7 Dasar Semangat ’45 Indonesia merdeka yang terwujud untuk mempertahankan Kemerdekaan NKRI

Semangat ‘45 adalah semangat gotong royong. Adanya perasaan yang sama dan nasib yang sama pula sehingga mempersatukan kita dibawah nkri untuk berjuang mengesampingkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyaarakat luas

Ayo semangat – Tentara Jepang telah lama sebelumnya mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Kita diiming-imingi akan dimerdekakan oleh penjajahnya sendiri padahal ini hanya politik mencari simpati agar Indonesia bersedia menjadi rekan dalam melawan tentara sekutu. Tapi rencana ini terbengkalai bahkan hampir gagal total dikarenakan Jepang kalah telak setelah Hirosima dan Nagasaki dibombardir oleh tentara sekutu.

Berangsur-angsur, banyak tentara Jepang yang pulang ke negerinya setelah kejadian itu. Para Jendral yang awalnya menjanjikan kemerdekaan lepas tangan karena lebih mementingkan tanah airnya dan memilih untuk kembali membangun negerinya yang telah porak-poranda di terjang bom atom. Meskipun demikian, situasi ini tidak memadamkan/ mematahkan semangat Indonesia untuk merdeka. Para pemuda dan tokoh kemerdekaan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan 11 hari setelah kejadian yang mengerikan menimpa Hirosima dan Nagasaki (6 Agustus) tepatnya tanggal 17 Agustus 1945.

Dasar Semangat ’45

Sekalipun telah menyatakan kemerdekaan bukan berarti para penjajah mau berkompromi. Mereka yang kemudian datang (tentara sekutu) enggan mengakui kenyataan itu. Sejak hari itulah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dikumandangkan diseantero negeri. Timbul pertanyaan, mengapa persatuan dan kesatuan sangat kental pada masa perjuangan kemerdekaan? Ada semangat yang dapat kita temukan dibalik perjuangan para pahlawan. Inilah yang membuat mereka terus bertahan sampai titik darah penghabisan, yaitu :

1. Semangat kebebasan

Tekad para pejuang untuk merdeka tidak dapat dibendung oleh panjajah. Semuanya bersemangat untuk membebaskan diri dari pengekangan, pemaksaan, penindasan, kerja paksa dan segala bentuk kolonialisme di negeri “Ibu Pertiwi”. Gerakan ini konsekuensinya besar namun tetap dipilih dan ditempuh dengan penuh kegigihan.

2. Semangat Kesamaan rasa (nasib)

Berikut, akan kita paparkan semangat yang muncul karena adanya rasa yang sama sehingga memperkuat tujuan untuk merdeka.

  • Lahir di negeri yang sama.
  • Sama-sama dijajah ditanahnya sendiri oleh bangsa lain.
  • Sama-sama menderita karena kerasnya penindasan oleh kolonialisme.
  • Sama-sama menginginkan para penjajah untuk hengkang kembali ketempat asalnya.
  • Sama-sama memiliki visi untuk menciptakan negara Indonesia yang merdeka.
  • Sama-sama tidak ingin lagi di jajah oleh bangsa manapun.

3. Semangat untuk bertahan

Tentara sekutu yang sudah keburu nafsu untuk  menguasai Indonesia setelah kekalahan Jepang melakukan impresi dimana-mana. Bukan hanya tekanan lewat perang namun mereka turut mengasingkan beberapa tokoh intelektual agar gerakan mempertahankan kemerdekaan ini kandas. Namun doktrin untuk merdeka ternyata telah merasuki kesemua orang sehingga apapun yang terjadi tekad ini terus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

4. Semangat gotong royong

Semangat kebersamaan yang mengikat para pejuang mendorong mereka untuk saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Saat semua orang bergotong royong niscaya tujuan apapun itu dapat diraih. Tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri melainkan semuanya bahu membahu untuk kebaikan bersama.

5. Semangat pengorbanan

Setelah munculnya rasa kebersamaan, langkah kaki kita dimudahkan untuk merdeka. Dalam kebersamaan ada rasa saling menghargai, saling mendukung, saling berbagi, saling mengarahkan, saling patuh dan yang lebih penting dari semuanya itu adalah saling berkorban. Apa yang dapat diberikan, korbankan untuk kepentingan bersama. Setiap orang melakukan apa yang terbaik yang dapat ia perbuat untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah digenggam.

6. Semangat perjuangan

Perjuangan untuk kepentingan bersama pecah dimana-mana. Indonesia tidak mau lagi kompromi dengan kolonialisme. Perjuangan sampai titik darah penghabisan. Ini adalah slogan paling populer kala itu. Tidak hanya di pusat (di Jawa saja), gerakan inipun terjadi di daerah-daerah.

7. Semangat cinta tanah air

Rasa kebersamaan yang telah diwujudkan dalam tindakan yang penuh pengorbanan mendeklarasikan bahwa seseorang sangat mencintai tanah tempat ia dilahirkan. Rasa cinta tanah air ini yang memacu setiap orang untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Inilah rasa yang kemudian memunculkan slogan “Merdeka atau mati”.

Inilah semangat ’45 yang mencitrakan perjuangan kala itu. Sampai sekarangpun tekad ini terus diekspresikan oleh para pemuda dan seluruh orang Indonesia melalui tindakan nyata dan sikap sehari-hari. Jangan takut dan gentar dengan penjajah! By the way benarkan penjajahan sudah berakhir? Baca juga, Cara menjadi pahlawan masa kini, pahlawan tanpa tanda jasa

Merdeka!

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s