Anak · Gejolak Sosial · Kepribadian

Setiap anak dilahirkan bodoh, amoral, anti sosial dan dikendalikan seutuhnya oleh hawa nafsu – Didikan yang baik akan memanusiawikan mereka

Setiap anak dilahirkan bodoh, amoral dan penuh hawa nafsu - pendidikan yang baik akan memanusiawikan mereka

Anak yang hebat – Para orang tua yang hebat dan kami banggakan. Terkadang kita berpikir anak terlahir baik dari sononya. Setelah keluar dari rahim ibu mereka akan otomatis menjadi orang baik seperti ayah ibunya juga yang baik. Seolah sifat-sifat orang tua diturunkan/ diwariskan kepada anaknya secara default/ otomatis tanpa perlakuan khusus.

Anggapan ini tidak benar sama sekali. Seperti pemahaman lainnya yang mengatakan bahwa seorang anak ketika baru dilahirkan kedunia ini sama seperti kertas putih yang siap untuk di goreskan dan dibentuk oleh orang tua. Dari pemahaman ini dapat pahami bahwa kanak-kanak itu kebanyakan pasif sama-sekali padahal mereka mempunyai keinginan dan hawa nafsu sendiri. Mereka mencari dan menemukan keinginannya sendiri bahkan tanpa orang tuapun mereka akan terus mencari hingga akhirnya menemukan kepuasan di tingkat hawa nafsu.

Kenyataan dilapangan yang sering saya temukan adalah banyak anak yang mengalami hal-hal aneh padahal orang tuanya sendiri tidak seaneh itu. Ambil saja contoh seperti ini :

  1. Thomas Alfa edison adalah orang bodoh diawal-awal kehidupannya namun setelah dia dididik 100% Full Time oleh ibunya (sampai-sampai ibunya meninggalkan sekolah untuk fokus pada thomas saja) akhirnya ia menjadi salah satu orang yang paling genius dimuka bumi.
  2. Adik kita dirumah semasa kecilnya (setelah bisa berjalan) suka memukul orang yang ia temui sana-sini. Setelah dengan tekun dididk oleh ibu akhirnya ia meninggalkan kebiasaan tersebut sebelum masuk kelas 1 SD.
  3. Melihat beberapa orang anak lebih suka main sendiri dengan miliknya dan begitu over protektif ketika ada temannya yang mencoba bermain bersamanya. Tidak suka memberi dan berbagi.

Mereka seperti kertas putih yang secara otomatis terlipat menjadi pesawat kertas/ sepeda motor/ mobil/ perahu kertas (dan yang lainnya) dimana akan melaju pergi kemana ia dilepaskan. Oleh karena itu orang tua harus mengerti dengan jelas kemana ia menuntun anaknya.

Mendidik anak harus kreatif dan jangan monoton

Tidak perlu mengendalikan mereka karena bukan robot. Orang tua hanya mengarahkan lalu biarkan mereka berkembang menurut dunianya masing-masing. Kekuatan didikan yang paling berpengaruh adalah “memberi contoh yang baik“. Didikan ini semakin besar pengaruhnya tatkala orang tua memiliki cukup waktu untuk bersama dan bermain dengan anaknya. Berikut Manfaat bermain dengan anak.

Komunikasi yang membuat mereka bercerita tentang kehidupannya adalah kunci kedekatan

Kekuatan didikan yang paling handal dan paling mengena dihati anak adalah kedekatan yang memberi pengertian. Kunci kedekatan dengan mereka bukanlah dari lamanya waktu bersama melainkan terletak pada aktivitas dan komunikasi yang dilakukan bersama. Salah satu contohnya adalah dengan mencari tahu semua tentang aktivitasnya seharian lalu dorong dia untuk bercerita sendiri tentang hidupnya sehari-hari. Komunikasi itu penting bagi setiap orang termasuk anak kita. Apabila orang tua dapat membuat mereka bercerita tentang kehidupannya sehari-hari artinya kita telah mengajarkan mereka tentang prinsip keterbukaan dan sekaligus membangun kedekatan antar sesama anggota keluarga.

