10 Mental Koruptor – Hati-hati kebiasaan ini beresiko mengubah anda menjadi pelaku korupsi pendatang baru

 

Mental koruptor merupakan kebiasaan yang tidak pantas ditiru

Budaya korup seperti tidak pernah berakhir. KPK begitu giat memberantas korupsi namun justru terciptalah bibit-bibit calon koruptor baru yang cenderung lebih ganas. Kebiasaan korup sudah membudaya sehingga menghasilkan sebuah sistem bermasyarakat yang mendukung terciptanya koruptor jenis baru. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada, jangan sampai masuk dalam kebiasaan korup sehingga membuat diri ini juga menjadi koruptor.

Setiap orang dilahirkan bukan untuk menjadi koruptor namun setelah dewasa masing-masing diberi pilihan apakah mau korup atau tidak. Perilaku menyimpang ini sesungguhnya tebentuk bukan hanya karena dorongan dari dalam diri sendiri namun pengaruh besarnya berasal dari lingkungan. Oleh karena itu milikilah prinsip dalam hidup ini agar tetap berada dijalur yang benar sekalipun sekitar kita gemar penipuan.

A.    Proses terbentuknya seorang koruptor

Fenomena yang lumrah adalah mereka orang yang sudah sejahtera dari segi financial akan tetapi masih korup juga. Kemungkinan mereka mengalami gejolak yang tidak biasa dari lingkungan dan juga dalam hati sendiri yang ditambah lagi dengan ketidak mampuan mengendalikan hawa nafsu. Baikalah, pada bagian ini kita menceritakan tentang proses terbentuknya perilaku korup di negeri tercinta ini.

1. Sadar atau tidak koruptor adalah orang yang tidak sabar

Tidak sabar adalah suatu penyakit hati yang dimiliki oleh seseorang karena tidak mampu mengendalikan emosi dalam menunggu proses. Emosional memang bagus untuk perkembangan kepribadian akan tetapi terlalu emosional dan terburu-buru membuat orang tidak mau menunggu, mau yang serba instan saja. Salah satunya adalah ingin cepat kaya lewat perbuatan korup.

Selengkapnya, Mengapa ada orang yang tidak sabar?

2. Koruptor adalah mereka yang suka tipu-tipu

Jangan pernah membiasakan diri untuk berbohong karena yang namanya penipuan sifatnya berkelanjutan terus menerus hingga akhirnya anda mati dimana mulut tidak bisa berkata-kata lagi. Satu yang dapat kita pelajari dari tindakan ini adalah kebohongan yang satu ditutupi oleh kebohongan lain. Proses gali lobang tutup lobang inilah yang akhirnya membawamu jadi koruptor kelas teri, kakap bahkan hiu sekalipun.

3. Ketidak mampuan untuk menahan hawa nafsu

Nafsu sesat telah banyak menenggelamkan orang kedalam dunia gelap yang jahat dan korup. Mengingini uang, mengingini mobil mewah, mengingini rumah, mengingini ini-itu dan pada akhirnya mengingini segalanya. Percaya atau tidak, biar bagaimanapun memenuhi syahwat tidak akan bisa terpuaskan penuh dan terus, ia akan meminta korban lagi dan lagi. Oleh karena itu kendalikan diri dan kendalikan nafsu dengan menahan syawat agar tidak diluapkan seluruhnya.

4. Iri hati adalah pemicu berikutnya

Orang yang mudah cemburu akan kepunyaan orang lain sangat dimungkinkan untuk melakukan perbuatan korup. Tidak mau menerima kekurangan sendiri dan malah akal pikiran terus menebak-nebak “mengapa si itu bisa kaya?”. Sadarilah bahwa rasa sakit hati ketika melihat orang lain berlebih adalah awal dari keinginan sesat. Seperti berikut ini :

  • Yang lain naik mobil kok saya nak motor;
  • Si ini jalan aja naik pesawat, saya malah naik angkot terus;
  • Yang satu pakaian dan perhiasannya wah, mengapa saya biasa-biasa saja;
  • Si itu sudah punya rumah dengan kolam renang, mengapa nasib saya begitu-begitu saja;
  • Si anu punya istir model yang cuantikkkkz tapi saya malah punya bini pas-pasan yang membosankan.

