9 Ciri-ciri dan Kerugian memiliki IQ tinggi Tanpa Kedewasaan- Kecerdasan manusia tidak selalu berdampak baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain

Kerugian memiliki iq terlalu tinggi

IQ tinggi tidak selalu berkorelasi positif terhadap kebahagiaan seseorang. Sebab kemampuan intelektual tidak mampu menyelesaikan semua masalah kehidupan yang kita alami hari lepas hari. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan yang berhubungan dengan daya tangkap yang kuat terhadap pola-pola abstrak dan bersifat statis. Maju mundurnya IQ manusia tergantung pada sejauh mana ilmu pengetahuan dan wawasan yang Ia kuasai. Oleh karena itu jangan terlalu bangga karean menjadi orang cerdas. Terdapat sisi negatif dibalik kelebihan yang anda miliki.

Hewan memiliki IQ sangat rendah di bawah manusia

Binatang tidak dapat melakukan analisis. Oleh karena itulah mereka tidak memiliki kesadaran, pertimbangan dan pengertian. Ini jugalah yang membuat hewan tidak pernah merasakan kekuatiran terhadap masa depannya. Kebodohan seperti ini terkadang membuat kita lebih banyak belajar agar tidak terlalu sok pintar dalam segala sesuatu karena bodoh juga ada manfaatnya lho….

Analisis bersifat statis

Mereka memang dapat melakukan analisis yang sangat jauh kedepan dengan pola-pola tertentu. Namun sayang sekali pola yang digunakan bersifat statis dan absolut. Hukum matematika, fisika dan kimia sifatnya begitu-gitu saja (tidak berubah-ubah). Misalnya, dua tambah tiga sama dengan lima, satu-dua abad ke depan bahkan sampai kapanpun dua tambah tiga tetap lima. Inilah yang disebut dengan nilai yang absolut.

Terlalu banyak berpikir – sudahkah anda bertindak?

Kecenderungan orang-orang dengan IQ tinggi adalah berpikir bahkan terlalu berpikir sebelum bertindak. Kebiasaan ini yang selalu membuat mereka lebih lemah dari orang lain dalam pergaulan sehari-hari. Mereka berusaha meminimalisir kesalahan bahkan bila perlu menolkannya. Sifatnya yang terlalu hati-hati sering membuat mereka lambat dalam bertindak agar hasilnya menjadi lebih baik.

Saya bukan orang cerdas malah lebih banyak bodohnya

Saya sendiri juga merasa sangat beruntung memiliki Iq yang tidak terlalu tinggi namun juga tidak terlalu rendah (istilah kerennya yang sedang-sedang saja). Mengapa demikian? Karena semasa sekolah saya agak bisa menghafal tapi tidak mahir dan harus berulang-ulang. Apalagi saat diperhadapkan dengan angka-angka teman sebangku dulu semasa SMA lebih duluan siap. Bahkan lebih banyak bodohnya sebab banyak tindakan yang saya lakukan terlalu terburu-buru (nggak mikir dulu sebelum bertindak melainkan bertindak dulu baru berpikir kemudian) akhirnya malu-maluin. Meskipun memiliki Iq yang biasa saja akan tetapi saya mengembangkan kesadaran dan pengertian terhadap segala sesuatu sehingga lebih siap menghadapi resiko yang akan terjadi.

Ciri-ciri sekaligus Kerugian perasaan ber-IQ tinggi

Iq adalah sebuah keuntungan bagi manusia namun ini juga dapat berdampak negatif jika tidak diiringi dengan proses kedewasaan. Tanpa kedewasaan anda akan mengalami anomali kecerdasan sehingga sangat rentan dengan masalah-masalah sepele. Satu hal yang harus anda pahami bahwa kedewasaan dibangun dari masalah. Semakin banyak anda menemukan dan menyelesaikan persoalan hidup maka semakin dewasa pemikiran anda. Selengkapnya, Faktor yang meningkatkan kedewasaan

Berikut ini ciri khas sekaligus sebagai dampak buruk jika anda merasa ber-IQ tinggi namun belum dewasa niscaya ini akan berdampak terhadap kehidupan anda yang mempengaruhi kepribadian dan juga cara bergaul dengan orang lain.

