Anak · Kristen Sejati · Lingkungan

Ayo menanam pohon – Tanam pohon sekarang, tamat SMA nanti kamu memetik buahnya.

Ayo menanam pohon - Tanam pohon sekarang, tamat SMA nanti kamu memetik buahnya.

Mulai tanam pohon – Hari sudah subuh, saya bangun dan melakukan rutinitas seperti biasa. Pagi ini sedikit berbeda, kebetulan persediaan air dirumah lagi terbatas. Jadinya mandi ke salah satu sumber mata air milik salah seorang kaum keluarga dekat (Bapa’ide). Letaknya tidak begitu jauh dari pekarangan belakang rumah Bapa’ide. Jalan menuju kesana kira-kira 500 m/ 0.5 km dari rumah kami. Mudah untuk mencapai lokasi karena lewat jalan besar (jalan raya. Hanya saja harus melalui jalan setapak yang curam untuk menuruni bukit sejauh beberapa meter.

Air tanah di sana memang jernih. Alasnya hanya papan dimana rumput-rumput kecil yang tumbuh disekitarnya melengkapi kesan alami dari tempat pemandian itu. Suhu udara yang dingin dipagi hari tidak lagi membuat badan menggigil karena sudah terbiasa. Setelah semua selesai, pulangnya mendaki bukit yang dilalui dengan jalan setapak untuk mencapai jalan besar.

Pas tiba di belakang rumah Bapa’ide seorang adik kecil yang masih belum masuk sekolah mengalihkan perhatian kami dengan menunjukkan bibit kecil yang telah ditanamnya beberapa hari sebelumnya. Saya agak sedikit terkejut karena tidak menyangka ternyata ada anak yang sekecil ini sudah mulai peduli dengan lingkungan dan menanam pohon. Sontak saja saya menyambut keheranan itu dengan mengatakan ; “Bagus itu…. Tanam pohon sekarang nanti tamat SMA kamu memetik buahnya”. Kemudian kami meninggalkannya dan kembali kerumah untuk persiapan berangkat ke tempat kerja.

Untuk menaklukkan bumi bukan menghancurkannya

Dari kisah ini saya mengingat salah satu perintah Allah untuk “menaklukkan bumi”. Kita telah diberikan kuasa untuk “menaklukkan” bumi bukan untuk ‘menghancurkannya“. Dalam pengertian saya, Tuhanlah yang menciptakan bumi dan perintah ini lebih kepada “ijin” untuk berkuasa atas segala yang telah ia ciptakan itu. Sebab segala yang telah ada mempunyai tujuan penciptaannya masing-masing. Dari sini saya lebih mengerti bahwa sebenarnya manusia diperintahkan untuk mengelola, merawat dan menjaga dunia ini.

Hargai ciptaan lainnya karena itu Karya Tangan Tuhan

Tuhan yang membuat semuanya ada masakan manusia menghilangkannya (menghancurkannya) bukankah semua ciptaan-Nya itu sempurna adanya. Kalau misalnya kita menciptakan sebuah benda yang bermanfaat untuk kehidupan. Lalu bagaimana perasaan ini saat ada orang yang awalnya meminjamnya kemudian ia mengembalikannya dalam keadaan berantakan dan rusak. Bukankah ada niat amarah karena orang itu berlaku semena-mena dan tidak menghargai kepunyaan kita?

Jangan lupa untuk melestarikan

Allah telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan, pergunakanlah sebaik mungkin, makan ini dan itu, manfaatkan apa saja, nikmati kemurahan hati-Nya atas negeri ini. Namun jangan lupa juga untuk merawat dan menjaganya agar jangan sampai ditelan habis oleh hawa nafsu dan keserakahan manusia. Ingatlah bahwa semuanya ada batasnya.

Egois dan merasa superior akan membuat kita menjadi serakah

Kita jangan egois (memikirkan diri sendiri) atau merasa sudah sangat hebat. Wajib memikirkan orang lain dan generasi berikutnya. Pastikan memanfaatkan semua yang ada untuk kebutuhan saja. Jangan sampai digunakan untuk memenuhi keinginan yang syarat dengan hawa nafsu besar yang tidak terkendali dimana wujudnya adalah keserakahan. Mereka yang serakah cenderung mengeruk sumber daya yang ada sebesar-besarnya hingga tak bersisa untuk generasi selanjutnya.

Cerdas memanfaatkan sumber daya yang ada

Ambil dan keruk sumber daya yang ada kemudian jangan lupa untuk melestarikan dan merawatnya kembali. Bijaklah dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Hindari rasa haus pada uang yang mendorong beberapa orang mengeruk segala sesuatu (sampai tak bersisa) untuk di jadikan uang dan di simpan di bank. Ingatlah bahwa pada waktu menuai setelah musim panen tiba saatnya bekerja keras untuk menabur.

Ajari anak untuk peduli dengan mulai menanam pohon

Tahukah anda bahwa pohon adalah The Guardian, makhluk hidup terkuat di bumi ini? Tanpanya maka bumi akan luluh lantak oleh kerusakan yang ditimbulkan dari aktivitas manusia. Kita harus tahu diri bahwa selama ini hanya sebagai perusak yang bisanya menggunakan sumber daya lalu memecahkannya hingga menjadi buang, kotoran dan sampah. Sedangkan tanamanlah yang kembali memanfaatkan sampah dan kotoran itu dengan bantuan garam untuk kembali dijadikan bahan pangan yang kaya karbohidrat lemak dan protein.

Merasa lebih baik. Kembali pada kejadian tadi pagi : saya sangat tertarik dengan minat adik. Bila di pertimbangkan, baik juga jika sejak dari kecilnya, anak di ajari untuk lebih peduli dengan lingkungan. Tumbuh kembangkan pemahamannya tentang manfaat pohon. Cobalah untuk mengajarkannya, apa saja yang menarik tentang pohon seperti manfaat buahnya yang enak dan baik bagi kesehatan. Sampaikan kata-kata ini “tanam pohon sekarang, tamat SMA nanti adik bisa mengambil dan memakan buahnya”, untuk menambah semangatnya. Salah satu cara lain yang paling populer untuk meningkatkan minat anak untuk mencintai lingkungan adalah dengan mengajaknya menikmati wisata alam.

Lingkungan alam disekitar sama seperti kita, sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu sudah sepatutnya untuk peduli. Jangan taunya hanya menuai akan tetapi ingat juga untuk mulai menanam pohon untuk Indonesia yang lebih baik.

Ayo menanam pohon!

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ayo menanam pohon – Tanam pohon sekarang, tamat SMA nanti kamu memetik buahnya.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s