Sadarilah teman bahwa pikiran yang selalu membanding-bandingkan adalah sesat. Akuilah kehebatan orang lain dan jadikan ia sebagai panutan. Mungkin suatu saat Yang Maha Kuasa punya kehendak lain dalam hidupmu.

Selengkapnya ketahui, Cara menghilangkan iri hati untuk menjadi kekuatan yang positif

5. Awalnya hanya coba-coba dan ternyata sudah jadi koruptor kelas teri

Beberapa orang koruptor masa lalunya mempunyai komitmen tinggi untuk tidak melakukan praktek korup. Namun setelah beberapa saat, ia mencoba dan menyicipi sesekali bagaimana itu korupsi, lagi pula uang yang biru dan merah-merah itu satu koper lho…. Akhirnya dicoba dan ternyata wenak tenan…. Bisa beli home cinema, bisa beli motor sport, bisa beli mobil, bahkan bisa beli rumah juga. Akhirnya ketagihan kan….

6. Teman-teman satu tim kebanyakan korup, mengapa saya tidak?

Kenyataan yang menyakitkan harus ditelan bulat-bulat ketika orang-orang disekitar beramai-ramai korupsi dan hidup dalam kemewahan, foya-foya dan hura-hura. Sedang anda sendiri hidupnya pas-pasan dan ditekan pula oleh mereka itu (nasib-nasib…. agoi amang….). Apa anda bisa terus tahan dengan keadaan ini? Otomatis anda semakin tertekan tatkala mereka pamer dan mengumbar hal-hal yang wah kepunyaannya.

Situasi seperti ini akan mendorong anda untuk turut pula dalam korupsi berjamaah kecuali anda memiliki prinsip hidup yang teguh tegak kokoh tak tergoyahkan. Komitmen yang tinggi inilah yang akan membuat anda sanggup untuk tidak menyentuh uang haram itu.

7. Khawatir akan masa depan jadi kurupsi untuk persiapan

Sampai disini nyata bahwa koruptor adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan. Mereka seperti kehilangan pegangan hidup dan kebingungan bagaimana menghadapi masa depan. Belum lagi ketika jadi pejabat waktunya sangat terbatas sehingga ada pikiran untuk memanfaatkan situasi sebaik-baiknya agar hidupnya kedepan dan hidup anak dan keluarganya terjamin dengan harta yang menumpuk.

Benarkah uang bisa menjamin masa depan anda dan keluarga? Saya menyatakan “tidak”, tidak sama-sekali teman. Uang memang penting akan tetapi uang bukanlah segalanya. Ingatlah pada pepatah ini “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan budi”. Uang bisa membuatmu senang tetapi rasanya ya…. datarrrz…. gitu-gitu aja. Cobalah berbuat baik kepada semua orang khususnya keluarga dan handaitolan, tunjukkan sikap dan tutur kata yang baik maka ini adalah jaminan masa depanmu dan keluarga bahkan akan membawamu masuk sorga kelak.

Moralitas adalah peninggalan paling berharga sepanjang masa sedangkan harta adalah peninggalan paling beresiko. Didiklah anak-anak dalam moralitas yang mandiri maka mereka pasti bisa menemukan uangnya sendiri. Warisan tanpa moralitas justru akan membuat hidup mereka kacau balau cepat atau lambat.

