17 Kebiasaan buruk orang Indonesia yang membuat kita tidak maju-maju – BUKAN MAKSUD UNTUK MENGENERALISASI

Kebiasaan buruk orang Indonesia karena tidak ada kebersamaan

Sudah puluhan tahun setelah Indonesia merdeka. Lihatlah bangsa ini masih terus berada dalam era sedang berkembang. Kemajuan diberbagai bidang memang sudah maksimal sayang masih berpusat disekitar perkotaan. Perkembagan yang terjadi tidak merata karena pemerataan pendidikan belum berkembang pesat. Ditambah lagi kelakuan bebarapa oknum kepala daerah yang gemar melakukan korupsi bahkan bukan lagi menjadi rahasia umum tentang korupsi masal di beberapa Instansi pemerintah.

Aset terbaik membangun dengan hati

Sudah saatnya kita menyelami diri sendiri, “inikah yang saya inginkan?”. “Saya sendiri maju dan orang lain terinjak-injak saking majunya diri ini”. Apakah ini sudah sesuai dengan hati nurani anda? Apakah tidak ada sedikit rasa bersalah dalam diri sendiri ketika melihat saudara sendiri tertindas karena perlakuan zaman yang sengaja membodoh-bodohi mereka? Sudah saatnya kita mengoreksi diri sendiri apakah kita secara tidak sengaja ikut-ikutan dalam usaha-usaha miring seperti ini.

Mau menang sendiri alias egoisme tidak akan memajukan sama-sekali

Kalau kita egois dan hanya mau memajukan diri sendiri agar terus melesat tinggi mengikuti perkembangan zaman, kita murni tidak berdaya. Sebab diluar sana perkembangan dan kemjuan itu sudah sangat pesat melebihi diatas kita. Oleh karena itu kita butuh yang namanya kekuatan bersama sebab dengan bersama-sama kita akan mampu bertahan dari tekanan zaman ini sembari melanjutkan perjuangan tahap demi tahap untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih maju.

Alasan Mengapa orang Indonesia tidak maju-maju

Seperti yang telah dikatakan diatas. Jikalau kita egois dan ingin maju sendiri. Orang-orang diluar sana (termasuk diluar negeri) yang lebih hebat dari kita akan dengan sangat mudah menekan diri ini sehingga majunya kita disitu-situ saja. Namun apabila kita maju secara bersama-sama (dalam artian semua orang dan semua lini dimajukan dalam bidangnya masing-masing) niscaya ATHG (Ancaman, tantangan, halangan dan gangguan) dari luar dapat kita tangkal bersama-sama sambil maju terus untuk Indonesia yang lebih baik.

Sitasi seperti ini tidak terbentuk begitu saja melainkan ada serangkaian kebiasaan dalam masyarakat yang terus menerus terjadi hingga menimbulkan dampak buruk yang luas dalam kehidupan bermasyarakat. Buruknya budaya ini tidak disadari oleh banyak orang sebab sudah berlangsung dari generasi ke genrasi apalagi jika para pemimpin sendiri (eksekutif dan legislatif) yang mempraktekkannya dalam keseharian mereka. Inilah yang membuat kebiasaan buruk ini berdampak luas dan hampir menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat.

Berikut ini beberapa kebiasaan/ dapat juga dikatakan sebagai budaya negatif/ buruk yang mungkin tumbuh dan berkembang disekitar anda.

  1. Mereka egois dan sangat serakah.

    Pemimpin di negeri ini lebih suka memperkaya diri sendiri. Daripada mereka memperkaya negara. Mungkin mereka rajin sedekah namun percayalah bahwa mereka masih memiliki lebih dari itu. Mereka sudah makmur kaya raya hampir tujuh turunan namun masih saja melakukan korupsi. Ini kejahatan yang luar biasa.

  2. Yang pintar lebih senang membodohi yang lemah.

    Tidak jarang kita temukan praktek tipu-tipu yang memanfaatkan kebodohan dan pengetahuan masyarakat yang kurang untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Ada istilah yang mengatakan bahwa “Yang pintar memerah yang lemah” sehingga yang lemah semakin terbelakang baik dari segi perekonomian maupun moralitas.

  3. Orang Indonesian mudah di adu domba (oleh sesama orang Indonesia sendiri).

    Sadar atau tidak kebersamaan dalam membangun negara adalah kunci kemajuan di segala lini kehidupan. Jika setiap orang kita lebih senang bergerak sendiri-sendiri niscaya hasilnya tidaklah sebaik gerakan bersama=sama. Dalam kebersamaa, kita lebih kuat, lebih hebat dan lebih menggelegar. Seandainya kebersamaan yang nasionalisme itu diumpamakan seperti bom maka ia adalah bom dengan daya ledak tinggi.
    Sayang, orang-orang Indonesia sangat mudah diprovokasi dan diadu domba apalagi dengan isu-isu yang berbau SARA.

