8 Level Kebaikan Hati Manusia Berdasarkan Suasana Hati, Motivasi dan Situasi Lingkungan – kebaikan sejati itu meluap dari dalam hati

Tingkatan kebaikan manusia selama hidup di dunia

Kebaikan adalah karunia terindah yang paling berharga didunia ini. Kasih membuat kita lebih erat dalam kebersamaan yang sejati. Ketika kita menyadari bahwa sejak awal kita ditakdirkan untuk hidup dalam kelompok (setidaknya dua orang atau lebih) Tanpa kebaikan hidup kita terasa hampa karena hal ini adalah kodrat manusia sebagai mahkluk sosial.

Kebaikan sejati yang terpancar bagai mentari

Kebaikan hati setiap manusia berbeda satu dan yang lainnya. Jika saya menyelami diri sendiri, menemukan bahwa sifat ini dipengaruhi oleh kondisi hati dan perasaan seseorang. Seperti rasa senang dan bahagianya seorang yang tulus dan jujur terpancar keluar dari dalam dirinya dan mengenai orang lain. Kebaikan sejati itu seperti sinar mentari yang dapat memberi kehangatan dan mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain.

Mustahil dapat berbuat baik jika kebaikan itu tidak terpancar dari dalam hati

Dari penjelasan sebelumnya dapat kita katakan bahwa seseorang mustahil dapat berbuat baik kepada orang lain apabila diri sendiri tidak pernah merasakan kebaikan itu dari awal. Perasaan ini murni ditularkan dari orang ke orang. Apa yang kita lakukan turut memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Masalahnya sekarang adalah, “apakah manusia dapat konsisten untuk selalu berbuat baik?”.

Pada kenyataannya banyak dari kita yang tidak dapat mempertahankan sifat ini. Apalagi mereka yang masih remaja dan dewasa muda dengan emosi yang labil tidak mungkin rasa baik ini dipertahankan lebih lama lagi. Emosi yang meledak-ledak terkadang lepas dan menghancurkan kebaikan yang telah kita lakukan sebelumnya. Perubahan situasi juga turut mempengaruhi suasana hati sehingga turut mengubah sikap-sikap kita sehari-hari.

Sumber kebaikan sejati hanyalah dari Tuhan saja

Kebaikan itu berasal dari dalam hati. Apabila hati tidak baik niscaya yang keluar tidak baik pula. Meskipun yang diekspresikan baik pastilah itu tidak dilakukan dengan ketulusan. Hati yang baik bagaimana memperolehnya? Mustahil kita dapat memperoleh kebaikan sejati dari manusia sebab manusia bisa berubah. Harusnya kita dapat memperoleh hal ini  secara gratis dari Tuhan yang tidak pernah berubah. Oleh karena itu teman, dekatkanlah diri dengan Yang Maha Kuasa.

Tetap berbuat baik walau lingkungan sekitar buruk & jahat

Tingkatan manusia berdasarkan kebaikan hatinya ditinjau dari suasana hatinya dan kepada siapa ia berbuat baik

Situasi dan kondisi disekitar sangat banyak mempengaruhi suasana hati seseorang. Hanya orang-orang yang luar biasa yang mampu bertahan dan konsisten dalam hal suasana hati. Mereka dimampukan untuk selalu berkonsentrasi pada kebaikan hatinya sembari mentolerir dan mengabaikan suasan yang tidak nyaman di sekitarnya.

Kemampuan untuk fokus berbuat baik tanpa ambil pusing terhadap perilaku sesama manusia disekitarnya sangat menentukan tingkat kecerdasan emosional seseorang. Pada bagi ini, level awal adalah bagian yang paling rendah sedangkan tingkat akhir adalah tingkat kecerdasan emosional tertinggi manusia.

Berikut ini perbedaan manusia ditinjau dari motivasi perbuatan baik yang dilakukannya.

1. Manusia level satu

Berbuat baik saat mood lagi senang/ sedang bahagia. Mudah sekali berbuat baik saat kita lagi senang, mungkin sedang dapat lotre, menang undian atau keberuntungan lainnya. Misalnya saja ketika kita lagi berbahagia mudah sekali untuk tersenyum kepada orang lain. Perasaan seperti ini membuat kita bisa berbuat baik kepada orang-orang disekitar.

