11 Cara Mencegah & Mengobati Penyakit Cacing – Angka cacingan tinggi di Pedesaan

 

Cara mengatasi penyakit cacingan

Cacingan adalah penyakit parasit yang tidak disadari oleh banyak orang. Parasit ini sangat lihai, mengendap-endap masuk kedalam tubuh manusia karena kurangnya higiene. Perilaku yang kurang sehat akibat minimnya pengetahuan tentang kebersihan diri dan kebersihan lingkungan mendorong angka prevelensi kecacingan dipedesaan mencapai 60-70%.

Umumnya kecacingan disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuristrichiura), dan cacing Hookworm (Ancylostomaduodenale  dan Necator americanus) yang dikelompokkan sebagai cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Trasmitted Helminth), karena penularannya dari satu orang ke orang lain melalui tanah. Kecacingan tersebar dan menjangkiti hampir seluruh penduduk di seluruh dunia di mana 1 miliar orang di dunia terinfeksi A. lumbricoides, 795 juta orang terinfeksi T. trichiura, dan 740 orang terinfeksi Hookworm (WHO,2008).

Dampak buruk cacingan bagi kesehatan

Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan terutama anak-anak. Di antaranya, menyebabkan

  1. Kurang gizi bahkan gizi buruk,
  2. Anemia,
  3. IQ menurun,
  4. Lemas tak bergairah,
  5. Mengantuk, mudah lelah dan rewel,
  6. Malas beraktivitas,
  7. Berat badan rendah,
  8. Mengganggu pertumbuhan.
  9. Menurunkan kualitas sumber daya manusia,
  10. Menurunkan daya tahan tubuh,
  11. Gangguan saluran pencernaan,
  12. Penurunan kemampuan belajar pada anak,
  13. Cacing itu bisa menginfeksi sampai kejaringan otak,
  14. Cacingan dapat menimbulkan kematian.

Tetap Waspada terhadap Peternakan Cacing dalam Tubuh

Terkadang sulit mendeteksi keberadaan cacing dalam tubuh. Sebab:

  1. Kadang-kadang tanpa ada gejala
  2. Keluhan tidak spesifik, kelelahan dan berat badan menurun
  3. Jarang terjadi: sakit perut, kembung, dan sumbatan usus.

Namun, peluang koloni cacing itu sudah ada bila ada gejala:

  1. Badan lesu dan lemas akibat kurang darah. Ini disebabkan oleh cacing tambang mengisap darah dalam tubuh.
  2. Kekurangan gizi. Ini karena nutrisi penting seperti karbohidrat, protein yang masuk diserap cacing.
  3. Batuk tak sembuh-sembuh. Ini karena hadirnya cacing yang hidup di paru-paru.
  4. Nyeri di perut. Ini karena cacing menyebabkan sakit perut yang dapat mengakibatkan diare dan/atau konstipasi.
  5. Berat badan rendah, Tubuh kurusan, kulit kasar dan rambut kusam.
  6. Kehilangan nafsu makan.

Cacingan kerap diderita anak-anak karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang belum berkembang makasimal, juga kesadaran terhadap kebersihan yang masih minim. ‘’Anak itu dalam proses tumbuh dan berkembang, sistem kekebalan anak baru matang dalam usia lima tahun. Tentu dalam umur yang rentan seperti itu risiko terkena cacingan lebih tinggi,’’ jelas Hindra.

Namun, bukan berarti orang dewasa tidak berpeluang terjangkit cacingan. mereka berpeluang juga mengidap penyakit cacingan, hanya kemungkinannya lebih kecil dibandingkan anak-anak. Orang yang terkena cacingan biasanya berada di daerah rawan cacing yang lembab seperti daerah di sepanjang aliran sungai =dengan sanitasi yang buruk. (Republika, 27 Februari 2011)

5 manfaat pemberian obat cacing di sekolah

Tindakan pembasmian cacing yang tidak mahal dan berbasis sekolah sangat baik. Menurut WHO manfaat Pemberian obat caing yang berkelanjutan di sekolah adalah sebagai berikut.

  1. Pembasmian cacing memperbaiki taraf kesehatan dan mengurangi angka bolos sekolah. Di antara anak yang diobati di sekolah, infeksi cacing tingkat sedang hingga berat menurun secara dramatis dan indikator kesehatan lainnya, seperti anemia dan penyakit yang dikeluhkan (self-reported illness), membaik. Pembasmian cacing menyebabkan kenaikan sebesar 7,5 titik persentase untuk tingkat kehadiran di sekolah perlakuan.
  2. Bahkan anak yang tidak diobati mendapat manfaat dari pembasmian cacing. Anak yang bersekolah di sekolah perbandingan yang berdekatan dengan sekolah perlakuan mengalami infeksi cacing yang lebih sedikit dan tingkat kehadiran yang lebih tinggi.
  3. Pembasmian cacing memperbaiki capaian kognitif untuk bayi yang tidak mendapatkan pengobatan secara langsung. Anak yang berumur kurang dari usia satu tahun ketika program pembasmian cacing dimulai di lingkungan mereka memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan kognitif yang setara dengan antara 0,5 dan 0,8 tahun bersekolah.
  4. Siswa yang diobati terus-menerus menerima manfaat bahkan setelah sepuluh tahun program berakhir. Dewasa muda yang menerima pengobatan cacing ketika masih kecil bekerja lebih lama dan mengkonsumsi lebih banyak makanan per harinya. Di antara mereka yang bekerja digaji, dewasa yang mendapatkan lebih banyak pengobatan cacing menerima upah 20 persen lebih besar dari yang tidak mendapatkan pengobatan cacing dahulu semasa kecilnya.

