Gejolak Sosial · Kecerdasan Manusia · Kepribadian · Kesetaraan Manusia · Pengusaha

+10 Cara mengatasi keserakahan – Berhenti menjadi Kutu Loncat yang Serakah – Saatnya bagi-bagi rejeki

Cara mengatasi keserakahan sendiri dan keserakahan orang lain

Keserakahan adalah kelobaan; ketamakan; kerakusan (KBBI Luring). Menurut kami, ini disebabkan oleh faktor hawa nafsu manusia yang tidak terkendali yang didukung oleh kemampuan intelektual (kecerdasan logika) yang mumpuni. Oleh karena itu kendalikan hawa nafsu anda sedini mungkin teman, sehingga kepintaran anda tidak ditunggangi olehnya (keinginan sesat). Pada akhirnya anda akan menjadi orang yang serakah.

Keserakahan tidak pernah terjadi secara alami. Mari belajar dari alam. Lihatlah hutan yang rimbun, sejuk dan indah. Apakah disana hanya ada satu jenis pohon? Atau hanya ditempati oleh satu jenis binatang? Bukankah tidak ada dominasi diantara mereka satu-sama lain? Atau lihatlah indahnya susunan terumbu karang bukankah mereka terlihat indah dalam keberagaman tanpa ada satu jenis terumbu karang yang mendominasi atau menguasai daerah tertentu. Demikian pula dengan hewan-hewan di padang; sejahat-jahatnya singa, ia tidak pernah memburu dua bison sekaligus. Singa berburu sebatas apa yang bisa membuatnya kenyang saat itu juga. Mengapa demikian? Karena mereka tidak pernah kuatir terhadap masa depan dan tidak pernah menimbun secara berlebihan.

Sindrom keserakahan

Setelah saya amati baik-baik, ternyata bahwa semua orang telah mengidap penyakit psikologis kronis. Kelainan ini cenderung membuat mereka berkelakuan aneh dan berlebihan yang memiliki sudut penyimpanmgan (sudut simpang) yang berbeda-beda. Ini bukan penyakit fisik yang dapat diraba! Melainkan kebiasaan buruk yang terus dipelihara dari hari ke hari. Hampir semua orang menderita sindrom keserakahan sebab tidak satupun dari kita yang ingin pensiun dini lalu berhenti bekerja melainkan semuanya baik muda, dewasa dan tua mencari dengan gigih sampai ajal-kematian menjemput.

Jadilah kutu loncat yang bijak

Tidak salah kita menjadi kutu loncat, kerjakan ini, kerjakan itu, lakukan ini, lakukan itu. Maunya semua bisa dihendel oleh diri sendiri. Ada apa-apa disini dia, ada posisi disana dia,  juga yang hendel. Apa-apa dia dan dia lagi. Orang-orang yang melihatnya bahkan sudah bosan lebih dulu. Si kutu loncat terlalu banyak meloncat, hati-hati jangan sampai jatuh.

Jangan memusatkan semuanya pada diri sendiri karena kita bersama

Mereka yang multi talent mungkin sudah populer sejak dari masa mudanya bahkan beberapa sejak di bangku sekolah. Sehebat-hebatnya orang yang multi talent bukan berarti dia bisa mengabaikan orang-orang disekitarnya. Melainkan ia juga mesti memberikan kesempatan untuk orang lain berkembang. Bagi yang belum bisa, dilatih agar bisa. Kita jangan mengambil semua tanggung jawab di depan. Sebarkan dan bagikanlah itu kepada orang-orang yang pantas agar mereka juga setidaknya bisa melatih diri untuk bertanggungjawab.

Keserakahan berdampak pada generasi berikutnya

Apabila kita menyerebet semuanya untuk diri sendiri maka yang akan terjadi adalah minimnya regenerasi talenta berkualitas. Sehingga dapat diperkirakan di masa depan kualitas masyarakat/ organisasi/ lingkungan menurun jikalau kita tidak ada. Kalau kita punya banyak, mengapa tidak dibagi-bagi kepada banyak orang agar merekapun turut merasa berbahagia.

Fokus pada satu usaha saja berikan kesempatan pada orang lain

Tidak jarang kita temukan seseorang yang menguasai semuanya sendiri. Memiliki usaha yang beraneka ragam ditambah lagi doble job disana dan di sini. Harus dipahami bahwa saat kita menerima banyak maka yang dialirkan ke orang lain/ diberikan juga harus lebih dari yang biasa. Saat kita diberkati maka sebaliknya harus menjadi saluran berkat bagi yang lain. Semakin diberkati sebaiknya semakin banyak pula orang yang dipekerjakan. Hemat boleh tapi pelit jangan!

