8 Cara memuji anak yang benar dengan memberikan pujian yang wajar – Bukan popularitas tapi perhatian

Cara yang benar memuji anak di rumah dan di sekolah

Berbicara tentang anak tidak ada matinya. Membentuk mereka menjadi orang-orang terbaik untuk kehidupan bangsa dan negara adalah cita-cita semua orang tua. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi orang gagal. Melainkan menuntun mereka untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih layak dalam masa hidup mereka ke depan. Tidak jarang beberapa orang tua melakukan hal-hal yang terkesan berlebihan padahal ini beresiko merusak mental buah hatinya.

Bagaimana caranya memuji anak tanpa harus membuat mereka ketergantungan?

Beberapa orang tua berpandangan salah tentang cara memuji anak. Mereka menciptakan sebuah kata-kata yang indah untuk menyanjung anaknya lalu berharap sibocah tersebut mengulangi perbuatan baik yang sedang ia lakukan. Hati-hati! Jika setiap niat baik sikecil di aplaus oleh orang tuanya, beresiko membuat mereka ketergantungan. Ketergantungan terhadap pujian adalah penyakit mental klasik yang telah menyerang beberapa yang populer di masa kecilnya, sebut saja artis cilik Indonesia. Banyak anak yang kecilnya wah populer banget tapi besarnya melakukan perbuatan menyimpang. Ada indikasi dimana ketika popularitas itu menurun bahkan hilang maka mereka mencari cara lain untuk populer dengan melakukan perbuatan menyimpang. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan di luar negeri juga  seperti yang terjadi pada artis cilik dalam film “Home Alone Series”. Justin beiber juga demikian, ketika popularitasnya meredup, ia telah melakukan beberapa kali perbuatn menyimpang.

Popularitas yang terlalu dini tidak baik untuk perkembangan anak

Orang tua jangan terlalu bangga jika anaknya begitu disanjung karena bakatnya yang tidak biasa. Ketenaran dimasa kecil cenderung membuat mereka menjadi orang yang sombong. Popularitas yang terlalu dini cenderung mendorongnya untuk ketergantungan terhadap pengakuan lingkungan padahal tidak ada yang menjamin lingkungan selalu baik dan pengakuan yang mereka berikan juga tidak selalu mengarah kepada kebaikan. Coba deh ayah dan bunda melakukan penelitian kecil-kecilan, manakah yang lebih lebih sukses di lingkungan anda, mereka yang dimasa kecilnya populer atau mereka yang dimasa kecilnya biasa-biasa saja?

Memuji itu normal

Sanjungan karena prestasi adalah sesuatu yang wajar. Ketika ada orang yang memuji itu artinya mereka sekaligus mengakui apa yang kita lakukan. Pengakuan inilah yang memberi rasa puas dalam hati setiap orang termasuk sikecil di rumah. Masalahnya bagaimana jika diluar sana ada orang yang memberinya pengakuan (pujian) yang notabene mengarahkan dia untuk melakukan perbuatan menyimpang?

Akibat fatal pujian adalah menyebabkan sombong

Sadarilah bahwa pujian yang berbahaya adalah yang menimbulkan kesombongan. Kesombongan ini manusiawi artinya sudah tertanam dalam diri manusia sejak ia dilahirkan. Padahal kebanyakan anak masih belum mengerti apa itu kesombongan sehingga merekapun tidak dapat mengatasi jika itu keluar dari dalam dirinya. Untuk si buah hati yang masih kanak-kanak alangkah baiknya jika pujian yang diberikan disertai juga dengan ejekan (koreksi).

Popularitas anak semakin beresiko jika orang tuanyapun menyombongkannya

Tidak jarang jaman sekarang ayah & bunda yang turut senang kebablasan dan mendorong anaknya untuk populer. Mereka sengaja mengekspoitasi padahal anak itu sendiri tidak menginginkan bahkan mungkin tidak menyadarinya. Kanak-kanak hanya dijadikan objek untuk memuaskan rasa bangga kedua orang tuanya. Mereka lupa bahwa pengakuan seperti ini akan dirindukan sianak tatkala popularitas itu meredup.

Apakah anak butuh popularitas? Bukan popularitas tapi perhatian

Ini adalah pertanyaan yang sangat krusial. Sebab kebanyakan ortu meyakini bahwa buah hati mereka butuh diakui dan dipopulerkan. Padahal ini adalah prinsip yang salah besar. Anak tidak pernah menginginkan popularitas, pujian dan pengakuan melainkan ayah & bundanyalah yang memperkenalkan itu kepadanya sampai ia ketergantungan dan menggila karena menginginkannya lagi dan lagi.

Sadarilah bahwa anak tidak butuh dipopulerkan melainkan mereka butuh diperhatikan oleh ortu. Perhatian itu diwujudkan dalam hal komunikasi yang lancar antara kedua belah pihak. Upayakan diwaktu luag pancing untuk terbuka dan bercerita tentang kehidupannya sehari-hari. Ini adalah awal dari usaha memperhatikan sikecil.

Rasa bangga anak sebaiknya di netralkan oleh orang tua

Buah hati yang terus dipuji oleh lingkungan karena memang kemampuan yang luar biasa alangkah baiknya jika orang tua mengejek anaknya sendiri untuk menetralkan rasa bangganya. Ejekan yang saya maksud disini bukan dalam arti merendahkan atau menghina melainkan melakukan koreksi apa saja yang masih kurang darinya.

