+11 Cara Mengatasi dan Penyebab Kekerasan – Jangan memulai kekerasan karena meladeni sikap yang keras tidak pernah berakhir

Cara mengatasi kekerasan - Jangan memulai kekerasan karena meladeni sikap yang keras tidak pernah berakhir

Kuat bukan keras. Demikianlah sebuah prinsip yang saya terapkan dalam hidup ini. Kekerasan adalah respon yang berlebihan saat seseorang mengalami masalah dalam hidupnya. Sikap yang keras menunjukkan emosi yang sangat labil dan pengetahuan/ wawasan terbatas untuk mengendalikan diri. Sikap ini sama sekali tidak membawa damai, baik antara pribadi yang bertikai maupun dengan orang lain yang menyaksikannya.

Kekerasan selalu berhubungan dengan perbuatan tidak menyenangkan dan merugikan orang lain. Tindakan nyata yang diluncurkan lewat perkataan atau tindakan lainnya yang cenderung membuat orang lain terganggu, terlepas dari kenyataan kalau ia berhubungan langsung atau tidak dengan si pelaku. Artinya kekerasan bisa terjadi kepada siapapun dan dimanapun berada. Baik dalam keluarga (rumah tangga), tetangga, sekolah, lingkungan sekitar dan diwilayah-wilayah tertentu saja. Perbuatan itu bisa berupa bully, penghinaan, makian, kejahatan seksual, gangguan sosial dan aksi-aksi kriminal lainnya.

Faktor yang menyebabkan sikap seseorang menjadi keras

Mengapa sikap ini bisa dianut oleh seseorang? Padahal sesungguhnya pelakunya sendiri tidak diuntungkan sama sekali. Justru setelah melakukannya ia akan ketakutan sendiri, yang ia dapatkan hanyalah berupa sensasi setelah mengikuti sisi emosional yang tidak terkendali di dalam dirinya. Emosi yang tidak bisa diredam dan terlalu diekspresikan secara berlebihan lewat perkataan atau tindakan akan lebih banyak menghabiskan tenaga anda. Berikut alasan mengapa semua ini bisa terjadi dalam kehidupan anda.

  1. Orang yang keras dibentuk dalam keluarga yang keras. Kekerasan dalam rumah tangga apalagi jika disaksikan langsung oleh anak akan mengedukasinya untuk melakukan hal tersebut di masa yang akan datang. Atau dia bisa belajar sesuatu yang positif.
  2. Lingkungan yang keras. Lingkungan pergaulan yang keras terlebih lagi jika diakselerasi oleh perbuatan menyimpang seperti narkoba, miras, kenakalan remaja, tawuran dan kriminalitas akan menghasilkan orang-orang yang gemar melakukan kekerasan. Atau dia bisa belajar sesuatu yang positif dari sana.
  3. Masalah yang datang bertubi-tubi. Ketika seseorang di dera dengan masalah yang tidak kunjung terselesaikan niscaya emosi yang tidak bisa dikendalikan akan menguasai kehidupannya.
  4. Amarah yang ditahan-tahan. Keinginan untuk marah yang ditahan oleh kemampuan intelektual yang jernih suatu saat akan meledak ketika akal sehatnya tidak mampu menjelaskan segala yang terjadi. Oleh karena itu jangan menahan amarah melainkan menetralkan amarah.

Setiap orang mengekspresikan sikap keras yang berbeda-beda. Bahkan beberapa orang yang begitu enak dipandang, santun dan pendiam sering kali kehilangan akal sehatnya lalu mempertontonkan kekerasan yang unik (lain daripada yang lain) yang menggemparkan dunia. Mereka yang psikopat adalah pelaku kriminal yang lebih sadis dibanding orang sosialis.

Dimana ada aksi disitu ada reaksi tetapi orang bijak diam sambil tersenyum ramah.

Seperti kata pepatah ilmiah, “dimana ada aksi maka disitu ada reaksi“. Maksudnya, kekerasan selalu disebabkan oleh faktor tertentu atau beberapa faktor yang secara bersama-sama terakumulasi untuk membentuk sebuah tindakan yang keras. Oleh karena itu saat anda mendapatkan perlakuan yang tidak baik, lebih baik tidak membalasnya dengan perlakuan yang tidak baik juga sebab setelah itu akan muncul tindakan yang lebih keras lagi.

Beberapa orang yang tidak dapat mengendalikan emosionalnya cenderung melampiaskannya dalam bentuk-bentuk yang lain yang tidak sopan/ tidak etis. Pelakuan seperti inilah yang harus anda batasi untuk membalasnya. Sebab sisi emosional itu sifatnya melenting lebih keras melebihi bola karet. Saat anda membalas perlakuan yang buruk itu maka ia akan kembali melakukannya kepada kelak dengan cara-cara yang lebih ekstrim. Akan tetapi saat anda tetap diam (bahkan tersenyum sambil menyapa dengan ramah) maka sampai disitu saja kekerasan itu dan sekalipun itu diulang lagi olehnya diwaktu mendatang niscaya hati anda sudah siap untuk menghadapinya karena sudah terbiasa.

