Nafas kebenaran menyebabkan rasa bersalah – Berhenti berbuat jahat sebab manusia hanya bisa hidup tenang/ damai dalam kebenaran – Faktor yang menyebabkan kejahatan merajalela

Nafas-Kebenaran-tidak-ada-orang-yang-benar-kehilangan-rasa-psikopat-murni

Belajar dari sejarah tertua menyadarkan kita bahwa nafas ini diberikan langsung oleh Yang Maha Kuasa. Ia adalah benar demikian juga dengan nafas-Nya yang telah dititipkan kepada kita. Selama kita menghirup dan menghembuskan nafas maka selama itu pula kita dituntut untuk menjadi orang benar. Kebalikannya/ klausa negatifnya adalah “jika ingin hidup bebas melakukan kejahatan maka berhentilah bernafas”!.

Manusia butuh konsultan untuk memperbaiki hidupnya

Benda mati yang ada disekitar kita tidak selamanya bagus melainkan kadang harus diservis untuk tujuan tertentu. Benda mekanik saja membutuhkan “tukang reparasi” saat mengalami gangguan/ kerusakan. Semakin canggih benda mekaniknya semakin pintar tukang reparasinya bahkan mungkin harus kursus dahulu atau harus sekolah tinggi dulu barulah dapat memperbaiki benda secanggi itu. Terlebih lagi dengan manusia sebagai ciptaan paling canggih di bumi ini. Sekalipun demikian, kita hanyalah ciptaan yang terbatas. Sudah barang tentu membutuhkan konsultan ajaib dalam mengatur seluk-beluk yang rumit dalam kehidupan ini. Demikian juga saat ada kerusakan atau gangguang yang dialami baik secara fisik maupun secara mental. Dia Yang Mencipta telah mengenal persoalan itu sebelum kita mengungkapkannya. Kembalilah kepada-Nya sebab Ialah yang membenarkanmu!

Hawa nafsu dan dosa adalah manusiawi

Hati yang keras dan tidak mau tahu (tidak peduli) hanya akan membuat hari-hari penuh pelarian. Melarikan diri dari masalah yang kita buat sendiri lalu mencari-cari alibi untuk membenarkan diri. Inilah keadaan yang paling rumit/ paling sulit. Karena manusia dilahirkan dalam dosa dan hawa nafsu yang selalu menghantuinya hari lepas hari. Mustahil kita benar sendiri padahal indra kita mencitrakan dan menginginkan kenikmatan duniawi. Tidak mungkin kita dibenarkan padahal hati kita menanti-nantikan kesenangan sesaat. Tidak dapat kita membenarkan diri sendiri karena pikiran kita kotor dan cenderung mereka-rekakan yang jahat bagi sesama. Hanya Dialah yang membenarkan dan melayakkan kita masuk ke surga-Nya.

Nafas kebenaran adalah penghubung dengan Sang Pencipta

Kita dituntut untuk melakukan kebenaran oleh nafas-Nya. Setiap hembusan yang mengalir dalam darah ini menginginkan itu. Oleh karena itulah ketika kita berbuat apa yang jahat menjadi sangat ketakutan bahkan gemetaran. Saat melakukan apa yang tidak berkenan kepada-Nya hati menjadi tidak tenang dan bergejolak terus karena dihantui oleh rasa bersalah. Nafas yang dititipkan-Nya bersaksi untuk menyudutkan kita dari hadapan-Nya.

Tidak ada orang yang benar-benar jahat

Saya tidak percaya kalau ada orang yang benar-benar murni psikopat (orang yang tidak punya rasa sama sekali) yang merajalela melakukan kejahatan seperti di film-film. Yakinlah bahwa nafas Tuhan mengendalikan kehidupan ini. Mereka yang melakukan kejahatan pasti merasa bersalah yang dikejar-kejar/ diteror oleh rasa kuatir dan ketakutan. Ini adalah SIFAT DEFAULT (BAWAAN) setiap manusia yang hidup di bumi.

Ayo ambil beberapa contoh dekat.

  • Saat seorang anak kecil melakukan tindakan amoral yang ketahuan oleh seorang temannya. Ia mungkin bisa menyembunyikannya dari orang lain akan tetapi ketika bertemu dengan kawan yang mengetahui tabiat buruknya, jantungnya jadi berdebar-debar kalau-kalau anak tersebut mengadukan perbuatannya..
  • Saat seorang teman melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada orang lain. Awalnya ia seperti tidak sadar saat melakukannya tetapi tidak lama kemudian ia diliputi oleh rasa bersalah yang membuatnya tidak PD saat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
  • Saat seorang manusia sering mempertontonkan perilaku yang jelek untuk mencari sensasi. Ia tidak pernah merasa bersalah akan tetapi setelah ia melakukannya kepada si itu, ia heran karena kawan itu menanggapinya dengan diam saja. Sejak itu ia ketakutan dan dihantui rasa bersalah setelah melakukan kesalahan yang sama.
  • Seorang teman berulang kali melakukan kesalahan tapi ia merasa fine-fine aja akan tetapi setelah diingatkan oleh seorang kawan tentang perbuatannya yang salah ia menjadi ketakutan sesaat sebelum melakukan kesalahan itu lagi.

