Manusiawikan Nafsu Seks

Manusiawikan nafsu seks

Seks – Manusia diciptakan bersama nafsu lahiriah. Ini tidak terjadi secara kebetulan akan tetapi ini adalah anugerah yang diberikan Sang Pencipta kepada setiap insan dan semuua ciptaan yang lain. Tujuannya sudah pasti, untuk membahagiakan setiap yang hidup termasuk kita.

Jika kita melihat sesama ciptaan lainnya yang tidak sejenis (bukan manusia), mereka melakukan dan melampiaskan nafsu dengan sembarangan mahkluk yang berbeda jenis kelamin bahkan kadang dengan mahkluk lain yang berlainan jenisnya. Apakah manusia juga demikian? atau lebih tepatnya apakah wajar jika kita suka meniru binatang?

Apakah kita menyadari kodrat kita sebagai manusia, ciptaan yang sempurna? kita tidak layak menginjak-injak kodrat yang telah tertanam dalam diri ini kemudian melihat binatang diluar sana lalu meniru perilaku seks yang dilakukannya. Kita harus berpikir sebagai manusia dan bertindak sebagai manusia bukan binatang liar. Apakah ber-adat jika orang telanjang didepan sesamanya lalu orang lain yang melihatnya ketawa – ketiwi serasa melihat kedalam kebun binatang? (lihat gambar)

Ayo kita bahas sedikit tentang rahasia seks tapi tunggu dulu teman. Haruskah kita belajar tentang seks? Bukankah ini sudah tertanam dalam naluri batiniah setiap manusia ketika ia dilahirkan ke dunia ini. Betapa bodohnya orang yang menikmati pornografi dan seks bebas hanya dengan dalil “untuk belajar” padahal “itu” sudah ada dalam diri ini, hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk dimunculkan dan di realisasikan.

Lihatlah binatang diluar sana! Apakah mereka pernah belajar seks? atau teknik bercinta? atau cara menggoyang bokong pasangannya? Tidak. Saya tegaskan tidak sama sekali akan tetapi naluri itu muncul dengan sendirinya ketika mereka sudah cukup umur dan dewasa.

Harusnya kita manusia lebih sabar dan tetap kuat dalam mengendalikan diri sembari menunggu waktu yang tepat untuk berhubungan badan dibandingkan hewan diluar sana. Jangan kita yang sempurna ini dikalahkan kesabarannya oleh kesabaran binatang : masih bocah, masih anak sekolahan sudah melakukan hubungan seks diluar nikah. Apa gak malu?

Ayo amati perilaku binatang diluar sana. Lihatlah raja singa dirimba. Ketika ia memenangkan pertarungan sengit antara sesama jantan otomatis ia juga mendapatkan tiket untuk melampiaskan nafsunya kepada semua betina yang ia jumpai dalam kelompoknya. Apakah kita manusia juga seperti begitu? Ketika sudah sejahtera, dapat posisi hebat, harta melimpah maka kita berhak punya istri berapapun yang diinginkan tanpa mempedulikan perasaan wanita yang diduakan/ ditigakan/ diempatkan/ dan seterusnya?

Analisis yang dilakukan terhadap beberapa orang menyatakan bahwa sebenarnya orang-orang yang membenarkan pornografi dan menikmati seks bebas adalah mereka yang ingin dikatakan “hebat”, “populer” dan “kaya” akan tetapi IQ dan EQ -nya rendah untuk berkreasi dan berinovasi lebih. Jadi mereka mengeksploitasi pornografi dan melegalkan seks bebas dalam kehidupan sehari-hari untuk meraih nama besar itu.

Secara naluriah, seks sudah tertanam dalam diri manusia oleh karena itu mendalaminya dengan pornografi dan free seks adalah pekerjaan orang bodoh yang konyol. Ada kesan tidak sabar dan lemah hati dimana seseorang kehilangan akal pikirannya sehingga berbut tidak senonoh sana-sini.

Simak juga, Cara mengendalikan nafsu seks yang liar

Sudah saatnya kita menyadari kemanusiaan ini lalu mengendalikan diri dan meninggalkan naluri kebinatangan yang panggunaanya tidak tepat pada waktunya.

Sudah saatnya kita menjadi manusia yang lebih manusiawi, yang menggunakal akal pikiran yang dianugerahi Sang Pencipta untuk memikirkan dan membahas hal-hal yang manusiawi termasuk mengendalikan diri dari pornografi dan hawa nafsu seks.

Kita bukannya belum pernah melakukan hal bodoh diatas. Hanya mengingatkan saja : “Sampai kapan kita terus begini?”. Diperbudak oleh hawa nafsu dan pornografi dimana kita mengenyangkan pihak-pihak tertentu dan secara tidak lungsung meninabobokan pikiran bahkan merusak mindset sendiri. Sudah saatnya kita lebih cerdas lalu mulai berbenah dan menjadi manusia yang seutuhnya.

Demikian saja. Salam dahsyat!

Iklan

9 comments

  1. manusia banyak lebih bodoh dari binatang. udah punya bini satu masih aja deman sama PDPJ padahal yang dicicipi gunung kembar itu lagi lubang buaya itu lagi. hahaha

    Suka

  2. Setuju. sabar dulu dong. Belajar seks itu 2, 3 hari cukup. Belajar disekolah lebih penting lagi. Jangan hanya karena alibi belajar seks 2, 3 hari merusak masa depan dan study disekolah jadi amburadur gak jelas….

    Suka

  3. Pornografi telah menjadi suatu industri bisnis, yg bermotifkan uang…Tentunya , ini bisa ada dan berkembang, karena “demand” nya ada . Larangan dan sanksi ,tidak mujarab menghilangkan “bencana” ini…bahkan pendidikan agama pun tidak cukup ampuh. Mungkin budaya malu dan menanamkan kesadaran akan hidup yg sopan, saling menghormati dan introduksi pada banyak sekali hal lain selain sex, perlu lebih intensif dan diutamakan sbg pelajaran resmi di sekolah sekolah sejak dini sampai level tertinggi jenjang pendidikan… dan tidak hanya terfokus pada prestasi akademik subjek pelajaran.. wassalam, sekian pemikiran dari saya.

    Suka

    • Setuju mas. Pemuda harus diperkenalkan dengan hal-hal yang positif dan menarik minat mereka. Dengan demikian waktu mereka bisa lebih terisi dan bermakna sehingga jauh dari pornografi. Terimakasih kunjungannya.

      Suka

  4. Cinta itu tidak ada - Pacaran Fatamorgana - Logika malah lebih baik - menang BERSAMA - Indonesia Strong From Village berkata:

    […] Manusiawikan Nafsu Seks […]

    Suka

  5. […] Manusiawikan Nafsu Seks – Jenis-jenis pornografi itu banyak. Dari yang paling ringan daya ikatnya: gambar, video dan yang paling kuat dan paling lama bertahan dalam pikiran ini adalah cerita porno. Kesan pertama ketika menikmati konten ini adalah senang tapi kita tidak menyadari kesenangan sesaat ini terus mengiang di kepala ini. Pada akhirnya, konsentrasi terganggu dan fokus berpikir hilang. Malah pikiran mengarah ke hal-hal yang tidak karuan. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s