Memberi pengertian adalah awal kepatuhan seorang anak

Memberi mereka pengertian memang jelas sangat sulit karena  pola pikir orang tua sangat jauh berbeda. Berikut cara yang mungkin anda bisa lakukan untuk memberikan pengertian kepada anak dirumah.

  1. Pastikan anda berada disampingnya
  2. Jangan berteriak, gunakan suara yang lebih lembut
  3. Berkomunikasilah dengan dia sambil memegan pundaknya/ mengelus kepalanya tanda rasa sayang ke dia.
  4. Mulailah berkomunikasi dalam pemahaman sebab akibat. Ini adalah pemahaman yang paling mudah dimengerti.
  5. Setiap anak akan mendengarkan jika mereka diberi pengertian hanya saja mungkin perlu selalu diingatkan juga.

Mereka jangan dipaksa untuk mengerti sebab mungkin saja daya pikirnya belum sampai kesana. Orang tua harus sabar untuk membuatnya patuh. Jika mereka belum mengerti alasan mengapa harus patuh maka hal itu akan menjadi berat untuk dilakukan.

Orang tua bukan kemudi atas anak. Biarkan mereka mengemudikan dirinya sendiri. Berhati-hatilah dalam memberi instruksi, hindari memaksakan kehendak pribadi melainkan berunding bersama lalu membuat peraturan. Agar secara tidak langsung, akibat dari peraturan itulah yang membuatnya patuh kepada ayah & bunda.

Cara marah yang baik

Cara memarahi anak yang baik adalah mengarahkan amarah anda untuk menegur dan mulailah dengan bahasa isyarat dahulu. Ini adalah kebiasaan orang tua dan efektifitasnya sangat bergantung pada konsistensi melakukannya. Misalnya dengan melambaikan tangan, menyilangkan tangan, menutup mulut dengan satu jari, menggelengkan kepala, mata melotot, batuk kecil, berkata sssst…. dan lain sebagainya.

Untuk diperhatikan bahwa marah dengan suara besar sama-sekali tidak efektif. Karena kemarahan seperti ini kental dengan unsur pemaksaan dan kemungkinan besar membuat hati anak jengkel.

Apabila mereka terus menerus tidak mendengar, tidak perlu berteriak melainkan cobalah untuk mendekatinya lalu berada tepat disampingnya sambil menegur dengan suara pelan namun tatapan tegas kearahnya sambil menunjukkan raut muka yang tidak senang. Pasti dia lebih mendengarkannya dan berhenti berbuat kesalahan. Silahkan dalami, Akibat dari setiap kemarahan kita

Simulasi kehidupan dimulai dari keluarga

Keluarga adalah lembaga masyarakat yang lebih kecil dan dapat dikatakan bahwa dari keluargalah seorang anak mulai belajar mencicipi bagaimana pahit getirnya hidup di dunia ini. Jika dianalogikan, mereka seperti tentara yang dilatih dan dipersiapkan untuk bertempur di medan pertempuran. Oleh karena itu pelajaran yang diberikan orang tua juga tidak sebatas untuk perkembangan IQ (kecerdasan otak) melainkan juga kemampuan untuk bersosialisasi dan yang paling penting adalah kemampuan untuk mengendalikan diri alias mengendalikan hawa nafsu.

Selama bersama dengan anak, jangan sia-siakan setiap kesempatan. Jika ada sesuatu yang tidak enak didengar atau tidak enak dilihat langsung ditegur saja. Bila perlu orang tua melakukan SIMULASI ketika menghadapi situasi tertentu. Dalam hal ini simulasinya tidak seperti tentara jugalah sampai perang-perangan gitu dan beresiko membahayakan diri sendiri juga orang lain [k’k’k CMIW]. Yang dimakasudkan disini lakukanlah simulasi yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial saja.

Simulasi memberi mengawali anak untuk bersosial

Sebelum melakukan simulasi penting banget bagi orang tua untuk mengenal sifat-sifat anaknya. Untuk mereka yang sombong ajarilah untuk menyapa orang tua saat datang atau pergi. Bila perlu jangan hanya orang tua melainkan semua orang yang ada dirumah. Kepada yang tidak suka berbagi, ajak dia untuk melakukannya bersama yaitu memberi kepada orang lain. Untuk yang tidak tahu mengatakan “terimakasih” arahkan untuk melakukannya saat ia menerima sesuatu. Bagi yang tidak suka minta maaf, amat-amatilah sikapnya, jika ia melakukan kesalahan arahkan untuk meminta maaf langsung. Dan masih banyak lagi.