Saking serakahnya banyak yang tidak terpakai

Lihat betapa serakahnya kita, rumah yang sudah ada bahkan belum ditempati semuanya, masih banyak kamar yang kosong. Kendaraan yang dipakai digunakan sendiri padahal masih muat untuk beberapa orang. Fasilitas yang ada belum terpakai semuanya namun sudah menginginkan yang baru lagi. Baju yang sudah ada bahkan belum terpakai semua tapi masih mau beli lagi. Makanan yang sudah tersedia tidak habis dimakan namun masih mau jajan diluar sana.

Bagaimana caranya agar tidak terjebak dalam sindrom keserakahan?

Berikut ini saya akan sampaikan beberapa pengalaman menarik bagaimana cara-nya untuk mencegah dan mengatasi sindrom keserakahan.

  1. Fokuskan hidup kepada Tuhan. Senantiasa pusatkan pikiranmu kepada-Nya dalam segala situasi dan keadaan dalam doa, firman dan puji-pujian.
  2. Miliki komitemen yang benar dalam menjalani hidup. Tekan hasrat yang tinggi seputar uang, penghormatan, pujian dan popularitas. Dasarkan semua sikap anda untuk kemuliaan nama Tuhan dan menyatakan kasih-Nya (kebaikan – menjadi bermanfaat) kepada sesama manusia.
  3. Gunakanlah prinsip kesetaraan dalam menjalani hidup. Sekalipun anda dan orang lain adalah pribadi yang berbeda secara profesi namun semuanya sama haknya untuk mendapatkan kesejahteraan dari sistem/ organisasi/ negara. Kesetaraan manusia adalah jaminan dari stabilitas sosial, politik, ekonomi dan keamanan.
  4. Ingatlah bahwa ada kehidupan setelah kematian (kebangkitan/ kehidupan kedua).
  5. Hilangkan ketakutan dan kekutiran terhadap masa depan. Baca juga, Cara membuat hati tenang dan penuh kelegaan. Seharusnya ketika anda percaya dan berserah kepada Sang Khalik maka tidak ada lagi yang namanya kekuatiran dalam kehidupan ini.
  6. jika sudah memiliki satu merasa cukuplah kecuali bila jumlahnya melimpah-limpah. Inilah yang kami sebut dengan kekuatan bersyukur dalam segala sesuatu.
  7. Gaji jangan ditabung semuanya, setidaknya belanjakan uang anda 40% dari jumlah totalnya.
  8. Tidak perlu menimbun secara berlebihan sebab untuk apa harta dan kekayaan yang terlalu besar? Bukankah kekayaan yang terlalu tinggi justru menyebabkan tinggi pula ancamannya? Lagi pula, emang anda serius mau meninggalkan harta benda yang melimpah untuk buah hati anda sehingga ia kelak malas bekerja dan tidak berkembang kepribadiannya (sebab semuanya sudah ada, peninggalan ortu membuatnya sombong hingga lupa diri).
  9. Daripada membelanjakan uang terus dibawa lari (oleh pengusaha besar) ke luar kota (luar negeri) lebih baik belanjakan uang tersebut untuk pengusaha kecil (UKM) disekitar tempat tinggal anda.
  10. Bagi-bagi ilmu dengan orang lain agar merekapun terbuka mata dan telinganya tentang kebaikan dan kebenaran. Sadarilah bahwa ilmu pengetahuan dan hikmat yang benar adalah Roh Kudus sendiri.
  11. Kasih kesempatan orang lain untuk naik dan berkembang.
  12. Pekerjakan orang lain jika usaha anda sudah berkembang.
  13. Senantiasa berhati-hati memandang kemajuan dan perkembangan kita jangan sampai merugikan orang lain.

Inilah takdir manusia, jangan egois : saatnya bagi-bagi rejeki

Mengapa manusia tidak pernah merasa cukup. Harta sudah ada masih juga dicari. Kemilaunya dunia sudah ada, masih ingin ditambah. Sudah ada pekerjaan masih mau pekerjaan yang lain. Sudah menduduki jabatan masih ingin posisi yang lainnya. Sudah ada semuanya tapi maunya bertambah-tambah terus. Dalam semua keinginan ini, adakah kita mengingat orang lain? Adakah kita memperhatikan mereka yang masih berada di bawah? Saatnya bagi-bagi rejeki kawan, jangan hanya sibuk memuaskan diri sendiri melainkan bagikan sesuatu untuk orang lain agar mereka juga bisa merasakan apa yang kita alami. Inilah harta disorga.

Salam “Jatahin gue dong!” 😀 😀 😀

Iklan

3 tanggapan untuk “+10 Cara mengatasi keserakahan – Berhenti menjadi Kutu Loncat yang Serakah – Saatnya bagi-bagi rejeki

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s