8 Faktor Yang Menyebabkan Tanah Rusak & Tandus – Kesuburan Tanah Tergantung Dari Bakteri Didalamnya

Faktor Yang Menyebabkan Tanah Rusak-Tandus - Kesuburan Tanah Tergantung Dari Bakteri Didalamnya

Jika anda seorang yang baru lulus sekolah namun ingin segara bekerja membuka usaha sendiri maka pertanian adalah jawabannya. Menjadi seorang petani, hampir tidak butuh modal asalkan anda memiliki lahan maka tanamilah dengan tanaman yang sesuai dengan kebutuhan yang lagi ngetrend saat ini. Keputusan untuk bertani harus muncul dari dalam lubuk hati yang paling dalam, atau disebut juga dengan panggilan jiwa.

Seorang petani adalah pekerja keras yang benar-benar gigih dalam mengusahakan ladangnya. Usaha inipun sangat membutuhkan kesabaran sebab ada rentan waktu yang dibutuhkan sampai tanaman tersebut menghasilkan sesuatu. Jika menanam sejenis holtikultura maka setelah tiga bulan barulah memanen. Namun jika tanaman itu adalah yang berkayu maka butuh waktu bertahun-tahun hingga dapat menghasilkan buah.

Pada dasarnya, anda dapat mencampurkan/ memadukan antara tanaman holtikultura dan tanaman berkayu. Teknik semacam ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas. Tapi ingatlah dibalik semuanya, tanaman butuh ekstra nutrisi yang berasal dari bahan-bahan organik (sisa tumbuhan dan makhluk hidup) yang telah membusuk dan pupuk terbaik untuk memelihara mikroorganisme tanah.

Pertanian berkelanjutan adalah pertanian dengan wawasan lingkungan yang tidak hanya mengeksploitasi keberadaan tanah melainkan juga melestarikan kesuburannya terus-menerus. Ini adalah salah satu solusi usaha yang ramah lingkungan dan menjamin keberhasilan panen yang continue (terus menerus). Namun sayang wawasan yang terbatas dari pengusaha lokal membuat mereka kehilangan potensi ini secara bertahap dari tahun ke tahun karena perlakuan yang tidak benar dalam mengolah tanah.

Faktor yang menyebabkan tanah menjadi tandus dan rusak

Seorang petani yang bijak pasti akan berusaha semaksimal mungkin agar lahan yang digunakannya tidak cepat rusak. Hal ini didorong oleh kebiasaan buruk dalam mengolah lahan sehingga tanah-tanah menjadi rusak dan tandus seketika dan tidak dapat digunakan lagi. Berikut ini beberapa faktor yang merusak tanah pertanian menjadi tandus.

  1. Kebiasaan membakar hutan/ lahan pertanian sehingga unsur hara pindah ke udara dan mudah hanyut terbawa air.
  2. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
  3. Penggantian unsur hara yang tidak memadai (sistem pemupukan yang kurang tepat) .
  4. Pemanfaatan lahan miring di kaki bukit atau lereng tanpa pemilihan sistem bedengan yang tepat.
  5. Penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak/ membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
  6. Pegolahan tanah yang tidak tepat, tanaman yang disemai tidak sesuai dengan jenis tanahnya.
  7. Bencana alam: hujan deras terus-menerus, banjir, tanah longsor dan gempa bumi.
  8. Pembukaan lahan pertanian holtikultura secara besar-besaran yang merusak fungsi hutan sebagai paru-paru dunia sehingga bumi tidak terelakkan dari pemanasan global (global warming).

Kesuburan Tanah

Sebelumnya kita harus mengerti bahwa kesuburan tanah itu tidak hanya tergantung dari unsur hara yang ada melainkan juga tergantung dari jumlah bakteri yang dikandungnya. Keberadaan bakteri inilah yang membuat suplai unsur hara senantiasa/ terus-menerus ada.

Bakteri berperan dalam penurunan dan perpanjangan laju pertumbuhan, penundaan perkembangbiakan dan sebagainya. Berikut kandungan bakteri pada tanah :

  • Tanah pasir, mengandung 320 – 500 ribu sel bakteri/gr tanah
  • Tanah lempung, mengandung 360 – 600 ribu sel bakteri/gr tanah
  • Tanah subur, mengandung 2 – 200 juta sel bakteri/gr tanah

Dari keterangan diatas dapat dikatakan bahwa kesuburan tanah juga tergantung dari jumlah bakteri dan kualitasnya dalam tanah yang terdiri dari tiga jenis :

  1. Mikroorganisme yang merugikan dan membawa penyakit bagi tanaman
  2. Bakteri yang menguntungkan bagi tanaman
  3. Mikroorganisme yang bersifat netral

Dari sini kita bisa melihat betapa pentingnya kuman bagi pertumbuhan tanaman. Bisa dibilang bahwa mikroorganisme adalah komponen penentu kesuburan tanah dimana semakin banyak jumlahnya maka semakin subur tanaman kita. Oleh karena itu anda harus mencari tahu dan meneliti dengan seksama apa sebenarnya bio-aktivator alami yang dapat meremajakan bakteri baik dan menghambat bakteri buruk yang merugikan.

Salam petani sukses makmur!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s