Mengapa anak tidak menjawab saat dipanggil? – Sering di ejek teman membuat anak cuek – Bagaimana cara mengatasi sikap seperti ini?

Mengapa anak tidak menjawab saat dipanggil - sering diejek teman membuat anak cuek

Anak – Ketulusan membuat mereka lebih bahagia

Dunia anak adalah kehidupan yang sangat labil yang penuh dengan proses pembelajaran khas yaitu meniru. Mereka juga menghadapi masalah namun sepertinya masalah itu tidak dibawa sampai berhari-hari. Ini seperti yang dikatakan oleh pepatah “Masalah hari ini cukuplah untuk hari ini saja”. Otak yang masih dalam perkembangan membuat mereka melupakan banyak kejadian dengan cepat. Ingatan pendek inilah yang menjadi kunci kebahagiaan dimanapun mereka berada. Mereka tetap tersenyum, bermain dan menikmati hari-harinya sekalipun kita tahu, walau kerab kali mengalami tekanan.

Daya ingat yang terbatas bermanfaat membuat mereka menjadi pemaaf

Inilah yang disebut itu “dimana ada kelemahan, disitu ada kelebihan. Yang satu lebih disini yang lain lemah disitu”. Saat ingatan masih terbatas, pahit getirnya kehidupan itu seolah tak terasa. Dalam daya ingat yang kuat, susah memaafkan kepahitan yang telah lalu. Seandainya saja kita yang sudah dewasa ini mampu memanajemen pikiran sendiri untuk melupakan dan mengiklaskan malah yang sudah berlalu, sayang kita tidak dapat. Hanyalah orang-orang yang luar biasa yang dapat melakukannya.

Dampak buruk ejekan terhadap anak

Kembali ke masalah anak. Ketika mereka sudah mulai berkembang pola pikir dan manajemen daya ingatnya. Masalah baru muncul saat beberapa diantara teman-temannya mulai mengejek dan mempermalukannya. Semakin rumit lagi ketika hal tersebut dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama. Kasihannya, banyak orang tua yang tidak mengetahui hal tersebut karena sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari. Akibatnya mereka menghadapinya sendiri dan ada yang bertahan juga ada yang tidak, berikut penjelasan selengkapnya.

  1. Beberapa menjadi seorang penakut yang menjadi sangat pemalu.
  2. Tidak jarang ada juga yang diam saja dan berniat membalasinya kelak.
  3. Mungkin saja beberapa terdiam lalu memutuskan untuk mengabaikannya.
  4. Yang lain emosian dan membalas ejekan dengan ejekan lain.
  5. Jarang-jarang ada yang menjadi marah lalu melakukan kekerasan.

Sekalipun akibat ejekan teman-temannya itu begitu kuat anda rasakan dirumah namun cobalah untuk tetap tenang dan jangan bertindak berlebihan. Biarkan mereka belajar menanganinya sendiri dan mari berpikir sejanak bagaimana cara kita mendukung mereka disaat seperti ini.

Cara mengatasi anak yang berubah menjadi cuek saat dipanggil

Setiap kali dia direndahkan, pastilah melakukan hal yang sama seperti yang sudah-sudah. Satu yang bisa kita pelajari dari mereka adalah “anak selalu pukul rata” dalam mengekspresikan sikapnya. Artinya sama orang baikpun dia begitu, sama orang jahatpun dia demikian, sama orang biasa dia juga begitu sama orang tua sendiripun demikian.

1. Pertanyaan untuk mencari tahu kebiasaan anak di sekolah dan lingkungan sekitar

Kebiasaan tebang rata ini menjadi sinyal yang bermanfaat bagi orang tua bahwa anaknya mengalami masalah disekolah atau setidaknya dengan teman-teman dilingkungan rumah. Orang tua jangan menunggu namun aktif mencari tahu duduk masalah yang sebenarnya dengan cara :

  1. Bagaimana kabarnya hari ini?
  2. Sekolahnya lancar?
  3. Nilai bagus semua kan?
  4. Disekolah Km. ada saingan kah?
  5. Ada masalah apa dengannya, pernah diejekkah?
  6. Pernah berantem?