  4. Manusia di Nusantara cenderung gila hormat.

    Lebih senang dihormati daripada menghormati orang lain lebih dahulu. Ini terjadi dikalangan para pejabat yang sangat marah jika keberadaan mereka tidak dihargai..

  5. Kebanyakan manusia di Nusantara SUKA BERBOHONG dengan alasan malu atau gengsi.

    Ini adalah kebiasaan yang sangat buruk karena enggan menerima kenyataan. Kebohongan yang paling nyata adalah korupsi para pejabat mulai dari pusat bahkan sudah merasuk dalam kedaerah. Beberapa orang lebih suka berbohong dan menyembunyikan keadaan yang dialami sebenarnya. Bahkan yang lebih parahnya lagi mereka suka berpura-pura waw karena gengsi dengan orang lain..

  6. Masih banyak pemuda Indonesia yang terlalu gila ingin jadi PNS.

    Padahal diluar sana masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh uang. Salah satunya adalah menjadi pengusaha..

  7. Manusia di Nusantara memandang pekerjaan bertani sebagai usaha yang rendahan padahal di berbagai negara maju petani adalah orang kaya..

  8. Orang Indonesia masih banyak yang rendah pendidikannya.

    Banyak orang di negeri ini yang masih belum sadar bahwa peningkatan dibidang Intelektual-lah yang membawa perubahan pesat bagi kemajuan suatu bangsa. Beberapa orang masih seperti “katak dalam tempurung” yang tidak menyadari bahwa diluar sana kemajuannya sudah sangat pesat.
    Satu orang cerdas bisa buat apa? Tetapi seribu orang cerdas mampu melakukan gebrakan untuk kemajuan bersama..

  9. Lebih suka melawan dengan otot.

    Lebih senang menggunakan otot dalam menyelesaikan masalah daripada otak. Pendidikan yang rendah ditambah amarah yang tidak terkendali dan prinsip yang tidak mau mengalah untuk kebaikan besama..

  10. Manusia di Nusantara lebih senang mengikuti trend yang sedang ramai dibicarakan orang.

    Terserah trend itu sesuai atau tidak dengan nilai-nilai kebenaran yang dianutnya. Padahal menjadi diri sendiri itu lebih baik..

  11. Orang Indonesia lebih gemar copy paste (meniru 100%) tanpa inovasi sama sekali.

    Ini jelas juga terlihat dalam hal gaya hidup dan usaha..

  12. Uang adalah segalanya di Indonesia.

    Semua bisa dibeli dengan Uang
    Siapa yang punya uang dia yang berkuasa
    Korupsi itu sudah biasa
    Parahnya lagi saat pilkada rakyat mau saja menerima uang dari para caleg seolah budaya korup dilegalkan langsung oleh rakyat sendiri..

  13. Di Nusantara, kebanyakan orang mudah ditipu oleh penampilan (lebih penting bagian luar daripada isinya).

    Ada yang namanya budaya pencitraan yang tumbuh subur di negeri kita. Padahal kualitas sebenarnya dari orang itu tidak ada sama sekali..

  14. Orang kita lebih suka pamer.

    Seolah menyombongkan diri adalah kebahagiaan baginya padahal dia tidak sadar telah melempar kotoran ke muka sendiri sehingga membuat orang yang melihatnya ilfil/ jengkel..

  15. Lebih suka menghalang-halangi kemajuan sesamanya.

    Tidak senang memajukan orang-orang yang sudah berbakat dari sononya. Malah menghalang-halangi perkembangan orang-orang ini. Tidak ada yang menghargai potensi yang dimiliki oleh masing-masing orang berbeda. Padahal potensi setiap manusia dapat dimanfaatkan demi kemajuan bersama..

  16. Gemar menakut-nakuti orang sesamanya.

    Orang yang pintar-pintar menggunakan pengetahuannya untuk menakut-nakuti yang lainnya sehingga timbullah keresahan di masyarakat. Mereka memanfaatkan kekacauan itu untuk membawa keuntungan sebesar-besarnya..

  17. Sebagian orang di Nusantara lebih senang melihat sesamanya terjatuh (susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah).

Jangan senangnya memajukan diri sendiri dan memajukan perusahaan pribadi saja. Coba bayangkan kalau kita memajukan perusahaan Indonesia. Bukankah dampaknya akan lebih luas dan lebih waw. Coba bayangkan apabila semua daya upaya, tenaga dan materi kita sumbangkan dengan cuma-cuma demi kemajuan perusahaan sekaliber Indonesia, bukankah dampaknya akan luar biasa?

Jika kamu ingin berubah maka berubahlah sebab anda bukan pohon

Oleh karena itu, marilah kita bersma-sama mengubah kebiasaan buruk ini lalu meninggalkannya sebab tidak ada kemajuan yang lebih baik dalam keterpurukan. Hendaknya setiap dari kita mulai menurunkan ego dan keangkuhannya untuk mulai lebih peduli dengan orang-orang yang ada disekitar.

Salam perubahan!

 

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s