Cara yang tepat untuk memuji anak

Berikut adalah cara yang benar, kita rekomendasikan untuk memuji buah hati anda di rumah.

  1. Jangan pernah memuji mereka di depan umum. Ini untuk mengantisipasi ketergantungan dari popularitas di ruang publik.
  2. Jangan terlalu memuji semua hal-hal kecil (pujian recehan) yang dilakukan sikecil. Misalnya bisa pasang celana, bisa pasang baju, tampil menawan, tampil ganteng, berpakaian rapi dan lain sebagainya. Ini adalah kewajiban bukan prestasi. Simak juga, Dampak buruk pujian
  3. Ekspresi orang tua ketika memuji tidak perlu berlebihan juga sampai berteriak “itu adalah anak saya!” dan melakukan tindakan-tindakan hiper
  4. Ayah & bunda harap memperhatikan ketika buah hatinya dipuji oleh lingkungan. Ingatkan untuk tidak sombong.
  5. Jangan pelit memberi sanjungan jika memang anak anda berprestasi.
  6. Setiap pujian seharusnya diiringi dengan koreksi (apa yang masih kurang) untuk menetralkan rasa senang yang jika dibiarkan bisa menjurus kepada kesombongan.
  7. Melakukan pujian tidak harus dengan kata-kata. Lakukanlah variasi saat memuji misalnya dengan memberi bahasa isyarat (mengajukan jempol, tepuk tangan dan lain-lain), memberi hadiah, mengajak ke tempat yang indah (jalan-jalan) dan yang lainnya. Ingatlah bahwa ketika satu teknik memuji dilakukan maka teknik yang lainnya diabaikan. Jangan boros memberi pujian.
  8. Ajari anak untuk dekat dengan pencipta-Nya sehingga ia memiliki iman dan memegang kitab suci sebagai standar kehidupannya. Jika sikecil dibina untuk percaya pada agama yang membuatnya menjadi orang yang berpendirian meskipun ada orang yang memuji dan mengakuinya untuk melakukan hal yang jahat diluar sana niscaya tidak akan diikuti.

Kemudian apa resikonya ketika ayah & bunda terlalu berlebihan memuji anak ? berikut akan kita bahas dampak buruk popularitas dimasa kecil ….

  • Menyebabkan kesombongan
  • Kesombongan membuat buah hati anda sulit bergaul dengan teman sebayanya. Padahal sosialisasi itu sangan penting untuk perkembangan anak lho….
  • Menimbulkan ketergantungan
  • Ia akan mencari cara untuk mempertahankannya
  • Sekalipun cara itu salah tapi ia melakukanny juga sebab ia sudah candu sebelumnya
  • Mudah dipengaruhi oleh lingkungan/ tidak memiliki pendirian.

Lalu apa yang terjadi jika ayah & bunda tidak pernah memuji anak dirumah?

  • Sekali lagi saya tekankan bahwa anak tidak pernah INGIN DIPUJI melainkan mereka butuh perhatian dari ortunya. MEREKA BUTUH PENGALAMAN INDAH BERSAMA ORANG TUA. Misalnya bercanda bareng, bercerita bareng, jalan bareng, makan bareng di luar, dimarahin, bersedih bahkan di jewer dan lain sebagainya.

Bagaimana cara memuji anak yang tidak berprestasi?

  • Saya sendiri juga tidak pernah berprestasi di masa kecil malah kebanyakan terkesan mempermalukan orang tua karena penampilan yang buruk dalam beberapa kesempatan di ruang publik (perlombaan).
  • Tapi saya tidak pernah merasa KURANG DIAKUI oleh orang lain sebab orang tua terutama mama sangat memperhatikan kami. Kami MEMILIKI PENGALAMAN YANG INDAH DENGAN orang tua (pahami pertanyaan sebelumnya).
  • Diluar sana juga saya sering mendengar pengakuan (pujian) yang menjurus pada hal-hal yang negatif namun saya tidak terpengaruh karena memiliki iman sebagai standar dan Kitab Suci sebagai buku saku kehidupan.

Bagaimana juga dengan orang tua yang sudah terlanjur mempuja-puji anak (anaknya populer) sehingga ia menjadi sombong dan ada indikasi ketergantungan dengan pujian itu?

  • Komunikasikan kepada anak untuk tidak sombong.
  • Mulai kurangi pujian itu secara perlahan-lahan dan jangan sekaligus.
  • Mulai melakukan koreksi (netralisasi) seputar apa yang masih kurang.
  • Lalu beralihlah untuk lebih memperhatikan mereka lewat komunikasi.
  • Arahkan untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Demikian saja teman. Jadilah orang tua yang wajar untuk anak yang wajar untuk INdonesia hebat.

Salam perjuangan!

Iklan

2 comments

  1. […] Sadarilah bahwa pujian recehan (bukan karena prestasi) yang sudah dibiasakan sejak dini menggiring anda untuk ketergantungan dengannya. Rasa ini seperti narkoba yang menimbulkan candu. Pujian itu berhubungan erat dengan apresiasi terhadap kemampuan yang dimiliki. Seseorang menjadi ketergantungan dan terus berpikir untuk mewujudkannya/ menginginkannya lagi. Selengkapnya, Jangan berlebihan memuji anak […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s