Jika pepatah ilmiah mengatakan “aksi >> reaksi >> aksi level 2 >> reaksi level 2 >> aksi level 3 >> reaksi level 3 >> dan seterusnya”.

Orang bijak memutus mata rantai “aksi >> memutus mata rantai – diam dan tersenyum ramah >> aksi >> memutus mata rantai – diam dan tersenyum ramah >> dan seterusnya….

Inilah yang kami maksud dengan tidak membalas kekerasan dengan sikap yang sama. Sebab jika dibalas maka akan semakin panas bahkan terbakar (kekerasannya semakin meninggi). Akan tetapi jika anda membiarkannya dengan ikhlas niscaya itu akan terhenti begitu saja. Jikapun itu terulang lagi niscaya anda sudah siap mental (kuat hati) untuk menghadapinya.

Ciri khas kekerasan

Ciri-ciri kekerasan atau setidaknya orang mengatakan bahwa kejadian ini selalu disertai oleh hal-hal berikut ini.

  1. Kesulitan ekonomi. Hal ini menjadi momok bagi pemerintah tentang cara mengatasi kemiskinan. Ketika urusan perut, makan & minum tidak tercukupi, orang lain akan mencari cara alternatif untuk memenuhinya.
  2. Adanya Daya pikir kurang. Intelektual/ logika yang kurang dalam artian tidak ada pertimbangan yang matang sehingga kurang berpikir panjang.
  3. Adanya Pengendalian diri kurang yang mencakup banyak hal. Terutama emosional yang tidak terkendali.
  4. Karena Daya tahan kurang bersabar.
  5. Adanya Tindakan yang berlebihan/ hiper. Kesombongan selalu memancing orang lain untuk iri hati melihatnya.
  6. Terjadinya aktivitas yang mengganggu orang lain terlepas dari keterlibatannya dalam masalah yang sedang berlangsung.
  7. Timbulnya kerugian yang dialami oleh orang lain terlepas dari keikutsertaannya dalam pertikaian yang terjadi.

Meladeni kekerasan bakal tidak ada habisnya

Jangan memulai/ menanggapi kekerasan sebab ini adalah sesuatu yang beresiko membuat kepala pusing. Membalas perlakuan yang keras sama saja dengan melayani kekerasan dengan melakukan hal yang sama. Yakin sama saya pola balas-membalas dendam ini tak akan pernah berakhir. Anda akan terjerat dalam lingkaran setan yang sangat melelahkan yang mengganggu konsentrasi berpikir dan berkreasi. Lebih baik jika hal ini terjadi, dibiarkan saja atau jika sudah menimbulkan kerugian yang nyata hubungi segera Pihak Keamanan yang bertugas di lingkungan anda.

Cara mengatasi dan menghindari situasi yang keras

Kita tidak dapat menebak kehidupan ini. Kekerasan bisa menimpa kita kapan saja. Oleh karena itu persiapkan diri bahkan bila perlu cegah hal ini sedini mungkin agar tidak menjadi korban yang buta pengetahuan tentang hal ini. Berikut cara yang perlu diterapkan untuk mengatasi dan menghindarinya.

  1. Kembali kepada Yang Maha Kuasa.

    Andalkan Tuhan dan pasrahkan hidup hanya kedalam Tangan Pengasihannya yang kuat. Pastikan anda selalu berlaku benar dihadapan-Nya.

    Dimanapun anda berada sebisa mungkin selalu upayakan untuk senantiasa berfokus kepada Tuhan dalam Firman-Nya dan pujian bagi nama-Nya. Ini membantu anda tetap waspada dalam segala sesuatu dan kejahatanpun cenderung menjauh.

  2. Hindari sikap tinggi hati.

    Tahukah anda bahwa orang-orang sombong biasanya perfeksionis dan tidak mau menerima kesalahan/ kekhilafan orang lain dan diri sendiri. Padahal kita tahu semua bahwa manusia penuh dengan salah dan dosa. Khilaf itu biasa dan bisa saja anda terganggu lalu menganggap hal tersebut sebagai kekerasan. Lagipula mereka yang tinggi hati enggan untuk menerima masalah/ cobaan/ kekerasan sebagai ujian kehidupan untuk melatih mental menjadi lebih tangguh.

    Sikap tinggi hati berhubungan erat dengan sifat arogan/ egois/ mementingkan diri sendiri. Untuk mengatasi kesombongan itu maka anda perlu merendahkan hati bahkan menghancurkannya hingga berkeping-keping agar rasa ini tidak menyebabkan kerugian dalam hidup anda maupun dalam hidup orang lain.

  3. Sikap sabar itu kuat.

    Sadarilah teman bahwa perbuatan yang agresif itu tidak ada untungnya. Kuatkan hatimu dan bersabarlah senantiasa dalam setiap persoalan yang anda hadapi.

    Saat anda di fitnah, dibully, direndahkan dan dicaci oleh orang lain upayakanlah untuk senantiasa tabah menghadapinya tanpa melakukan aksi balasan.

