untuk berbagi kepada orang lain.

    Bakat dan potensi yang kita miliki jangan membuat diri ini egois lalu menjadi serakah. Ada waktu dimana kita berbagi sesuatu kepada yang lainnya. Memberi giliran pertama/ mendahulukan orang lain bukanlah sesuatu yang buruk. Berbagi yang saya maksudkan bukan dalam hal harta saja melainkan dalam hal kekuasaan, jabatan, kesempatan dan lain sebagainya.

  8. Jadilah orang yang jujur dalam segala kondisi.

    Kejujuran perilaku dan perkataan sangan menentukan kepercayaan orang terhadap anda. Tanpa sikap yang jujur maka ada kecenderungan kata-kata yang anda ucapkan tidak sepenuhnya dipercaya. Oleh karena itu bangun sikap yang penuh dengan kejujuran sampai anda menjadi orang yang pantas diberikan kepercayaan.

  9. Patuhilah nilai, norma dan etika yang berlaku luas di dalam masyarakat.

    Sudah jelas!

  10. Patuhilah aturan yang berlaku luas di tempat kerja.

    Pelajari itu!

  11. Hindari lebay.

    Jadilah orang yang biasa saja (low profile) bahkan rendah hati. Sebab yang rendah ditinggikan dan yang tinggi direndahkan.

  12. Hindari menilai diri sendiri di depan umum: mengumbar kebaikan yang sudah dilakukan, tidak perlu.

    Semua orang bisa menjadi baik, bukan hanya andalah satu-satunya orang baik disini. Mengumbar kebaikan yang telah anda lakukan adalah sebuah indikasi bahwa anda menuntut kembali alias tidak ikhlas dalam melakukan semuanya itu. Biarkan kebaikan anda dinilai sendiri oleh orang lain sebab mengumbarnya juga bisa dilihat sebagai sebuah kesombongan versi mini atau sedang mencari perhatian dari orang lain.

  13. Dimulai dari diri sendiri dan hindari menuntut berlebihan, hanya peraturanlah yang dapat memaksa.

    Mulailah dengan menghargai orang lain lebih dahulu sebab hidup ini seperti bola karet, apa yang kita lemparkan akan kembali kepada kita lagi. Akan tetapi jangan gunakan teori ini sebegai motivasi melainkan dasari semua sekap anda sebagai salah satu cara untuk menyatakan kasih Tuhan kepada sesama.

  14. Pandai bersosialisasi.

    Berbaur dalam masyarakat dan jadilah orang yang luwes, pandai menyesuaikan diri dan bergerak sesuai etika yang berlaku. Untuk berbaur dengan masyarakat dibutuhkan latihan. Ada dua masalah jika kita berkomunikasi dengan orang lain yaitu:
    – Mereka yang menentukan topiknya lalu kita mengikuti saja alur pembicaraan yang sedang berlangsung.
    – Kita yang menentukan topiknya maka mereka akan memberikan tanggapan atas hal tersebut.

    Ini adalah masalah moment, ada waktunya dimana anda hanya perlu mengikuti alur pembicaraan yang sedang berlangsung namun ada pula waktunya dimana anda memegang kendali topik pembicaraan. Jelilah menempatkan diri kawan.

  15. Menoreh prestasi dibidang masing-masing.

    Terus berprestasi dibidang yang anda geluti. Setiap orang yang mampu berkarya, berinovasi, berkreasi dan berkolaborasi dibidang yang di tekuninya akan membuatnya bermanfaat LEBIH bagi orang disekitarnya.

  16. Mampu menyelesaikan masalah dengan memberi solusi yang tepat.

    Seorang pemimpin harus bisa menyelesaikan masalah. Jika itu masalah pribadi maka selesaikanlah secara pribadi. Hindari membawa masalah pribadi ke dalam kelompok atau organisasi.

    Masalah bersama maka diselesaikan secara bersama-sama. Tidak perlu menjadi “one man army” sebab dalam kebersamaan kita lebih kuat. Memberi kontribusi yang wajar namun tidak menuntut balik atas jerih lelah yang telah ia berikan.

  17. Berpakaian sesuai dengan situasi yang dihadapi.

    Busana sebenarnya tidak begitu berpengaruh terhadap wibawa anda. Akan tetapi tidak baik juga jikalau anda hanya memakainya sembarangan sehingga kelihatan berbeda dari orang lain. Tampil beda itu bukan untuk cari perhatian justru andalah yang memberi perhatian. Terlalu mencolok juga tidak baik, gunakan sesuatu yang sederhana tapi tetap elegant dan sesuai dengan tema acara yang diikuti.

Berawal dari menjalankan aturan untuk meraih Kemajuan bangsa

Jika kita ingin membuat negara ini aman, penuh damai bahkan mampu mencapai puncak kejayaannya di tengah-tengah modernisasi yang telah mengglobal. Marilah mulai dengan menjalankan tugas dan fungsi masing-masing sesuai aturan yang berlaku, tanpa tipu muslihat (kelicikan) dan kemunafikan. Apabila seluruh aparatur negara berjalan di jalur yang benar niscaya sumber daya yang ada tidak akan terbuang sia-sia. Seperti yang sudah terjadi sebelumnya (krisis moneter) ketika koruptor menguasai negeri ini, banyak yang terkena imbasnya dan jatuh miskin. Mari mulai membangun sejarah baru, bekerja dalam aturan, berkarya dalam kejujuran sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan tepat sasaran untuk Indonesia yang lebih baik!

Mari menjunjung tinggi peraturan!

Iklan

One comment

  1. […] Sebaik-baiknya sebuah aturan tidak ada artinya tanpa aparat penegak hukum yang berkualitas. Polri dan Kejaksaan menjadi juru kunci kesuksesan Indonesia dalam memberantas kejahatan. Aparat yang memiliki hati nurani, jujur, tegas dan adil berkelanjutan akan membuat negeri ini menjadi lebih baik. Kuantitas aparat juga harus memadai dengan jumlah penduduk. Ingatlah bahwa aturan ada untuk memanusiawikan setiap orang yang ada didalamnya. Jadi sikap aparat yang berkecipung disana juga perlu lebih manusiawi agar mereka tidak melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri. Tidak ada kekerasan kecuali tersangka mengedepankan perlawanan yang keras. Selanjutnya, Tips tampil berwibawa […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s