Hukum kekekalan jumlah gen dan kromosom – Jumlah DNA dan RNA (gen) setiap makluk hidup berbeda-beda, KHAS dan MUTLAK

Hukum kekekalan jumlah gen dan kromosom

GEN – Ini pandangan saya setelah membaca beberapa tulisan yang tidak populer. Pemikiran ini hanyalah argumen tanpa dasar yang kuat. Alangkah baiknya jika kita tidak menerima segala ilmu dari luar.dan langsung mengajarkannya kepada anak didik. Ada kecenderungan pengetahuan yang kita peroleh dari luar syarat dengan diskriminasi politik, sosial dan budaya. Masih ingat tentang konspirasi yang terjadi disekitar dan dikuasai oleh kapitalis licik yang dimulai dari bias informasi?. Mungkin saja ini hanyalah bagian dari kelicikan mereka untuk melemahkan kepercayaan setiap manusia terhadap Tuhannya. Selengkapnya, Konspirasi kapitalis licik melemahkan orang lain

Setiap sel makhluk hidup memiliki gen yang unik

Setiap makhluk hidup di bumi ini memiliki gen yang unik dan berbeda satu sama lain. Perbedaan yang sangat jelas pada umumnya terjadi antar spesies yang berbeda dimana kromosom tiap spesies berbeda dari segi jumlah.. Sedangkan dalam satu spesies yang terjadi bukanlah perbedaan dari segi jumlah melainkan perbedaan susunan dan urutan basa nitrogen.

Setiap sel dalam tubuh kita mengandung informasi genetik mulai dari ujung rambut sampai kepada ujung kaki. Informasi genetik itu berupa DNA yang terletak dalam setiap gen dimana gen tersebut berlokasi pada lobus tertentu di dalam kromosom. Setiap kromosom yang hanya dapat diamati saat proses pembelahan sel terdiri dari ribuan informasi genetik.

Pencipta kita itu lebih hebat dan lebih dahsyat dari ilmuan yang ada jaman sekarang. Jikalau mereka (ilmuan dan peneliti) hanya dapat membuat robot yang notabene proses mekanikanya dicopas dari proses mekanika tubuh manusia. Manusia adalah ciptaan yang sempurna bahkan tidak ada satupun robot di dunia ini yang mampu menyamai kerumitan dan kecanggihan tubuh ini.

Pada proses pembelahan sel dimana terjadi replikasi DNA oleh RNA dapat dipastikan bahwa tidak terjadi kesalahan sedikitpun. Sadarilah bahwa kesalahan kecil dalam proses ini akan menyebabkan kelainan yang bersifat sistemik yang permanen. Kesalahan dalam replikasi dapat menyebabkan kecacatan yang irreversibel berupa sel kanker. Kesalahan dalam proses replikasi yang terjadi pada janin ibu hamil justru lebih parah lagi karena dapat menyebabkan kecacatan. Baca juga, Kelainan gen dan kromosom (disabilitas) pada bayi baru lahir

Susunan DNA bisa berubah-ubah akan tetapi jumlahnya konstan dalam setiap sel

Jumlah kromosom berbagai makhluk hidup berbeda-beda google.com

Saya sendiri berpendapat bahwa SUSUNAN DNA dan RNA setiap makhluk hidup bisa BERUBAH-UBAH akan tetapi JUMLAHNYA TETAP kecuali pada pembelahan meiosis dalam proses gametosis. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kromosom manusia yang konstan 23 pasang (46 kromosom). Jumlah kromosom ini sifatnya kekal dan tidak dapat diganggu gugat. Hal inilah yang menyebabkan perkawinan antara spesies yang berbeda tidak dimungkinkan terjadi.