    Terimalah apa adanya (bersyukur) pada setiap kekerasan yang dialami. Setiap tekanan yang anda tanggung membentuk mental anda menjadi lebih kuat dan tidak bermental tempe.

    Daripada salah tingkah menghadapi kekerasan lebih baik diam saja dan bila dimungkinkan silahkan tinggalkan lokasi kejadian.

  4. Redam segera rasa kesal di hati

    Rasa kesal adalah kebencian yang datangnya sangat cepat. Segera redam pikiran yang seperti ini. Bersihkan kembali pikiran anda dengan merefreshnya dalam doa-doa yang penuh kerendahan hati. Simak teman, Cara meredam rasa kesal dalam hati

  5. Tinggalkan kesan yang baik.

    Usahakan untuk tidak meninggalkan kesan yang buruk dimanapun berada. Sikap kita yang rendah hati, santun dan tidak lebay dalam berpakaian (sexy – seperti artis) akan membawa hidup dalam perdamaian sejati.

  6. Hiduplah mengalir seperti air.

    Mereka yang hidupnya seperti air sangat pintar menyesuaikan diri dengan situasi yang sedang berlangsung. Bukannya malah turut terbakar emosi dan mengambil tindakan anarkis melainkan lebih kepada kemampuan untuk mengikuti setiap peristiwa tanpa terpengaruh secara pribadi oleh situasi yang sedang berlangsung.

  7. Jangan bermusuhan.

    Hindari memiliki musuh. Sebisa mungkin selesaikan masalah dengan orang lain secara gamblang dan jelas. Bila perlu minta maaf kepadanya (jika memang anda yang salah).

  8. Katakan Maaf.

    Suka memaafkan. Gangguan-gangguan kecil dalam hidup ini jangan diambil pusing. Biarkan saja dan maafkanlah mereka.

  9. Persiapan fisik dan mental.

    Anda harus siap secara fisik. Anda harus memiliki fisik yang kuat setidaknya untuk BERTAHAN bukan menyerang apalagi membalas. Fisik yang prima juga dibutuhkan saat berlari (jika memang sudah terdesak) dan berteriak minta tolong (khsusus perempuan tapi tidak dibatasi untuk yang laki-laki).

  10. Mengikuti berita lokal.

    Mengikuti perkembangan aksi-aksi kriminalitas di daerah anda (membaca koran lokal, berita lokal). Agar anda lebih waspada jika diperhadapkan dalam situasi yang memungkinkan menjadi korban kejahatan.

  11. Kenali orang lain.

    Kenali setiap orang dilingkungan sekitar anda. Anda perlu mewaspadai dan senantiasa berhati-hati jika berhadapan dengan orang-orang yang perilakunya buruk dimasyarakat.

  12. Kenali orang asing.

    Kenali setiap orang baru dilingkungan anda. Bila perlu jangan mudah memberi kepercayaan kepadanya. Biarkan waktu yang membuktikan bahwa ia benar-benar orang baik-baik.

  13. Kenali daerah rawan.

    Kenali setiap daerah yang akan anda lewati. Berkomunikasi dengan masyarakat setempat agar anda mengetahui yang mana saja daerah yang rawan kriminalitas. Jangan melewati daerah tersebut dimalam hari atau setidaknya bawa seorang teman saat melaluinya.

  14. Lapor Polisi.

    Jika sudah menimbulkan kerugian yang nyata. Dimaafkan boleh tapi tidak ada salahnya juga jika anda melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diselesaikan secara hukum

  15. Intinya adalah jangan memulai sebab jika kekerasan sudah dimulai, sulit sekali untuk diakhiri apalagi jika membawa masuk pihak-pihak yang sebenarnya tidak berkompeten dan tidak berkepentingan dibidang tersebut. Jangan segan-segan untuk melapor kepada Aparat yang sudah dipersiapkan oleh Negara untuk menangani hal yang seperti ini.

Demikian saja teman. Kedepankan moralitas yang santun. Salam Indonesia hebat!

Iklan

3 comments

  1. […] sesuatu yang merugikanmu dalam skala besar (materi) maka janganlah membalas balik. Sadarilah bahwa kekerasan yang dibalas dengan kekerasan hanya menimbulkan lingkaran kebencian. Jika memang anda hendak menyadarkan mereka maka silahkan melapor kepada pihak yang […]

    Suka

  2. […] Harus dipahami bahwa nilai benar yang kita yakini tidak sama dengan orang lain. Ada satu aturan yang bisa dijadikan tolak ukur sikap kita terhadap yang lainnya yakni “lakukanlah terlebih dahulu, apa yang ingin dilakukan orang lain terhadapmu” (Terinspirasi dari Alkitab). Artinya, jika kita merasa itu sakit, mengapa melakukannya kepada orang lain; bila itu dirasa baik mengapa ditahan-tahan sehingga tidak dilakukan kepada orang lain. Apa artinya kita merasa benar tapi menyakiti orang lain dengan mengedepankan kekerasan? Baca juga, Cara menghindari sifat yang anarkis […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s