Ingat salah satu kekuatan didikan dalam hal ini adalah kekuatan “memberi contoh yang baik” dimana orang tua sebagai model paling ideal dimata anaknya.

Cara mengendalikan hawa nafsu anak

Beberapa orang tua saking sayangnya pada buah hatinya sampai menuruti semua yang mereka inginkan padahal tidak semua keinginan anak itu baik adanya dan tidak semuanya juga penting bagi diri mereka sendri dan bagi orang lain. Jangan memenuhi semua keinginannya. Ini adalah salah satu prinsip untuk mengajari mereka mengendalikan hawa nafsunya. Perlakuan ini adalah simulasi untuk mengendalikan keinginannya yang masih belum bisa ia kendalikan seutuhnya.

Lalu kemudian dalam hal mainan. Penting juga untuk membeli mainan bagi anak kita. Yang dianjurkan dalam hal ini agar orang tua tidak terlalu sering melakukannya. Jika ia terlihat bosan dengan mainannya biarkan saja. Tidak perlu membeli yang baru. Biarkan dia bermain itu-itu saja, selama mungkin bahkan sampai rusak sekalipun. Ini akan membuat dia belajar mengendalikan diri dari kebosanan dan menerima segala sesuatu apa adanya.

Satu lagi pengendalian diri yang harus dilakukan setiap orang tua adalah MENUNGGU. Jangan langsung memberikan semua yang dia minta. Arahkan dia untuk menunggu selama beberapa saat (rentang waktunya tergantung nalar dari setiap orang tua). Setelah ia menunggu dengan sabar barulah berikan apa yang ia minta. Ingatlah bahwa waktu yang anda terapkan untuk menunggu ini harus diajarkan secara bertahap. Jangan juga langsung 1 jam, ini namanya sadis banget [k’k’k’k’]. Ini akan melatih kesabaran anak kita.

Cintai anak anda

Sudah pasti semua yang tertulis di halaman ini akan membuat anak anda kecewa banget…. Oleh karena itu sayangilah dia, berikan perhatian, ajak jalan dan berekreasi, berikan surprise/ kejutan. Sekecewa apapun dia sudah pasti akan terobati dengan semua rasa cinta yang di ekspresikan oleh orang tuanya. Simak juga, Cara mengimbangi tekanan penderitaan.

Ajari anak untuk mencintai Tuhan

Cinta itu penting banget dalam kehidupan kita. Setiap dari kita butuh cinta untuk membuat hari-hari lebih lengkap dan lebih hidup. Seberkas cahaya dalam hati yang disebut dengan lubang dihati diisi oleh cinta. Cinta dari orang tua memang akan senantiasa mengisi lubang dihati anak selama ia berada disamping orang tuanya. Akan tetapi beda ceritanya jika anak jauh dari orang tua, merantau untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. Disaat seperti inilah mereka harus merasa dicintai oleh Tuhan, jika tidak, ia akan mengisi lubang dihatinya dengan kesenangan-kesenangan gila atau cinta-cinta yang tidak jelas diluar sana.

Pada akhirnya kami menyadari bahwa setiap anak dilahirkan berbeda demikian juga orang tua berbeda. Didiklah anak menjadi lebih manusiawi menurut gaya anda sendiri agar mereka menjadi orang yang kuat (sabar) dan siap melewati dunia yang penuh dengan ketidak pastian.

Pendidikan di sekolah waktunya terbatas sebab waktu mereka kebanyakan dihabiskan di rumah bersama keluarga. Keluarga yang sehat bukanlah yang mulus-mulus saja. Semua orang butuh gejolak untuk memberi sedikit guncangan agar lebih siap mental dan fisiknya menghadapi dunia yang tidak selalu baik.

Salam inovasi yang kreatif!

Iklan

5 tanggapan untuk “Setiap anak dilahirkan bodoh, amoral, anti sosial dan dikendalikan seutuhnya oleh hawa nafsu – Didikan yang baik akan memanusiawikan mereka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s