Dalam satu spesiespun terjadi yang namanya keberagaman bukan evolusi. Misalnya pada manusia ada ras mongoloid, ras negroid, ras kaukasoid dan ras-ras khusus lainnya (A.L. Krober). Perbeaan ini adalah normal karena yang berbeda hanyalah dari warna kulit, bentuk wajah, tinggi badan dan lain sebagainya. Tidak ada ras manusia yang lebih hebat atau lebih super dari ras lainnya melainkan semuanya adalah bibit unggul. Perkawinan antar ras menghasilkan orang-orang dengan ciri-ciri yang baru, sekali lagi BUKAN EVOLUSI.

Mutasi itu lazim akan tetapi penambahan dan pengurangan jumlah gen/ kromosom adalah tidak normal

Mutasi adalah perubahan gan yang senantiasa dialami oleh setiap orang sepanjang hidupnya yang bisa menguntungkan namun dapat juga merugikan. Selama mutasi yang terjadi tidak menimbulkan penambahan dan pengurangan jumlah gen maka selama itu pula mutasi yang terjadi berada pada lingkaran AMAN (tidak menimbulkan kelainan). Akan tetapi apabila mutasi yang terjadi menyebabkan penambahan atau pengurangan jumlah gen apalagi kromosom maka hal tersebut akan menyebabkan kelainan/ kecacatan yang sifatnya merugikan, permanen dan diturunkan.

Satu-satunya yang terjadi pada proses pembuahan adalah perubahan susunan gen dalam setiap alel pada masing-masing kromosom. Inilah yang menyebabkan ciri-ciri fisik antara makhluk hidup  yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya tidak selalu sama adanya. Perbedaan sifat fisik ini kemudian ditindaklanjuti sebagai perbedaan Ras dalam suatu spesies. Jika rasnya tidak sama bukan berarti itu adalah evolusi melainkan hal tersebut merupakan sesuatu yang lazim terjadi di alam.

Berdasarkan keterangan di atas, mutasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

  1. Mutasi yang ditandai dengan perubahan struktur dan susunan basa dalam DNA/ RNA. Ini adalah mutasi yang lazim terjadi.
  2. Mutasi yang ditandai dengan penambahan/ eliminasi jumlah DNA/ RNA/ Gen/ Kromosom Makhkluk Hidup. Ini adalah tipe mutasi yang tidak normal dan langka.

Perbedaan Mutasi Gen dan Mutasi Kromosom

Berikut ini adalah perbedaan antara kedua jenis mutasi yang mungkin terjadi disekitar kita.

  1. Mutasi Gen. Gen mutasi adalah perubahan skala kecil dari bahan genetik dari suatu organisme, yang terutama adalah perubahan urutan nukleotida gen tertentu yang menyebabkan menghasilkan perubahan kecil pada organisme.
  2. Mutasi kromosom. Mutasi kromosom adalah perubahan besar-besaran dari kromosom suatu organisme, di mana jumlah atau struktur kromosom berubah yang menghasilkan perubahan besar-besaran pada organisme.

Setiap penambahan/ pengurangan jumlah DNA dan RNA akan menyebabkan kelainan dan infertilitas

Teori tentang HUKUM KEKELAN JUMLAH GENETIK membuat kami semakin yakin bahwa ketika jumlah kromosom ayah dan ibu tidak sama mustahil terjadi pembuahan. Jadi kami yakin dengan pasti bahwa setiap pasien dengan kelainan jumlah kromosom mengalami infertilitas. Teori ini masih butuh pembuktian secara invitro di laboratorium. Ayo Ilmuan Indonesia harus lebih cerdas dari orang-orang di luar sana.

Setelah menyadari teori tentang hukum kekekalan jumlah gen dan kromosom, saya menjadi ragu tentang prevelensi penderita sindrom kelainan gen dan kromosom pada tulisan sebelumnya. Angka-angka itu sepertinya bukan sebuah tetapan (seperti 1 diantara 10.000) melainkan murni sebagai sebuah prevelensi yang diperoleh dalam suatu penelitian pada tahun entah berantah (mungkin sudah lama sekali).