Faktor yang menyebabkan kejahatan merajalela

Manusia terhubung dengan Penciptanya lewat nafas kebenaran. Hanya saja banyak dari kita yang tidak menyadarinya. Kehampaan yang dimiliki, rasa bersalah, ketakutan dan kekuatiran adalah bentuk-bentuk kebutuhan yang hanya dapat diselesaikan oleh Tuhan. Hukumnya adalah “manusia tidak pernah melakukan sesuatu yang ia sendiri merasa sakit setelah berbuat demikian”. Dari sinilah tersentuh sisi kemanusiaan yang ditimbulkan oleh rasa bersalah yang amat dalam karena nafas kebenaran mengalir dalam setiap sel ditubuh ini. Tidak ada orang yang benar-benar kehilangan rasa (psikopat murni) seperti yang diceritakan di film-film. Akan tetapi mengapa seseorang menjadi jahat? berikut alasannya

  1. Tidak tahu kebenaran. Bagaimana seseorang melakukan yang benar apabila mereka tidak menyadarinya atau tidak mengenalnya? Disinilah ranahnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menularkan kebenaran dimulai dari diri sendiri.
  2. Ujian bagi kita. Setiap manusia perlu diuji untuk memastikan kemurniannya. Ingatlah bahwa ujian yang di tanggungkan kepada kita tidak pernah melebihi kemampuan diri sendiri.
  3. kebutuhan yang kurang bukan keinginan. Kebutuhan hidup (makan & minum) yang tidak ada membuat orang melakukan cara-cara kotor untuk memenuhinya.
  4. Kehendak Tuhan dalam kreasi pembalasan terhadap kejahatan manusia. Ketika dosa merajalela, kemunafikan dimana-mana dan tidak ada yang mau bertobat niscaya Ia akan mengutus seorang psikopat untuk memurnikan sebuah wilayah.

Jadi, kejahatan tidak terjadi begitu saja melainkan dipicu oleh kesalahan dan pembiaran dari kita selama ini. Tidak pernah kejahatan membabi-buta kecuali Yang Maha Kuasa yang menghendakinya. Sebab mata Tuhan dimana-mana, pun setelah kita melakukan kesalahan menatap mata anak kecil jadi gemetaran apalagi kalau melihat Aparat Keamanan (TNI/Polri), KPK, Pengacara, dan Wartawan pasti pada berlarian terbirit-birit.

Salam Indonesia maju!

Iklan

3 comments

  1. […] Ingatlah bahwa nafas kita sumbernya dari Allah (berdasarkan sejarah tertua) dimana Dia adalah benar adanya. Selama kita masih menghembuskan nafas maka selama itulah kita dituntut olehnya untuk melakukan hal yang benar. Sanksi/ akibatnya jika tidak dilakukan akan membuat hidup tidak tenang, penuh ketakutan bahkan dalam tidurpun kita merasa gelisah. Saya memberi kesaksian bahwa saat dimana kita jahat maka saat itu, sekalipun berada dalam kemewahan kita tidak dapat menikmatinya. Akan tetapi saat kita berlaku benar sepiring nasipun bisa membuat hati puas. Selengkapnya, Manusia dalam nafas kebenaran […]

    Suka

  2. […] Mereka yang menjalankan peraturan sekehendak hatinya saja hanya akan dihargai oleh kelompok/ golongan tertentu yang merasa diuntungkan. Seperti seorang pemimpin perusahaan dihargai dan berwibawa hanya dilingkungan kerja (dikantor) saja. Demikian juga dengan pejabat yang menjalankan tugas dan fungsinya diluar aturan menurut kepentingan kelompok tertetentu niscaya yang menghargainya hanya segelintir orang saja. Sedangkan masyarakat luas menganggapnya “sampah” karena tidak bisa memberi manfaat yang berdampak luas. Sadarilah prinsip seperti ini hanya akan menimbulkan rasa bersalah yang membuat para pejabat kehilangan wibawanya bahkan tidak bisa bergerak bebas karena berada dalam kekuatiran, ketakutan dan tertekan oleh kesalahannya sendiri. Sadari juga bahwa kita manusia tidak sama seperti hewan lainnya melainkan nafas kebenaran mengalir dalam setiap jengkal tubuh ini. Baca juga, Manusia dalam nafas kebenaran […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s