8. Korupsi untuk alasan sosial, kasihan mereka butuh bantuan

Ini adalah alibi beberapa koruptor kelas kakap. Mereka bawa lari uang rakyat untuk lebih mempehatikan orang miskin dan anak terlantar juga rumah-rumah peribadatan. Ini sama sekali tidak benar, anda senang menjadi berkat dan membagi-bagikan uang ke orang lain agar mereka bahagia sedangkan tangan anda sendiri tetap kotor dan diam-diam Yang Diatas menekan kehidupanmu, kehidupan anak-anakmu dan kehidupan keluargamu. Ujung-ujungnya anak-anak jatuh dalam kenakalan remaja dan pasangan anda malah lebih senang selingkuh. Diri sendiripun tidak merasa tenang malah selalu gelisah dan khawatir, jangan-jangan…… Kemudian pada akhirnya anda juga akan dijebloskan ke dalam penjara. Sakitnya belum cukup sampai disitu saja kelak diakhirat nanti akan didorong pulak kedalam api yang kekal. Jadi untuk apa kesenangan yang sementara itu jika akhirnya jiwa mati dalam derita yang tidak pernah berakhir (derita abadi).

9. Terlibat Korupsi sekedar balas budi gratifikasi, akhirnya ketagihan

Ini adalah pola korupsi paling lumrah. Ada orang menghibakan dengan luar biasa. Awas nanti dipersimpangan ia malakin kamu! Katanya “yang kemarin gimana? Enak toh? bantu dulu ini biar kita happy”. Sampai dititik ini mampus dah. Kagak korup, nggak enak juga kemarin doi sudah begini-begitu.

Gratifikasi murni akan memaksa anda menjadi pelaku korupsi yang baru. Oleh karena itu selalu berhati-hati dengan orang-orang yang baiknya terkesan terlalu wah…. Bisa jadi ada udang dibalik batu. Bisa jadi anda dijebak agar tertarik bermain kotor dengan peran yang anda duduki.

10. Korup karena tuntutan gaya hidup pasangan

Setiap orang ingin membahagiakan pasangan hidupnya oleh karena itu mereka berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak terkecuali kebutuhan materi. Korupsi adalah lahan yang bagus untuk memanen uang secara gratis walau tidak halal. Apalagi jika seorang laki-laki yang sikapnya “suami-suami takut istri”. Sudah pasti si suami akan dijadikan mesin korup oleh istrinya untuk mendatangkan kemewahan dalam hidupnya.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anda memiliki pasangan hidup yang sederhana, tidak suka pamer dan biasa-biasa saja. Pasangan yang hidupnya lebih simple tidak mungkin merepotkan kita dengan kebutuhannya yang keterlaluan. Istilahnya itu teman, temukan pasangan yang sesuai ukuran dompetmu. Jangan sampai tidak seimbang karena hal ini dapat beresiko mengguncang dompetmu bahkan hidupmu akhirnya jadi koruptor yang gak karuan gitu.

Selalu waspada dengan faktor resiko diatas teman karena semua ini bisa mengubahmu menjadi seseorang yang lebih jahat dan dibenci oleh semua rakyat Indonesia. Pahamilah bahwa korupsi tidak terjadi karena kita menginginkannya melainkan juga karena dorongan dari orang-orang terdekat dan situasi lingkungan yang mendukung hal tersebut.

Selanjutnya, B. Budaya masyarakat yang melahirkan kebiasaan korup

Salam santun. Terimakasih

Iklan

5 comments

  1. […] Mental korup di bangun dari kecil. Kebiasaan berbohong menjadi salah satu pola pendukung perilaku ini kelak. Orang yang mau serba cepat memiliki kesabaran yang tipis hingga menghalalkan segala cara untuk menjadi kaya. Mereka yang berpikiran sempit untuk meraup keuntungan, memanfaatkan kesempatan padahal orang lain di dalam kesempitan adalah koruptor. Seseorang yang membangun tameng dalam hidupnya untuk menyembunyikan pelanggarannya (kepribadian manipulatif) adalah pencuri ulung. Terlebih lagi setiap yang menginjak orang lain untuk meraih kenyamanan adalah penjahat korupsi sekaligus kriminal. Baca juga, Kepribadian orang yang suka korup di Indonesia […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s