+10 Dampak Negatif Debat Antar Umat Beragama – Perdebatan Antar Agama Tidak Perlu Melainkan Buktikan Lewat Sikap Sehari-Hari

Debat agama tidak penting - Tidak ada gunanya berkata-kata tapi buktikanlah lewat sikap dan perilaku sehari-hari bahwa anda orang beragama

Banyak orang yang berpikir bahwa debat agama adalah solusi dari persoalan dalam masyarakat. Mereka begitu alot dalam perdebatannya padahal belum tentu masing-masing pernah membaca seluruh kitab agamanya. Ada esensi tersirat yang saling merendahkan dan menghina satu sama lain. Kadang juga cakap sombong muncul dari dalam mulut ini. Bukankah perdebatan ini hanya menambah dosa saja.

Mati-matian berdebat : TIDAK ADA KERJAAN

Jangan bersikap tidak ada kerjaan karena kata-kata tidak berfaedah tanpa tindakan nyata. Tunjukkan sikap yang bermoral dan susila maka anda akan dihargai oleh banyak orang. Janganlah kata-kata lebih banyak daripada tindakan. Sebab semakin banyak berkata-kata niscaya semakin riskan diri ini dengan kebohongan. Lebih baik diam saja daripada semakin berdosa. Debat antar agama Kristen dan Islam, Protestan dengan Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu tidak diperlukan sebab diskusi seperti ini syarat akan perbantahan dan hawa nafsu. Hanya orang bodoh yang tidak ada kerjaan yang sadar dengan sengaja menenggelamkan dirinya dalam dosa.

Agama bukan paksaan tapi pilihan

Kepercayaan itu pilihan yang sangat subjektif dan tidak dapat diganggu gugat sebab ini adalah bagian dari hak asasi manusia (HAM). Bukan kata-katamu yang menggambarkan agamamu melainkan bagaimana sikap kita sehari-hari dalam menjalani kehidupan ini. Keyakinan itu sangat individualis, orang ini percaya ini dan si itu meyakini agama ini adalah haknya untuk menentukan pilihan yang dianggap benar.

Bahaya dan dampak buruk debat kepercayaan

Perdebatan tidak mengelesaikan masalah antar agama melainkan hanya memperpanjang daftar hitam konflik yang akan segera terjadi. Agama tidak butuh perdebatan melainkan pembuktian dari setiap penganutnya. Berikut ini alasan mengapa debat agama tidak dibutuhkan untuk Indonesia yang lebih baik.

  1. Setiap kepercayaan sumbernya berbeda-beda oleh karena itu penjabaran selanjutnyapun berbeda.
  2. Setiap agama nabinya berbeda-beda oleh karena itu ajarannya berbeda satu sama lain.
  3. Setiap kepercayaan memiliki sudut pandang yang berbeda-beda.
  4. Debat keyakinan tidak memberi solusi akan tetapi memunculkan masalah baru.
  5. Besar kesempatan untuk berbohong. Semakin banyak bicara, semakin besar pula kemungkinan untuk menipu.
  6. Nilai kebenaran itu berbeda-beda untuk setiap agama. Ada banyak hal baik disekitar kita namun belum tentu semuanya itu benar menurut agama ini dan itu.
  7. Seseorang yang koar-koar dan menyatakan betapa benarnya dia adalah ciri khas orang sombong.
  8. Di dalam perdebatan ada pembantahan dan penolakan yang syarat dengan hawa nafsu khususnya amarah yang meluap.
  9. Saat orang saling berdebat, ada rasa tidak sabar dan tersirat kebencian.
  10. Saat orang saling bantah-membantah, pasti terjadi tekanan bahkan dendam-pun dimungkinkan.
  11. Ujung-ujungnya terjadi konflik sosial yang berkepanjangan.
  12. Pada akhirnya kita harus menyadari bahwa setiap kepercayaan memiliki jalan keselamatan yang berbeda.

Cara agar Tetap hidup bersama dalam damai dan perbedaan

Harus dipahami bahwa perbedaan adalah manusiawi. Kita memang diciptakan berbeda-beda satu sama lain. Bahkan di dalam keluarga saja hal ini dapat kita rasakan. Baik antara anak dengan anak maupun antara ibu dan ayah. Inilah sisi manusiawi yang perlu kita toleransi sebab kita bukanlah pengendali dunia ini. Melainkan manusia hanya entitas terkecil, sampah bahkan debu yang tidak berarti di hadapan Tuhan. Mereka yang tidak mau menerima perbedaan jelas menganggap dirinya sebagai Tuhan yang mampu melakukan segalanya untuk mewujudkan keinginannya.