Orang tua seharusnya peka ketika anak mengekspresikan perubahan sikap dalam kesehariaannya. Saat seperi ini orang tua perlu mencari tahu mengapa mereka menjadi agresif/ pendiam/ cuek.

2. Dukungan dan semangat tidak sama dengan pujian

Selain sikap seperti ini tidak enak dilihat dan didengar melainkan juga dapat mengubah arah kehidupan mereka menjadi orang yang tertutup/ introvert. Oleh karena itu dukungan dan semangat dari orang tua harus senantiasa digalakkan. Untuk diketahui bahwa semangat itu tidak sama dengan pujian melainkan semangat dalam hal ini lebih condong kearah keyakinan dari setiap manusia kepada diri sendiri karena Sang Pencipta tidak pernah jauh darinya.

Baca juga, Cara yang benar memuji anak

3. Cara orang atheis memotivasi anaknya saat dibully

Jika orang-orang atheis menyemangati anak-anaknya, mereka akan berkata : “nakku, ayah menitipkan kalung keberuntungan ini kepadamu. Cium dan peganglah itu erat-erat jika kamu menghadapi masalah sekecil apapun”.

4. Cara orang yang beriman menasehati anaknya

Sedangkan kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan selalu menasehati anak dengan cara : “bersabarlah disetiap langkah kakimu nakku….. Bersyukurlah buat semua yang telah terjadi sebab Tuhanlah penolong yang ajaib”.

5. Cara orang Kristen menasehati putra-putrinya

Kami juga sebagai orang Kristen selalu mengatakan kepada adek dirumah, apabila kamu menghadapi masalah katakanlah dalam hatimu dengan penuh keyakinan : “Kuatkanlah hatiku ya Tuhan, didalam nama Yesus kami berdoa amin“.

6. Ajarkan dia untuk menerima segala sesuatu apa adanya

Alangkah baiknya jika anda mengajari anak untuk menerima semua ejekan/ bully yang dilakukan kepadanya mulai dari dalam hati dengan mengatakan, “Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“.

7. Kembangkan cara berpikir anak

Tambahkan sugesti positif ke anak bahwa harga diri dan kehormatan tidak tergantung dari apa yang dikatakan, dituduhkan, diejekkan, dihinakan orang lain kepada kita melainkan dari tutur kata/ perbuatan baik yang kita lakukan sehari-hari. Artinya, jangan dengarkan kata orang, pastikanlah apa yang di lakukan sudah baik di mata Tuhan.

Sabar dengan cara mengembangkan pola pikir anak

8. Arahkan dia untuk memaafkan orang yang merendahkannya

Terus agar hatinya lebih lebih lega, santai dan tenang menjalani harinya, arahkan dia untuk senantiasa menjadi pribadi yang pemaaf. Sebab orang yang tidak memiliki dendam adalah orang yang paling bebas dan luwes menjalani hari-harinya.

Yang melupakan keburukan teman adalah orang paling bahagia

9. Tidak lupa juga untuk memberi pemahaman kepadanya untuk senantiasa menyibukkan diri dengan berbagai hal positif.

Ini sangat dibutuhkan oleh anak agar hari-harinya lebih terisi. Sekolah dan aktivitas les tambahan adalah kesibukan positif yang mendorong mereka untuk tidak membuang waktunya pasa sesuatu yang sia-sia. Ini juga membuat pikirannya disibukkan untuk memikirkan kebaikan (positif) bukan malah mengingat-ingat bully/ hinaan yang pernah ia alami.

9. Mengajari anak untuk dekat dengan Tuhan sehingga ia yakin dengan diri sendiri

Tidak perlu mengajari mereka untuk melawan saat di rendahkan orang namun cobalah untuk menuntun mereka mencari perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Dengan demikian sekalipun kita sebagai orang tua tidak ada disekitar, mereka tetap kuat dan sabar dalam menghadapi badai hidup ini.

Penting sekali untuk mengajari anak agar yakin dengan diri sendiri sebab ada Tuhan yang menyertai keseharian kita pribadi lepas pribadi.

Simak juga, Cara menghadapi saat dicuekin oleh orang lain

Salam perubahan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s