Terlalu mencari materi mendorong bumi ini pada kehancuran – Saatnya konservasi

Terlalu mencari materi mendorong bumi ini pada kehancuran - Saatnya konservasi

Materi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita. Ini adalah salah satu alasan mengapa beberapa orang masih giat-giatnya dalam bekerja dan berkarya. Kepemilikan materi yang tidak terbatas mendorong manusia untuk terus mencari dan mencari bahkan sampai geregetan dan tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Pencarian materi di dunia ini tidak pernah berakhir. Seolah manusia tidak pernah berkata cukup. Eksplorasi terhadap sumber daya yang terus menerus dilakukan hari lepas hari beresiko merusak.

Titik kepuasan menjadi sesuatu yang rancu dan langka. Semua manusia ingin dipuaskan namun kepuasan itu tidak kunjung terjadi karena apa yang diinginkan masih ada di depan mata. Sedang yang sudah digenggam tidak dianggap sama-sekali. Manusia tidak bisa mengendalikan keinginannya. Sebab ia hidup tidak di dalam passion-nya. Hidupnya justru mengarah kepada hal-hal yang sebenarnya tidak diinginkan oleh hatinya sendiri.

Manusia yang kehilangan jati dirinya cenderung lebih haus akan kepuasan. Mereka mencari dan mencari namun tidak menemukan apa-apa. Seolah ada sesuatu yang mereka inginkan namun tidak kunjung menemukannya. Mereka kehilangan arah dan tujuan hidup. Melakukan hal-hal yang cenderung menyimpang. Mencoba mengisi kekosongan dalam hati dengan hal-hal duniawi yang fana. Semakin banyak kepuasaan yang diraih semakin hampa hati ini. Semakin sering mencari kepuasaan itu, semakin jauh rasanya. Lubang di hati masih tetap kosong.

Ketika manusia terlalu fokus pada materi maka segala usahanya akan diberdayakan untuk mencari materi. Materi dan materi, uang dan uang semuanya ini dicari entah untuk siapa ? entah demi siapa ? Padahal umur sudah tidak muda lagi, yang sudah adapun belum tentu bisa dihabiskan. Mencari dan mencari materi (Simak, Lebih penting materi atau kebenaran). Eksplorasi terhadap sumberdaya yang ada terkesan berlebihan dan dipaksakan. Tidak sadar juga dianya bahwa aktivitas yang ia lakukan telah merusak lingkungan dan menindas manusia lainnya. Pelajari, Konspirasi dibalik kerusakan lingkungan

Keserakahan akan mendorong bumi ini dalam kehancuran

Ekspansi dan Eksporasi yang tak terkendali bahkan tak terbatas juga telah merusak tatanan sosial dan lingkungan. Tidak ada yang dapat bertahan apalagi kembali setelah keserakahan menghancurkan segala yang ada.

  1. Untuk apa mobil mewahmu kalau udara tidak lagi bersih.
  2. Untuk apa rumah mewahmu kalau tidak ada lagi tempat yang sejuk.
  3. Untuk apa makananmu yang enak-enak kalau sungai-sungai telah tercemar.
  4. Untuk apa kesenanganmu hari ini kalau anak cucumu kehilangan kesempatan untuk menikmati indahnya bumi ini.
  5. Untuk apa kamu berpesta pora kalau diluar sana masih banyak orang yang dilucuti hak-hak hidupnya.
  6. Untuk apa kamu berkata syukur hari ini padahal kamu telah mengabaikan banyak kesempatan untuk berbuat baik dan merusakkan kebaikan orang lain disekitarmu.

Saatnya konservasi

Oleh sebab itu saatnya kita melakukan konservasi teman. Menjaga sumber daya yang masih tersisa untuk anak cucu kita. Bila kita eksplorasi terus-menerus, kapan konservasinya? Ayo bertanggungjawab dalam setiap aktivitas yang kita geluti. Jangan lupa untuk menyediakan sedikit tenaga dan usaha untuk menjaga dan memelihara semuanya itu untuk persediaan dimasa depan. Jangan sampai semua nikmat dan keindahan ini kelak hanya menjadi ocehan yang kita ceritakan kepada generasi selanjutnya melainkan mereka juga turut menikmatinya.

Manusia dengan segala keterbatasannya memaksa untuk memuaskan diri dengan kedagingannya yang fana niscaya ia tidak akan pernah puas. Jika keinginan kita terus dipuaskan maka bumi ini akan turut hancur berantakan untuk memenuhi semuanya itu. Sekalipun demikian kita masih saja belum merasa puas. Oleh karena itu puaskan hatimu dengan kebaikan dan dekatlah dengan Penciptamu. Sebab dialah yang menciptakan lubang yang hampa itu dihatimu maka Dia jugalah yang dapat mengisinya dan memuaskanmu. Seterusnya, Cara mengisi lubang dihati

Salam kebebasan dari materi!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s