Seolah angka kejadian kecacatan genetik manusia bisa dipetekan dalam bentuk skala. Ini jelas menyesatkan karena menganggap mutasi kromosom sebagai sesuatu yang lazim terjadi. Mutasi kromosom sifatnya sangat ekstrim mustahil disebabkan karena kesalahan dalam proses mitosis dan meiosis. Sebab tubuh kita memiliki sistim kerja yang rumit, selektif dan terkoordinasi dengan baik. Bahkan bila diumpamakan sebagai robot maka kita adalah robot paling sempurna mustahil terjadi kesalahan yang begitu besar. Saya yakin bahwa ini lebih disebabkan oleh faktor ekternal seperti gaya hidup, pola makan dan keadaan lingkungan disekitar kita.

Pada masa pembuahan dalam proses meiosis, terjadi proses identifikasi dan pengenalan antar sel telur ibu dan sel sperma ayah. Proses identifikasi ini harus menemukan kecocokan tanpa kecocokan mustahil terjadi pembuahan. Kecocokan ini dapat diumpamakan seperti antara “kunci dan gembok”. Gerigi yang terbentuk pada kunci sama dengan jumlah kromosom organisme demikianlah kunci ini hanya cocok dengan gembok yang memiliki gerigi dengan jumlah yang sama. Artinya Satu kunci hanya cocok untuk satu gembok. Penambahan/ pengurangan kromosom pada sel gamet jantan/ betina membuatnya tidak dapat bertemu atau melebur jadi satu dengan sel gamet betina / jantan sehingga pembuahan tidak terjadi alias organisme tersebut infertil.

Penambahan/ eliminasi genetik makhluk hidup dalam proses mutasi akan menimbulkan ketidakseimbangan informasi genetik yang pada akhirnya akan menghasilkan kelainan/ kecacatan yang merugikan.. Kelainan ini diawali setelah proses pembuahan di dalam rahim sang ibu. Ketidakseimbangan informasi genetik selalu berdampak buruk bagi organisme karena bersifat sistemik dimana tidak sedikit mempengaruhi organ, jaringan dan sel. Kerusakan genetik dapat mencapai titik terparah hingga membuat organisme tersebut tidak dapat hidup lebih lama lagi alias meninggal setelah dilahirkan.

Teori evolusi vs Hukum kekekalan jumlah genetik

Teori ini erat kaitannya dengan teori evolusi. Jika saja TEORI INI BENAR maka yang terjadi adalah kekalahan mutlak dalam teori evolusi yang telah dibangun dan di imajinasikan oleh Charles Darwin dan semua aktris HOLLYWOOD. Mungkin pertanyaan mendasar yang harus diajukan oleh para evolusionis adalah “bukan evolusi melainkan faktor apa saja yang menyebabkan manusia mirip dengan hewan?“. Oleh karena itu sekali lagi saya katakan untuk JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN TEORI YANG DATANGNYA DARI LUAR NEGERI. Masakan pengetahuan murni berkualitas yang sudah susah payah mereka temukan dikasih gratis begitu saja?

 Teori evolusi tidak ada. Salam Indonesia Cerdas!

Iklan

One comment

  1. […] Mutasi itu normal akan tetapi ada batas-batasnya. Apabila mutasinya terletak pada perubahan struktur dan urutan basa saja : ini normal. Keadaan inilah yang menyebabkan perbedaan ciri-ciri fisik antar spesies (perbedaan RAS). Akan tetapi jika yang terjadi adalah penambahan atau pengurangan jumlah gen dan kromosom niscaya hal ini akan menyebabkan kelainan/ kecacatan yang sifatnya permanen dan merugikan organisme itu sendiri. Pengurangan dan penambahan jumlah gen dan kromosom tidak pernah memberikan keuntungan bagi organisme. Selanjutnya yang akan kita bahas adalah Jenis mutasi dengan penambahan/ eliminasi jumlah genetik. Pelajari selengkapnya, Hukum kekekalan jumlah genetik makhluk hidup […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s