2. Kebaikan tingkat dua

Orang yang berbuat baik dengan maksud-maksud tertentu agar orang lain membalas budinya kelak. Ini adalah kebaikan yang menghendaki balas budi. Layaknya seorang pedagang yang syarat dengan proses transaksi dan tawar menawar. Terlalu mudah melakukan hal ini apalagi ketika kita menginginkan sesuatu dari orang lain.

3. Manusia level tiga

Orang yang Berbuat baik hanya kepada orang yang ia sukai/ senangi. Siapapun bisa melakukan hal ini sebab begitulah dunia ini. Kebaikan yang kita lakukan seperti bola karet yang akan melenting dan kembali ke kita. Banyak dari kita hanya mau dan mampu berbuat baik pada mereka yang kita sukai. Rasa senang dan suka dengan orang lain terjalin mungkin karena hubungan darah, kepercayaan, suku, ras, golongan dan lain sebagainya. Siapapun mampu berbuat baik kepada mereka yang ada didekatnya misalnya saja dalam keluarga.

4. Kebaikan tingkat empat

Berbuat baik saat sedang dalam kondisi bersedih, sekit, lemah, kalah, sial, kehilangan dan keadaan yang buruk lainnya (Keadaan yang buruk akibat kesalahan/ kelemahan sendiri). Saat kita sedang sedih susah sekali rasanya untuk berbuat baik bahkan senyuman kecilpun tidak keluar dari bibir ini. Pahit getirnya kehidupan pasti menyambar setiap orang pada moment-moment yang tidak dapat ditebak. Namun dalam sitasi seperti ini seseorang dapat memilah-milah kehidupannya. Pola pikir dan sudut pandang yang telah berkembang membuat kita mampu menepis (mengabaikan) setiap situasi yang kurang menguntungkan yang datang dari dalam hati maupun lingkungan sekitar lalu tetap menjadi orang yang menyalurkan kebaikan kepada orang lain. Kesedihan dan kegalauan hari ini cukuplah untuk hari ini saja. Setiap hari pasti punya kesusahaannya sendiri-sendiri. Ketika seseorang mampu memetakan/ memilah-milah kehidupannya pastilah ia juga mampu berbuat baik kepada orang lain bahkan ketika ia sedang ditimpa oleh kemalangan.

5. Manusia level lima

Orang yang berbuat baik kepada orang lain tanpa pamrih/ mengharapkan balasan. Perbuatan seperti ini sudah jarang kita temukan. Kita perlu mengembangkan kehidupan kita dan mulai berbuat baik tanpa menuntut apa-apa dari orang tersebut. Perbuatan seperti ini tetap memberi rasa damai dalam hati sekalipun kebaikan kita tidak berbalas sama sekali.

6. Kebaikan tingkat enam

Berbuat baik kepada orang asing yang tidak dikenal dan tidak pernah berbuat baik kepada kita. Jarang dari kita yang dapat berbuat baik kepada orang asing. Sebab kita tidak begitu tahu persis siapa orang itu sebenarnya. Apakah ia bermaksud jahat atau bermaksud baik, tidak ada yang bisa menebaknya kecuali orang-orang yang sudah berpengalaman dan digerakkan oleh hati yang berbelas kasihan. Salah-salah menanggapi orang asing kita bisa terjebak dalam situasi yang salah. Hanya orang-orang yang tangguh dan berani yang mampu melakukannya.

7. Manusia strata tujuh

Berbuat baik saat sedang dibenci orang lain, diremehkan/ direndahkan orang (Suasana hati yang sedang jelek karena ulah orang lain). Saat kita sedang ditekan oleh ejekan dan hinaan dari orang lain namun dibalik semuanya itu kita tidak merasa tertekan sebab berada di jalur yang benar. Saat hidup kita berada diujung tanduk, apakah kita masih bisa berbuat baik? Menjalani hidup di dunia ini, sudah pasti tidak mulus-mulus saja. Ada kerikil-kerikil kecil yang tajam dan beresiko melukai diri ini. Musuh yang diutus dalam kehidupan kita sebenarnya untuk membuat kepribadian kita berkembang. Memafkan dengan sepenuh hati orang-orang yang membenci diri ini adalah suatu perbuatan yang terpuji.

8. Kebaikan strata delapan

Orang yang mampu berbuat baik kepada musuh-musuhnya. Seandainya kita diperhadapkan dengan musuh-musuh kita dan diberi kesempatan untuk membalaskan semua yang pernah mereka lakukan, apakah yang akan anda perbuat? Hanya orang-orang yang mulia yang mampu berbuat baik kepada musuh-musuhnya.

