Seleksi sosial – Setiap manusia diseleksi oleh hawa nafsunya sendiri dan keserakahan orang lain

Seleksi sosial yang berlangsung di masyarakat

Sejak dari awal dalam sejarah kitab suci manusia telah dikaruniai hawa nafsu (kedagingan). Kita serupa dengan Tuhan tapi syarat dengan hawa nafsu sedang Tuhan tidak. Sebab Tuhan itu tidak memiliki darah dan daging melainkan Roh. Banyak ilmuan dan cendikiawan mencoba menyamai Tuhan yang mencipta segalanya akan tetapi hawa nafsu telah menghalangi langkah kaki dan menjerumuskan dirinya sendiri dalam jurang kebinasaan.

Baca sejarah kitab suci maka anda akan menemukan bagaimana orang-orang yang iri hati, sombong, pembohong, serakah dan yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu lainnya tersisihkan oleh kejahatan mereka sendiri. Proses ini terus berlangsung dari waktu ke waktu, orang yang baik akan mengalahkan orang jahat, bangsa yang baik akan menaklukkan bangsa yang jahat, peradaban yang baik akan menaklukkan peradaban yang jahat. Semuanya bergulir dari masa ke masa lalu yang dapat bertahan adalah mereka yang memiliki Gunung Batu Kehidupan, Pelindung yang sejati, Bapa Yang Kekal.

Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya dan memanusiawikan setiap tutur kata dan sikapnya. Orang-orang yang temperamen akan disingkirkan oleh amarahnya sendiri hingga terjatuh tak berdaya. Mereka yang keras hatinya (keras kepala) akan dihancurkan oleh angkara murka hingga merekapun tertawan oleh keserakahan orang lain, inilah yang disebut dengan seleksi sosial. Pada akhirya mereka yang bersama-sama murtad (tidak ada seorangpun yang benar diantaranya) akan diseleksi oleh kekuatan alam atau disebut juga seleksi alam.

Disinilah kesesatan pikiran Charles Darwin. Ia juga pernah membaca Alkitab (tidak seluruhnya) lalu menemukan bagaimana orang-orang tersisih oleh kekuatan Alam. Sebenarnya yang pertama sekali terjadi adalah seleksi sosial dimana setiap orang yang dikuasai oleh hawa nafsunya disingkirkan oleh orang-orang yang lebih baik darinya. Pada akhirnya, apabila tidak ada satupun orang yang benar maka barulah kemudian seleksi alam terjadi berupa bencana alam (sodom dan gomora).

Charles darwin tidak menyampaikan teorinya secara berimbang. Ia hanya melihat kekuatan alam yang maha dahsyat dari waktu ke waktu. Ini adalah bagian dari usaha untuk mengkaburkan fakta kehidupan. Banyak orang yang di ninabobokan oleh ilmu pengetahuan sempit sampai-sampai salah kaprah dalam bertindak. Manusia berpikir bahwa kekuatan alam sebagai musuhnya oleh sebab itu harus ditaklukkan dan dikalahkan. Padahal sesungguhnya kekuatan alam mampu memberikan keadilan ketika tidak ada seorangpun yang dapat dipercaya. Pelajari lebih lanjut, Teori evolusi itu tidak ada.

Kemampuan mengendalikan diri dari segala keinginan (hawa nafsu) yang jahat adalah kunci perdamaian dengan sesama dan perdamaian dengan kekuatan alam sehingga kita hidup di dalam dunia yang penuh dengan kasih karunia dengan berkat-berkat yang melimpah.

Daftar Hawa Nafsu itu sendiri

Berikut keinginan sesat yang saya maksudkan dalam tulisan ini yang secara tidak langsung menyeleksi secara sosial. Daftar hawa nafsu menurut saya pribadi :

  1. percabulan
  2. kecemaran
  3. penyembahan berhala
  4. sihir
  5. kebencian
  6. perseteruan
  7. perselisihan
  8. dendam
  9. kesombongan
  10. iri hati
  11. amarah
  12. kepentingan diri sendiri
  13. percideraan
  14. roh pemecah
  15. kemabukan
  16. pesta pora

Atasi hawa nafsu lalu konsentrasi dan fokus untuk menggali dan mengembangkan potensi hingga akhirnya anda menemukan passion sendiri. Pelajari lagi, Cara berkonsentrasi dan fokus agar mampu berinofasi dan berkreasi

Salam kreativitas tak terbatas.

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s