Kita ingin hidup damai dan sejahtera bersama sebab dalam damai sejahtera kita bisa berkarya dan mengaktualisasikan diri secara lebih maksimal. Oleh karena itu bacalah perumpamaan berikut ini :

Dalam Matius 13:24-30 yang berkata demikian: Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Tidak ada gunanya berkata-kata tapi buktikan lewat sikap dan perilaku sehari-hari bahwa anda orang beragama

Perhatikan pesan rasul Paulus berikut ini:

(II Timotius 2:16-17a) Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker.

lagi….

(II Timotius 2:23-26) Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Dari cerita dan uraian di atas dapat kita maknai beberapa point, yaitu sebagai berikut :

  • Bahwa di dunia ini ada agama yang benar dan ada pula agama yang salah. Kedua-duanya dapat hidup berdampingan untuk menciptakan dunia yang damai, aman dan tentram.
  • Jangan saling menghakimi (mencabut satu sama lain) melainkan marilah semua memegang kepercayaan masing-masing dan melakukannya hingga akhir sebab yang layak menghakimi itu hanya Allah saja.
  • Bersabarlah dalam pengharapan dan tetap setia dalam keyakinan anda. Sebab dengan demikian kita diuji satu sama lain apakah kita benar-benar setulus hati mengikut Sang Pencipta (yang kita yakini masing-masing).
  • Buktikanlah apa yang diajarkan oleh agamamu, (1) bagaimana cara yang benar memuliakan Allah dan (2) cara menjaga hubungan baik yang kasih kepada sesama manusia.
  • Tidak perlu mencari-cari soal dengan agama lain sebab hal yang seperti itu tidak ada gunanya karena menimbulkan pertengkaran. Alangkah lebih baik jika seorang yang mengenal Tuhan ramah kepada semua orang.
  • Pada akhir zaman barulah kelihatan siapa yang benar-benar pengikut Allah dan siapa yang bukan.

Jadi apapun usaha kita untuk menyatakan bahwa kita benar BELUM TENTU BENAR DI MATA ALLAH. Oleh karena itu berhenti berdebat dan lakukanlah apa yang baik & benar menurut keyakinan masing-masing. Silat lidah berpotensi untuk meregangkan/ mengacaukan/ menghancurkan negeri ini akan tetapi membuktikan keyakinan itu lewat kebaikan hati yang dilakukan sehari-hari akan membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik kedepannya. Baca juga, Tidak perlu mengomentari keyakinan orang lain.

Salam perdamaian!

Iklan

4 comments

  1. […] Yang kami perlu tegaskan dalam bagian ini adalah, marilah menjadi orang beriman yang tahan uji. Janganlah memiliki kepercayaan/ iman yang kekanak-kanakan. Jika iman anda didebat oleh orang lain maka jawablah seadanya saja dan berikan penalaran yang wajar. Karena perbedaan itu adalah manusiawi, anda tidak perlu menjadi seperti putri malu yang langsung menutup ketika di colek, atau menjadi seperti keong/ siput yang langsung bersembunyi di dalam istananya ketika disentuh, atau menjadi sikaki seribu yang langsung menggulung saat diganggu. Melainkan jadilah manusia yang tegar, bermental kuat tetapi bertutur sapa lembut kepada sesama. Sebab keyakinan kita bukan pada simbol-simbol keagamaan yang ada melainkan imanmu dapat dilihat orang dari sikap sehari-hari (melalui tutur sapa dan perbuatan yang dilakukan). Simak juga, Perlukah debat antar agama? […]

    Suka

  2. […] Mengomentari, mengkritik dan menilai agama lain (selain Kristen) merupakan aktivitas yang tidak penting dan tidak membawa manfaat juga. Sebab keadaan ini justru akan membuat suasana hati menjadi keruh bahkan jengkel terhadap mereka. Alangkah lebih baik jikalau kita berpikiran positif sajalah tentang mereka, bukankah persepsi positif adalah iman yang akan membuat hati bahagia menjalani hidup melainkan juga hubungan dengan sesama menjadi langgeng. Adu argumen antar agama […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s