Setelah mengenal semua level kebaikan hati, di strata manakah anda berada sekarang? Ingatlah bahwa mustahil anda melakukan kebaikan sejati apabila tidak memiliki sumber mata air kebaikan yang meluap dari dalam lubuk hati dan terpancar kepada semua orang.

Semakin tinggi level kebaikan anda maka semakin mahir anda mengelola emosi, semakin mengerti dengan keadaan orang lain, semakin sabar, semakin kuat dan semakin banyak hal yang harus di korbankan. Pengorbanan pertama dan utama adalah korban perasaan dan harga diri. APAKAH ANDA SIAP?

Mulai berbuat baik dari hal-hal yang kecil

Tidak perlu ribet untuk berbaik hati kawan. Mulalah berbuat baik dari hal-hal yang sederhana dahulu sehingga anda lebih matang dan siap untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih besar lagi. Ingatlah bahwa hati yang tulus saat berbuat baik membawa kepada damai dan kelegaan yang sejati. Tanpa ketulusan perbuatan kita terkesan setengah-setengah. Tanpa ketulusan hati tidak tenang dan harap-harap cemas menantikan jawaban dari perbuatan kita. Berikut daftar perbuatan baik dimulai dari hal yang sederhana :

  1. Mendoakan kebaikan sesama
  2. Tersenyum kepada orang lain
  3. Ramah tamah
  4. Menjadi pendengar yang baik
  5. Mau mengalah dan mendahulukan kaum yang lemah
  6. Mengucapkan selamat atas kesuksesan orang lain/ setidaknya bertepuk tangan dan turut dalam kebahagiaannya
  7. Memberi petunjuk arah,
  8. Meberi pengarahan menuju kepada kebaikan
  9. Berbagi kasih (uang, sembako dan lain sebagainya yang berupa materi)
  10. dan lain sebagainya

Mulailah berbagi kasih dengan sesama anggota keluarga. Bagaimana anda bisa menjadi pribadi yang begitu baik diluar sana padahal keluarga sendiri tidak diperhatikan.

Kebaikan yang kita perbuat berhubungan erat dengan kebahagiaan sendiri

Saat kita menebar kasih kepada orang lain secara tidak langsung kita telah membahagiakannya. Bahagianya inilah yang kemudian melenting dan kembali kepada kita hingga membuat hatipun turut bahagia. Dalam setiap maksud baik yang di ekspresikan, hati merasa lega seolah penuh rasanya sebab  kasih adalah kodrat manusia. Inilah salah satu yang menjadi faktor yang turut membuat hari-hari yang dilalui lebih ceria dan penuh semangat. Sebab hati yang terpuaskan membuat hidup lebih tenang dan lebih damai dengan orang lain.

Baca juga, Tingkatan kebaikan berdasarkan sumber daya yang dimiliki

Salam perubahan!

Iklan

3 comments

  1. […] Malahan lebih dahsyat (berkatnya berlipat ganda) ketika sikap positif yang kita ekspresikan dibalas dengan kebencian. Inilah yang membuat kita terlatih untuk lebih sabar dan lebih banyak berkorban (termasuk mengorbankan ego/ harga diri). Saat melakukan kebaikan dengan sepenuh hati, tulus, sabar dan berkorban lebih maka Tuhanlah yang akan membalaskannya (memberkati) secara berlipat ganda dalam kehidupan ini dan juga di Sorga kelak (harta di Sorga). Baca juga, Level kebaikan manusia. […]

    Suka

  2. […] Kebaikan yang diperkatakan adalah awal dari hal-hal baik itu sendiri. Perkataan yang ramah akan mengsugesti anda untuk melakukan hal-hal baik lainnya (yang mungkin lebih besar). Lakukanlah dalam kejujuran. Untuk apa menjadi bermanfaat dari hasil tipu-menipu? Sebab biar bagaimanapun juga hasil penipuan itu lebih banyak masuk kantong pribadi. Amal itu hanya sebagian kecil saja (mungkin 10%). Lebih baik bertindak apa adanya saja kawan. Bisa saja berbohong untuk mendapatkan sumber daya lebih namun siap-siaplah kelak andapun akan dibohongi, cepat atau lambat. Kebaikan yang kita lakukan harus murni sebab jika tidak semuanya akan kembali dengan sia-sia (terbalaskan dengan hampa). Selanjutnya, Level kebaikan hati manusia […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s