  1. Sisi negatif yang pertama dialami oleh orang-orang ini adalah terlalu kuatir. Analisis yang jauh kedepan membuat mereka bisa membayangkan masa depan padahal mereka bukan tuhan yang selalu benar.
  2. Kemampuan berpikir yang terlalu tinggi membuat mereka tidak mudah tidur dan tidurnyapun tidak begitu lama. Orang-orang cerdas adalah penderita insomnia kronis.
  3. IQ sering sekali berhubungan dengan kepekaan indra manusia. Mereka biasanya memiliki indra yang lebih peka dari biasanya sehingga “sangat mudah terganggu” bahkan oleh hal-hal kecil dari lingkungan dan orang disekitarnya.
  4. Kebiasaan ini membuat mereka sangat hati-hati dalam bertindak dan cenderung menjauhi sesuatu yang berpotensi merugikannya termasuk pergaulan/ sangat membatasi pergaulan dengan orang lain.
  5. Keburukan yang berikutnya adalah terlalu suudzon (berpikiran buruk terhadap orang lain). Mereka mengkaji buruk segala sesuatu padahal belum tentu terjadi.
  6. Kelemahan yang selanjutnya adalah sangat sulit memaafkan kesalahan orang lain. Ini dikarenakan kemampuan daya ingat yang sangat fantastis (menghafal akurasi tinggi) membuat mereka sulit melupakan masa lalu apalagi kejadian yang meninggalkan kesan buruk di hati.
  7. Mereka sulit diubah alias tidak mudah menerima perubahan yang terjadi. Analisis dan pertimbangan yang tinggi membuat mereka menganut versi perubahan sendiri yang kemungkinan lain dari yang lain.
  8. Orang-orang cerdas lebih percaya kepada kemampuannya sendiri, mereka tidak mau percaya apalagi tunduk di bawah perintah orang lain terlebih kalau itu tidak sesuai dengan prinsip yang dianutnya kecuali karena terpaksa, itupun dilakukan dengan berat hati.
  9. Mereka dengan IQ tinggi memiliki pola sendiri (berbeda) dalam menjalani kehidupan. Baik dalam hal pola pikir, pergaulan, pekerjaan dan lain sebagainya. Kebiasaan yang mereka lakukan berbeda dari kebanyakan orang disekitarnya. Mereka tidak mudah untuk dipengaruhi. Selengkapnya, Kelemahan saat mengembangkan kecerdasan

Keburukan ini semakin parah saja

Banyak orang berpikir bahwa mengendalikan orang-orang bodoh itu lebih mudah daripada mengendalikan mereka dengan IQ tinggi (orang cerdas). Sehingga tidak sedikit pemimpin yang lalim menginginkan agar orang-orang yang dikendalikannya tetap bodoh agar kelicikannya bisa berjalan mulus. Pembodohan masal adalah sebuah konspirasi klasik yang digunakan oleh pemimpin diktaktor untuk mengendalikan masa.

Kembali kepada kekurangan seseorang dengan kecerdasan yang tidak biasa-biasa. Kelemahan tersebut di atas semakin bobrok ketika mereka memiliki :

  1. wawasan sempit,
  2. pengalaman kurang,
  3. attitude yang buruk.

Sifat-sifat buruk itu seperti egois, tidak sabaran, tidak mau mengalah, ingin menang sendiri, tidak mau diatur-atur, lebih suka membangkang dan lain sebagainya membuat posisi mereka semakin tersisih bahkan tersingkirkan dalam pergaulan, dunia kerja dan lain sebagainya. Ingatlah teman bahwa memiliki analisis tinggi tanpa attitude yang baik akan membuat hidup anda benar-benar tidak nyaman. Selengkapnya, Akibat kecerdasan manusia

Salam perjuangan!

Iklan

3 comments

  1. […] Kecerdasanmu berimbas langsung pada apa yang dilakukan selama ini. Hal-hal yang buruk akan mengisi hari-harimu, bahkan berbagai-bagai pikiran kotor akan menghantuimu waktu demi waktu. Sikap curiga yang berlebihan sehingga membuat diri ini tidak percaya kepada orang-orang yang pantas menerimanya. Membuatmu terlalu sinis/ pesimis menatap masa depan sehingga kehilangan harapan dan semangat. Dendam dalam hati merusak rencana kehidupanmu sehingga sikap cenderung amburadur, tidak konsisten dan kurang peduli dengan sesama. Aktivitas negatif semacam ini akan mengisi kecerdasanmu jikalau tidak menyibukkan diri dengan berbagai-bagai hal yang positif. Simak juga, Bahaya kepintaran manusia […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s