Masyarakat yang sehat adalah kunci SDM yang produktif, inovatif dan kreatif

Di pedesaan dengan lingkungan yang lembab karena curah hujan yang turun sepanjang tahun mengakibatkan prevelensi kecacingan cukup tinggi. Pemberian obat cacing secara rutin yang tidak hanya dilakukan disekolah-sekolah melainkan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sangat efektif memberantas masalah kecacingan dimasyarakat.

Apabila pemberian obat cacing dilakukan secara rutin dan masyarakat di edukasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan niscaya mereka bisa lebih sehat bebas dari anemia dan kekurangan gizi sehingga pertumbuhan fisik tidak terganggu (terutama bagi anak-anak). Zat gizi yang tercukupi pada akhirnya akan membuat anak memiliki kecerdasan kognitif (IQ) yang baik. Dalam jangka panjang, sumber daya manusia di pedesaan semakin membaik pula sehingga tidak kalah saing dengan masyarakat di perkotaan. Kita berharap dimana ada otak disitu ada prestasi dan kebodohan menjauh.

Cara mencegah penyakit cacingan

  1. Kuncinya adalah : Cuci tangan dengan sabun, setelah BAB, setelah mencebok anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, sebelum tidur.
  2. Minum air bersih dan air yang sudah direbus. Biasanya telur parasit ini dapat bertahan lama dalam air yang belum dimasak. Oleh sebab itu penting sekali memasak air sampai mendidih untuk kebutuhan minum keluarga.
  3. Memasak makanan (terutama ikan dan daging) sampai matang. Telah diketahui dalam beberapa penelitian bahwa daging ikan kerap kali mengandung telur/ larva cacing yang siap ditularkan kepada manusia. Dalam hal ini ikan berperan sebagai hospes perentara.
  4. Buang air besar dijamban. Tidak disembarang tempat. Hindari BAB di sembarang tempat. Buatlah jamban sendiri atau setidak-tidaknya buatlah jamban dengan penampungannya menggunakan tanah yang dikeruk.
  5. Menjaga kebersihan makanan dari lalat dengan menutupnya memakai tudung saji.
  6. Memakai alas kaki/ sandal/ sepatu.
  7. Potong kuku jari tangan dan kaki secara rutin.
  8. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
  9. Pastikan jarak jamban dengan sumber air pada angka 10 meter atau lebih.
  10. Tidak jajan sembarang.
  11. Mengikuti terapi obat cacing sekali enam bulan atau sekali setahun.

Cara alami mengobati kecacingan

1. Wortel

Jika anda ingin membasmi cacing dalam perut anda juga bisa menggunakan ramuan dari air perasan wortel, caranya

  • campurkan air perasan wortel dengan santan kental masing-­masing berukuran 1 cangkir,
  • beri sedikit garam aduk sampai rata,
  • kemudian minumkan pada anak yang menderita cacingan.
  • Ramuan ini bisa memberantas cacing yang menyerang anak­anak maupun orang dewasa

2. Kelapa

Bahan yang diperlukan

  • 1/4 butir kelapa
  • 1 buah wortel.

Cara membuat ramuan : Semua bahan diatas cucilah hingga bersih sebelum diparut, campur parutan dengan segelas air matang. Peras, saring dan minumlah sebelum tidur.

3. Bawang Putih

Bahan yang diperlukan

  • bawang putih 3 butir,
  • gula merah secukupnya.

Cara membuat ramuan : bawang putih juga efektif untuk mengobati cacing kremi.

  • gula merah dipotong dan semua bahan dicuci bersih.
  • Lalu rebus semuanya dengan 600cc air, hingga tersisa 300 cc.
  • Minum air rebusannya selagi hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.

4.  Biji Pepaya (paling efektif)

Bahan yang diperlukan

  • 2 sendok makan biji pepaya
  • Madu

Cara membuat ramuan :

  • Biji pepaya dikeringkan,
  • kemudian ditumbuk hingga halus.
  • Seduh dengan setengah gelas air
  • tambahkan dengan sedikit madu.
  • Minum secara teratur sehari 2 kali selama 3 – 4 hari berturut-turut.

5. Daun pepaya (paling efektif)

Bahan yang diperlukan 1 lembar daun pepaya. Cara membuat ramuan : Selain biji pepaya, daun pepaya juga bisa digunakan mengobati kecacingan terutama cacing kremi.

  • Cucilah bahan hingga bersih.
  • Rebus semuanya dengan 600 cc air, hingga tersisa 300 cc.
  • Minum air rebusannya selagi masih hangat.
  • Lakukan secara teratur 2 kali sehari selama 3 – 4 hari berturut-turut.

6. Terapi garam

Garam adalah bahan elektrolit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Termasuk dalam hal mencegah bahkan menyembuhkan penyakit cacing. Cara penggunaannya mudah saja, yakni dengan tetap menambahkan garam laut asli (organik) di dalam setiap masakan anda. Bila perlu tambahkan pula sedikit NaCl dalam minuman keluarga sampai terasa ada manis-manisnya. Ingat, jangan terlalu banyak sebab rasanya akan menjadi asin dan tidak isotonis lagi dengan cairan tubuh anda.

Demikian saja teman. Indonesia sehat dari desa!

Salam sehat alami

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s